AwyaNgobrol Reader’s Poll: the Films of 2000s and the Images!

Dua bulan lebih sudah ketika kuis ulang tahun AwyaNgobrol diumumkan, namun tidak ada kabar mengenai kelanjutan pemenang secara resminya melalui blog ini. Begitu sulitnya mengatur waktu hingga tak sempat menyentuh, sehingga pengumunan pemenang sudah dilakukan melalui undian live (sebut saja begitu) di twitter dengan memunculkan nama Fariz Razi, Hery Subyanto, dan Andy Putra sebagai peraih DVD dari AwyaNgobrol. Pun jika itu tidak sempat saya beberkan di sini pada kesempatan yang tepat, satu pula yang sebenarnya saya lupa untuk berikan adalah hasil polling dari para pengikut kuis yang telah saya lalukan beserta pilihan gambar yang mereka kirimkan belum juga sempat saya umumkan. Jadi kali ini, semoga rasa penasaran tersebut terobati.

Mari kita lihat berapa jumlah peserta kuis tersebut. Wow membanggakan sekali mencapai sembilan ratus ribu peserta. (silakan tepuk tangan), namun jangan lupa jumlah itu harus dibagi seratus ribu dahulu, alias perserta yang mengirimkan gambar sejumlah sembilan biji saja. Sempat tidak percaya diri karena sedikitnya yang ikut serta—sempat berpikir karena kuisnya yang terlalu susah dan ribet—jadi saya akhirnya cukup merasa senang karena ada yang menyempatkan waktu untuk mengikuti kuis ini, meskipun kebanyakan adalah dari blogger film, namun tidak mengurangi apresiasi terhadap polling yang berlangsung. 

Dari Sembilan email yang masuk, berikut adalah hasil polling diurutkan berdasarkan jumlah poin, lalu mention yang masuk pada keseluruhan daftar. Ini dia hasil pollingnya:

  1. The Dark Knight (13 points, 4 mentions)
  2. In the Mood for Love (7 points, 2 mentions)
  3. Syndromes and A Century (6 points, 2 mentions)
  4. Spirited Away (6 points, 2 mentions)
  5. Amelie (5 points, 2 mentions)
  6. WALL-E (5 points, 2 mentions)
  7. (tie) Cache
  8. (tie) Crouching Tiger Hidden Dragon
  9. (tie) Dancer in the dark
  10. (tie) Eternal Sunshine of the Spotless Mind
  11. (tie) Friend (Chingoo)
  12. (tie) Requiem for a dream
  13. (tie) Up in the Air

Sebelumnya saya sudah menduga bahwa film yang akan menduduki posisi puncak adalah The Dark Knight dan terbukti sudah. Namun, sedikit terkaget dengan posisi dua dan tiga yang sebenarnya muncul sebagai film yang kurang dikenal. Kondisi penghitungan poin membuat In the Mood for Love yang masuk pada dua daftar terakumulasi menjadi 7 poin. Sementara Syndromes and A Century meraih poin tinggi karena ada satu partisipan yang menempatkannya di posisi puncak. Spirited Away menyusul di posisi keempat, disusul oleh Amelie, dan kemudian WALL*E yang mana berbeda posisi akibat dari jumlah penempatan posisinya di dua daftar yang berbeda. Sedangkan posisi 7-13 merupakan tie yang sama-sama meraih poin 5 dan merupakan pilihan nomor satu dari tujuh partisipan. Posisi tie ini diurutkan berdasarkan alfabet, jadi anggap saja posisi mereka sama-sama mentok di peringkat ketujuh. Perlu dilihat juga bahwa ada satu film yang masuk di dua daftar namun karena poinnya kecil tidak berhasil masuk list, yaitu Petualangan Sherina yang meskipun muncul di dua daftar, namun sayang hanya mengumpulkan 3 poin.

Nah, jika sudah melihat hasil akhir polling. Maka sekarang saatnya melihat pilihan masing-masing film pilihan para partisipan tersebut serta gambar yang dipilihnya berikut komentarnya. Ini dia:

Angga Caesar:

  1. Friend (Chingoo) (Korea/ 2001)
  2. This Is England (UK/ 2007)
  3. The Dark Knight (USA-UK/ 2008)
  4. Persepolis (French-USA/ 2007)
  5. Heima (Iceland/ 2007)

Bahagia, takjub, senang juga excited, itu yang bisa saya rasakan ketika melihat film still dari The Kite Runner ini. Saya pernah merasakan apa yang Hasan muda rasakan di gambar ini. Tidakkah kita merindukan masa kanak-kanak?

Fariz Razi (Vampibots):

  1. Requiem for a Dream
  2. The Dark Knight
  3. Zodiac
  4. Lost in Translation
  5. Memento

Kecerian penuh warna-warni yang dirasakan seorang wanita paruh baya pada perayaan ulang taunnya yang ke-75 berubah seketika setelah anak-anaknya pergi dengan keluarganya masing-masing. Meninggalkannya sendiri, hanya ditemani cahaya langit yang mulai memudar. Sendiri, biru, sepi, pas sekali melukiskan perasaan karakter Helene dalam film Summer Hours (2008).

 Hery Suby (Curhat Sinema):

  1. Cache
  2. There Will Be Blood
  3. Spirited Away
  4. Dogville
  5. Syndromes and a Century

Selalu suka dengan sosok yang di-shoot dari belakang, karena ada kesan misterius. Nah, dalam 4 Months, 3 Weeks and 2 Days adegan ini berhasil menguatkan kesan tersebut, terutama apa yang berkecamuk dalam diri sang tokoh atas peristiwa yang menimpa dirinya dan juga temannya.

Dino Hutasuhut:

  1. Crouching Tiger Hidden Dragon
  2. A Tale Of Two Sisters
  3. Wall*E
  4. The Host (Goemul)
  5. Petualangan Sherina

Ichi The Killer. Jijik, ngeri, kagum, dan penasaran bisa timbul dari menonton filmnya Takashi Miike ini hanya dari satu foto ini saja. Walaupun pas nonton, saya kebanyakan menutup mata.

Halomoan Sirait (Moan and New Line Cinema):

  1. Syndromes And A Century
  2. The New World
  3. In The Mood For Love
  4. Brokeback Mountain
  5. The Assassination of Jesse James by the Coward Robert Ford

Syndromes and a Century. Bagi saya shot ini menjadi puncak sinematik yang terasa eksperimental. Terekam seorang ibu yang menghadap kamera dalam long take di saat ibu di sebelahnya sedang membacakan mantra. Saya menyebutnya magis.

Hari Adhari (Curly Bandidas):

  1. Eternal Sunshine of the Spotless Mind (2004)
  2. Amelie (2004)
  3. Spirited Away (2001)
  4. Wall-E (2008)
  5. The Dark Knight (2008)

Pan’s Labyrinth. Image yang ini termasuk dalam memorable image bagi saya, karena ada beberapa point yang bercampur dalam satu image. Sebuah perspektif dengan suasana kelam lengkap dengan detail khas ala Guillermo Del Toro, ditambah dengan raut wajah cemas Ofelia yang yang siap untuk bertualang.

Josep Xavier (blog):

  1. The Dark Knight
  2. Kala
  3. Ada Apa Dengan Cinta?
  4. Petualangan Sherina
  5. Superman Returns

4 gambar potongan dari film Kala menjadi favorit saya karena pengambilan gambar yang sadis dengan efek kamera yang cepat. Ketika melihat adegan ini terasa ngilu sekali. Kerenlah pokoknya!

Andy Putera (de Lupher):

  1. Dancer in the Dark
  2. In the Mood for Love
  3. Talk to Her
  4. Revolutionary Road
  5. Amelie

A Single Man. Satu image dari film ini memang diposisikan terbilang biasa, lalu apa istimewanya? Image ini seolah membawa penonton mengikuti di balik punggung George atas kesepian, kesedihan, serta kegelisahan yg bersuara ketika dia berjalan di tengah-tengah kerumunan dosen dan mahasiswa, terlebih lagi sentuhan Tom Ford dengan warna-warna mode padamnya, serta artistik tempo dulu yang menambah estetika kesunyian yang menghampiri George. Seolah bicara beginilah dinginnya sebuah hari yg penuh rasa patah dan keputusasaan. Namun, terasa dengan selera seni mode ala sang sutradara.

Taufiqur Rizal (CineTariz):

  1. Up in the Air
  2. Children of Men
  3. Punch-Drunk Love
  4. Taegukgi
  5. Before Sunset

Punch-Drunk Love. Penggunaan warna yang kontras di sini sangat cantik. Saya suka ketika warna gelap dimanfaatkan untuk menciptakan siluet Barry dan Lena yang berciuman dengan penuh gairah. Susah untuk dilupakan.

***

Demikian rangkuman hasil polling untuk pilihan film di dekade 2000 dari beberapa pembaca blog ini. Setelah AwyaNgobrol merangkum seratus film pilihannya, silakan juga disimak dua blogger yang saat ini tengah melakukan penghitungan mundur film-film pilihan mereka di dekade 2000. Ada seratus film dari Reino Ezra (di sini) dan seratus lima puluh film dari Hary Susanto (di sini).

Selamat membaca!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s