Best of 2013: Costume Design

Django Unchained

Berikut lima costume designer yang berhasil menarik minat saya atas keberhasilannya menghadirkan deretan pemilihan setelan, dari yang kasual hingga adibusana (haute couture) untuk tidak hanya mendandani, namun juga melukiskan karakterisasi tiap sosok dalam film dengan cermatnya. 

The Nominees:

(In alphabetical order)

  • William Chang, “The Grandmasters”

The Grandmasters

Untuk padu-padan cheongsam yang detail mewakili kepopuleran setelan ini di jaman tersebut; pemilihan warna pada tiap individu, terutama kancing dan kerah dengan motif dan bordir berbeda pada tiap cheongsam yang dikenakan para selir, sedangkan warna hitam dengan cermat dihadirkan untuk mendominasi Ziyi, menyelaraskan mood pada karakter;

  • Xavier Dolan, “Laurence Anyways”

Laurence Anyways

Untuk dengan menawannya Dolan kembali menjadikan pakaian sebagai sentral yang sulit dipisahkan dengan keseluruhan film; jika dalam Heartbeats Dolan menyematkan para hipster dengan nuansa vintage, maka lewat Laurence Anyways, Dolan mengantarkan dandanan sebagai pengiring cerita; transisi sosok lelaki yang kemudian giat mengenakan setelan perempuan;

  • Jacqueline Durran, “Anna Karenina”

Anna Karenina

Untuk extravaganza yang meneriakkan kemewahan dan detail inspirasi Dior couture era 50-an, menjadi satu dengan narasi film untuk tidak sekadar mendandani, namun juga menunjukkan emosi dan memberikan kesempatan penyimak untuk menilai sosok mereka;

  • Kurt and Bart, “Stoker”

Stoker

Untuk dengan cantik menjadi satu unsur yang lekat membentuk film yang seksi; balutan Elie Saab biru pada Nicole Kidman;  setelan Matthew Goode yang necis ketika mengunjungi pemakaman dalam jaket Gucci, kemeja Prada, celana chino, sweater Etro, dan kacamata hitam tersebut terlihat tidak tepat untuk sebuah pemakaman, namun hal tersebut yang menyeruakkan kesan misterius; hingga bagaimana Mia Wasikowska lekat dengan rok yang dipakai di atas pinggang dengan kemeja  dan sneaker, menjadikannya sebuah film yang dengan cermat bercerita lewat kostum; dan

  • Trish Summerville, “The Hunger Games: Catching Fire”

The Hunger Games: Catching Fire

Untuk dengan gemilang menjadi satu poin penting  menunjukkan keunikan Capitol; balutan Alexander McQueen untuk Effie Trinket, gaun pengantin dari Tax Saverio untuk membalut Katniss, tuxedo pada Peeta, hingga keserasian yang diberikan untuk mendandani Caesar Flickerman pada ranah eksentrik.

Recap:

Best Costume Design of 2013

  • William Chang, “The Grandmasters”
  • Xavier Dolan, “Laurence Anyways”
  • Jacqueline Durran, “Anna Karenina”
  • Kurt and Bart, “Stoker”
  • Trish Summerville, “The Hunger Games: Catching Fire”

Honorable Mentions:

Saya menyukai pemilihan busana  Erin Benach pada “The Place Beyond the Pines” yang dengan cermat mewakili tiga generasi berbeda; Mark Bridges dalam “The Master” untuk mendandai Phoenix dengan corak lesu dan lusuh; Holly Waddington dalam “Ginger and Rosa”, terutama kehadiran mantel pada Elle Fanning yang memikat mata; Catherine Martin untuk setiap kemegahan yang dihadirkan dalam barisan tuxedo dalam “The Great Gatsby”; Sharen Davis untuk setelan blue velvet suit yang iconic pada Jamie Foxx dalam “Django Unchained”; Christian Gasc dan Valérie Ranchoux untuk adibusana yang dihadirkan menyembulkan kesan narsistik dari Marie Antoinette dalam “Farewell, My Queen”, dan terakhir Heidi Bivens untuk membuat bikini begitu menariknya bercerita tentang karakter ketika dialog begitu sepi dalam “Spring Breakers”.

***

Previously on 5th Annual AwyaNgobrol Awards…

Advertisements

3 thoughts on “Best of 2013: Costume Design

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s