Tentang Malam Oscar 2011: Karpet Merah Akhirnya Digulung

Hampir dua minggu sudah perhelatan puncak Oscar berakhir. Ibarat sebuah tradisi dalam kelulusan, maka boleh dibilang kita telah memiliki para pemenang untuk angkatan terbaru yang setidaknya namanya akan dilirik banyak sutradara. Pintu kesuksesan terbuka lebar. Meskipun, sebenarnya meraih Oscar merupakan aspek puncak yang diidamkan hampir seluruh insan perfilman Hollywood sana.

Namun, mari coba kita lirik sejenak bagaimana pagelaran tahun ini berlangsung. Sebuah suguhan yang begitu mengecewakan. Maka, terbuktilah bahwa kekhawatiran saya ketika James Franco dan Anne Hathaway dipilih sebagai host Oscar menjadi kenyataan, pagelaran Oscar tahun ini, meminjam sebuah judul artikel: “The Worst Oscar Show of All Time!” Benarkah begitu? Maka, coba perhatikan bagaimana kikuknya pembukaan yang dihadirkan dua host ini. James Franco yang sepanjang acara bertingkah layaknya seorang Robert Pattison, terpelanting kontras dengan Anne Hathaway yang terlalu semangat dan malangnya sedikitpun tak memperoleh dukungan dari James Franco yang tetap berjalan di tempat dengan lagak “oh my God, look, I’m so cool” dan diawal acara masih sempat bermain dan memamerkan Iphone-nya, bahkan jika memperhatikan tingkah laku yang dilakukan James Franco, ia bahkan sempat mengupload beberapa foto-foto selama malam Oscar berlangsung, seolah ada keapatisan yang ingin ia sampaikan kepada Oscar. Sehingga mungkin, tuduhan bahwa ia tidak menyimpan respek pada Oscar akhirnya muncul di beberapa media. 

Namun, coba kita paparkan seperti ini, Franco disebut aktor muda yang hebat, dia seorang penulis, penyair, sutradara, aktor, dan sekarang merambah menjadi host ajang besar, sedangkan di satu sisi dia pula seorang murid yang mengenyam pendidikannya di Yale, betapa sibuknya orang ini bukan?  Entahlah, yang saya rasakan ketika menyimak pagelaran Oscar Februari lalu, rasanya ingin menutup muka ini tiap kali duo host ini muncul dengan kesusahpayahannya menghangatkan acara (hey, bahkan mereka harus banyak belajar dari Kirk Douglas yang bahkan berhasil meluncurkan jurus flirting-nya pada sang host dan Mellissa Leo). Banyak hal yang begitu tidak dimengerti dan entah untuk apa dimunculkan, ingat ketika Franco muncul tiba-tiba sebagai drag queen dan melontarkan lelucon “murah” dengan embel-embel Charlie Sheen? Mencuri dari Ricky Gervais kah? Uniknya ketika Franco sendiri menganggap Ricky Gervais gagal membawakan Golden Globe tahun ini, hm… bisa dibayangkan kira-kira siapakah yang bisa tersenyum licik saat ini?

Maka tidak mengherankan jika berbagai macam reaksi negatif muncul mengenai pagelaran tahun ini. Bahkan seperti serentak menempatkan James Franco sebagai bulan-bulanan. Jangan salahkan hostnya saja. Salahkan juga penulisnya. Sutradaranya. Produsernya. Semuanya. Dan ah, sudahlah. Kelak, tolong bawa Bill Condon kembali agar acaranya tidak sekaku ini.

Dari sekian artikel yang membahas mengenai pagelaran Oscar tahun ini, nilai tertinggi saya jatuhkan pada artikel tulisan Guy Lodge berjudul “An Open Letter to James Franco”. Sebuah perspektif yang begitu menarik mengenai apa yang terjadi di malam Oscar kemarin. Dan rasanya begitulah yang saya rasakan ketika menyimak malam Oscar tersebut. Sebagai seseorang yang mengikuti “Oscar race” tiap tahunnya, paragraf penutup dari Guy Lodge ini merupakan sebuah bravura:

“The Academy Awards will always be first and foremost about the awards — deserved or undeserved, surprising or numblingly predictable — and the hosting will always be of secondary importance. But as any good actor (and we still know you’re that, even if we’re not entirely sure who pitched up in your place last night) knows, a secondary role doesn’t merit secondary effort.

Disrespecting the Academy is one thing; we do it all the time. Disrespecting your audience is quite another — and even as a viewer very nearly as inebriated as you by the night’s end, I’m afraid that didn’t go unnoticed.”

Meskipun puncak Oscar diakhiri dengan letusan yang tidak meletup. Setidaknya mari tebarkan senyum untuk para peraih Oscar tahun ini. Selamat. Prediksi? Tahun ini prediksi akhir saya menghasilkan score yang sama seperti tahun yang lalu, yaitu 17/21.

Maka dengan ini tirai lebar untuk pagelaran Oscar sepanjang tahun 2010 akhirnya ditutup. Karpet merah kembali digulung. Dan para antusiasme kembali menyusut. Pandang ke depan. Mulai dengan kompetisi film-film baru yang akan bersinar di angkatan tahun 2011 nanti. Mari kita alihkan mata ke Perancis, kita tunggu bagaimana Cannes Festival berlangsung tahun ini dengan gossip line-up-nya yang begitu spektakuler.  Dan, ehm, dari dalam negeri, semoga polemik distribusi film tersebut cepat selesai dan saya bisa tersenyum lega menonton Harry Potter tepat pada waktunya.

Oh, jangan lupa, countdown untuk film terbaik di era 90 versi AwyaNgobrol akan dimulai besok. Silakan berkunjung kembali!

Advertisements

3 thoughts on “Tentang Malam Oscar 2011: Karpet Merah Akhirnya Digulung

  1. mungkin memang James Franco yang engga bakat jadi MC kali yah?
    eniwei, ulasan yang menarik tentang malam pagelaran Oscar! salam kenal dari sobekan tiket bioskop! 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s