Best of 2012: Production Design

TTSS

Mari kita lanjutkan pengumuman para nomine. Kali ini giliran para production designer untuk unjuk gigi. Set dekorasi apa saja yang saya sukai sepanjang tahun kemarin? Inilah mereka. 

The Nominees:

(in alphabetical order)

  • Maria Djurkovic, “Tinker Tailor Soldier Spy”

tinker-tailor-soldier-spy

Untuk dengan memesona menghadirkan set layaknya sosok karakter tersendiri. Perhatikan baur detail warna yang melukis kesan paranoid pada badan intelejen Inggris ini. Barisan lemari arsip berbaris rapi, wallpaper kuning bermotif pada ruang kedap suara, set pada apartemen dengan kesan retro, menunjukkan sisi dingin, misterius secara bersamaan.

  • Dante Ferretti, “Hugo”

C

Untuk kesan grande yang lekat dengan tegas menunjukkan kejayaan di sisi teknis. Seluruh atmosfer pada stasiun kereta api, set toko, rumah, perpustakaan, hingga detail macam toko bunga tersebut. Sebuah extravaganza menawan.

  • Sarah Finlay, “Weekend”

Weekend

Untuk kepiawaiannya menunjukkan fungsi set itu sendiri; menghemat dialog dan screentime dengan menggambarkan sosok karakter lewat barang-barang yang dimiliki dan bagaimana mereka hidup.

  • Dennis Gassner, “Skyfall”

Skyfall

Untuk set yang menakjubkan, dengan terampil dibidik oleh Roger Deakins, hingga nampak teramat indah, terutama salah satu adegan memorable di sebuah gedung di Shanghai tersebut yang begitu detailnya hingga kita dikelabui bahwa itu ternyata adalah sebuah set  yang dibuat di Inggris sana.

  • Adam Stockhausen, “Moonrise Kingdom”

Moonrise Kingdom

Untuk berkreasi dengan pas dalam energi fantasi yang dihadirkan Anderson. Rumah pohon tersebut, tenda pramuka, hingga set pada ruang telepon yang lekat di ingatan.

Recap:

  • Maria Djurkovic, “Tinker Tailor Soldier Spy”
  • Dante Ferretti, “Hugo”
  • Sarah Finlay, “Weekend”
  • Dennis Gassner, “Skyfall”
  • Adam Stockhausen, “Moonrise Kingdom”

Honorable Mentions

CabinBeberapa karya yang juga menarik untuk disebut kita mulai dari Martin Whist yang dengan terampil bercerita banyak lewat set di dalam kabin yang dia kreasikan dalam “The Cabin in the Woods”; detail extravaganza yang dihadirkan oleh Tom Foden dalam “Mirror Mirror”; reka dunia alien yang dengan menyakinkan ditangani Arthur Max dalam “Prometheus”; detail menawan dalam “Take This Waltz” oleh Matthew Davies yang pas menceritakan kehidupan para karakter tersebut, terutama penekanan pada set dapur; dan Alex DiGerlando dalam “Beasts of the Southern Wild” untuk detail dalam rumah panggung, barang-barang yang bercerita begitu banyak.

Additional Production Designers Worth Mentioning

The Deep Blue SeaNama-nama lain yang masuk dalam hitungan saya juga meliputi Elizabeth J. Jones dalam “Damsels in Distress” untuk menegaskan tema dan nada keseluruhan film; Dominic Watkins dengan antah-berantahnya  dalam “Snow White and the Huntsman”; set menawan oleh Walter Wong Kalun dalam  “Dangerous Liaisons” yang terlihat megah dan mahal; sementara Sharon Seymour menyulap aksen 70-an di negeri Iran dan Hollywood lewat “Argo”; Laurence Bennett hadir mereplika Hollywood tempoe doeloe lewat “The Artist”; ada pula James Merifield yang bermain banyak dengan ruang untuk menyelaraskan mood dan nada pada karakter dan film lewat “The Deep Blue Sea”; sedangkan Helen Scott dalam “Wuthering Heights” menyediakan kesempatan untuk melihat transisi keras dan kelam kehidupan Heathcliff lewat ruang dan set tempat tinggal.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s