14 Film Romantis Pilihan untuk Valentine’s Day

Hari Kasih Sayang, begitu orang menyebutnya. Tidak sedikit yang menggerutu bahwa perayaan ini menyembunyikan kesan miring di berbagai sisi. Bolehlah kita menyinggung karena pada satu sisi Valentine’s Day seolah menjadi situasi yang memarginalkan kondisi bahwa jomblo itu menyedihkan. Di lain sisi ada asumsi Valentine’s Day itu adalah proyek bisnis yang mengundang sisi komersialisme ketika produk yang bernuansa merah muda akan laris berikut rentetan cokelat, boneka, dan sejenisnya menjadi barang incaran yang dikejar lelaki dan wanita. Sebegitu seriusnya? Tidak juga. Coba kita sela pada aspek menariknya. Satu sisi mereka untung, satu sisi yang merayakan juga tidak masalah kok.

Nah, mari sekarang kita coba menyimak rentetan film romantis yang layak untuk menjadi bahan tontontan di hari penuh kasih sayang ini dengan pasangan terkasih, keluarga, ataupun teman. Berbeda dengan postingan saya sebelumnya (ini dan ini) kali ini terdapat 14 film yang dipilih dari 14 orang yang merupakan teman saya di Twitter dan kantor, terdiri dari 7 pria dan 7 wanita yang mencetuskan film yang mereka anggap paling romantis dari sekian yang telah mereka tonton. Hasilnya cukup beragam. Dari film yang fasih diingat sebagai film romansa popular hingga pilihan film yang tidak begitu terkenal namun sanggup menjadi rekomendasi untuk dijadikan teman menghabiskan malam Valentine sambil menguyah camilan di depan televisi.

Berikut 14 film romantis pilihan mereka. 

Always (2011)

“Aku suka acting-nya si So Ji-sub sama Han Hyo-joo. Ceritanya biasa aja tapi chemistry keduanya sempurna banget. Mereka benar-benar kelihatan saling mencintai.” – Wintya (@w1ntya)

Film Korea yang juga dikenal dengan judul Only You ini menghadirkan kisah cinta seorang petinju dengan seorang gadis yang menderita kebutaan. Dengan akting yang mumpuni dari kedua aktornya, jangan heran jika tumpukan tisu cocok untuk menemani selama menonton.

Before Sunrise (1995) dan Before Sunset (2004)

“Dari awal film ini atmosfirnya sudah romantis. Kadang kalau ketemu orang entah di mana dan kapan saja, lalu terjadi obrolan asyik, nyambung dan ngalir, buat saya itu sangat romantis.” – Angga (@caesarangga)

Dua film ini sulit dipisahkan satu sama lain. Yang satu menunjukkan awal pertemuan, yang satu lagi tumbuh dewasa dengan dialog yang begitu pintarnya. Tiap dialog, tiap adegan begitu memikat.

City Lights (1931)

“It’s like the word ‘romantic’ written all over Chaplin’s acts, expressions, and gestures toward that blind girl. Oh, and what movie captures romance better than City Lights’ ending?” – Nuansa (@nuansational)

City Lights, salah satu film yang wajib disimak bagi penikmat film adalah bentuk surat cinta Chaplin dalam cerita sederhana penuh dengan energi komikal ini. Siapa sangka dengan gerak tubuh saja, ketulusan itu terasa lebih indah dibanding kata-kata.

Heavenly Forest (2006)

“Jalan ceritanya nggak biasa. Cara Shizuru menyayangi Makoto itu tulus dan polos banget. Dia suka dan dia sayang, tapi dia berusaha yang terbaik buat kebahagiaan Makoto. Terus yang bikin ironis, mereka berdua ternyata saling sayang tapi gak pernah ngungkapin sampai akhir.” – Dian (@diepurnama)

Film dari Negeri Sakura ini berkisah tentang dua sahabat, Makoto Segawa dan Shizuru Satonaka. Mereka saling jatuh cinta, tapi tidak terungkapkan sampai saat perpisahan. Suatu hari, sebuah surat membawa Makoto ke New York untuk menghadiri pameran foto Shizuru. Rupanya hanya foto-foto kenangan itu yang ditinggalkan Shizuru. Nah, menonton film romantis ini memang wajib ditemani sekotak tisu.

Love Actually (2003)

“Ceritanya gak terlalu fairy tale, jauh lebih tersentuh ke cerita yg bisa kita relate ceritanya ke hidup kita. Gue suka film ini because for me, a love story always has a great ending even though it’s not a happy one.” – Andi (@Andi_wijaya1412)

Sebagai suguhan yang selalu menghiasi layar televisi di malam kasih sayang, “Love Actually” menghadirkan berbagai cerita dari sisi yang berbeda dengan aspek ‘perjuangan’ yang menarik. Ada kisah cinta yang tumbuh dari teman, dari bahasa berbeda, hingga kisah cinta dari lingkungan pembuatan film dewasa sekalipun. Begini mungkin cinta itu sebenarnya.

The Notebook (2006)

“Mereka sempat terpisah namun akhirnya bertemu kembali. Akhirnya menghadap Tuhan bersama-sama. Aku ingin mengalami hal seperti itu bersama pasangan. Menurutku itu romantis.” – Bunga (@iloveratbear)

Dalam berbagai daftar sejenis, film ini akan selalu hadir. Benar ada resep mengharu-biru penuh dengan romantisme yang pekat dihadirkan oleh adaptasi dari Nicholas Sparks ini. Adegan mendayung ditemani angsa itu begitu memikat.

Punch-Drunk Love (2002)

“I thought Bary Egan’s story to get love of his life is sweet, but not too sugarcoated.  I love how Paul Thomas Anderson set the film mood. I love all the supporting casts, I love the subplot.” – Kunam (@kun6manuk)

Dalam romantisme aneh dengan sentuhan plot absurd ternyata tidak mengurungkan kita untuk larut dalam runut plot yang penuh dengan pertanyaan tersisa. Paul Thomas Anderson menempatkan Adam Sandler untuk tampil nyaris nihil denyutan nadi komedi, mengajak kita mengikuti tingkah laku sang karakter, berdamai dengan suasana hatinya, mengejar orang yang ia cintai.

Serendipity (2001)

“Banyak momen atau adegan yang bikin geregetan. Menurutku romantis karena kayak ‘kebetulan’ gitu (uang, buku, dsb) unyu kan! Plus lagu-lagunya pas.” – Iin (@inayahagustin)

“Milih film ini sekadar pengingat kembali kalau jodoh tak akan lari ke mana. Don’t push yourself too hard-lah intinya. OST-nya juga bagus. Sudah ditonton sampai lima kali.” – Mia (@miapras)

Serendipity menghadirkan sisi sentral misteri ‘kebetulan’ yang kadang mengajak kita untuk berpikir, bagaimana bisa kita bertemu dengan seseorang pada suatu kesempatan yang tidak terduga? Dalam hal itu dengan manis kita melihat kisah dua insan yang berjalan dalam proses itu, bertemu, berpisah, bertemu lagi, hingga mungkin menyadarkan kita, mungkin begini jodoh dihadirkan.

Titanic (1997)

“Karena ini adalah bukti kalau bagi seseorang, cinta itu terus abadi apapun yang terjadi.” – Adam (@dwiadam)

Sebagai salah satu film terlaris sepanjang masa, siapa yang tidak mengenal kisah yang mengharu biru di atas lautan ini. Rose dan Jack adalah karakter yang sangat familiar. You jump, I jump, jack! telah menjadi salah satu quote yang begitu sering kita dengar.

The Umbrellas of Cherbourg (1964)

“Karena di film ini, letting first love go is actually the biggest act of love. Letting the dream of the ideal love gone, yet having the strength to go on, is the ultimate act of love.” – Adi (@AdiWriter)

Film peraih Palme d’Or di Cannes ini merupakan film musikal dari Perancis yang tidak menampilkan satupun nomor dansa ala film musikal kebanyakan, melainkan setiap dialog dinyanyikan sepanjang film. Jika kemudian romantisme fasih kita lihat dengan akhir menggembirakan, kali ini ada sebuah realisme tentang ketidakadaan fairy tale itu. My God, lihat adegan terakhir itu, salah satu ending dengan emosi yang membuat kita kehabisan napas.

WALL*E (2008)

“One of the Pixar’s best. Banyak tema yang diangkat film ini. Tapi kisah unik dan romantisme WALL*E dan EVE yang paling memorable karena romantis tanpa harus berkata-kata.” – Dedi (@dedaydedi)

Salah satu animasi terbaik dekade lalu ini mengesankan banyak orang dengan sisi bisu yang dihadirkan di 45 menit awal. Dengan menariknya kisah dua robot ini digambarkan memiliki hati yang begitu manisnya untuk disimak. Eeeee….Vaaaa….

When Harry Met Sally (1989)

“When Harry Met Sally tidak palsu. Romantisme-nya realistis, tidak berlebihan sampai bikin mabuk. Dialognya witty, dan testimoni old couples-nya unyu banget.” – Wulandari (@ndarow)

Saya tidak bohong ketika mengatakan bahwa film ini merupakan salah satu film favorit saya sepanjang masa. Jenaka, dialog cerdas, karakter yang terkadang menyebalkan namun tak segan ingin memeluknya erat. Oh, adegan di kedai makan itu. I’ll have what she’s having!

You’ve Got Mail (1998)

“Lucu kalau lihat cara mereka kenalan, apalagi kalau dibandingkan dengan sekarang. Momen-momen pas mereka nyaris bertemu itu bikin deg-degan. Endingnya bikin lega!” – Rena

Mempertemukan Tom Hanks dengan Meg Ryan, film ini sebenarnya nyaris tidak menempatkan mereka pada satu bingkai secara bersamaan, tentu selain ending tersebut. Sebuah bentuk romantisme yang mengalir dari kecanggihan teknologi.

____

Terima kasih untuk Dian dan Wintya yang sudah membantu penulisan postingan ini dan juga untuk teman-teman yang sudah memberikan pilihan filmnya. Happy Valentine’s Day!

Advertisements

One thought on “14 Film Romantis Pilihan untuk Valentine’s Day

  1. film- film tersebut memang romantis dan sangat cocok ditontong berdua bersama pasangan dan juga bisa dijadikan referensi untuk menjalin hubungan bersama orang terkasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s