AwyaNgobrol’s 100 Films of 2000s – Part 3 [#71-80]

Sebelumnya, part 1 dan part 2.

Tadi siang, saya sudah posting untuk bagian keduanya. Kali ini, karena materi posting sudah siap, langsung saja meluncur ke bagian ketiga. Untuk sepuluh film di bagian ini, dimulai dengan film yang menyinggung aspek selebriti. Ada pula kemasan 50-an yang direka kembali pada film di dekade ini. Ada salah satu film yang di polling sejenis selalu dianggap sebagai yang terbaik, mengumbar misteri dan absurditas. Ada pula film dari sutradara wanita yang ketika dirilis meraih atensi yang tidak begitu sumringah di mata kritik. Tidak lengkap pula tanpa menyebut kisah superhero paling spektakuler dekade ini.  Berikut selengkapnya. 

100 Films of 2000s – #71-80:

#80

“A HISTORY OF VIOLENCE”

 (David Cronenberg, 2005, US)

Ketika melihat sinema dari seorang Cronenberg, selalu saja terbersit kesan sensual. Pun lewat film ini. Ketika teror menggempur, berakibat pada sebuah guratan selebriti, dalam setiap kekerasan dan baku tembak, tersimpan sebuah sinema yang begitu mengesankan.

#79

“THE MAN WITHOUT A PAST”

(Aki Kaurismaki, 2002, Finland)

Dalam setiap kelucuan aneh dan kaku yang ditampilkan Kaurismaki, selalu tersimpan sisi sederhana yang unik. Ada drama yang terkesan tak baru, namun ada pula adegan yang begitu baru. Dalam sisi ironis, uniknya ia tetap jenaka.

#78

“TWO LOVERS”

(James Gray, 2008, US)

Melihat dua sejoli yang diperankan dengan apik oleh Gwyneth Paltrow dan Joaqin Phoenix seperti melihat bentuk sunyi dari sebuah hubungan yang sulit diutarakan. Sebenarnya tidak juga. Namun dengan runut lambat yang teduh, James Gray begitu piawai merangkai gambar hingga interaksi dua sejoli ini.

#77

“RED ROAD”

(Andrea Arnold, 2006, UK)

Dalam sinema diam yang selalu mengawasi ini (mengingat salah satu unsur sentral di film ini adalah CCTV), Arnold terlihat lihai memainkan gaya Dogme 95 ke dalam besutannya. Ketika terasa penasaran dibuat akan rahasia yang tersembunyi, Arnold menguaknya dengan cara berbeda. Terasa ditipu.

#76

“MULHOLLAND DR.”

(David Lynch, 2001, US)

Dalam berbagai daftar sejenis, film ini selalu bertengger di posisi puncak. David Lynch punya penggemar sendiri sekaligus detractor pula. Dalam dunia absurd yang direka Lynch, ada sisi begitu tak terlupakan hingga kadang masih merinding mengingat begitu terampil rahasia tersimpan. Sebuah debut yang begitu mengesankan bagi seorang pendatang baru seperti Naomi Watts kala itu.

#75

“MARIE ANTONIETTE”

(Sofia Coppola, 2006, US)

Tak ada sinema period seunik ini. Semangat muda sang istri raja yang begitu mudanya dibalut dengan nomor-nomor lagu yang representatif. Tidak memakili era si Marie, namun era sang sutradara. Tidak ada dentingan piano klasik yang membahana, tidak ada sahut-menyahut orkestra. Sofia Coppola dalam egonya, mengemas potret muda sang ratu yang gemar kesenangan ini dengan unik dan renyah.

#74

“ROAD TO PERDITION”

(Sam Mendes, 2002, US)

Jika film ini terlihat begitu lemahnya ingin berkelakar seperti The Godfather, rasanya tidak apa-apa. Toh, dalam versi Mendes, ada sentuhan lain yang ia berikan pada cerita gangster yang kita temui. Sisi sentimental mungkin terlihat kelebihan porsi, namun lihatlah kamera yang tersaji. Betapa indahnya adegan baku tembak di kala hujan itu! 

#73

“FAR FROM HEAVEN”

(Todd Haynes, 2002, US)

Pernah melihat bingkisan cerah dengan guratan warna pastel yang mencolok? Nah, seperti inilah gambar yang terpampang di layar. Bahkan ketika cerita yang tersimpan begitu suram. Seorang istri terpuruk pada kebimbangan, jatuh cinta lagi. Sementara seorang suami mulai menyadari apa yang ia cari, ada ironi tebal yang dihadirkan. Namun, Haynes mengemasnya seperti bingkisan cantik yang selalu cocok menjadi kado di setiap kesempatan.

#72

“ZODIAC”

(David Fincher, 2007, US)

Jadi, berbeda dengan film-film sebelumnya, Fincher kali ini menyajikan sesuatu yang penuh ketidakpastian. Kasus kriminal yang tak terselesaikan. Bukti yang juga tak begitu jelas. Orang yang dicurigai pun masih berada pada ranah spekulasi. Hingga akhir tidak ada jawaban yang pasti. Namun, di sinilah Zodiac telah memaparkan sebuah proses lain, tentang obsesi, tentang rasa takut. Dibalut dengan gambar menawan, tiap kali muncul adegan pembunuhan, begitu sinematik.

#71

“THE DARK KNIGHT”

(Christopher Nolan, 2008, US)

Siapa yang tidak mengenal film ini? Dalam benturan komersialitas seperti ini, Nolan tak pernah lupa meninggalkan sisi magis dalam gemuruh berdentum yang menegangkan. Jika cacimaki pada film musim panas bisa tergerus dengan sinema seperti ini, ah, biarkanlah Hollywood mengeruk uang para pecinta film dengan rakus. Asalkan, setiap hari kita menemukan tontonan seperti ini. 

***

Kita lanjutkan besok. Jangan lupa ikutan kuisnya ya!

Advertisements

2 thoughts on “AwyaNgobrol’s 100 Films of 2000s – Part 3 [#71-80]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s