Tebak-Tebak Buah Manggis: Um, Here, Take a Look at My Final Oscar Nominee Predictions

Berjumpa kembali di postingan tahunan “Tebak-Tebak Buah Manggis” ini yang seperti tahun lalu tentunya akan membahas mengenai prediksi saya untuk nominasi Oscar yang akan diumumkan besok malam di Amerika sana. Ada yang menarik untuk kali ini, karena jika biasanya kita cukup memilih judul atau nama yang kita yakini bisa merangsek ke posisi nomine, kali ini juga kita ikut diuji untuk menerka, berapa sepertinya jumlah film yang akan menjadi nomine kali ini. Jika tahun lalu semuanya sepuluh, kali ini dengan sistem voting yang diperbaharui (kita bahas ini nanti lebih lanjut), kemungkinan film yang akan menjadi nomine adalah rentang dari 5-10 slot. Film apa saja itu? Mari kita mulai prediksinya. 

Best Picture

Melihat dari dukungan dari pihak guild, baik dari cabang aktor (SAG), sutradara (DGA), produser (PGA), hingga guild di bidang desain kostum (CDG) telah memberikan nominenya sehingga kita bisa melihat apa sih yang didukung anggota voter ini untuk Oscar nanti (meskipun perlu dicatat anggota guild yang menjadi voter Oscar jumlahnya jauh lebih sedikit), namun bisa kita lihat film apa saja yang telah mendapat dukungan penuh dari mereka. Jika misalnya Oscar masih memakai sistem lima nominasi maka saya bisa melihat, The Artist dan The Descendants menjadi kandidat terkuat yang sudah pasti masuk nominasi. Meskipun banyak backlash merundung dua film ini, namun begitulah setiap tahunnya film-film frontrunner akan selalu diterpa hal seperti ini. Slumdog Millionaire, The Hurt Locker, The King’s Speech bertahan dengan berbagai nada miring yang bermunculan. Pengisi tiga berikutnya adalah Midnight in Paris yang akan menjadi film pertama Woody Allen menjadi nomine Oscar kembali setelah absen selama 25 tahun (dan kelegaan kita karena Allen meninggalkan konten seks yang belakangan terlalu sering diangkatnya). Menyusul The Help sebagai film yang “sangat Oscar”, box office dan tearjerker; “Kami tidak akan meninggalkannya begitu saja,” begitu kiranya. Sementara Hugo membawa nama Martin Scorsese di sini. Box office yang tidak begitu berhasil tidak akan mengurungkan niat voter memilih karya ini apalagi dengan dukungan dari nyaris semua lini (kecuali branch actor), Hugo akan bersaing dengan The Artist untuk meraih nominasi terbanyaknya besok.

Oke, sekarang kita sudah punya lima kandidat kuat pengisi nominasi untuk kategori paling prestisius ini, tapi tunggu sebentar, Academy mengatakan dengan sistem ini kemungkinan kita memiliki jumlah nomine lebih dari lima, tapi benarkah hal itu akan terjadi? Um, mari coba kita tengok bagaimana proses voting untuk kategori berlangsung. Begini. Jika tahun lalu sistem voting memakai istilah “distribusi” yang menunjukkan suara di peringkat pertama (karena sepuluh film harus diurutkan) jika mendapat vote rendah, gugur di ronde pertama, maka suara akan didistribusikan untuk film di urutan kedua yang belum gugur, begitu seterusnya hingga jumlah nomine lengkap sepuluh film.

Nah, tahun ini berbeda, sistemnya diganti, yaitu sebuah film akan menjadi nomine jika berhasil meraih 5% voting di posisi pertama. (penjelasan ini mengacu pada artikel Steve Pond mengenai sistem voting Best Picture. Saya akan menjelaskan dengan lebih singkat di sini). Dengan perkiraan anggota Academy sebanyak 5000 (jumlah pastinya mendekati 6000 orang), maka kita perkirakan di ronde pertama sebuah film mendapat suara/vote posisi pertama sebanyak 455 (atau lebih, ini disebut magic number) maka film tersebut akan langsung mendapat status sebagai ‘nomine Best Picture’ di kategori ini. Jadi di ronde pertama, film lainnya yang mendapat 5% posisi pertama (250 suara) dari para voter akan langsung menjadi nomine Oscar, sehingga sekarang bisa dilihat, jika sebuah film tidak mendapat posisi pertama sebanyak 5% maka kesempatan untuk menjadi nomine akan semakin kecil (inilah bisa saya yakini jika sistem ini diaplikasikan tahun lalu, Winter’s Bone sepertinya tidak akan masuk). Namun, meskipun sistem ‘distribusi’ seperti tahun lalu tidak lagi akan terjadi di sini, ada satu kemungkinan hal itu dilakukan jika misalnya ada beberapa film yang jumlah suaranya melebihi dari magic number, kita sebut sebagai surplus rule, suatu kondisi sebuah film meraih voting lebih dari 20%. Misalnya kita bisa lihat magic number yang harus diraih sebuah film untuk masuk dalam daftar nominasi adalah 455, sedangkan The Artist meraih total suara 910 yang menempatkannya di peringkat pertama, ini berarti terjadi kelebihan suara mencapi 50% dari magic number yang diperlukan. Di sinilah kemudian ‘distribusi’ tersebut dilakukan. 50% kelebihan suara dari pemilih The Artist akan didistribusikan ke film yang dipilih di peringkat kedua pada tiap ballot. Jika misalnya pilihan kedua sudah menjadi nomine, akan diteruskan ke pilihan di peringkat ketiga. Begitu seterusnya.

Rumit? Ya, tentu saja. Di sini kemudian kita berpikir untuk mendapat suara sebanyak 250 itu harus film yang benar-benar dicintai oleh banyak orang, atau memiliki ‘passionate supports’, karena itulah saya kali ini menerka The Tree of Life akan memiliki unsur ‘passionate supports’ tersebut. Kemudian, kini saya memikirkan blok voter dari Britania Raya yang selalu memiliki andil besar untuk untuk nominasi (Hi, Atonement! Hi, An Education!). Saya menerka War Horse (meskipun produksi Amerika, namun diperankan oleh aktor/aktris Inggris) akan menjadi pilihan dari blok British ini atau Tinker Tailor Soldier Spy. Permasalahannya adalah, War Horse, nyaris tidak mendapat dukungan dari para guild, namun masih ingat dengan Munich? Kasusnya sama, dari Spielberg, nihil di guild namun kemudian muncul sebagai nomine di sini bahkan dengan slot yang hanya lima. Aspek tearjerker ditambah epik kemungkinan bisa menarik hati para voter untuk memilih War Horse. Sementara Tinker Tailor Soldier Spy, meskipun dengan dukungan yang begitu kuat dari BAFTA, respon yang ada tidak begitu kuat untuk meyakinkan saya jika Academy akan memilih film ini. But, I might be dead wrong!

Jadi, prediksi saya sebagai berikut;

  • “The Artist”
  • “The Descendants”
  • “The Help”
  • “Hugo”
  • “Midnight in Paris”
  • “The Tree of Life”
  • “War Horse”

Gimme surprise! Sebenarnya ‘kejutan’ yang bisa dimaksud saya di sini adalah kemunculan The Tree of Life di kategori ini, namun saya sudah memprediksinya juga meskipun saya merasa cukup pesimis dengan hal tersebut (hey, bahkan masuk PGA saja tidak!). Jumlah nomine pun masih abu-abu, mungkinkah cuma lima? Atau delapan? Sembilan? Atau malah sepuluh? Dengan demikian judul-judul seperti Moneyball, The Girl with the Dragon Tattoo, Bridesmaids, Tinker Tailor Soldier Spy tidak akan mengejutkan bagi saya jika mereka mengganti posisi War Horse atau The Tree of Life. Lalu apa kejutan yang akan begitu menyenangkan bagi saya? Um, long shot memang, namun akan begitu mengagumkan jika A Separation masuk di antara judul di atas.

Best Director

Michel Hazanavicius, Martin Scorsese, Woody Allen, dan Alexander Payne saya yakini pasti kan masuk di lima slot tersebut, dengan tertinggal satu slot lagi yang bisa diisi siapa saja. DGA memberikan satu slot itu kepada David Fincher lewat The Girl with the Dragon Tattoo. Menegok sejarah, setidaknya ada satu atau dua di nomine DGA yang tidak sama dengan Oscar. Tahun lalu Nolan digantikan oleh O’Russel Coen Brothers, tahun ini ada Bennet Miller, Steven Spielberg, atau Tate Taylor yang sama-sama akan meraih atensi di kategori ini. Namun, melihat cabang sutradara ini, mereka diisi oleh voter orang-orang hebat yang menganugerahi teman seprofesinya yang dihormati. Maka tidak heran kita bisa melihat Pedro Almodovar (Talk to Her), Fernando Meirelles (City of God), Mike Leigh (Vera Drake), Paul Greengrass (United 93), atau David Lynch (Mullholland Drive) dan Robert Altman (Gosford Park) yang meraih nomine Oscar di tahun ketika DGA tidak menominasikannya. Saya bisa melihat situasi ini akan terjadi kembali, dan sosok tersebut adalah Terrence Malick.

Prediksi saya;

  • Alexander Payne, “The Descendants”
  • Martin Scorsese, “Hugo”
  • Michel Hazanavicius, “The Artist”
  • Terrence Malick, “The Tree of Life”
  • Woody Allen, “Midnight in Paris”

Gimme surprise! Sama seperti Best Picture, ‘kejutan’ sebenarnya adalah masuknya Malick di kategori ini, namun saya sudah memasukkan ke kategori prediksi. Nicholas Winding Refn bisa saja menjadi kejutan yang menarik, dan tentu tidak sedikit yang mendukungnya pula. Tahu apa hal yang akan saya anggap sebagai ‘kejutan’? Oh, masuknya Lars von Trier. (In your dream, honey!)

Best Actor

Ada tiga aktor yang sudah dipastikan harus menyiapkan taksidonya untuk menghadiri perhelatan utama bulan Februari nanti, yaitu, George Clooney, Brad Pitt, dan Jean Dujardin. Dua slot berikutnya meraih perhatian saya karena meskipun Leonardo DiCaprio nampak sebagai ‘a sure thing’, kondisi filmnya yang disembelih dengan review negatif dan seperti menghilang dari perhatian bisa saja menjadi kendala, BAFTA sudah menyingkirkannya dari daftar nomine. Namun, guild mendukungnya, ini bisa menjadi bukti bahwa dia masih akan mendapat dukungan. Sementara Michael Fassbender malah namanya tidak dilirik oleh SAG, sedangkan Demian Bichir muncul sebagai kuda hitam. Mengingat konten filmnya, Shame, yang memiliki rating NC-17, tentu akan menjadi kendala sendiri. Gary Oldman muncul pula sebagai kandidat ‘British vote’ dan perwakilan ‘senior’. Statusnya yang belum pernah menjadi nomine juga bisa menjadi andil besar. Namun, dari dua nama Fassbender dan Oldman, kemanakah suara orang Inggris dijatuhkan? Atau mereka berdua masuk kemudian menjegal DiCaprio meraih nominasi keempatnya? Kita lihat saja.

Prediksi saya;

  • Brad Pitt, “Moneyball”
  • George Clooney, “The Descendants”
  • Jean Dujardin, “The Artist”
  • Leonardo DiCaprio, “J. Edgar”
  • Michael Fassbender, “Shame”

Gimme surprise! Mungkin tidak sepenuhnya kejutan karena beberapa orang ada yang memprediksinya untuk masuk, yaitu si Critic’s Darling, Michael Shannon.  Namun, filmnya yang kurang popular memang menjadi alasan mengapa sulit untuk dilirik. Satu lagi jika terjadi situasi seperti Tommy Lee Jones (In the Valley of Elah), semoga posisi itu diterima oleh Woody Hareelson lewat penampilan bagusnya di Rampart.

Best Actress

Seperti kategori aktor, kategori ini di mata saya berisi tiga nama yang pasti akan masuk, yaitu, Meryl Streep (nominasi ke-17!), Viola Davis, dan Michelle Williams (akan) menjadi nomine selama dua tahun berturut-turut. Dua slot, Tilda Swinton muncul di film yang divisive dengan karakter yang tidak disukai publik dalam film yang kecil pula. Namun, Swinton memiliki dukungan kuat dari para aktor/aktris, bukti kemenangannya lewat Michael Clayton dengan status underdog kala itu membuktikan bahwa banyak yang mendukungnya. Setelah dua tahun dipetieskan dalam dua penampilan luar biasa (meskipun bisa didebat karena filmnya jauh dari radar Academy), mungkin inilah saatnya mengakui seorang Tilda Swinton. Sementara Glenn Close, meskipun filmnya tenggelam, namun dukungan dari pihak ‘senior’ akan berdatangan. Rooney Mara muncul menjadi ancaman kuat. Saya tidak akan heran jika Mara bisa saja mendepak salah satu frontrunner tersebut.

Prediksi saya;

  • Glenn Close, “Albert Nobbs”
  • Meryl Streep, “The Iron Lady”
  • Michelle Williams, “My Week with Marilyn”
  • Tilda Swinton, “We Need to Talk about Kevin”
  • Viola Davis, “The Help”

Gimme surprise! Kita lihat apakah akan terjadi kisah seperti Laura Linney di The Savages yang muncul tanpa mendapat dukungan dari precursor besar. Jika itu terjadi, Charlize Theron lewat Young Adult bisa saja meraih posisi tersebut. Namun, kejutan yang saya benar-benar nantikan adalah munculnya Kirsten Dunst atau Anna Paquin di sini. Meskipun, ya, hanya long shot.

Best Supporting Actor

Dari delapan kategori utama, inilah salah satu kategori yang masih bisa diisi siapa saja, meskipun sudah terlihat pemenangnya adalah Christopher Plummer dengan satu nomine yang jelas masuk adalah Kenneth Branagh. Tiga tempat masih terbuka lebar, dengan dua kandidat yang terkenal di sisi komedi kini tampil serius. Ada Albert Brooks yang sungguh mengejutkan malah kehilangan suara di SAG. Sementara Jonah Hill nampak sebagai pendatang baru (apakah nasibnya akan sama seperti Andrew Garfield?), namun saya begitu mengharapkan kehadirannya di sini mengingat penampilannya di Moneyball begitu mencuri perhatian. SAG dan BAFTA sudah hadir mendukungnya. Kemudian posisi terakhir akan diperebutkan tiga aktor veteran, antara Nick Nolte, Max von Sydow, Viggo Mortensen atau Patton Oswalt. Meskipun sepertinya Warrior sedikit dilupakan dengan box office yang mengecewakan, namun saya hanya tidak bisa melihat bagaimana orang tidak begitu terpikat dengan penampilan luar biasanya di film tersebut.

Prediksi saya;

  • Albert Brooks, “Drive”
  • Christopher Plummer, “Beginners”
  • Jonah Hill, “Moneyball”
  • Kenneth Branagh, “My Week with Marilyn”
  • Nick Nolte, “Warrior”

Gimme surprise! Sebenarnya ada yang sudah memprediski kehadiran nomine ganda untuk Brad Pitt tahun ini, namun saya tidak yakin hal itu terjadi. Tapi, jika Academy benar-benar melirik satu lagi akting menawan dari Brad Pitt di The Tree of Life, itu akan mengesankan. Kemunculan Andy Serkis lewat ekpresi luar biasanya meskipun dalam naungan mo-cap juga akan menjadi salah satu kejutan yang menggembirakan.

Best Supporting Actress

Jika diperhatikan, kategori ini nyaris diisi oleh kandidat dengan status ‘breakthrough performance’ (pengecualian untuk Janet McTeer). Ada lima, yaitu Octavia Spencer, Jessica Chastain, Berenice Bejo, Melissa McCarthy, dan Shailene Woodley yang bersaing meraih slot di lima kursi yang tersedia. Dari keenam kandidat tersebut, Woodley adalah satu-satunya yang tidak masuk nominasi SAG. Sekarang pertanyaannya akankah Woodley mampu menyingkirkan salah satu dari lima kandidat tersebut? Dari perhatian saya Janet McTeer termasuk yang terlemah meskipun profilnya lebih dikenal dibanding Woodley. Namun jika The Descendants memiliki dukungan yang begitu banyak (sebut sajalah ini film favorit kedua di Academy), saya bisa melihat Woodley masuk.

Prediksi saya;

  • Berenice Bejo, “The Artist”
  • Jessica Chastain, “The Help”
  • Mellissa McCarthy, “Bridesmaids”
  • Octavia Spencer, “The Help”
  • Shailene Woodley, “The Descendants”

Gimme surprise! Sungguh kejutan jika misalnya dua favorit saya di kategori ini, Mary Page Kellers (Beginners) dan Sarah Bayet (A Separation) berhasil masuk. Tapi, hm… long long long shot sekali.

Best Writing (Adapted Screenplay)

Di kategori ini The Descendants, Hugo, Moneyball, dan The Help bisa dipastikan akan masuk. Pelengkapnya apa? Mungkinkan Steven Zaillian (Moneyball) meraih nomine ganda lewat The Girl with the Dragon Tattoo pula? Saya malah melirik Tinker Tailor Soldier Spy yang akan mengisi slot terakhir ini.

Prediksi saya;

  • “The Descendants”
  • “The Help”
  • “Hugo”
  • “Moneyball”
  • “Tinker Tailor Soldier Spy”

Gimme surprise! Oh, ini nih momen kejutan yang tidak akan bisa saya bayangkan jika Academy memasukkan salah satu adaptasi terbaik versi saya, Jane Eyre!

Best Writing (Original Screenplay)

Ini menjadi kategori favorit saya dari sekian kategori yang ada di Oscar, karena, well, nomine yang masuk selalu cermat dan cerdas serta memiliki sisi yang menarik dan selera mereka begitu beragam. Kita lihat siapa saja di dekade sebelumnya yang menang di kategori ini? Gosford Park, Eternal Sunshine of the Spotless Mind, Talk to Her, Almost Famous, maupun Lost in Translation. Lihat film apa saja yang juga pernah menjadi nomine? Dari The Royal Tenenbaums, You Can Count On Me, Y tu mama tambien, In Bruges, WALL*E hingga Another Year. Maka, jika kali ini frontrunner nampak dipetakan menjadi dua film yang pasti bisa masuk yaitu The Artist dan Midnight in Paris, maka apa saja pengisi tiga berikutnya? Saya memprediksi Bridesmaids akan mewakili sisi komedi, sementara Young Adult akan merepresentasikan diolog quirky dan cynic (seperti bagaimana dulu mereka yang menominasikan The Royal Tenenbaums dan The Squid and the Whale, saya asumsikan akan memberikan vote-nya pada film ini), sementara saya beranikan diri kali ini menganggap bahwa jumlah penulis yang akan memvoting begitu penasaran dengan perkataan kritikus dan orang-orang di internet, kemudian mereka begitu terkesima dengan apa yang ditonton, maka saya asumsikan voter yang dulu memilih Talk to Her dan Y tu mama tambien akan dengan senang hati memilih, saya prediksi, A Separation masuk ke kategori ini. Oh, this is gonna be my favorite nominee, then!

Maka, prediksi saya;

  • “The Artist”
  • “Bridesmaids”
  • “Midnight in Paris”
  • “A Separation”
  • “Young Adult”

Gimme surprise! Kehadiran A Separation di kategori ini bukan kepalang akan menjadi kejutan sendiri. Mungkinkah Martha Marcy May Marlene atau Certified Copy masuk? Saya sebenarnya sudah tahu jawabannya. Tapi tidak ada salahnya bernadai-andai, bukan?

***

Demikian prediksi saya untuk edisi Oscar kali ini. Saya urungkan niat untuk memprediksi kategori lainnya karena keterbatasan waktu dan keengganan saya untuk melanjutkan kebingungan ini pula. Seperti biasa memprediksi Oscar seperti ini adalah kesenangan sendiri. Tepat tidak tepat itu urusan belakangan. Malah kejutan adalah sesuatu yang paling menggiurkan dalam konteks Oscar yang cenderung bisa ditebak.

Besok 24 Januari 2012 pukul 5.30 pagi (waktu Los Anjelis — ucap Cincha Lawrah) kalau di sini pukul 21.30 WITA, nomine akan diumumkan. Kita lihat siapa saja yang akan berjalan di red carpet Februari nanti. Semoga jagoan kalian!

Advertisements

7 thoughts on “Tebak-Tebak Buah Manggis: Um, Here, Take a Look at My Final Oscar Nominee Predictions

  1. saya juga berharap a sparation bisa masuk beberapa nominasi. dan mudah mudahan fassbender dapet nominasi pertamanya .bagaimana nasib j edgar kayaknya hilang di telan kritikus

  2. aaah semoga A Separation beneran bisa masuuk Original Screenplay!! wah menurut kk aw berarti Moneyball chance Best Pict nya udah jauh ketinggalan dong 😦 btw taun lalu Nolan ke-replace sama Coen bros di Oscar

  3. @Fariz: Hihi semoga aja ya A Separation bisa masuk, banyak yang prediksi juga sih. Iya entah kenapa saya kurang yakin kalau Moneyball bisa masuk, tapi kalo masuk sy bakalan seneng banget deh. Makasih ya ralatnya. Jadi malu. 😀

  4. Nice post.Dalam hemat saya Tree Of Life hanya dapat nominasi sinematografi saja. Haha. Well let’s see it then…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s