Menyimak Nominasi Oscar: Yang Malang Si Nolan, Yang Sumringah Sang Raja (dan… saya juga?)

Jujur, beberapa detik sebelum mem-posting prediksi Oscar, saya sempat sejenak tertegun, kira-kita siapakah snub terbesar yang akan terjadi nanti? Nama sutradara Inception itu muncul seketika dan ternyata apa yang saya pikirkan melihat para penggemar sutradara ini akan murka seperti yang terjadi dua dua tahun lalu terjadi pula. Caci maki hangat penuh amarah muncul di twitter dan di thread-thread yang gencar membahas Oscar. Sebenarnya, saya sedikit lega ketika mengikuti precursor Oscar, bahwa nama Nolan sepertinya menjadi garansi untuk masuk di nominasi Oscar edisi kali ini, namun apa daya, selama tiga kali dinominasikan sebagai sutradara terbaik di DGA, selama itu pula ia tak pernah masuk di Oscar. Namun sebagai hadiah, sama seperti tahun 2001 lalu, ia tersingkir di kategori sutradara terbaik, dan menyisakannya di skenario terbaik lewat “Memento”.

Hei, hei, berapakah skor prediksi saya?

Boleh dibilang, sebagai orang yang tekun dengan kegemaran menyimak ajang penghargaan ini, hal yang menarik adalah ketika prediksi kita bisa tepat. Tahun ini dari kategori utama saya mencetak skor 41/45. Sungguh tak disangka. Untuk kategori akting lead bahkan tepat seratus persen. Mungkin sedikit harus berterima kasih pada Julia Roberts dan Ben Affleck yang terang-terangan memuji penampilan Bardem. Hey, itu kampanye, Teman! Tentu saja, pilihan saya untuk memasang Michelle Williams di aktris terbaik terbayar sudah. Padahal awalnya saya ingin menempatkan Hailee steinfeld di kategori ini. Untuk kategori aktris pembantu terbaik, tidak disangka benar seratus persen juga. Benar memang Oscar lebih memilih seorang veteran, Jacki Weaver yang menyapu penghargaan dari para kritikus daripada seorang muda seperti Mila Kunis. Untuk kategori pendukung pria terbaik, saya kecolongan John Hawkes yang menggeser Andrew Garfield. Sudah memiliki firasat ini, ketika nama Garfield tidak masuk di SAG dan nominasi kategori ini ternyata sama persis dengan SAG. Well, di kategori akting skor saya nyaris 100%, sungguh tidak percaya.

Untuk film terbaik, entah mengapa saya menyingkirkan “127 Hours” daripada “The Town” yang saya sendiri sempat berpikir, apa mungkin Oscar lebih memilih film seperti “The Town” daripada “127 Hours” yang menguras emosi? Saya tahu jawabannya, tapi tetap mengkhianati feeling ini (halah!). Untuk kategori Skenario Terbaik, andai saja saya tidak dibutakan dengan “The Ghost Writer”, saya pasti meraih skor tepat seratus persen. Kecolongan di adaptasi yaitu masuknya “127 Hours”, dan prediksi saya bahwa “Black Swan” tidak mungkin masuk skrenario asli terbaik terbayar sudah. “Black Swan” adalah film yang dengan jelas menitikkan kelihaian seorang sutradara (finally, Aronofsky!) dan bukan pada skripnya. Tebak-tebak buah manggis saya dengan memasukkan “Another Year” terbayar lunas. Academy selalu menyimpan rasa cinta untuk Mike Leigh. Sama ketika “Happy Go Lucky” juga masuk di kategori ini dua tahun lalu.

Sebagai orang yang suka memprediksi Oscar, mari kita lihat hasil dari prediksi para prediktor Oscar yang sudah tersohor yang tergabung dalam “Gurus Of Gold”. Seperti yang ditulis Kris Tapley, hanya ada tiga orang yang memprediksi keseluruhan nominasi sampai pada kategori short film. Kris Tapley (In Contention) ada di peringkat pertama dengan skor 92 benar dari 120 nominator yang ada. Anne Thompson (Thompson on Hollywood) ada di posisi kedua dengan skor 91 yang tepat, dan Nathaniel Rogers (Film Experience) di peringkat ketiga dengan skor 90/120.

Sedangkan jika melihat dari kategori utama: film, akting, dan skenario, maka posisi pertama dipegang oleh Steve Pond dengan jumlah tepat 42 dari 45. Posisi kedua diraih Nathaniel Roger dengan jumlah tepat 40 dari 45. Ehem, andai saja saya salah satu dari anggota Gurus O’ Gold itu, saya akan dengan sombong mendepak Nathaniel di peringkat dua dengan jumlah tepat 41 dari 45 (Damn! I did it!). Anne Thompson, Sasha Stone (Awards Daily), Brad Brevet (Rope of Silicon) dan Guy Lodge (In Contention) sama-sama meraih skor 39. Sedangkan untuk prediksi seluruh kategori kecuali short, Kris Tapley kembali memimpin dan rekannya Gerard Kennedy dengan skor 82/105. Sementara Nathaniel Rogers, Bred Brevet, dan Guy Lodge menyusul dengan jumlah tepat 81/105. Tapi, hei, tunggu dulu, jangan lupakan pemilik blog Awya Ngobrol ini dulu, berapa skor yang dia dapat? Yup, dengan tatapan sombong  penuh makna, saya umumkan telah melibas semua skor mereka. Ajaib. Saya meraih skor 84/105!! Ketepatan yang tidak bisa disangka. Kategori yang tepat 100 persen adalah lead actor, lead actress, supporting actress, original screenplay, animated feature, dan original score. Sedangkan kategori yang hanya berhasil saya tebak dengan ketepatan 1 saja adalah sound editing. Sulit memang.

Well, tahun lalu saya berhasil meraih skor 40/45 di kategori utama, keseluruhan kategori tanpa short  dengan skor 79/106 (waktu itu kategori lagu terbaik nominasinya 5). Tahun ini tentu sebuah peningkatan *tertawa lebay*.  Siap-siap untuk beradu prediksi skor ketepatan terbanyak untuk pemenang Oscar nanti. Untuk tahun ini Curhat Sinema akan kembali bagi-bagi hadiah DVD original. Tahun lalu, ketika masih di Gila Sinema, saya meraih peringkat kedua dan berhak membawa pulang DVD Mama Mia! Untuk tahun ini…. psssstt… saya akan mengejar hadiah utama! Silakan ikuti kuisnya di Curhat Sinema ya! *promo tidak berbayar*

Baiklah sudahi dengan menghitung skor, sekarang saatnya melihat apa yang menarik dari nominasi Oscar tahun ini.

The Good

  • Best Actress…. wow… just wow..

Ini adalah line-up Best Actress yang sangat spektakuler. Meskipun kita bisa melihat Natalie Portman sepertinya hanya bersaing dengan Annette Bening, tapi lihat ketiga nominator lainnya, mereka spektakuler. Masuknya Michelle Williams sebagai pelengkap nominasi ini menjadikan nominasi ini salah satu nominasi terbaik yang pernah dimiliki Oscar. Lihat mulai dari Jennifer Lawrence yang begitu memikat di “Winter’s Bone” (psst…saya rela jika ia yang menang), Nicole Kidman yang begitu spektakuler di  “Rabbit Hole” (adegan pertengakaran di film ini sudah sanggup membuatnya menggondol Oscar kedua), seorang Annette Bening tampil maskulin yang akhirnya tidak bersaing dengan Hilary Swank lagi. Kemudian ada seorang Michelle Williams yang disebut sebagai aktris terbaik di generasinya ini semakin memasang jarak yang jauh saja dari mana kita mengenalnya sebagai seorang bintang Dawson Creek dulu (dan yang menggelitik, bertolak belakang sekali dengan rekannya di series itu, Katie Holmes). Tentu saja Natalie Portman yang tampil memikat kemungkinan besar menggondol piala di kategori ini. Terserah siapa yang menang. Kelima wanita ini pantas memegang emas itu!

  • I Love “I Am Love”

Ada kalanya ketika sebuah film yang menjadi film favorit saya tiap tahunnya, tidak punya kesempatan yang begitu besar untuk bergaung, tiba-tiba saja muncul meraih perhatian Oscar. Sama seperti tahun lalu ketika film favorit saya, “Bright Star” meraih kategori yang sama, tahun ini “I Am Love” muncul di ajang ini. Menarik karena kita jadi melihat bahwa mereka juga melihat film-film yang kadang kita kira tidak mereka perhatikan. Uniknya, “I Am Love” (yang juga masuk nominasi award saya di kategori sama) menjadi pendobrak pakem “period” yang biasanya selalu mengisi nominasi ini. dengan tampilan kontemporer-nya yang seksi.  Nice choice, Academy!

  • Darren Aronofsky & David O. Russel, finally….

Sedikit tidak rela dengan terdepaknya Nolan, namun hati ini tersenyum lega melihat dua nama sutradara yang karyanya saya sukai akhirnya bersanding di kategori sama. Dulu saya berpikir, kapan ya kira-kira Darren Aronofsky membuat film yang bisa diterima Oscar? Nyatanya Aronofsky muncul dengan film yang khas dengan cirinya tapi tetap mendobrak Oscar dan bertengger sebagai nominator di kursi prestisius pula. Senyum lain juga akhirnya muncul ketika akhirnya David O. Russel menyandang nominasi Oscar. Dia adalah sutradara yang siapa sangka dari tingkah lakunya yang telah menyita publik Hollywood dengan kearoganan tersebut, kini tampil kalem dan berhasil sejauh ini. Saya merupakan penggemar sutradara ini, mulai dari “Flirting with Disaster”, “Three Kings”, “I Heart Huckabees”, dan akhirnya menyulap pakem film tinju dengan humor yang segar lewat barisan akting yang luar biasa di “The Fighter”.  Selamat!

  • Best Documentary, hey ada Banksy!

Salah satu kejutan lain dari Oscar adalah ketika “Waiting for Superman” tidak masuk lima besar. Tapi, hey, Banksy ada di sana! Maka boleh kan kita berandai-andai jika “Exit Through A Gift Shop” misalkan meraih yang terbaik, sedangkan film ini kemungkinan dibuat oleh Banksy yang sebenarnya manusia yang tidak pernah eksis di bumi ini? Pilihan menarik ketika salah satu dokumenter favorit saya tahun ini, “Restrepo” juga bersanding dengan “Inside Job”, yang kemungkinan besar meraih kategori ini.

  • Trent Reznor!!

Akhirnya Trent Reznor menjadi nominator Oscar bersama Atticus Ross juga. Akan lebih membahagiakan lagi jika mereka menjadi yang terbaik. Buktikan, bahwa score sebrilian ini juga kamu sukai, Academy!

The Bad

Well, rasanya saya tidak ingin terlalu nyinyir untuk menolak apa yang Academy telah lakukan, karena saya puas dengan nominasi tahun ini. Namun tetap saja, terdepaknya Nolan sedikit mengecewakan. Begitupun dengan masuknya “The King’s Speech” di kategori sound mixing (ugh) dan sinematografi. Meskipun ini menjadi bukti bahwa film ini meraih dukungan dari semua lini, termasuk dari cabang teknis suara juga.

Overall

Ya, saya puas dengan nominasi Oscar kali ini. Boleh dibilang pilihan 10 film terbaiknya begitu sempurna. Ada karya independen yang masuk, bertarung dengan karya studio besar, beradu di ruang yang sama. Dari sisi hiburan kita bisa lihat dari “Inception”. Bahkan dari sisi genre thriller artistik ada “Black Swan” yang menjadi hit. Sedangkan di kategori akting, my god, kapan terakhir kali kita melihat para nominatornya begitu spektakuler seperti ini. Dari pemeran utama terbaik sampai pendukung terbaik begitu mengesankan. Kemudian masuknya “The Illusionist” membuktikan bahwa juri cabang ini memang peduli dengan sisi artistik. Tentu ada beberapa hal yang juga secara personal tidak saya sukai, namun, secara keseluruhan, saya menyukai pilihan Academy tahun ini. Selamat untuk semua nominator!

Daftar lengkap nominasi bisa di lihat di sini.

Advertisements

2 thoughts on “Menyimak Nominasi Oscar: Yang Malang Si Nolan, Yang Sumringah Sang Raja (dan… saya juga?)

  1. Ya… ya… ya… Congratulation for your predictions. But I’ll steal your spotlight next year, buddy!

    PS: Curhatsinema’s DVD is MINE!!!! :p

  2. sebenarnya saya lumayan senang dengan nominasi tahun ini apalagi dengan masuknya jhon hawke ke daftar nominasi tapi saya benci karena tidak masuknya nolan ke best director dan andrew garfield ke list suporting ………….. benciiiiiiii!!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s