Cannes Film Festival Winners: Para Wajah Lama, Prospek Oscar, dan Akankah “Amour” Segemilang “A Separation”?

Hey, Captain America, whaddaya think of this year Cannes winners?

Hanya sebuah perumpaan saja kalimat tanya di atas. Cannes tahun ini diserbu oleh barisan film-film dari Amerika Utara dan bintang-bintang Hollywood tua-muda, superstar pula, bertandang untuk meraih perhatian dari Si Presiden Juri, Nanni Moretti. Meskipun begitu, tidak ada satupun yang membawa pulang trofi seperti tahun lalu ketika nama peraih Palme d’Or dan Best Actress diraih oleh nama yang sudah dikenal publik. Namun, bukan berarti Cannes kali ini terlihat tidak menarik, meskipun bisa dikatakan kompetisi di Cannes tidaklah segesit tahun kemarin. 

Dari awal, Cannes tahun ini mengingatkan dengan tahun 2009 lalu ketika Michael Haneke dan Jacques Audiard sama-sama bersaing dan berakhir dengan memenangi penghargaan pertama dan kedua. Ini terbukti ketika akhirnya Amour muncul sebagai favorit para kritikus sedangkan Rust and Bone hadir mengutub dengan satu kutub menyebutnya film terburuk dari Audiard, sementara kutub yang lain menyebutnya salah satu film terbaiknya. Dengan artian, jika juri diibaratkan pada posisi itu, setidaknya ada kelompok yang mendukungnya, misalnya memberikan best actress ke tangan Marion Cottilard. Namun, apa daya Rust and Bone pulang dengan tangan kosong, sementara Amour meraih penghargaan utama yang mengantarkan Michael Haneke masuk dalam klubnya Francis Ford Coppolla, Dardenne Brothers, dan yang lainnya untuk menjadi orang ketujuh sepanjang sejarah Cannes yang memenangi Palme d’Or dua kali. Bukan itu saja, Haneke menjadi orang kedua sepanjang sejarah—setelah Billie August—yang memenangi Palme d’Or back-to-back.

Pemilihan Amour sudah mulai tercium jika melihat seorang Moretti yang filmografinya rajin menawarkan cerita humanis, jadi cukup beralasan jika salah satu favorit jawara, Holy Motors, yang menerjemahkan beberapa sisi sinema beda, sensasi lain dari kompetisi yang ada, menampilkan aktor Denis Lavant dalam sebelas sosok berbeda, pulang dengan tangan hampa membuktikan rumor yang beredar jika Moretti membenci film ini ada benarnya juga. Sementara itu Beyond the Hills, film dari peraih Palme d’Or tahun 2007 lalu lewat 4 Month, 3 Weeks, and 2 Days meraih best screenplay dan best actres untuk kedua aktris di filmnya. Peraih Grand Prix adalah Matt Garone lewat Reality, yang uniknya juga meraih trofi yang sama lewat Gommorah tahun 2008 lalu. Film ini menjadi salah satu film yang saya nantikan setelah membaca sinopsisnya yaitu sebuah satir reality show di TV. Untuk best actor diraih oleh Mad Mikkelsen—setelah bertanya pada Mbah Google akhirnya tersadar bahwa Mikkelsen ini salah satu aktor yang sempat mencuri perhatian saya lewat Casino Royale, terutama adegan penyiksaan Si Bond itu, termasuk juga dia tampil menawan dalam Flame & Citron. Untuk Cannes kali ini, Mikkelsen berperan sebagai seorang guru yang dituduh sebagai pelaku pedofilia dalam The Hunt.

Selain pemenang tadi, yang justru menarik adalah di kategori best director yang menempatkan Carlos Reygadas sebagai peraihnya padahal filmnya meraih olokan panjang. Jadi ceritanya begini,  drama eksperimental Post Tenebras Lux itu bekisah tentang, oh bukan berkisah, namun menampilkan lebih tepatnya beberapa footage yang direkam lewat home video dengan cuplikan yang beragam mulai dari cuplikan anak-anak sekolah yang bermain rugby, ada juga adegan orgy, hingga munculnya adegan seorang lelaki menarik kepalanya sendiri hingga putus. Di sini mungkin pemilihan Reygadas sebagai contoh yang berani dari juri untuk menghadiahi aspek mengejutkan tersebut, meskipun olok-olokan yang terjadi. Mengingatkan ketika Briliante Mendoza meraih kategori yang sama lewat Kinatay tahun 2009 lalu yang ketika namanya dipanggil ke panggung, meraih teriakan boo dari penonton.

Sekarang coba lihat kembali kalimat tanya di awal tadi. Masih ada Beasts of the Southern Wild yang ternyata bersinar di Cannes dengan meraih Camera d’Or untuk karya debut dan penghargaan FIPRESCI utama yang merupakan anugerah dari perkumpulan jurnalis/kritikus yang bertandang ke Cannes. Setelah meraih penghargaan utama di Sundance awal tahun ini, sedikit langka melihat film tersebut meraih penghargaan di Cannes juga.

Oscar?

Untuk tahun ini sepertinya sedikit film yang berpeluang besar untuk menjadi perbincangan di Oscar mendatang seperti The Artist, Drive atau The Tree of Life. Hanya Moonrise Kingdom yang menjadi satu-satunya film yang akan meraih atensi itu dengan sambutan box-office yang diraih—sudah berhasil memecahkan rekor sepanjang masa yang dulu dipegang Brokeback Mountain—bisa dipastikan kategori best original screenplay akan diisi oleh film ini, sama seperti yang pernah diraih The Royal Tenebaums, dengan The Fantastic Mr. Fox meraih kategori adaptasi. Sementara itu film-film dari Harvey Weinstein tumbang di kompetisi, meskipun sudah bisa dilihat Weinstein akan jor-joran untuk menyiapkan The Master sebagai pasukan barisan depan dengan Django Unchained yang dikabarkan juga akan dikampanyekan dengan sengit.

Menariknya adalah Amour sudah dibeli oleh Sony Pictures Classics–seseorang di Twitter feed saya sempat mengumpamakan pembelian ini sebagai We Bought an Ozu–yang juga medistribusikan A Separation tahun lalu. Tentu ini kabar gembira ketika Michael Haneke pada filmografi sebelumnya tentu bukan  ranah selera Oscar, kali ini dengan sisi paling humanis yang disebut pada beberapa review, menghadirkan sebuah film yang tentu akan menyentuh kalangan tua di Oscar nanti. Setidaknya masuk sebagai nomine foreign language film akan sangat menggembirakan (Hei, The White Ribbon saja yang bukan selera Oscar itu bisa masuk), apalagi jika bisa mencuri satu spot di best screenplay, dan berharap best director juga jika sambutan sumringah seperti A Separation bisa diraih kembali. Kenapa perhatian dari Oscar begitu saya inginkan? Tentu agar nama Michael Haneke sebagai sutradara semakin dikenal dunia sehingga karya-karya yang lebih berani dan provokatifnya macam Funny Games atau Cache bisa disimak lebih banyak orang. Mari berharap jika jalan setapak mengikuti langkahnya ke sana bisa terwujud.

Dengan ini ditutup sudah edisi Cannes tahun 2012 dengan dipenuhi nama lama yang kembali bersinar. Meskipun nama Abbas Kiarostami tidak muncul kembali ke meja peraih trofi seperti yang saya harapkan awalnya, begitupun dengan respon On the Road yang mengecewakan, namun setiap edisi Cannes pertahunnya selalu memberikan nuansa berbeda. Mari berharap kelak ada film kita yang bersaing di sana.

Oh, by the way, my dear Nicole Kidman, maybe next time. 

Daftar pemenang lengkap (via Awards Daily):

Palme d’Or:
AMOUR (LOVE) – Michael HANEKE

Grand Prix:
REALITY – Matteo GARRONE

Prix de la Mise en Scene (best director):
Director: POST TENEBRAS LUX by Carlos Reygadas

Prix d’interpretation feminine (best actress):
Cristina Flutur & Cosmina Stratan DUPÃ DEALURI (AU-DELA DES COLLINES/BEYOND THE HILLS)

Prix d’interpretation masculine (best actor):
Mads Mikkelsen JAGTEN (LA CHASSE/THE HUNT) (- Thomas VINTERBERG)

Prix du Scenario (best screenplay):
Cristian Mungiu – DUPÃ DEALURI (AU-DELA DES COLLINES/BEYOND THE HILLS)

Camera d’Or (best first feature):
BEASTS OF THE SOUTHERN WILD by Benh Zeitlin

Prix du Jury (jury prize):
Ken Loach for THE ANGELS’ SHARE

Palme d’Or (short film):
SESSIZ-BE DENG (SILENCIEUX/SILENT) – L.Rezan YESILBAS

(Photo Credit: Yves Herman/Reuters, via Guardian UK)

Advertisements

2 thoughts on “Cannes Film Festival Winners: Para Wajah Lama, Prospek Oscar, dan Akankah “Amour” Segemilang “A Separation”?

  1. Kelupaan dan gak yakin ada yang bisa mendapat sambutan meriah melihat The Paperboy dikritik habis2an. Brad Pitt juga gak begitu dapet buzz. Sepertinya Marion Cottilard yang akan bisa meskipun agak sulit mengingat foreign film. Let us see.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s