Ten Years Ago: Best of 2003

The Girl with a Pearl Earring

Sebelum saya mengumumkan sepuluh film pilihan di tahun 2013 (perkiraan minggu terakhir Desember ini), saya tertarik untuk menengok ke belakang, sepuluh tahun lalu, film apa saja yang menjadi favorit saya. Menarik untuk mengulas lagi seberapa jauh sebuah film yang dulu saya sukai bertahan untuk memegang status itu atau seiring berjalannya waktu kesukaan aus dengan sendirinya. Berikut coba saya flashback kembali apa saja yang terjadi di sepanjang tahun 2003, dilengkapi dengan sepuluh film pilihan saya serta seni peran terbaik di tahun ini. 

Salah satu yang menarik di tahun ini adalah seorang Scarlett Johansson yang tahun ini menjadi sorotan lewat dua filmnya, Don Jon dan Her. Yang satu meraih apresiasi karena keberhasilannya lewat comedic character, yang kedua menjadi perbincangan atas peran mengesankannya lewat suara saja, yang mengundang perbincangan sebagai nomine Oscar pertama untuk voice only performance (meskipun saya yakin itu tidak akan terjadi). Melihat sepuluh tahun lalu, dia juga menjadi sorotan berkat dua filmnya, Lost in Translation dan The Girl with a Pearl Earring yang sama-sama meraih apresiasi dari para kritikus. BAFTA mencintainya dengan menghadiahi dua  nominasi sekaligus, bahkan memberikan piala pertamanya. Sementara Golden Globe masih berbaik hati menominasikannya, SAG tidak melirik sama sekali. Oscar di lain hal, mengumumkan barisan nomine Best Actress dengan salah satu momen paling mengejutkan; Keisha Castle Huges menjadi nomine lead ketika kampanye gencar untuk supporting, dan Samantha Morton muncul dengan kejutan ketika masuk di barisan lima besar, tanpa sempat menjadi perbincangan di penghargaan sebelumnya, bahkan ada yang menyebutnya nomine paling mengejutkan sejak Susan Sarandon di Atlantic City pada 1981.

Tahun ini, versi remake dari sensasi Cannes di tahun 2004, Oldboy dirilis. Namun, Spike Lee sepertinya gagal mengimbangi versi aslinya. Oldboy pertama kali dirilis di tahun 2003 di negeri asalnya, enam bulan sebelum kemudian menjadi sensasi ketika Quentin Tarantino menghadiahinya Grand Prix di Cannes. Film ini menjadi hit, mengutub, ada yang membela dan ada yang membenci (terutama terhadap adegan kekerasan yang begitu nyelekit).  Dari Vengeance Trilogy, favorit saya sebenarnya adalah Lady Vengeance, terutama dengan penampilan Lee Young Ae yang mengesankan. Namun bisa mengerti bagaimana Oldboy yang paling sering dibicarakan. Terutama ending yang masih setia muncul sebagai salah satu twist menyesakkan dan pengaruhnya pada sinema international sampai sekarang.

Refleksi tragedi Columbine dari Gus Van Sant, Elephant, meraih Palme d’Or tahun ini, yang batang hidungnya tidak mungkin mendengus Oscar (tentu saja). Return of the King muncul sebagai pengakhir dari trilogi epik dari dunia yang porak-poranda karena seonggok cincin. Di awal tahun 2004,  menyapu bersih sebelas piala dari sebelas nominasi yang diraih di Oscar.  “It’s a clean sweep!” ucap Steven Spielberg kala itu.

Top Ten Films of 2003

Jadi film apa saja yang menjadi sepuluh favorit saya? Dengan bantuan seratus film pilihan dekade 2000-an yang sempat saya buat, saya akhirnya mengurutkan film apa saja yang berasal dari tahun 2003. Ada enam film dari tahun 2003 yang masuk seratus film pilihan saya, dengan rangking tertinggi jatuh pada The Best of Youth (#15), saga berdurasi enam jam dari Marco Tullio Giordana ini baru dirilis di Amerika Serikat dua tahun kemudian setelah debutnya di Cannes. Menyusul, Kill Bill Vol. 1, yang masih terlihat fun dan bagi saya lebih mengasyikkan untuk disimak dibanding seri keduanya, meskipun kedalaman plot cerita seri kedua cukup beralasan memenangkan banyak hati para kritikus.

10 Films in 2003:

  1. The Best of Youth
  2. Kill Bill Vol. 1
  3. Master and Commander: the Far Side of the World
  4. Lost in Translation
  5. Dogville
  6. Elephant
  7. The Girl with a Pearl Earring
  8. The Lord of the Rings: Return of the King
  9. The Triplets of Belleville
  10. The School of Rock

Di urutan ketiga ada Master and Commander: the Far Side of the World, yang isinya tidak seperti yang terlihat, ternyata begitu puitis, meskipun kurang beruntung karena rilis pada tahun yang sama ketika Pirates of Caribbean menjadi hit. Lost in Translation, Dogville, dan Elephant menyusul di peringkat empat hingga enam. Sementara empat film lainnya, The Girl with a Pearl Earring, masih menjadi salah satu penampilan terbaik Scarlett Johansson sampai saat ini,  dan Colin Firth kala itu (sebelum munculnya The King’s Speech). Return of the King yang menutup triloginya dengan epik. Keunikan dan nyaris tanpa dialog yang ditampilkan oleh Sylvain Chomet lewat The Triplets of Belleville, ditutup oleh The School of Rock yang menampilkan Jack Black dengan mengesankan.

Dogville

Director of the Year

Lars von Trier, “Dogville”

Bahkan, Lars von Trier mungkin merupakan pilihan saya sebagai Director of the Decade jika saya sempat membuat seri untuk kategori sutradara pada Crème de la crème. Kenapa? Dogville adalah salah satu pengalaman menyimak film yang tidak biasa dengan set panggung yang tidak pernah saya lihat di film-film sebelumnya. Memang film ini memiliki banyak pencela, namun apa yang Lars hadirkan di sini, melampaui apa yang saya lihat di film lainnya.

Love Actually

Most Rewatched Movie:

“Love Actually”

Like a ziiiiilion times! Entah di TV, entah di DVD. Entah mengulang-ulang adegan ini. Klasik!

Charlize Theron in Monster

Performance of the Year

Charlize Theron, “Monster”

Penampilan Charlize Theron di Monster menjadi salah satu hal yang langka ketika setahun kemudian akhirnya memenangkan Oscar meskipun menjadi satu-satunya nomine dari film tersebut. Dalam sejarah, Theron adalah aktris kelima yang pernah meraih Oscar dengan hanya menjadi satu-satunya nomine dari film tersebut. Perannya sebagai pembunuh berantai Aileen Wuornos sempat ditasbihkan sebagai the performance of the year oleh Roger Ebert, banyak pula  yang tidak menyetujuinya (because hatters gon’ hate, y’all!) yang menyebut penampilannya terlampau “over the top” dan sejenisnya. Sebagai salah satu orang yang agak pemilih dengan penampilan seperti ini, saya bisa mengerti mengapa beberapa orang tidak menyukai penampilannya di sini, namun bagi saya, Theron nailed it! Terlihat ugly adalah satu hal, namun gestur, line readings, menjadikan transformasi dari Theron ini sulit untuk dilupakan.

Runners-up for “Performance of the Year”:

  • Nicole Kidman, “Dogville”
  • Jack Black, “The School of Rock”
  • Scarlett Johansson, “The Girl with a Pearl Earring”
  • Paul Schneider, “All the Real Girls”
  • Russell Crowe and Paul Bettany, “Master and Commander: the Far Side of the World”
  • Bill Murray and Scarlett Johansson, “Lost in Translation”
  • Jamie Lee Curtis, “Freaky Friday”
  • Jude Law, “Cold Mountain”
  • Ellen DeGeneress, “Finding Nemo”
  • Uma Thurman, “Kill Bill: Vol. 1”

***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s