3rd Annual AwyaNgobrol Awards: The Nominees – Part 3 (Special Categories with Ensemble, Cameo, Poster, etc.)

Sudah lebih dari sebulan sejak postingan AwyaNgobrol Awards bagian kedua dan bagian ketiga baru bisa diumumkan kali ini. Rentang waktu sebulan dari postingan terakhir tidak memberikan perubahan signifikan dari draft awal nomine yang masuk di bagian kategori spesial ini, memang ada beberapa nama yang kemudian tersingkirkan, namun tetap patokannya adalah film yang saya simak dari 1 Januari – 25 Desember 2011 yang menjadi pertimbangan untuk masuk kualifikasi dengan poster dan trailer adalah yang dirilis dari periode tersebut pula, meskipun filmnya belum sempat disimak pada periode itu. Misalnya adalah Tinker Tailor Soldier Spy—film yang sepertinya akan mampu memenuhi ajang ini tahun depan—baru disimak di pertengahan Januari, namun poster dan trailer-nya adalah salah satu bagian yang memikat sepanjang 2011. Saya juga sudah sempat singgung bahwa beberapa kategori akhirnya disingkirkan dengan tambahan satu kategori baru muncul kali ini.

Jika awalnya nomine hanya akan sampai pada tiga bagian, namun kali ini akan ada bagian keempat yang memuat satu kategori secara khusus. Sebelum mengetahui kategori yang mana itu, mari silakan simak dulu para nomine untuk kategori spesial ini. 

______________________

 Best Ensemble Cast 

  • “Another Year”
  • “Bridesmaids”
  • “The Fighter”
  • “The Help”
  • “A Separation”

Barisan pelakon yang saling mendukung satu sama lain kita lihat pada Another Year yang menampilkan deretan aktor dengan kepiawaian berakting mumpuni, membentuk karakter, dan fasih membangun interaksi satu sama lain. Dalam Bridesmaids terlihat energi komik kental, bahkan dengan kekuatan aktor drama yang pekat seperti John Hamm atau Rose Byrne, mampu melebur dan menghadirkan interaksi jenaka. Jika The Fighter dipenuhi dengan penampilan over the top penuh teknik akting mumpuni, maka The Help tak kalah memamerkan kepiawaian itu pula, bahkan mengawinkan beragam gaya akting; serius dan komik. Sementara A Separation nyaris tanpa sisi lemah, begini jadinya jika skrip kuat diperankan barisan pelakon terampil, luar biasa.

______________________

Best Cameo/Limited Performance

  • Charlotte Rampling, “Melancholia”
  • Christina Hendricks, “Drive”
  • Corey Stoll, “Midnight in Paris”
  • Imelda Stanton, “Another Year”
  • Michael Sheen, “Midnight in Paris”

Selalu ada peran kecil di sepanjang film yang membekas. seperti penampilan Rampling dalam Melancholia sebagai ibu dingin yang sarkatis dan skeptis akan pernikahan atau Hendricks yang muncul singkat saja sebagai umpan dalam Drive. Stoll mengesankan ketika memerankan Hemingway dalam Midnight in Paris. Ia tahu dengan cermat bagaimana mencuri momen pada durasi yang singkat, selaras dengan Sheen yang memikat sebagai pria yang angkuh dan terkesan pedantic (suka pamer pengetahuan). Sedangkan pada penampilan diam nan ekpresif, Stanton membuka Another Year dengan menjanjikan.

______________________

Best Directorial Debut

  • Hiromasa Yonebayashi, “Arrietty”
  • Justin Kurzel, “Snowtown”
  • Paddy Considine, “Tyrannosaur”
  • Richard Ayoade, “Submarine”
  • Sean Durkin, “Martha Marcy May Marlene”

Yonebayashi menampilkan cerita anak popular tetap khas dengan energi Ghibli, angin segar bagi generasi penerus studio tersebut. Sementara Kurzel menampilkan Snowtown dengan begitu gelap, sadis, dan memadukan aspek teknikal yang terampil. Di lain sisi, ada Considine yang boleh disebut sebagai sutradara yang cermat memoles pelakonnya. Sementara kita bisa melihat klan baru dari Wes Anderson, Ayoade memotret cerita coming-of-age dengan bungkusan permen manis. Terakhir, kita melihat Durkin yang begitu meyakinkan memadukan kekuatan pelakon, mood, momentum, dan transisi psikis. Mereka adalah lima sutradara yang patut ditunggu karya berikutnya.

______________________


Body of Work

  • Brad Pitt for “Moneyball” and “The Tree of Life”
  • Jessica Chastain for “The Tree of Life” and “The Help”
  • Michael Fassbender for “Jane Eyre” and “X-Men: First Class”
  • Michelle Williams for “Blue Valentine” and “Meek’s Cutoff”
  • Ryan Gosling for “Blue Valentine”, “Drive”, and “Crazy Stupid Love”

Ini merupakan kategori terbaru—dan tidak seperti kategori ‘directorial debut’ dan ‘breakthrough performance’ yang ‘melarang’ nomine yang sudah meraih nominasi di kategori utama untuk masuk kualifikasi—Body of Work merangkum pelakon yang dinilai berdasar film yang menampilkan namanya sebagai pemain dalam kurun waktu setahun. Ada Brad Pitt yang telah memiliki status ‘bintang’ tersebut dan semakin seimbang menantang dirinya untuk bermain di karya menantang seperti The Tree of Life dan Moneyball. Sementara Chastain menjadi ‘the it girl’ tahun ini yang membuka lebar ruang untuk karir-nya ke depan, apalagi dengan pintarnya memilih film dan peran dari yang serius dalam The Tree of Life dan komik dalam The Help, memberikan bukti bahwa ia punya kemampuan akting yang lebar. Fassbender mulai muncul sebagai ‘bintang’ dengan X-Men: First Class yang mengundang sisi komersial dari kemampuannya namun tetap kukuh sebagai aktor yang juga cermat menyeimbangkan peran dalam aspek indie seperti Jane Eyre. Kemudian kita bertemu Michelle Williams yang masih aktif mengenyam nikmatnya film indie, saya menunggu penampilannya di film pop yang akan mengingatkan kita akan seorang pemain Dawnson’s Creek dulu. Terakhir ada Gosling yang selaras dengan Fassbender tengah menggigit aspek ‘bintang’ itu dan seimbang memilih peran.

______________________

Breakthrough Performance of the Year

  • Anton Yelchin, “Like Crazy”
  • Elizabeth Olsen, “Martha Marcy May Marlene”
  • Felicity Jones, “Like Crazy”
  • Hunter McCracken, “The Tree of Life”
  • Tom Hiddleston, “Thor”

Sebelum ada yang bertanya mengapa Jessica Chastain tidak menjadi nomine, dalam kategori ini, calon yang sudah menjadi nomine di kategori utama tidak ikut kualifikasi untuk kategori ini untuk memberi ruang bagi nama baru lain. Kali ini ada duo dari Like Crazy, Yelchin dan Jones yang menampilkan chemistry memikat. Elizabeth Olsen dalam debut menjanjikannya membuat saya penasaran dengan film-film selanjutnya. Sementara McCracken sedikit membuat saya bertanya mengapa namanya sepi sekali disebut dalam setiap konteks ‘best newcomer’ atau ‘young actor’ padahal dia memberikan salah satu penampilan terbaik tahun ini. Sedangkan Hiddleston adalah bakat yang menarik jika saja kita cermat melihat pilihan filmnya sepanjang tahun ini. Tampil impresif di Thor, tentu tidak sabar melihat aksinya mengulang ekspresi dengki itu dalam The Avengers tahun ini.

______________________

Movie Poster of the Year

  • “Drive”
  • “The Human Centipede II”
  • “The Ides of March”
  • “Moneyball”
  • “Tinker Tailor Soldier Spy”

Pada kategori ini, Gosling muncul di dua poster. Pertama adalah versi poster karakter dari Drive yang memotret wajah the driver menerawang dengan kaos dekil dan tusuk gigi menyempil di sudut bibirnya. Tulisan merah muda terasa kontras dengan isi film namun memamerkan nuansa 80-an dalam kesan manis. Sedangkan ketika melihat poster The Ides of March pertama kali, saya sudah yakin poster ini akan bertahan sebagai salah satu yang terbaik hingga akhir tahun. Kombinasi wajah Gosling-Clooney itu mengesankan. Poster dari The Human Centipede II begitu menarik, dari jauh terlihat sederhana, namun coba dekatkan, akan memunculkan seruan ‘sick!’ seketika. Moneyball dengan apik mengambil salah satu shot dari filmnya sendiri, dengan komposisi yang pas; lapangan hijau luas, dengan Pitt berdiri sendiri, memotret mood film dengan pas. Terakhir, Tinker Tailor Soldier Spy menampilkan wajah Gary Oldman dengan balutan ribuan nomor memenuhi poster, memunculkan motif yang mengesankan, siluet menawan dengan ekpresi Mr. Smiley.

______________________

 Trailer of the Year

Sebagai orang yang setia untuk melihat trailer film, berikut lima trailer yang paling berhasil memikat saya di sepanjang tahun 2011. Ada trailer singkat dari Alps yang dengan cermat mengambil momen-momen aneh semisal kemunculan dialog ‘you’re not ready for pop’, menjadi sebuah janji bahwa kita akan melihat kelucuan aneh seperti Dogtooth lagi. Carnage berhasil menarik perhatian karena terlihat jenaka dan dengan cast yang seperti itu, masalah filmnya bagus atau tidak bisa diperhitungkan belakangan. Cold Weather menjadi trailer pertama di awal tahun 2011 yang membuat saya seketika ingin menyimak film tersebut dengan penggunaan score yang menarik telinga tersebut. Sama menampilkan aksen thriller, Tinker Tailor Soldier Spy dipotong dengan rapi, membuat penasaran score apa yang digunakan hingga akhirnya tersadar bahwa itu merupakan salah satu nomor dalan The Woflman. Terakhir, The Turin Horse tidak perlu mengumbar banyak. Dalam trailer singkat tersebut telah mengenalkan atmosfir seorang Bela Tarr.

______________________

Scene of the Year

(Nominees TBA)

______________________

Untuk Scene of the Year, akan diumumkan secara khusus di postingan bagian keempat (diumumkan akhir minggu ini) yang nantinya memuat sepuluh adegan yang paling saya sukai dari sekian film yang saya simak sepanjang tahun 2011. Untuk pemenang semua kategori akan diumumkan minggu depan di akhir pekan, sebelum malam puncak Oscar berlangsung. Ditunggu, ya!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s