Awya’s Top 10 Films of 2010

Bagaimana? Sudah berhasil menebak sepuluh film terbaik versi saya di tahun 2010 yang saya sudah umumkan kemarin malam? Tentu saja di antara semua pentunjuk yang sudah saya berikan, banyak yang mungkin sudah mengetahui film apa saja yang masuk ke daftar sepuluh besar saya. Untuk jawaban lengkapnya ada di akhir postingan ini.

Baiklah. Sekarang saya akan mengumumkan sepuluh film pilihan saya di tahun 2010. Sekedar catatan, ini adalah film yang telah saya tonton dari tanggal 25 Februari – 31 Desember 2010 dan tentu saja belum sempat masuk daftar saya untuk tahun 2009.

Silakan menyimak!

[HONORABLE MENTIONS]

Kita mulai dari sepuluh film yang juga menjadi film yang saya sukai dan sayangnya belum berhasil menjadi sepuluh pilihan saya. Ini dia:

“RABBIT HOLE” Siapa sangka John Cameron Mitchell bisa membuat sebuah film dramatis seperti ini? Memang penuh dengan tangis dan rasanya eksploitatif, namun setelah film seperti “Shortbus” (God, I hate this movie!), Mithcell mulai bermain apik dengan emosi dan sekaligus menampilkan barisan akting yang mumpuni.

“LEBANON” Saya masih ingat ketika menyimak film ini merasakan kesempitan yang dihadirkan oleh film ini. Film yang sebagian besar settingnya berada di dalam tank ini memunculkan sudut lain dari sisi psikologis prajurit yang berada di dalam tank tersebut. Sempit dan menakutkan. Namun, endingya, sungguh melegakan.

“THE OTHER GUYS” Salah satu komedi terbaik tahun ini. Sebuah aksi menjadi pahlawan yang komikal dan terkadang terlihat klise memang. Namun, “The Other Guys” terlihat begitu segar dan kocak. Tawa ini terasa habis selesai menyimak film ini. Sedikit membuktikan, Mark Walhberg memang lebih cocok tampil di film komedi.

“TOY STORY 3” Seri ketiga dari kartun legendaris ini. Sudahlah tidak perlu membahasnya lagi. Cukup mengingat ending dari film ini, begitu menyentuh hati.

“DOGTOOTH” Film ini begitu menyimpan sisi disturbing. Komedi yang dihadirkan tidak biasa. Tawa yang dihadirkan pun seperti “menertawai orang mati karena menabrak seekor sapi”. Lucu bukan, tapi ia mati. Miris. Hal-hal jenakanya adalah ketika melihat benda di sini bernama berbeda. Telepon dan zombie di film ini berarti beda. Melihat film ini seperti melihat Michael Haneke, namun dengan tambahan tawa.

“A SINGLE MAN” Boleh saja Tom Ford ingin mengambil sentuhan sutradara yang style-nya sudah begitu kita kenal. Menyimak film ini seperti melihat gabungan warna pastel seorang Pedro Almodovar dan pula aspek sinematik “slow-motion” seorang Wong Kar Wai. Bolehlah untuk sebuah debut penyutradaaran.

“A PROPHET” Apa memang Jaques Audiard ingin menjadi Martin Scorsese? Ah, hiperbolik sekali. Namun lihat saja bagaimana film ini bercerita, tentu mengingatkan dengan sentuhan khas seorang Scorsese. Tahar Rahim muncul dengan akting menawan yang membuat kita menyimak perjalanan seseorang dari nol hingga menjadi orang yang disegani.

“HARRY POTTER & THE DEATHLY HALLOWS PART 1” Senang sekali rasanya keluar dari pintu bioskop menyimak film ini dengan senyum lebar dan kepuasan yang begitu nikmat setelah dibuat kecewa dengan seri sebelumnya. Apalagi ketika muncul retorika ini merupakan salah satu yang terbaik dari seri ini. Ah, tidak sabar menunggu pamungkasnya!

“THE WHITE RIBBON” Michael Haneke tetap saja tampil keras dan brutal. Namun di sini terlihat lebih sopan nampaknya di permukaan. Jangan memutuskan dulu sebelum melihat betapa menakutkannya anak-anak itu. Ternyata lebih keras.

“FISH TANK” Hampir saja terlupakan. Namun saya teringat ketika menyimaknya di bulan Februari atau Maret kalau tidak salah, film yang disebut sebagi versi kulit putih dari “Precious”. Tidak cukup kesamaan tema yang digusung, dua film tadi juga menampilkan pemeran utama yang sama tidak pernah berasal dari dunia seni peran. “Fish Tank” memunculkan nama Katie Jarvis yang tampil menawan, sekaligus Michael Fassbender yang sungguh meyakinkan sebagai “penjahat” di film ini. Kelebihannya, film ini tidak pernah menyerempet sisi “nyinyir” (baca: khotbah) yang ditampilkan “Precious”.

[VERY] HONORABLE MENTIONS

Oke, entahlah apa maksud dari [very] honorable mentions ini, tapi yang jelas ini adalah lima film yang rasanya ingin saya tempatkan khusus karena kelima film ini nyaris masuk ke dalam daftar sepuluh saya. Ini dia:

“BLACK SWAN” Sejak trailernya pertama kali muncul, “Black Swan” seolah hadir sebagai film yang sangat dinantikan. Darren Aronofsky berhasil menciptakan sebuah thriller dengan tingkat artistik dan ketegangan yang konstan. Menyulap Natalie Portman dari akting tidak stabilnya (bagi saya ia hanya pernah tampil bagus di “Closer” saja), hingga menjadi Nina Sayers yang penuh dengan konflik. Salah satu film dengan tensi yang tidak pernah kehilangan momentum.

“EXIT THROUGH THE GIFT SHOP” Salah satu dokumenter terbaik ini disebut palsu. Tentu saja jika sudah melihatnya akan sempat berpikir demikian. Banksy sendiri menyebutnya ini 100% asli. Lupakan saja. Lihat bagaimana dokumenter ini bercerita dengan tidak biasa. Hingga akhirnya saya sempat melongo; oh ini toh orang di balik cover album Madonna itu.

“CARLOS” Olivier Assayas membuat film berdurasi 5 jam ini. Setelah menyandang pujian melimpah lewat drama keluarga “ Summer Hours”, kini lewat “Carlos” kita melihat ia menggarap sebuah biopik teroris yang penuh dengan guratan selebriti. Edgar Ramirez menampilkan salah satu penampilan yang patut mendapat tepuk tangan.

“PLEASE GIVE” Film dengan hati yang besar di tahun ini. Lengkap dengan balutan pemainnya yang tanpa cela di setiap lini. Dari Amanda Peet yang eksentrik sampai Rebecca Hall yang tampil menawan. “Please Give” adalah kue paling manis di tahun ini.

“THE AMERICAN” Sungguh saya terkecoh ketika menyimak film ini. Ternyata ada atmosfir dingin yang dihadirkan oleh film ini, bukan baku tembak ala film spionase Hollywood sana. George Clooney tampil menawan sebagai orang yang kesepian yang hanya bisa jatuh cinta pada wanita penghiburnya. Sepi dan indah. Cukup sudah.

Dan… inilah sepuluh film pilihan saya di tahun 2010…

[THE TOP TEN]

#10

“INCEPTION”

Directed by Christopher Nolan

Jadi, sudahi saja perdebatan tanpa henti itu wahai engkau pembenci film ini dan engkau pemuja film ini? Gampang sekali memang melihat “Inception” sebagai hiburan semata yang nihil pergolakan hati dan emosi. Hanya style, style dan style. Jadi tidak heran ada yang menyebutnya seperti replika seorang Kubrick. Tunggu dulu. Di balik ribuan yang membenci film ini, bolehkah saya menyebut “Inception” adalah replika sebuah ide yang jenius? Boleh bukan? Ketika dihadapkan pada kombinasi “The Matrix” dan rumitnya “Memento”, “Inception” adalah pengalaman sinematik yang menyenangkan di tahun ini. Dengar, saya masih ingat berbisik dengan lirih keluar dari bioskop waktu itu: mengagumkan.

#9

“EVERYONE ELSE”

Directed by Maren Ade

Naturalistik. Ya, kata yang paling tepat menyebut film ini. Ceritanya sederhana saja, tentang pasangan muda yang naik turun hubungan percintaannya hingga akhirnya berhadapan dengan pasangan yang lebih dewasa (baca: tua) hadir ketika mereka berlibur. Di sini, pergolakan itu muncul. Tentang hal-hal klise dalam hidup, karir, masa depan, hingga keputusan untuk memiliki seorang bayi. Rasanya seperti terjadi di depan kita saja.

#8

“HOW I ENDED THIS SUMMER”

Directed by Aleksei Popograbsky

Bagaimana jika kita ditempatkan di Kutub Utara, berdua saja, tanpa hiburan (hanya musik) dan menempuh suhu yang begitu ekstrim? “How I Ended This Summer” begitu sepi dan terkadang kontemplatif. Hingga pergolakan saling kejar-mengejar dengan niat diam-diam membunuh itu terlihat jenaka di satu sisi. Dibalut dengan sinematografi yang menawan serta akting yang memukau, film ini hadir dengan kesepian yang begitu menggugah.

#7

“THE SOCIAL NETWORK”

Directed by David Fincher

Jujur saja, pada review awal saya, terlihat tidak begitu banyak kredit yang saya berikan pada film ini. Namun, sepertinya ada sesuatu yang selalu teringat oleh film ini. Kedinginan yang saya rasakan itu terasa semakin dingin ketika menyimak film ini kedua kalinya. Begitu dingin wajah seorang Mark Zuckerberg (yang dimainkan dengan menawan oleh Jesse Eisenberg) hingga terkadang kita luput untuk menyimak, bahwa di balik itu ia menyimpan kerapuhan dan ketakutan yang tidak akan pernah kita sangka seperti apa. Ada David Fincher yang lihai, ada Aaron Sorkin yang jenius, ada Trent Reznor dan Atticus Ross yang menemani dengan balutan scoringnya yang menawan. Kombinasi yang lengkap.

#6

“CATFISH”

Directed by Henry Joost & Ariel Schulman

Sungguh rasanya sulit memisahkan “The Social Network” dengan pasangan bromance-nya ini. Dua film yang sebenarnya saling mengisi. Jika “the Social Network” berbicara tentang jejaring sosial di permukaan saja (bahkan mungkin The Social Network hanya berbicara tentang ambisi saja), “Catfish” adalah teman yang paling pas untuk menggali sisi keterpengaruhan dari Facebook itu sendiri. Ada kepalsuan ada obsesi pula. Terkadang rasanya miris dan jenaka. Berbarengan pula.

#5

“POETRY”

Directed by Lee Chang-dong

Memang menyerupai karya sutradara Korea sebelumnya, Bong Joon-ho dalam “Mother” yang bercerita mengenai seorang ibu yang melakukan segala hal agar anaknya terlepas dari jeratan hukum. “Poetry” bercerita pada permulaan yang sama, hanya saja tanpa kekerasan dan di sini seorang nenek-lah yang menjadi perhatian kita. Melihat perjalanan si nenek ini begitu menggugah. Seperti bagaimana usahanya untuk menciptakan puisi, ia sebenarnya adalah objek puisi yang teramat menarik.

#4

“THE GHOST WRITER”

Directed by Roman Polanski

Film ini memang terlihat “biasa” bagi sebagian orang, dan saya mengerti dari mana hal itu muncul. Namun, sebenarnya dari apa yang berhasil saya temui, “The Ghost Writer” salah satu karya yang rapi, alur yang tidak membosankan, serta kepiawaian sang sutradara menghadirkan ketegangan dan rasa penasaran yang bertangga secara (tentu saja) fluktuatif. Ada sentuhan energi yang lama kita inginkan dari seorang Polanski, yaitu energi “thriller” yang kita bisa lihat dari masterpiece-nya “Chinatown” dulu. Jujur saja “The Ghost Writer” adalah sebuah hiburan yang begitu mengejutkan, mengingat betapa skeptisnya saya dengan trailer film ini serta barisan pemainya yang kurang meyakinkan.

#3

“I AM LOVE”

Directed by Luca Guadagnino

Salah satu debut penyutradaraan yang mengejutkan dari sinema Italia. Bisa dibilang sudah lama sinema Italia tidak membuat film seperti ini. Mengingatkan tentang sentuhan Bertolucci, Visconti, dan Antonioni. Dalam pesta makan yang eksotik, Tilda swinton melebur dengan begitu sensual. Setiap kali Swinton muncul, Guadagnino tahu betul bagaimana menempatkan aktris ini. “I Am Love” adalah, seperti yang saya sudah sebutkan tadi, tak ubahnya pesta makan yang seksi.

#2

“GREENBERG”

Directed by Noah Baumbach

Kita di sini mengenal Roger Greenberg, seorang lelaki sinis penuh sisi skeptik yang berkunjung ke Los Angeles. Mencari jati diri baru. Benarkah? Atau sebenarnya ingin membuang kemelut yang sudah berlalu? Dalam film terbarunya ini, Noah Baumbach kembali menghadirkan karakter yang “tidak biasa” ke dalam filmnya. Ingat betapa bagusnya “The Squid and the Whale” atau “Margot at the Wedding” yang sayangnya sangat kurang diapresiasi itu. “Greenberg” terasa begitu sinis jika kita melihat bagaimana sudut pandang lelaki ini. Seperti apa yang sering dihadirkan Wes Anderson dalam karakter “disfungsional”-nya, Noah Baumbach juga tidak luput meninggalkan kesan itu. Karakter yang menyebalkan tetap saja membuat kita ingin memeluknya dengan erat.

#1

“SOMEWHERE”

Directed by Sofia Coppola

“Somewhere” tentu bukan film untuk setiap orang dan ini juga bukan sebuah pembelaan pula, karena jika dilihat begitulah adanya. Film ini tidaklah luar biasa, atau lebih tepatnya aspek “low-key” dari seorang Sofia Coppola. Namun, kadang dalam sebuah film yang tidak luar biasa itu pula kita bisa menemukan kemewahan yang unik. “Somewhere” berjalan dengan sebutan “tanpa plot” yang akan menguji kita untuk mengerutu dengan minimnya dialog dari film ini. 25 menit pertama film ini begitu minim dialog. Hanya saja “Somewhere” adalah bentuk meditasi dan kontemplasi yang sederhana lewat pertemuan gambar dan mencoba menguji keberhasilan gambar bercerita. Ia hanya perlu sedikit dialog dan membiarkan setiap adegan menceritakan alurnya sendiri. Jika dulu Sofia memulainya lewat “The Virgin Suicide”, kemudian sukses dalam “Lost in Translation”, lalu meraih perhatian yang dua arah dalam proyek besarnya “Marie Antoinette”, kini dalam “Somewhere” ia mengulang sentuhan yang “sangat Sofia Coppola sekali” itu. Tentu tak lupa dengan khas musik pilihannya, kali ini ia mengandeng pacarnya sendiri untuk menemani film ini dengan iringan musik dari “Phoenix. Sebagai penggemar sutradara ini, “Somewhere” adalah sentuhan yang menarik. Bisa saya bilang, “Somewhere” adalah filmnya Sofia yang memliki rasa “begitu Michelangelo Antonioni”.

Recap:

TOP 10 FILMS OF 2010

  1. Somewhere
  2. Greenberg
  3. I Am Love
  4. The Ghost Writer
  5. Poetry
  6. Catfish
  7. The Social Network
  8. How I Ended This Summer
  9. Everyone Else
  10. Inception

[VERY] HONORABLE MENTIONS:

11.  The American

12.  Please Give

13.  Carlos

14.  Exit through the Gift Shop

15.  Black Swan

HONORABLE MENTIONS:

16.  Fish Tank

17.  The White Ribbon

18.  Harry Potter & the Deathly Hallows part I

19.  A Prophet

20.  A Single Man

21.  Dogtooth

22.  Toy Story 3

23.  The Other Guys

24.  Lebanon

25.  Rabbit Hole

Sebagai jawaban petunjuk yang saya berikan kemarin, ini dia petunjuk yang saya maksud:

  • FILM INI TERNYATA SEMPAT JUGA BERLAGAK SEPERTI TOM & JERRY

“How I Ended this Summer”. Konflik film ini ternyata berlajut pada proses kucing-kucingan, saling mengejar, bahkan diam-diam nyaris saling membunuh.

  • FILM INI MENGEKSPLORASI MAKANAN. HM…. JULIA ROBERTS DALAM VERSI BERBEDA?

Banyak yang mengira “Soul Kitchen” dan “Eat Pray Love” ya, tapi jawabannya adalah “I Am Love”. Ya, karena film ini mengeksplorasi makanan dalam batas yang sensual. Maksud “Julia Roberts dalam bentuk berbeda” itu tentu mengacu pada perannya di “Eat Pray Love”, namun di “I Am Love” Tilda Swinton tak ubahnya versi berbeda dari karakter Julia Roberts di filmnya itu. Mereka sama-sama mencari jati diri. Menikmati makanan salah satunya.

  • ITU LHO FILM YANG BANYAK DIBICARAKAN ORANG ITU

Baik. Ini salah satu petunjuk yang paling luas yang saya berikan. Tentu banyak yang bisa dikategorikan ke petunjuk yang satu ini, tapi maksud saya adalah “The Social Network”, jawaban ini didukung oleh petunjuk nomer 6.

  • KONDISINYA SAMA JUGA DENGAN CLUE NO 3: ITU LHO FILM YANG BANYAK DIBICARAKAN ORANG ITU

Nah ini juga jawabannya luas sekali. Tapi jika melihat postingan saya, pasti membaca saya banyak menyinggung tentang film ini, jawabannya: Inception.

  • DALAM SUATU ALIRAN, JUDUL FILM INI DIPAKAI UNTUK MENGGAET WANITA

Poetry. “Dalam suatu aliran” ini saya maksudkan adalah aliran sastra atau golongan tertentu, dan hal yang [mungkin] bisa menggaet wanita adalah puisi.

  • “BROMANCE”-NYA DARI FILM CLUE NO 3 YANG BANYAK DIBICARAKAN ORANG ITU

Catfish. Untuk menjawab petunjuk nomer 3 harus tahu nomer 6 dulu. Jadi yang saya sebut “bromance” adalah “Catfish” dan “The Social Network” saling mendukung satu sama lain dan seolah tidak bisa dipisahkan seperti romantisme pertemanan yang solid.

  • FILM INI DIHANTUI OLEH KASUS SUTRADARANYA PULA

Yup. “dihantui” sudah menjadi petunjuk kuat, dari kata “ghost”, jawabannya: “The Ghost Writer”

  • FILM INI BERCERITA DI LOS ANGELES, NAMA BELAKANG SUTRADARANYA SANGAT TERKENAL

Somewhere. Bercerita di Los Angeles, lebih tepatnya di hotel mahal Chateau Marmont. Nama belakang sutradaranya sangat terkanal, ya “Coppola”. Nama dari ayahnya Francis Ford Coppola. Orang di balik film terkenal itu, The Godfather.

  • BERCERITA DI LOS ANGELES LAGI, KALI INI ORANGNYA SINIS

Ada yang berhasil menjawab dengan benar. Yup. Greenberg. Orangnya sinis.

  • 10.  FILM YANG NAMPAKNYA TIDAK BEGITU DIKENAL, INTINYA PASANGAN MUDA BERTARUNG DENGAN PASANGAN DEWASA

Jawabannya Everyone Else.

Terima kasih yang sudah susah payah untuk menyempatkan waktunya menebak petunjuk dari saya tersebut. Sampai di sini rangkuman film-film terbaik di tahun 2010 versi saya.

Jangan lupa untuk menyimak daftar nominasi untuk 2nd Annual AwyaNgobrol™ Awards yang akan diumumkan besok.

Advertisements

10 thoughts on “Awya’s Top 10 Films of 2010

  1. good list. kayaknya gw mesti nonton beberapa film lagi nih biar list gw makin mantep (termasuk Somewhere dan Poetry).

    btw, itu A Prophet kenapa gambarnya Toy Story 3? 😀

  2. tidaaaak! saya haya menebak 6 benar dari 10.
    kirain yg latar los angeles dan sutradaranya terkenal itu a single man soalnya tom “ford” ford kan nama mobil haha. but yeah your #1 is surprising.

  3. list yang keren dari 25 film yang masuk list baru 8 yang di tonton !!!!!! kapn neh list tahun 80 sama 90anya keluar

  4. Manis ya list bang Awya
    dari 25 sudah kutonton 15.
    Eh ngak nyangka looh #1.Somewhere, kukira malah Exit Through Gift Shop – sama dgn pilihan Kristapley
    Deg deg an apakah request Valhalla Rising ditampung.
    well biar saya saja yg mempromosikannya.

  5. no.1 nya surprise bgt nih gw kira Exit Through Gift Shop, abisnya tweetan mu mengarah kesana hahahhahahha…
    waduh aq nonton marathon dulu nih biar bisa bikin list hahhahahhaa..top

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s