Mad Men Season 5 or: How I Learned to Never Stop Loving the Series and Zou Bisou Bisou… Zou Bisou Bisou…

Hi, AwyaNgobrol is back!

Bulan September itu bulannya insan pertelevisian di Amerika sana. Ada Emmy yang sebentar lagi memasuki puncak acara, ada serial baru yang menyambut untuk memutar episode pilot masing-masing, tentu dengan serial yang sudah akrab segera memasuki musim baru (hei, The Good Wife).

Tapi sebentar, saya mau bicara tentang Mad Men dulu.  Baru dua minggu  lalu saya menamatkan musim kelima dari seri ini. Salah satu episodenya masuk daftar episode terbaik sepanjang masa saya. Berikut, hal-hal menarik yang berhasil saya simak dari musim kelima ini. 

Mad Men Season 5 or: How I Learned to Stop Worrying about Hare Krishna… But It Keeps Haunting Me Like Every Day…. Day… Day… and Day…

Paul Kinsey muncul kembali di musim kelima sebagai pengikut Hare Krishna.

Ada kisah Hare Krishna yang membuat saya penasaran karena cerita ini muncul di episode kesepuluh, berselang beberapa jam setelah saya melihat live show pengikut aliran ini di tempat saya biasa jogging di sore hari. Dua lelaki memakai sari (atau entah apalah itu namanya), menari dengan riang diiringi nyanyian nyaring di belakangnya, membuat saya, katakan saja terpana. Sementara di Mad Men, hal ini muncul dengan hal yang membuat saya penasaran. Jadi dikisahkan Paul Kinsey muncul tanpa brewoknya, namun kali ini botak dan mengikuti aliran ini dengan alasan wanita yang dicintainya (mantan pelacur) yang mengajaknya menjadi pengikut aliran ini. Dari episode ini tersaji salah satu adegan yang sedikit mengejutkan; wanita yang dicintai Paul Kinsey tersebut malah rela datang ke kantor temannya, menyerahkan tubuhnya dengan ancaman agar menjauh dari si Paul. Maksudnya, agar Paul tetap menjadi pengikut Hare Krishna.

Hal yang menarik adalah Hare Krishna ini sendiri. Saya pernah mendengarnya dari bapak dulu, namun hinggap sejenak di kepala dan hilang begitu saja. Jadi sedikit melakukan riset kecil-kecilan, kenapa bisa hal ini muncul di Mad Men? Ternyata kehadiran aliran ini di Amerika, tepatnya New York, dulu sempat dibaurkan dengan budaya hippie yang berkembang di pertengahan 1960-an, meski kemudian mendapat penolakan keras karena perbedaan karakter yang signifikan,seperti larangan mengonsumsi marijuana. Dari sisi cerita, jika penulis ingin menunjukkan karakter Paul Kinsey yang impulsif, berhasil. Setidaknya jika melihat kerangka karakter yang dimiliki Paul Kinsey dari musim terdahulu. Jika misalnya episode ini ingin memotret pergerakan aliran ini di Amerika sana menjelang akhir 60-an, berhasil juga. Buktinya, saya jadi penasaran mengulik sejarahnya. Selalu mengasyikkan menyimak seri yang membuat kita seperti memiliki pengetahuan baru, bukan? Tsah.

Mad Men Season 5 or: How I Learned to Realize That Megan is So Lovely That I Can’t Resist to Sing ‘Zou Bisou Bisou’ and ‘Zou Bisou Bisou’, and Again ‘Zou Bisou Bisou’

Megan ketika melantunkan zou bisou bisou…

Kabar ketika Jessica Pare dikampanyekan menjadi leading actress pada saat pencalonan di Emmy sempat menjadi bahan berita di beberapa media. Hal yang menjadi perhatian adalah begitu cepat peralihan dari sekadar menjadi recurring guest kemudian di musim kelima langsung menjadi pemeran utama. Meskipun pada akhirnya tidak bisa menjadi nomine dalam persaingan leading actress yang ketat. Namun, cukup beralasan. Coba lihat episode perdana dari musim kelima yang menjadi hit karena karakter Megan dengan cantik dan seksinya mengalunkan tembang yang susah lepas dari ingatan. Zou bisou bisou…

Mad Men season 5 or: How I Learned to Stop Worrying about Betty Draper and Love How She Hugs Sally on Her First Day being a Woman

Betty memeluk Sally ketika mengalami haid pertamanya.

Betty Draper, karakter yang paling diolok-olok di musim ini, tetap menjadi salah satu karakter favorit saya, bahkan jikapun masih dengan iri dengki yang dimiliki dan dengan menyedihkannya berusaha merusak pernikahan Don-Megan. Tentu kali ini tidak bisa dilepaskan, ada juga Sally yang mencuri perhatian saya di musim ini (ugh, andai saja Emmy melihat potensi yang dimiliki Kiernan Shipka). Mulai dari ketika ia mengunjungi Manhattan, mengikuti perjamuan makan dengan ayahnya, mengobrol layaknya orang dewasa, hingga menyaksikan adegan yang ia sebut ‘dirty’ di toilet restoran. Atau bagaimana di episode kesebelas Sally menunjukkan proses yang, bolehlah meminjam dari Britney Spears, ‘not a girl not yet a woman’, dari caranya memesan kopi di restoran hingga ketakutannya ketika mendapatkan haid untuk pertama kali. Di sana Betty Draper ada, memeluknya, menenangkannya. Hubungan Ibu-anak yang begitu menarik.

Mad Men season 5 or: How I Learned to Realize How Much I Love Peggy Olson and Will Definitely Love Her Forever

Hingga musim kelima, tetap menjadi karakter favorit saya. Dari sekretaris biasa kemudian menjadi copywriter. Diangkat menjadi kepala copywriter, kemudian memutuskan hal yang begitu mengejutkan di musim kelima ini. Ah, bagaimana nasibnya di musim keenam nanti. Yang jelas, Elizabeth Moss akan muncul lagi entah caranya bagaimana agar dia tetap dalam kerangka cerita setelah kepergiannya dari Sterling Cooper Draper Pryce (oh, how I love pronouncing this company’s name!).

Mad Men Season 5 or: How I Learned to Believe That ‘The Other Woman’ is the Best Episode Ever

Peggy menatap Joan sebelum akhirnya meninggalkan kantor Sterling Cooper Draper Pryce untuk terakhir kalinya.

Seperti The Suitcase yang menjadi episode terbaik di musim keempat, The Other Woman hadir melampaui episode tersebut bagi saya. Bahkan boleh dibilang salah satu episode terbaik yang pernah saya lihat dari sekian serial televisi yang saya simak. Mulai dari studi karakter yang bisa kita simak ketika melihat Joan Halloway yang kita kenal dari musim awal tiba-tiba mengambil keputusan yang di luar dugaan. Kisah Peggy yang akhirnya memilih untuk memperjuangkan karirnya di tempat lain. Genggaman tangan Don ketika menyadari Peggy tidak akan satu tempat kerja lagi. Wajah Peggy yang menahan sedih namun airmata tidak dapat terbendung lagi. What an episode!

Saya mungkin tidak menyimak Breaking Bad, Game of Thrones, atau Boardwalk Empire, namun jika Homeland dan Downton Abbey yang sudah saya ikuti menjadi kandidat kuat peraih Emmy,  “The Other Woman”, satu episode ini saja, begitu melambung jauh ada di atas kedua serial tersebut. Semoga saja Emmy setuju dengan saya.

Mad Men Season 5 or: How I Learned to Honor Them Like This;

Best Episode

  • Winner: “The Other Woman” (A+)
  • 1st Runner-up: “A Little Kiss” (A)
  • 2nd Runner-up:  “The Phantom” (A)

Best Moment

  • Winner:  “Peggy quits. Don kisses Peggy’s hand. Tears.” (ep “The Other Woman”)
  • 1st Runner-up: “Zou bisou bisou…” (ep. “A Little Kiss”)
  • 2nd Runner-up:  “Joan and Don acting like a married couple at a Jaguar showroom” (ep. Christmas Waltz)

The MVP

  • Winner: The Trifecta of Jon Hamm, Elisabeth Moss, and Christina Hendricks (ep. “The Other Woman”)
  • 1st Runner-up: Kiernan Shipka (ep. “Commissions and Fees”)
  • 2nd Runner-up: January Jones (ep. “Dark Shadows”)

Demikian rangkuman Mad Men musim kelima. Semoga Emmy berpikiran yang sama dengan saya.

PS: judul pos meminjam dari Paman Kubrick

Advertisements

One thought on “Mad Men Season 5 or: How I Learned to Never Stop Loving the Series and Zou Bisou Bisou… Zou Bisou Bisou…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s