Film Sepekan: Seramnya “Insidious”, Hangatnya “The Best of Youth”

Minggu kedua dan ketiga di bulan Juni.

Kembali lagi menyimak rentetan film sepekan (lebih tepatnya dua pekan terakhir) yang sudah sempat saya simak kembali di minggu kedua dan ketiga bulan Juni ini. Secara keseluruhan, nampak dalam kurun empat belas hari tersebut, minim sekali film yang berhasil saya simak, hanya tujuh film saja, dengan rincian satu kali disimak di bioskop, namun bagusnya semuanya tidak ada yang mengecewakan di mata saya.

Di minggu kedua, saya sungguh telat untuk mengatakan begitu mengasyikkannya menyimak tingkah polah para bintang dalam Ocean Eleven (B+), film dengan skrip yang teramat cerdas, editing cepat, serta trik mengibuli yang begitu nikmat untuk disimak. Kepiawaian Soderbergh mengarahkan barisan pemainnya tersebut, dari George Clooney yang mengumbar sisi kharismatik, Brad Pitt yang diam-diam begitu cerdas, Matt Damon yang penuh ambisi dan semangat, Andy Garcia yang terampil mengawasi, hingga pesona Julia Roberts yang begitu menawan, tidak ada yang luput disoroti oleh Soderbergh. Episode pertama seri ini, begitu memuaskan. Sementara seri keduanya—yang sempat membuat saya mengurungkan niat menyimaknya melihat review negatif yang diterima—ternyata cukup memuaskan pula. Meskipun Ocean Twelve (B) terlalu banyak mengumbar twist (yang terkadang rasanya tidak perlu), bagian kedua ini tetap begitu menarik, meskipun kangen melihat aksi mereka di kancah pencurian kasino lagi. Ocean Thirteen akan menyusul untuk disimak di minggu berikutnya. 

Melanjutkan sebuah tontonan yang penuh adegan aksi, saya juga akhirnya menyimak The Incredible Hulk (B-). Sebagai salah satu orang yang tidak menyukai versi Ang Lee, cukuplah untuk versi kali ini, menghibur sebagai tontonan dengan sorotan efek visual (sayangnya tidak begitu menarik pula). Hanya saja setelah melihat film ini, sedikit kecewa juga karena Edward Norton tidak akan memerankan Hulk di The Avengers nanti (perannya digantikan oleh Mark Ruffalo), saya rasa dia berhasil memerankan seorang Bruce Banner dengan baik.

Menjelang penghujung minggu, saya mederita demam, hidung mampet, kepala sakit, batuk, dan segala jenisnya yang membuat saya nelangsa. (Perhatian: kalimat sebelumnya sengaja didramatisir untuk menarik iba dari para pembaca. *tsah). Uniknya itu yang sering saya tidak mengerti, ketika dalam kondisi seperti ini, saya biasanya lebih suka menghabiskan waktu dengan menyimak tontonan yang sedikit “mikir”. Akhirnya saya menyimak kembali (reissue) Blow Up (A+), film tahun 1966 karya sutradara favorit saya, Michelangelo Antonioni. Ini kali kedua saya menyimak film ini. Ada beberapa film yang terasa lebih menakjubkan ketika ditonton berulang kali, Blow Up salah satunya. Ada begitu banyak hal yang ingin diceritakan. Mulai dari keseksian yang tampil ketika melihat para model tersebut dipotret dalam berbagai runtutan sudut fotografi, hingga ke hal-hal kecil dan menarik seperti melihat beberapa cameo di film ini. Coba perhatikan ending film ini yang begitu menarik. Dengar apa yang dirasakan oleh Thomas di tempat lapang tersebut. Sebuah keunikan. Sebuah masterpice.

Selepas kepergian penderitaan oleh deman yang menjalar hingga rusuk nadi (masih didramatisir), maka di minggu ketiga, saya menyempatkan diri untuk berkunjung ke bioskop tercinta untuk menyimak Insidious (B), sebuah kesempatan yang berhasil membuat saya menahan jeritan di bioskop karena malu kalau ketahuan penonton lain. Dari film baru mulai hingga menjelang film berakhir (saya bisa katakan 15 menit menjelang film berakhir adalah sebuah penderitaan), filmnya berhasil membuat penonton ketakutan. Bagi yang menyukai film horor atau hendak mengarang skenario dengan gebetan baru, misalnya pura-pura berteriak ketakutan dan tiba-tiba menyandarkan wajah ke dada sang gebetan, Insidious adalah tontonan yang tepat. Hati-hati kegelapan bisa memunculkan setan. Setan yang ambigu pula. (Oke, saya akan berhenti. Tulisan ini sudah mulai ngelantur).

Kita tinggalkan Insidious, beralih lagi untuk dua film terakhir yang saya simak di minggu ketiga bulan Juni ini. Sebagai bocoran, saya sedang aktif menyimak beberapa film di era 2000-an yang belum saya simak, karena ceritanya (ssst… jangan bilang siapa-siapa), saya akan me-reissue daftar film –film pilihan saya di era 2000-an dengan tajuk seratus film yang saya sukai di era tersebut. Beberapa film ini kemungkinan besar akan masuk ke daftar saya.

Akhirnya saya menyimak untuk pertama kalinya karya dari Nuri Bilge Ceylan. Jika ada yang belum mengenal nama ini, baru-baru ini filmnya, Once Upon a Time in Anatolia memenangkan Grand Prix di Cannes, berbagi dengan filmnya Dardenne Bersaudara. Saya menyimak Uzak/Distant (A-), seperti judulnya, merupakan film yang menampikan sisi “jarak” itu dalam konsep simbolik dan literal pula. Sebuah kondisi yang secara teori dekat, namun memendam rentangan jarak yang jauh, seperti yang ditampilkan dua karakter utama film ini. Ada begitu banyak gambar-gambar yang indah di film ini. Mulai dari hamparan salju yang bertaut dengan gumpalan raksasa kapal besar yang rusak. Burung-burung yang bertebangan dibidik dengan begitu indah. Dalam atmosfir tersebut, jarak sebenarnya bersenggama dengan sepi.

Film terakhir untuk menutup minggu ketiga ini adalah karya epickdari Marco Tullio Giordana, The Best of Youth (A). Sebuah kisah keluarga yang mengalir dari sosok pemuda kakak-beradik di musim panas 1966 hingga berakhir di tahun 2003. Sebuah perjalanan panjang menyimak kisah keluarga ini, dari kematian hingga munculnya kelahiran. Tersebar sisi humanisme yang begitu menghangatkan. Durasi film ini yang membukukan 6 jam untuk mencapai ending, adalah sebuah keluangan yang tidak sia-sia saya lakukan.

Demikian kilasan untuk film sepekan kali ini. Kita lihat film-film apa saja yang akan saya simak di pekan-pekan berikutnya. Salam.

Advertisements

One thought on “Film Sepekan: Seramnya “Insidious”, Hangatnya “The Best of Youth”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s