Crème de la crème: Best Supporting Actor of the Decade (2000-2009)

Seperti yang sudah sempat saya singgung pada Twitter dan bahasan sebelumnya, inilah edisi pertama dari bahasan Crème de la crème di blog ini yang kali ini membahas untuk kategori aktor pendukung di film yang terbaik selama kurun waktu sepuluh tahun (satu dekade) dari 2000-2009 pilihan saya pribadi. Terpilihlah lima finalis/nomine yang paling memikat saya yang kemudian di akhir bahasan akan dipilih satu finalis yang paling saya sukai dari kelima tersebut. Uniknya untuk edisi ini, dari lima finalis tidak ada satupun penampilan di film tersebut yang sempat menyandang status sebagai nomine Oscar ketika filmnya dirilis. Hanya ada dua aktor, namun di kategori runner-up, yang sempat menyandang status nomine Oscar (salah satunya menang) lewat penampilan tersebut. 

Inilah lima finalis/nomine pilihan saya:

Lelaki sinis, kesepian, kolektor obsesif, membenci dunia luar, bisa saja muncul sebagai sebuah karakter yang menjadi satu dimensi, semata menjadi karikatur. Tidak ketika Buscemi masuk ke dalamnya—di atas kertas dia cocok dengan karakter seperti ini—maka munculah seorang Seymour dalam salah satu penampilan terbaik dari adaptasi komik ke dalam layar lebar ini. Kebenciannya pada dunia luar menjadi daya tarik sendiri. Seleranya terhadap musik menjadi keunikan sendiri. Bahkan kisah cinta seorang Seymour begitu menyenangkan untuk dilihat.

  • John Carroll Lynch in Zodiac (2007)

Kehadirannya di Zodiac tidaklah mengisi durasi yang begitu banyak, namun kehadiran Lynch sebagai sitersangka pembunuhan itu memberikan momen paling sulit dilupakan. Ia duduk, diinterogasi oleh para penyidik, menjawab beberapa pertanyaan. Suara bergetar di awal, ia gugup, kemudian gerak tubuhnya berganti; ia duduk mengenyampingkan kakinya dengan posisi yang satu bertumpu, kemudian ia menjawab dengan yakin, seketika muncul arogansi yang meninggalkan rasa takut ketika melihatnya. Itu yang saya sebut sebuah penampilan memikat.

  • Peter Sarsgaard in Shattered Glass (2003)

Penampilan dengan sudut yang berlapis seperti ini begitu menarik ketika Sarsgaard lebih banyak mengolah ekspresi tanpa menampilkan kepastian dengan gamblang. Lihat saja bagaimana di awal film kita bisa terkecoh jika sosoknya terkesan sebagai seorang yang termakan keirian. Namun, matanya memainkan hal lain, ternyata ada makna mengawasi di sana. Lihat ketika konfrontasi itu terjadi; tampilan seni peran yang mengesankan.

Tidak ada nama aktor ini dalam daftar nomine Oscar kala itu masih saja menyimpan rasa pahit. Memang, Julianne Moore tampil begitu brillian, begitupun barisan cast yang lain seperti Patricia Clarkson dan Viola Davis, namun Quaid salah satu yang tampil begitu memukau. Perannya yang kompleks sebagai seorang suami yang menyadari ketertarikannya pada sesama jenis mengumbar beragam emosi; di satu sisi ia murka, namun ia juga terisak di sudut sana.

Mark Wahlberg menampilkan salah satu karakter yang sempat membuat saya tertawa terbahak-bahak sepanjang film; spontanitas yang hadir dari sentuhan David O. Russel, gerak itu, teriakan itu, bum-kedimum-bum, menghasilkan komedi hancur yang begitu saya sukai. Mungkin ia lebih terkenal sebagai sosok pria tangguh dalam film aksi, namun karyanya dalam film komedi lebih memikat saya. Bahkan jika kemudian Oscar mengakuinya menjadi nomine di The Departed pada akhirnya; saya selalu menganggap itu semua karena ‘adegan kentut’ tersebut.

Runners-Up:

  • Eddie Marsan in Happy-Go-Lucky (2008)
  • Garret Dillahunt in The Assassination of Jesse James by the Coward Robert Ford (2007)
  • Javier Bardem in No Country for Old Men (2007)
  • Michael Shannon in Revolutionary Road (2008)
  • Paul Bettany in Dogvile (2003)

Crème de la crème: Jika memilih satu dari lima finalis tersebut, butuh waktu ekstra untuk menimbang yang mana yang paling memikat mengingat satu sama lain memiliki kelebihan tersendiri. Namun, ketika memutuskan jawaban ini, saya selalu berakhir dengan satu jawaban; Steve Buscemi. Ya, dengan ini saya nobatkan perannya di Ghost World sebagai Best Supporting Actor of the Decade.

***

Sampai di sini untuk bahasan para aktor pendukung. Mungkin ada yang bertanya-tanya di mana Si Joker dalam The Dark Knight itu? Jawabannya; peran Heath Ledger sebagai Joker masuk pada penilaian Best Actor saya, jadi kemungkinan muncul di bahasan Best Actor nanti (jika terpilih). Namun, pada bahasan berikutnya dalam waktu dekat ini, saya terlebih dahulu akan membahas lima desainer paling memikat dengan karyanya dalam mendandani para pemain sehinga menyatu dengan karakter yang tertampil. Harap sabar menunggu.

Advertisements

3 thoughts on “Crème de la crème: Best Supporting Actor of the Decade (2000-2009)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s