Review: How Do You Know

“Judulnya Bertanya, Jawabannya Entah Dimana”

Alkisah, tersebutlah Lisa, seorang wanita yang di usia tiga puluh satu akhirnya harus didepak dari daftar altlet yang diikutsertakan dalam pertandingan softball selanjutnya dengan alasan umurnya yang sudah semakin tua. Ia akhirnya menempuh keterpurukan. Hidupnya terombang-ambing. Di satu sisi ia pun tengah menjajaki sebuah hubungan dengan kekasih barunya, Matty yang seorang atlet pula. Di lain pihak tersebutlah George, pengusaha yang tengah dilanda kasus hukum dan mengalami tekanan dari sang ayah pula, Charles. Lalu, sekarang coba tengok dengan lebih mendalam tentang apa sebenarnya yang ingin film ini berikan, sayang sekali harus saya jawab dengan gelengan kepala penuh ketidakmengertian. 

Rasanya frustasi menyimak film yang berjalan begitu panjang, penuh dengan serbuan dialog dari awal, namun mencuri sebuah sisi ketidakjelasan. Bisa dibilang, How Do You Know sebuah tontonan yang meskipun menghadirkan tawa ringan, namun tetap seperti tidak tahu ingin bercerita apa. Coba saja lihat bagaimana Lisa, yang begitu menjengkelkan melihatnya berputar dan mencari jawaban sendiri dengan kisah cinta yang ingin ia dapati. Alih-alih memiliki pacar yang tidak seorang atlet, ia akhirnya jatuh cinta kepada seorang Matty yang juga seorang atlet. Dalam sudut yang lebih mendalam, mereka muncul dengan berbagai benturan argumen, bertentangan mengenai perihal A dan B, C atau D. Uniknya, muncul sebuah senyum menggelitik, dalam film ini atlet digambarkan sebagai sosok yang lebih pintar dari psikolog sekalipun, lalu jika begitu, sebuah sisi ketika Lisa bertandang ke sebuah psikolog untuk menanyakan hidupnya bisa dibilang sebuah maksud ironi atau sederhananya mungkin kelalaian karakterisasi. How Do You Know berhutang banyak pada chemistry yang dibangun dengan cepat oleh Witherspoon dan Wilson yang pada kondisi tertentu memunculkan aksen komedik yang jenaka.

Di lain hal, kehadiran Charles yang diperankan oleh Jack Nicolson—sekaligus mempererat daftar kolaborasinya dengan sutradara berumumur 70 tahun ini—seperti sebuah hidangan yang ditempatkan sebagai pendamping, tugasnya sebenarnya membangun konflik pada sosok anaknya, George (Paul Rudd), terlebih ketika pergolakan di atas skrip seperti menantang bagaimana George harus bergelut akan konflik dengan ayahnya, sedangkan di satu sisi ia harus mengejar prospek kisah cintanya yang ia temui di diri Lisa. Semua itu terjadi tanpa kejelasan, hingga kadang narasi pun seolah bertanya-tanya sendiri, motivasi seluruh karakter di film ini mengapa mengadopsi esensi David Lynch (baca: absurd)?

How Do You Know kalau boleh dilihat lebih berkesan dari sisi teknis semata. James L. Brooks yang sempat piawai mengolah interaksi karakternya dalam As Good As It Gets muncul pada pengemasan yang tanpa kompas, tak mengenal arah. Maka, pujian hanya bisa dilayangkan pada kemasan orkestrasi racikan musik dari Hans Zimmer, serta sentuhan warna pastel nan cerah dalam fotografi Janusz Kaminski yang begitu lihai memotret unsur komikal dalam dominansi warna cerah (terutama merah) di sepanjang film.

Tidak mengherankan jika film yang berdana 120 juta dolar ini jeblok di pasaran dan dana tersebut sebagain besar dihabiskan hanya untuk menggaji para pemainnya saja. Barisannya memang terkenal, namun jika suguhannya hambar begini, tetap saja tak akan sedap pula. Singkat kata, How Do You Know merupakan sebuah penyelaman komedi romantis yang berusaha menelaah setiap karakternya dengan mengandalkan kekuatan dialog. Namun, butuh pengorbanan hanya untuk mendapati ini: membosankan, ketebak, terlalu panjang, tanpa arah, dan tentu melelahkan. [C-]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s