Oscar Buzz: Awards Season Dibuka, Prediksi Oscar Pun Dimulai

*ambil mic*

Hi, Awya is back for Oscar Buzz!

Akhir Agustus. September sebentar lagi. Awards season resmi dibuka. Tanggal 30 Agustus ini akan dimulai dengan salah satu festival terbesar di dunia, Venice Film Festival yang jika dilihat, lineup-nya begitu menggiurkan. Mulai dari Madonna hingga Alexander Sokurov berada di satu festival. Sementara itu Telluride Film Festival kemudian menyusul, berbarengan dengan festival paling jitu untuk mengukur siapa saja yang akan berlaga di kancah Oscar nanti, Toronto Film Festival. Judul-judul yang sudah jauh hari dinantikan seperti “The Descendants”, “Moneyball”, “Albert Nobbs” akan muncul di line-up Toronto, sedangkan “Carnage” (God, I love the trailer!), “The Ides of March (yang juga akan muncul di Toronto) menjadi film pembuka di Venice nanti, ada juga film terbaru dari Marjane Satrapi “Chicken with Plumps” dan juga ada “Wuthering Heights” dari Andrea Arnold yang membuat saya penasaran. Keduanya akan berlaga di Venice. Semakin dekat saja kita mendengar buzz dari para kritikus yang akan melakukan coverage untuk festival-festival tersebut. Sementara blogger yang berkecimpung di Oscar sudah berbincang mengenai beberapa film yang kemungkinan akan berlaga di Oscar nanti. 

Seperti dua tahun lalu (tahun lalu absen), saya akan memberikan prediksi tiap akhir bulan siapa saja yang kemungkinan punya kesempatan kuat merangsek nominasi Oscar. Semua ini berdasarkan buzz yang muncul di beberapa media, siapa saja studio yang ada di belakang film tersebut, bagaimana kampanyenya akan terjadi, begitu juga melihat bagaimana pihak Academy akan menerima film tersebut, serta aspek prediksi yang muncul karena melihat potensi yang dimiliki.

Untuk bulan Agustus ini hanya enam kategori utama dulu. Simak juga commentary-nya di setiap nominasi. Mari kita mulai tebak-tebak buah manggis ini!

Oscar Predictions

(August, 2011)

Best Picture:

  • “Extremely Loud and Incredibly Close”
  • “J. Edgar”
  • “The Artist”
  • “The Descendants”
  • “The Ides of March”
  • “The Tree of Life”
  • “War Horse”

Commentary: Tujuh nominasi mungkin yang akan terjadi ketika Oscar mengganti aturan penghitungan voting untuk kategori ini. Setiap film yang mendapat 5% pilihan di nomor satu, akan langsung masuk menjadi nominasi. Sekarang, coba kita andaikan pada satu film apakah kemungkinan film tersebut bisa dipilih setidaknya oleh 250 anggota Academy di posisi pertama? Dari tujuh film yang saya prediksi hanya “The Tree of Life” dan “The Artist” yang sudah disimak publik, keduanya premiere di Cannes, yang satu meraih trophy utama, yang satu meraih aktor terbaik. Kebanyakan berargumen bahwa “The Tree of Life” begitu jauh dari pakem sebuah “film Oscar”, namun entah mengapa saya punya feeling film ini akan masuk, mengingat di samping begitu banyaknya yang membenci, orang yang mencintai film ini pun begitu banyak. Jadi, kemungkinan film ini mendapat vote di posisi pertama bisa terjadi.

Di sisi lain “J. Edgar” seperti berteriak “saya film yang Oscar banget”—Oscar selalu cinta dengan biopik—ada nama Clint Eastwood di baliknya juga, namun sekarang belum tentu menjadi jaminan. Nasib seperti “Invictus” bisa jadi terulang lagi. “The Descendants” seperti mewakili sisi drama keluarga yang ringan namun menyentuh hati ala “The Kids Are Alright”, sedangkan “Extremely Cloud and Incredibly Close” bisa jadi berada pada teritori ini juga. “War Horse” nampak sebagai film yang paling diincar akan meraih banyak nominasi. Ada nama besar Spielberg di belakangnya. Bahkan, dulu ketika “Munich” meraih sambutan yang tidak seperti yang diharapkan, tetap bisa merangsek di lima besar. Jika boleh jujur, melihat trailer terbaru dari “The Artist” (meskipun trailernya terlihat terlalu banyak mengumbar isi filmnya), saya semakin yakin film ini akan berbicara banyak di kancah Oscar nanti. Seperti menjual nostalgia film bisu, temanya tentang kondisi perfilman Hollywood, terlihat begitu menyentuh, dan *batukbatukpalsu* ada Harvey Weinsten yang dengan tangan dinginnya akan berkampanye untuk film ini.

Di satu sisi, jika misalnya seseorang menodongkan pistol di kepala saya dan memaksa saya menjawab film apa yang mungkin akan menang, sejak saya melihat trailer-nya, “The Ides of March” merupakan keyakinan terbesar saya. Tersirat aura Oscar, seperti versi modern dari “Good Night, and Good Luck”. Saya punya feeling tahun ini bisa menjadi tahunnya George Clooney. Bahkan jika tahun 2005 lalu dia menciptakan hat-trick dan rekor sebagai sosok yang meraih 3 nominasi di tahun yang sama, mungkin tidak tahun ini dia memantapkan rekornya meraih 5 nominasi sekaligus di tahun yang sama? Kita lihat saja.

Best Director:

  • Clint Eastwood, “J. Edgar”
  • Michel Hazanavicus, “The Artist”
  • George Clooney, “The Ides of March”
  • Terence Malick, “The Tree of Life”
  • Steven Spielberg, “War Horse”

Commentary: kita tidak tahu bagaimana pastinya cabang para sutradara ini akan bergulir. Jika tahun lalu publik mengelu-elukan Christopher Nolan akan muncul, namun ternyata David O. Russel yang kemudian masuk. Saya bisa merasakan ada semacan apresiasi yang besar pada nama Terence Malick, sedangkan pendatang baru seperti Michel Hazanavicus akan dilirik karena telah menampilkan sebuah film yang sepenuhnya bercerita tentang Hollywood.

Best Actor:

  • Brad Pitt, “Moneyball”
  • George Clooney, “The Descendants”
  • Jean Dujardin, “The Artist”
  • Leonardo Dicaprio, “J. Edgar”
  • Ryan Gosling, “The Ides of March”

Commentary: Jika dilihat, kategori ini termasuk kategori yang tidak seperti kategori aktris yang selalu selalu senang mengundang pendatang baru, aktor muda yang berakting gemilang. Dari dekade sebelumnya, ada tiga nama aktor muda di bawah 30 tahun yang masuk kategori ini, yaitu Ryan Gosling dan Heath Ledger di usia 26 tahun, kemudian Adrien Broady di usia 29 tahun yang kemudian menjadi pemenang termuda sepanjang sejarah Oscar. Tahun lalu, di dekade baru, ada nama Jesse Eisenberg yang masuk nominasi di usianya yang ke-27. Tahun ini siapa kira-kira? Sejauh melihat buzz yang saya baca, Joseph Gordon Levitt dalam “50/50” merupakan yang paling mendekati, namun sepertinya masih long shot saja. Nama baru setidaknya akan dibawa oleh Jean Dujardin dalam “The Artist” yang meraih aktor terbaik di Cannes tahun ini, sekaligus jika dilihat sekarang, menjadi kandidat kuat yang membayangi Leonardo Dicaprio dalam status “showy-biopic-overdue” yang akan orang labeli sepanjang tahun ini lewat perannya sebagai pemimpin FBI pertama lengkap dengan kisah hidupnya yang penuh kontroversi, sekaligus keyakinan orang bahwa ia seorang gay. Dari sisi tersebut, “J. Edgar” menjadi film yang akan dengan mudahnya memberikan Dicaprio Oscar pertamanya. Silakan diingat, 5 dari sepuluh peraih aktor terbaik di era 2000 berasal dari biopik.

Mengingat saya memprediksi “The Ides of March” akan berbicara banyak, sulit rasanya meninggalkan nama Ryan Gosling dari prediksi awal ini. Clooney dalam “The Descendants” terlihat menampilkan karakter bapak yang sepertinya akan mengundang simpati publik. Sedangkan Brad Pitt lewat “Moneyball” yang sepertinya terlihat sebagai film hiburan semata, kalau boleh dibilang sebaliknya bagi saya bisa saja menjadi kandidat kuat di Oscar nanti. Jangan pernah meragukan kekuatan rugby. Ingat “The Blind Side”. Ingat “Jerry Maguire”. Film terakhir memiliki atmosfir yang sama dengan “Moneyball”. Dilihat dari trailernya, penampilan Brad Pitt akan banyak meraih simpati publik. Well, jika nama-nama di atas terlihat terlalu berbau bintang besar, andai kata Oscar menempatkan satu slot untuk aktor dari film indie, prediksi saya, Michael Shannon dalam “Take Shelter” merupakan salah satu kandidat.

Best Actress:

  • Elizabeth Olsen, “Martha Marcy May Marlene”
  • Glenn Close, “Albert Nobbs”
  • Meryl Streep, “The Iron lady”
  • Tilda Swinton, “We Need to Talk About Kevin”
  • Viola Davis, “The Help”

Commentary: Persaingan sengit  di kategori ini sudah muncul mulai awal tahun lalu antara Glenn Close Vs. Meryl Streep, bahkan sebelum filmnya disimak publik. Terlihat lucu jika mengira bahwa antara dua aktris ini yang akan bersaing ketat? Tidak juga. Sering terdengar peran-peran seperti ini yang didedungkan di publik akan menjadi peraih Oscar nantinya. Seperti misalnya Entertainment Weekly yang memprediksi Charlize Theron akan meraih Oscar lewat “Monster” delapan bulan sebelum filmnya dirilis, atau yang paling bisa diingat adalah prediksi Natalie Portman akan meraih Oscar sudah muncul bahkan sebelum filmnya masuk proses syuting. Bisa saja, didorong oleh buzz dan sejenisnya. Selain dua nama tadi, Tilda Swinton sepertinya akan meraih banyak atensi tahun ini, namun ketakutan dia bernasib sama seperti tahun-tahun sebelumnya, tidak dilirik, kemungkinan terjadi juga. Viola Davis sedang hangat menjadi perbincangan saat ini, termasuk mengenai Oscar campaign apakah dia akan di-push untuk lead atau supporting, yang sudah menjadi perdebatan di berbagai media. Banyak yang mengatakan ia co-lead dengan Emma Stone, jika begitu, saya harap dia ditempatkan di lead. Statusnya yang sudah pernah menjadi nominator Oscar akan lebih mudah untuk mengampanyekannya pula. Kalau bisa lead mengapa harus supporting, ya kan?

Jika tahun lalu Jennifer Lawrence merupakan sosok pendatang baru, tahun ini prediksi saya tertuju pada Elizabeth Olsen yang telah meraih puja-puji di Sundance sana dan saya melihat “Martha Marcy May Marlene” punya atmosfir yang mengingatkan dengan “Winter’s Bone”, sama-sama muncul di Sundance dan sepertinya akan masuk banyak daftar top ten di penghujung tahun nanti. Selain itu, statusnya sebagai “Keluarga Olsen” akan menjadi perbincangan publik juga.

Di mana Kirsten Dunst? Untuk sementara sepertinya saya harus gigit jari karena kesempatannya untuk meraih nominasi terhalang tahun ini. Buzz filmnya mengendur, entah jika nanti sudah dirilis di Amerika sana akankah bisa mendapat dukungan pula. Sementara Michelle Williams sebagai Marilyn Monroe? Sayangnya dari buzz yang muncul, Kenneth Branagh-lah yang mencuri perhatian.

Best Supporting Actor:

  • Albert Brooks, “Drive”
  • Armie Hammer, “J. Edgar”
  • Christopher Plummer, “Beginners”
  • Kenneth Branagh, “My Week with Marilyn”
  • Philip Seymour Hoffman, “The Ides of March”

Commentary: Dari lima nominasi ini, Albert Brooks, Kenneth Branagh, dan Christoper Plummer menjadi tiga nama yang sementara paling gencar disebut di kategori ini, terutama nama terakhir yang memiliki momentum kuat. Philip Seymour Hoffman Nampak seperti nominator reguler yang selalu muncul meramaikan. Sedangkan Armie Hammer, melihat materi karakter yang akan dia perankan, rasanya akan mencuri perhatian pula. Publik sepertinya akan memasangkan chemistry Dicaprio-Hammer pada satu kondisi yang tidak bisa dipisahkan.

Best Supporting Actress:

  • Berenice Bejo, “The Artist”
  • Carey Mulligan, “Shame”
  • Kate Winslet, “Carnage”
  • Octavia Spencer, “The Help”
  • Vanessa Redgrave, “Coriolanus”

Commentary: Jika boleh dibilang, selain Vanessa Redgrave yang sudah menjadi perbincangan sejak filmya premiere di Berlinale awal tahun lalu, belum ada nama yang benar-benar meraih perhatian penuh. Octavia Spencer merupakan nama terhangat yang bisa jadi akan berstatus “default” di bulan-bulan ke depan. Sementara jika “The Artist” benar meraih dukungan gempita dari publik, rasanya Berenice Bejo (yang di Cannes kemarin dikabarkan menjadi pertimbangan juri untuk meraih Best Actress bersaing dengan Kristen Dunst) akan menjadi sosok pendatang baru yang hadir mewarnai barisan nominasi ini. Dua nama lainnya, baca saja sebagai Oscar hopeful saya terhadap Carey Mulligan yang siapa tahu bisa dilirik pula melihat karakter yang akan ia perankan termasuk menantang. Sedangkan “Carnage” yang trailer-nya saya putar berulang kali, terus terang termasuk trailer favorit saya tahun ini. Barisan empat pemain utama seperti ini selalu saya sukai, seperti misalnya “Closer”. “Carnage” terlihat menantang jika melihat dikomandani oleh Roman Polanski, tentu menarik bagaimana film yang setting-nya di satu ruangan saja ini akan berbicara di mata Academy, terlebih dengan status Polanski yang tidak bisa menginjakkan kakinya di Amerika sana. Maka, nama Kate Winslet sepertinya menjadi satu hal yang mungkin akan menjadi pilihan Academy dan dia terlihat mengagumkan di trailer tersebut.

*

Demikian untuk ulasan Oscar Buzz edisi Agustus dengan prediksi pertamanya.

Mari kita lihat bagaimana buzz akan diputarbalikkan ketika festival-festival tersebut telah bergulir mulai minggu depan. Kemungkinan akan ada profil film besar yang terseok, ada judul film yang tiba-tiba saja meraih gempita publik. Kita lihat saja film apa saja yang akan menjadi perbincangan nanti.

Sebelum mengakhiri postingan ini, saya ingin sedikit memperkenalkan film yang paling saya tunggu tahun ini. Film yang paling ingin saya simak responnya dari publik ketika premiere nanti.

Film dari sutradara yang debutnya menjadi salah satu film terbaik di dekade 2000-an pilihan saya, “Hunger” dari Steve McQueen.

Kali ini menampilkan aktor dan aktris muda dari negeri Inggris paling menjanjikan saat ini, Michael Fassbender dan Carey Mulligan. Inilah dia:

“SHAME”

(premiere on September 4, Venice Film Festival)

Sampai jumpa di Oscar Buzz berikutnya!

*matikan mic*

Advertisements

3 thoughts on “Oscar Buzz: Awards Season Dibuka, Prediksi Oscar Pun Dimulai

  1. nice prediction,
    btw,dimana Keira Knightley?
    ane baru baca di Awards Daily,keliatannya cuma dia yang cukup berpeluang buat umpan Oscar di Dangerous Method..dan dari trailernya juga dia keliatan total jadi cewe sakit jiwa

    salam kenal,ijin follow…
    *newbie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s