Best of 2012: Actress

mirror-mirror08

Sampai juga di kategori terakhir. Ada enam aktris yang menjadi pilihan saya tahun ini. Persaingan yang begitu ketat karena nyaris nomine mengembung menjadi delapan. Salah satu dari enam aktris ini akan bersanding dengan  Tilda Swinton, Yun Jung-hee, dan Juliette Binoche sebagai pemenang di kategori ini. Sebagai berikut. 

The Nominees:

(in alphabetical order)

  • Ladya Cheryl, “Postcards from the Zoo”

cheryl

Untuk konsistensinya menjadi sosok yang kaku—kadang kesan awkward yang muncul menjadi poin menarik jika melihat komitmennya pada karakter yang terisolisasi oleh lingkungan luar; menjadi nyawa dalam film, menciptakan chemistry unik dengan seekor jenjang bernama jerapah.

  • Greta Gerwig, “Damsels in Distress”

greta

Untuk sisi komik dengan line reading yang relaks. Tenang, sementara penonton tercekik oleh tawa.

  • Anna Paquin, “Margaret”

anna

Untuk tampil menjadi sosok remaja yang penuh semangat, penuh amarah sehingga tiap teriakan dan sisi sinis yang muncul menjadi momen sinematik sendiri.

  • Meryl Streep, “Hope Springs”

meryl

Untuk kembali menyentil saya bahwa, Meryl Streep is back, setelah kecewa dengan penampilan sebelumnya sebagai koki dan perdana menteri, ini adalah peran yang dengan senang hati saya elu-elukan.  Lihat saja gestur lengan kanan naik ke atas dengan bibir merengus (salah satu signature acting dari Streep yang paling sering muncul di film-filmnya), kekakuan, ekspresi kaget, sisi komik, serta kerapuhan dengan tulus yang hadir. Sempurna.

  • Rachel Weisz, “The Deep Blue Sea”

rachel

Untuk sisi rapuh yang teramat diumbar tanpa sekalipun hadir untuk meminta belas kasihan, menjadikan karakternya rumit, terjebak dalam rasa bersalah dan berperang tentang masalah hati. Adegan merokok sambil memantau dari jendela itu; gold!

  • Deannie Yip, “A Simple Life”

Yip

Untuk semua lini; intonasi, mimik, gestur, ekspresi. Untuk menjadi contoh, beginilah seni peran yang luar biasa.

Recap

  • Ladya Cheryl, “Postcards from the Zoo”
  • Greta Gerwig, “Damsels in Distress”
  • Anna Paquin, “Margaret”
  • Meryl Streep, “Hope Springs”
  • Rachel Weisz, “The Deep Blue Sea”
  • Deannie Yip, “A Simple Life”

Honorable Mentions:

heranSaya mulai dengan peran favorit saya di awal semester lalu, Julia Roberts dalam “Mirror Mirror” untuk peran yang membaur dengan tema film, tetap evil namun dengan sisi komikal; Rosemarie DeWitt  sebagai seorang lesbian dalam “Your Sister’s Sister”; Zhang Ziyi dengan tatapan rapuh, gestur kikuk dalam “Dangerous Liaisons”; Zoe Heran untuk seni peran yang unik dalam “Tomboy”; Judy Dench yang sekilas mungkin akan terlibas dengan barisan pemain lain yang tak kalah mumpuni dalam “The Best Exotic Marigold Hotel”, namun tampil dengan energi paling memikat, terutama adegan menangis tersebut; Noomi Rapace dalam “Prometheus” yang menjadi energi kuat bagi filmnya, tampil konsisten mewujudkan karakter agar tidak menjadi satu dimensi (terutama ketika Charlize Theron sama sekali tidak berhasil menghadirkan hal ini); dan terakhir Rooney Mara dalam “The Girl with the Dragon Tattoo” yang uniknya memerankan peran yang sebelumnya begitu lekat dimainkan Rapace. Lisbeth versi Mara tentu akan dibandingkan dengan versi Rapace, bagi saya kedua film punya tone berbeda dan kedua penampilan tersebut membaur dengan nada yang ada.

***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s