Top 10 Films of 2015

The Gift

Seminggu sudah kita memasuki tahun baru 2016 yang siap memberikan tontonan baru pada dua belas bulan ke depan. Tapi, sebelum beranjak ke sana, mari menengok sejenak ke 2015 kemarin pada sederet film yang berhasil menjadi tontonan tak terlupakan dan berhak menyandang film terpilih sepanjang tahun 2015. Seperti biasa, film yang masuk kualifikasi untuk daftar ini adalah film yang saya tonton sepanjang 2015 kemarin.

Honorable Mentions: 

Dua belas film yang bertarung sengit untuk merangsek ke daftar sepuluh terbaik, diurutkan secara alfabetis: Amour fou, satir sunyi nan jenaka dari Jessica Hausner mendokumentasikan rencana bunuh diri sang penyair; potret selebriti dan ketenaran yang mengadopsi melodrama 50-an dalam Beyond the Lights; Brooklyn, untuk Saorsie Ronan dan Emory Cohen yang membawa film dan menawarkan banyak hati; potret imigran dari Jacques Audiard dalam Dheepan; debut yang menarik dari Joel Edgerton di kursi sutradara dalam mengemas The Gift; Blythe Danner yang menawan dalam I’ll See You in My Dreams, film yang begitu menarik bertutur tentang masa tua dan intimasi platonisuntuk setiap absurditas yang kental dan kejenakaan yang khas dari Roy Andersson dalam A Pigeon Sat on a Branch Reflecting on Existence; setiap tawa riuh yang berhasil Spy hadirkan dari kursi bioskop hingga tak tahan rasanya untuk menyumbat mulut karena tawa terlalu lantang terdengar; The Way He Looks untuk potret manis tentang keluguan masa remaja; Whiplash untuk tiap intimasi liar dari dua aktor utama; Wild untuk sebuah petualangan dan pencarian diri; dan Wild Tales untuk setiap plot gila yang ditampilkan, terutama bagian pesta pernikahan tersebut.

Dan sepuluh film terbaik pilihan saya untuk 2015 adalah.. 

Top 10 Films of 2015:

#10

It Follows

“IT FOLLOWS”
Directed by David Robert Mitchell

Karena menghadirkan premis paling menarik sepanjang tahun ini. Adegan pembuka film masih membekas sebagai yang terbaik, dengan terampil memunculkan teror, ketakutan penuh misteri, lengkap dengan gambar mencengangkan tersebut.

#9

Tangerine Movie

“TANGERINE”
Directed by Sean Baker

Karen warna jingga, siluet temaram matahari di senja hari dengan serangan musik yang tiba-tiba menggelegar di pergantian tiap adegan, berdentum keras, selaras dengan adegan jenaka yang berganti cepat, membuncahkan gelak tawa. Nilai tambahnya adalah setiap gambar hanya diambil menggunakan kamera iPhone saja. Merry Christmas, Bitch.

#8

Dior and I

“DIOR AND I”
Directed by Frederic Tjeng

Karena begitu lama merindukan sebuah dokumenter yang memotret sisi belakang layar dari dunia fashion sejak The September Issue, terasa terobati sudah. Dior and I menceritakan tentang persiapan Raf Simons untuk koleksi haute couture (adibusana) pertamanya setelah diumumkan menjadi creative designer untuk rumah mode Christian Dior. Dokumenter ini memotret sisi lain dari hingar-bingar dunia mode yang terlihat di permukaan. Memotret tangan-tangan lihai pembuat gaun megah yang memakan waktu berbulan-bulan, serta mengawinkan aspek komersial dan seni. Tahun 2015 kemarin, Raf menghiasi media setelah memutuskan hengkang dari Dior, namun legasinya yang singkat–meskipun menorehkan banyak opini mengutub–akan selalu diingat.

#7

Eastern Boys

“EASTERN BOYS”
Directed by Robin Campillo

Karena adegan “pesta di apartemen” pada paruh awal film tersebut membekas lekat dengan pergulatan sisi moralitas dan kriminalitas, dikemas dengan atmosfer yang sungguh mengerikan; yang dalam dentum musik pesta tersebut tersembul rasa malu, ketakutan, dan bahkan memberi potret besar tentang kemiskinan. The ultimate scene of the year!

#6

Testament of Youth Movie

“TESTAMENT OF YOUTH”
Directed by James Kent

Karena meskipun terlihat familiar, bertutur secara konvensional dengan segala aspek sentimentalisme pada masa peperangan, lengkap dengan tangis perpisahan di kereta api dan sejenisnya, tidak sekalipun mampu menggoyahkan betapa elegan, mengikat hati, tutur yang dengan pandainya James Kent sampaikan. Interaksi para pemain, terutama Alicia Vikander dengan Taron Egerton, adalah aset film ini.

#5

Star Wars, The Force Awakens

“STAR WARS, EPISODE VII: THE FORCE AWAKENS”
Directed by J.J Abrams

Karena datang sebagai penonton yang perawan akan alam semesta seri ini ternyata membenihkan sebuah pengalaman yang menggembirakan. The Force Awakens hadir sebagai tontonan yang segar di tengah rentetan para superhero yang terlalu riuh menghiasi layar lebar dan belakangan begitu sibuk dengan nada kelam, seakan hengkang dari kesan fun. Tidak sabar untuk menyimak enam film terdahulu dan menyelami para karakter ikonik tersebut.

#4

Carol

“CAROL”
Directed by Todd Haynes

Karena penantian selama tujuh tahun dari salah satu sutradara terbaik ini tidak begitu sia-sia. Kali ini ia hadir dengan sebuah keindahan tentang bagaimana rasanya jatuh cinta. Carol hadir seperti sebuah lukisan yang begitu indahnya hingga ingin memajangnya di setiap lini ruang. Tiap senyum dari Therese begitu membahagiakan, tiap tatapan dari Carol begitu menggetarkan. Haynes cermat mengawinkan duo Rooney Mara dan Cate Blanchett sebagai dua penampil paling mengesankan tahun ini.

#3

Eden 2015

“EDEN”
Directed by Mia Hansen-Love

Karena kapan lagi menyimak sebuah perjalanan masa muda dengan hentakan ritmis garage, mendentum dengan asiknya seperti film ini. Eden bisa jadi adalah sebuah kisah tentang kegagalan. Memotret kisah ketika musik dengan magisnya mengawini sesosok muda, membuatnya sukses, mendokumentasikan kisah cintanya, hingga suatu ketika semua yang ia miliki jatuh dengan pelan-pelan.

#2

National Gallery

“NATIONAL GALLERY”
Directed by Frederick Wiseman

Karena begitu lihainya menyuguhkan kehidupan sehari-hari di dalam museum dengan editing yang cermat, dengan tekunnya menginspirasi, tidak pernah pelit memberi edukasi, bahkan tiap gambar mampu menyeret kontemplasi. National Gallery, sebuah dokumenter tentang salah satu museum paling sering dikunjungi di dunia ini, menyuguhkan bagaimana interaksi setiap hari pegawai museum dengan pengunjung, sesi kelas melukis, bagaimana para ahli preservasi lukisan tua tersebut bekerja, hingga ke ranah rapat pemotongan dana museum. Tiga jam durasi terasa begitu singkat, hingga ingin rasanya mengunjunginya suatu hari kelak.

#1

The Assassin - Hous Hsiao-hsien

“THE ASSASSIN”
Directed by Hou Hsiao-hsien

Karena tidak ada yang mampu menghadirkan keindahan dentingan pisau beradu, hentakan tangan dan kaki bertemu, atau bagaimana panah melesat menumbuk tubuh, semengagumkan Hou Hsiao-hsien. Simak pula bagaimana Hou dengan cermatnya menghadirkan keindahan sinar lilin atau misterius dan sendunya Sang Pembunuh menyoroti Sang Raja dari balik tirai mendengarkan tiap obrolan dengan selirnya. The Assassin tidak hanya mengumbar gambar indah, namun menghadirkan kerumitan politik tersebut dan bahkan diam-diam dalam tiap kesunyiannya menghadirkan kisah cinta yang dengan tidak adilnya telah dikoyak dan digerus waktu. This year’s masterpiece.

Recap:

10 Films of 2015:

  1. The Assassin
  2. National Gallery
  3. Eden
  4. Carol
  5. Star Wars, Episode VII: The Force Awakens
  6. Testament of Youth
  7. Eastern Boys
  8. Dior and I
  9. Tangerine
  10. It Follows

***

Advertisements

7 thoughts on “Top 10 Films of 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s