Dozens of Tunes: Awya’s Top Ten Albums of 2011

Selalu saja bermunculan musisi muda berbakat tiap tahunnya yang kadang membuat kita terkagum dengan kepiawaiannya meracik musik. Tidak terlepas dengan daftar saya tahun ini. Ketika memilih sebuah album seperti ini, saya selalu berpatokan pada seberapa sukanya saya mendengarkan mereka, barisan lagu yang tersaji, atau bisa juga seberapa menariknya ketika album itu didengarkan menghadirkan sisi-sisi yang terkadang di luar dugaan. Kata orang satu lagu begitu bermakna, sedangkan satu album bisa jadi cermin sisi yang lebih besar. Jika kemarin saya sudah memberikan sepuluh lagu terbaik, mari kita lihat untuk albumnya. Tapi seperti biasa kita mulai dengan para para honorable mention dulu. 

Honorable Mentions:

Ada “Let England Shake” dari PJ Harvey yang sayang sekali hanya berada di posisi ini. Begitupun juga dengan “King of Limbs” dari Radiohead, “The Rip Tide” dari Beirut yang saya ingat sangat saya sukai namun luntur entah kenapa. “Burst Apart” dari The Antlers termasuk yang sempat begitu saya sukai pula, begitu juga dengan “Suck and See It” dari Arctic Monkeys. “4” dari Beyonce bagi saya adalah album terbaik dari diva ini. Ada juga “Born This Way” dari Lady Gaga dan “How Do You Do” dari Mayer Hawthorne. “Wounded Rhymes” dari Lykke Li, “Smother” dari Wild Beast, “Father, Son, Holy Ghost” dari Girls hingga “Talk That Talk” dari Rihanna juga merupakan favorit tahun ini.

Oke, sekarang kita lihat sepuluh besarnya. Tahun lalu Sufjan Stevens memimpin, tahun ini siapakah?

___________________

[The Top Ten]

#10 “SPACE IS ONLY NOISE” by Nicolas Jaar. Namanya Nicolas Jaar, seorang mahasiswa di Brown University sana yang umurnya baru 21 tahun saja namun telah menghasilkan debut album yang mengagumkan ini. Jika terdengar aneh, karena minim lirik, minim senandung vokal, lebih banyak bermain pada sintesis electrogasme. Selama mendengarkan album ini merupakan pengalaman yang unik karena tiap track menyimpan, bolehlah disebut twist sendiri, seperti mendengar obrolan di tengah lagu dengan suara wanita yang khas tersebut. Unik.

Best Tracks: “Sunflower”, “I Got a Woman”, “Variations”

#9 “JAMES BLAKE” by James Blake. Satu tempat untuk musisi muda berbakat ini (yang umurnya sama dengan saya). Debut albumnya  bertahan hingga akhir tahun masih sebagai salah satu yang paling saya sukai. Minimalisasi pada elektro-pop yang tersaji memang tidak sempat terdengar epik seperti LCD Soundsystem, atau The Weeknd misalnya. Namun, di situ pula kita melihat bagaimana Blake lihai bermain pada sisi misteri, alunan sederhana yang aksennya menghantui.

Best Tracks: “The Wilhelm Scream”, “Lindisfarne I”, “Limit to Your Love”

#8 “BON IVER” by Bon Iver. Merasa sedikit terkejut ketika Bon Iver meraih begitu banyak nominasi di Grammy, yang ketika saya mendengar albumnya pertama kali bahkan tidak sebersit pun terpikir bahwa ini selera Grammy. Bahkan Justin Vernon pun seolah harus memakan omongannya kembali ketika mengatakan “Grammy tidak ada gunanya”, beberapa bulan silam jauh sebelum nominasi diumumkan.  Bisa dilihat mengapa Vernon bepikiran begitu jika mendengar materi album ini. Secara keseluruhan, “Bon Iver” adalah karya yang patut didengar tahun ini.

Best Tracks: “Holocene”, “Calgary”, “Sydney”

#7 “CULTS” by Cults. Mendengarkan “Cults” seperti menikmati es serut manis lalu bersenandung ria di taman kota di sore hari. Jika mungkin analogi itu terlihat seperti adegan sebuah film ringan nan penuh fairytale, bisa saja. Saya menganggap album ini seperti fragmen dari sisi remaja yang kadang mengundang sentimen kerinduan tentang masa sekolah dulu, meskipun nuansa “ingin dewasa” itu terasa juga. Argh, saya rela mendengar suara merdu Madeline Follin sepanjang hari.

Best Tracks: “Go Outside”, “You Know What I Mean”, “Never Heal Myself”

#6 “DAYS” by Real Estate. Ini contoh album yang bisa didengarkan ketika menempuh perjalanan tiga jam ke kampung halaman, sambil menyimak pepohonan kita lewati begitu hijaunya, sampai tersungging senyum kerinduan setelah lama terjebak pada serbuan asap knalpot di kota. Saya merasakan hal ini. “Days” dalam segala kesederhadaan yang diberikan, hadir sebagai barisan track yang menghangatkan. Jika ia sesosok manusia, tidak segan ingin memeluknya layaknya keluarga tersayang.

Best Tracks: “It’s Real”, “Wonder Years”, “All the Same”

#5 “21” by Adele. Pasti ada yang muak bukan main mendengar lagu dari sensasi tahun ini, Adele, diperdengarkan berulang kali di radio. Namun, bagaimana harus dikatakan, “21” merupakan salah satu album pop terbaik tahun ini yang langkanya berhasil dengan begitu gemilang secara komersil. Dulu, ketika mendengar Chasing Pavements, saya langsung jatuh hati, pun ketika melihatnya menggondol Grammy tidak pernah terbersit sedikitpun jika nantinya ia akan bisa sesukses sekarang ini. Album sejuta umat tahun ini? Ah tak apalah.

Best Tracks: “Set Fire to the Rain”, “Someone Like You”, “Rumour Has It”, “Rolling in the Deep”, and all of ‘em.

#4 “HELPLESSNESS BLUES” by Fleet Foxes. Memang tidak ada perubahan signifikan dari album terdahulunya, kadang terdengar orang menggerutu albumnya yang ini tak sebagus yang pertama. Namun, pada satu sisi kita bisa saja duduk di sudut sambil mendengarkan mereka dengan porsi yang sama persis namun dengan energi yang berbeda bukan? “Helplessness Blues” masih memberikan kesedehanaan tersebut. Rentetan lirik sederhana yang terdengar lugas. Senandung yang nyaman untuk menemani rasa kantuk. Seperti biasa lullaby itu hal yang indah.

Best Tracks: “Blue Spotted Tail”, “Helplessness Blues”, “Grown Ocean”

#3 “GO TELL FIRE TO THE MOUNTAIN” by WU LYF. Jika misalnya WU LYF (baca; woo life) dituduh (atau memang benar adanya) mencari sensasi dengan segala penolakan untuk mengumbar diri mereka dari publikasi. Menolak pemberitaan. Menolak wawancara. Menyimpan ketat identitas atau apalah itu sebenarnya. Melalui album ini sebenarnya kita bisa membayangkan bagaimana mereka itu. “Go Tell Fire to the Mountain” merupakan sisi unik yang jarang kita lihat ketika sebuah aspek indie seperti terdengar lebih wah dan besar dari yang terlihat di permukaan. Dentuman drum membahana beriringan dengan suara berteriak yang muncul. Terdengar berani, terdengar kental sisi bromance itu. Dengarkan saja “We Bros”.

Best Tracks: “Dirt”, “We Bros”, “Heavy Pop”

#2 “TAKE CARE” by Drake. Kadang sedikit terbalik jika kita begitu menantikan sebuah album karena takut tidak sesuai ekspektasi. “Take Care” untungnya tidak mengikuti pola itu. Sejak awal mendengar track-track yang beriingan muncul di internet, saya yakin album terbaru Drake akan menjadi favorit saya. Benar saja. Jika, Kanye West terlihat eksentrik dan melawan arus, Drake tidak seberani itu, namun dari sisi kenyamanan mendengar dan memaknai lirik (oops.. kata-kata kotor itu!), Drake bisa dikatakan ada dalam sisi yang melebihi West.

Best Tracks: “Over My Body”, “Marvin’s Room”, “Make Me Proud”

#1 “HURRY UP WE’RE DREAMING” by M83. Begitu jarang mendengar album yang bisa memunculkan cinematic moment ketika pertama kali mendengarnya. Bahkan tidak ubahnya saya dibuat penasaran ingin membayangkan beberapa adegan film ketika mendengarkan opus ini. Begini, mendengar “Midnight City” saya membayangkan Ryan Gosling sedang mengemudikan mobilnya di jalanan panjang yang lengang (kita anggap saja terinspirasi dari Drive), kemudian mendengarkan “Splendor” berubah memikirkan adegan dramatis dengan Felicity Jones dan Anton Yelchin di sana (okay, yang ini anggap saja terinspirasi Like Crazy). Sampai kemudian mendengar “Year One, One UFO”—merupakan highlight dari album ini—terasa berbeda, ketika kumpulan track penuh elektro-magis itu diracik seperti ini seketika saya memikirkan sinema bum-kedibum-bum dalam aspek seorang David O’Russel atau Wes Anderson atau Richard Ayoade. Sudah. Ini album paling menarik di tahun ini.

Best Tracks: “Midnight City”, “One Year, One UFO”, “OK Pal”

Recap

Top Ten Albums of 2011:

  1. “Hurry Up, We’re Dreaming” by M83
  2. “Take Care” by Drake
  3. “Go Tell Fire to the Mountain” by WU LYF
  4. “Helplessness Blues” by Fleet Foxes
  5. “21” by Adele
  6. “Days” by Real Estate
  7. “Cults” by Cults
  8. “Bon Iver” by Bon Iver
  9. “James Blake” by James Blake
  10. “Space is Only Noise” by Nicolas Jaar

Demikian rangkuman akhir tahun untuk sepuluh album pilihan saya di tahun ini. Selamat mendengarkan!

Advertisements

4 thoughts on “Dozens of Tunes: Awya’s Top Ten Albums of 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s