Sepuluh “Shot” Terbaik Versi Incontention.com: Bagian 1

photo: incontention.com

Akhirnya, artikel paling ditunggu-tunggu dari Incontention.com, yang ditulis oleh Kris Tapley dirilis juga hari ini. Yaitu, artikel tahunan bertajuk “Top 10 Shots of the Year” yang khusus membahas sepuluh bidikan gambar terbaik dalam perjalanan sinema di tahun 2010 kemarin. Seperti yang Tapley jelaskan, konsep “shot” yang ia maksud tidak terpaku pada satu bidikan gambar saja, namun juga bisa menyangkut sekuen yang merupakan gabungan dari beberapa gambar. Jadi tidak heran jika terkadang ada beberapa adegan yang dimasukkan di sini yang membutuhkan tidak hanya satu bidikan gambar saja.

Untuk tahun ini, Kris Tapley telah mengumumkan pilihannya dari nomor 10 – 6 dan akan menyusul untuk posisi berikutnya besok. Ada yang menarik tentunya, karena selain artikel ini berisi komentar langsung dari sang sinematografer (DOP) mengenai bidikan gambar yang ia ambil untuk film ini, kita juga bisa melihat argumen sang pembuat list mengenai mengapa ia memilih shot tersebut. Untuk peringkat sepuluh, Tapley memilih shot dari film “The Secret in Their Eyes” yang juga merupakan salah satu adegan paling memikat di film tersebut. Adegan kejar-kejaran di film ini memang menghadirkan suasana yang menegangkan.

Di posisi kesembilan, Tapley memberikan salah satu shot dalam film “The King’s Speech”. Saya salah satu yang menyukai gambar-gambar di film ini hanya jika mereka berada di outdoor, kalau di dalam ruangan, pengambilan gambar di film ini terus terang tidak begitu menarik. Bidikan gambar pembunuhan masal dalam “Shutter Island” bertengger di posisi kedelapan. Saya tidak begitu menyukai adegan ini, karena nampak membuat semakin rancu narasi cerita film ini meskipun semua ini hanya ada dalam fantasi. Lalu, skip ke posisi nomor enam, ada shot dari “Cairo Time” yang sayang sekali belum sempat saya simak.

Nah, tentu yang membuat saya senang adalah untuk posisi nomor tujuh, yang bertengger di posisi dua saya untuk adegan terbaik di tahun 2010. Lihat gambar di bawah ini:

Komentar sang sinematografer Pawel Edelman,

“In the original script there was no such ending. From the very beginning we were thinking of how to end this film, how to find this image that would just close the whole story. It was Roman’s idea, two weeks before we were supposed to shoot that scene. We wanted an evening, magic hour shot, mysterious and dark. And we didn’t want to show, we wanted to suggest that something dramatic may have happened. We took two or three takes and the last take was the best.”

Unik melihat bahwa adegan ending film ini ternyata merupakan ide dari sang sutradara. Sebuah ending yang begitu monumental.

Simak komentar Kris Tapley,

“Images like this are simple but effective, and they reveal artists looking for unique ways to convey a story visually. That is, after all, the trademark of the greatest directors (and great cinematography), and Polanski found himself in their league long ago.”

Sekedar niat ingin memprediksi, nampaknya adegan di koridor hotel dalam “Inception” akan memiliki tempat di lima besar. Untuk gambar lainnya, mungkin beberapa adegan dalam The Social Network, Black Swan, dan beberapa dalam True Grit akan muncul juga.

Sedangkan kalau saya pribadi, menghitung dari film yang dirilis tahun kemarin, pilihan saya akan jatuh ke gambar ini:

Sebuah bidikan yang begitu indah dan terkesan menggugah dari True Grit. Mengingatkan saya dengan salah satu shot favorit saya sepanjang masa, The Searchers, seperti yang di bawah ini:

Saya akan melanjutkan postingan ini besok ketika urutan lima besarnya diumumkan  dan sebagai gambaran yang belum sempat menyimak ulasan shot terbaik versinya Kris Tapley, ini link yang bisa dikunjungi serta pilihan nomor satunya:

Di tahun 2009, nomor satunya Kris Tapley berasal dari “Paranormal Activity” (liat gambar di bawah). Saya termasuk yang tidak antusias dengan pilihannya tahun ini, namun saya menyukai pilihannya untuk shot di The Cove , Precious, The Hurt Locker, dan Up in the Air.

Di tahun 2008, nomor satunya jatuh ke shot ending dari “Let The Right One In”, saya setuju sekali dengan pilihan ini. Sebuah gambar yang begitu menarik. Favorit saya dari list tahun ini juga adalah shot dari film Hunger.

Di tahun 2007 untuk pertama kalinya Kris Tapley membuat artikel ini, dan rasanya memilih 10 saja tidak cukup di tahun ini. Mulai dari bidikan gambar malam dalam “No Country For Old Men” yang begitu saya sukai, tracking shot dalam Zodiac, bidikan gambar dalam There Will Be Blood, Atonement, The Bourne Ultimatum, dan tentu saja, salah satu shot favorit saya (dan pilihan nomor satunya Kris Tapley), adegan perampokan di malam hari yang begitu indah dalam The Assassination of Jesse James By the Coward Robert Ford, seperti di bawah ini:

 

Untuk pilihan bagian keduanya akan saya bahas besok.

Advertisements

2 thoughts on “Sepuluh “Shot” Terbaik Versi Incontention.com: Bagian 1

  1. Post yang menarik…
    Kalo untuk True Grit aku suka yang ketika Rooster Cogburn menembak gua gelap untuk mencari Tom Chaney… Shotnya begitu memikat dengan gradasi warna mirip Jesse James juga… (coba diingat ingat selera saya yang satu ini)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s