Awya’s 10 Music Videos of 2010

Ini adalah seri terakhir dari top ten of the year di bidang musik dari saya. Setelah lagu dan album yang saya berikan, kini giliran musik video yang waktunya dibahas. Ibarat sebuah film, kadang ada aturan kalau sebuah video musik harus menceritakan isi dari lagunya. Ah, tidak juga. Kalau musik video bisa tetap menyampaikan spirit dari lagunya, namun dengan sebuah penampilan yang berbeda, tentu itu poin tambahannya.

Honorable Mentions:

Video dari Cee-Lo untuk lagu “Fuck You” begitu kocak menampilkan kronologi kebencian yang terjadi pada si penyanyi. Begitupun musik video yang ditampilkan oleh Hot Chip dalam “I Feel Better” yang seolah mengolok para boyband. Ada juga video eksplisit nan artistik dan absurd milik Klaxons “Twin Flames” yang tidak berhasil masuk sepuluh besar saya. Lihat juga semangat enerjik dan gerakan kaki Janelle Monae di video “Tightrope” yang begitu semangat. Tidak kelupaan simak bagaimana lucunya tingkah anak-anak memperebutkan gadis yang dicintainya dalam “Tighten Up” nya The Black Keys.

Inilah sepuluh music video pilihan saya tahun ini.

[The Top Ten]

#10

“Rude Boy”

Rihanna

Directed by Melina Matsoukas

Ini adalah videonya Rihanna yang paling beda. Paling ceria dan nakal, tentu juga paling sederhana, hanya melalui layar hijau. Kalau sadar, “Rude Boy” pula adalah lagu paling tidak pantas untuk menyelip di album “Rated R”-nya. Ketika Rated R berusaha bercerita tentang kekelaman yang ia alami setelah dibogem oleh Chris Brown, “Rude Boy” merupakan lagu paling berlawanan dari tema album itu. Dengan video ini, Rihanna menampilkan sisi lain yang jauh dari video “gelap” yang sering ia tampilkan. Kalaupun dikatakan, “oops, beraninya dia mencontek videonya M.I.A”, saya lebih senang menyebutnya; dia tengah menantang seorang M.I.A.

#9

“O.N.E”

by Yeasayer

Directed by Radical Friend

Yeasayer punya musik video yang selalu menarik. Lihat saja video “Ambling Alp” atau “Madder Red” yang sama menampilkan objek yang aneh. Dalam “O.N.E” konsep makhluk aneh itu juga muncul namun digabung dengan sisi fun dan enerjik yang dimainkan oleh lagunya. Penempatan tiga penari yang muncul di tengah gegap gempita klub di video ini, sungguh menarik.

#8

“White Knuckles”

OK Go

Directed by Trish Sie

Salah satu video yang kocak tahun ini. OK Go mengajak para anjing dan seekor kambing ke dalam videonya. Terdengar aneh bukan? Tapi coba lihat betapa asiknya para anggota OK Go ini bermain-main dengan binatang terlatih itu. Menjadikan ini sebuah video yang begitu lucu.

#7

“Born Free”

M.I.A

Directed by Romain Garvas

Video kontroversial ini, ketika diluncurkan di YouTube harus dihapus karena konten kekerasannya yang begitu ekplisit. Boleh dibilang merupakan video musik paling brutal yang pernah saya lihat. Bercerita tentang anggota SWAT (yang entah alasannya apa) memukuli dan membawa paksa para remaja ke dalam bis, lalu (dalam adegan yang begitu dramatik) menembakinya tanpa ampun. Entah apa yang ingin M.I.A sampaikan. Alegori politik yang selalu penyayi ini sampaikan begitu tegas dan tentu saja mengkritik dengan keras.

#6

“The Suburbs”

Arcade Fire

Directed by Spike Jonze

Video yang disutradarai oleh Spike Jonze ini diambil dari film pendek “Scenes from Suburbs”.  Bercerita tentang anak remaja daerah suburban yang terlihat begitu sama dengan anak remaja lainnya. Bersepeda. Bermain. Tertawa bersama. Dalam konsep “bercerita” itu pula hal naratif biasa yang muncul pada sebuah video disatukan pada makna lagu yang terdapat pada “The Suburbs” sendiri. Lihatlah, ending video ini begitu menggugah.

#5

“Cold War”

Janelle Monae

Directed by Wendy Morgan

Sebut saja video ini sebagai video emosi, atau apalah itu. Tentu bisa dilihat bahwa kesederhanaan video dibalut dengan bagaimana piawainya Jannelle Monae mengolah emosi dari datar hingga mengeluarkan air mata sangatlah menarik. Lihat bagaimana Monae ber-lypsynch lalu tiba-tiba berhenti dan hendak berteriak tertahan. Kemudian air matanya meleleh perlahan. Sederhana saja, tapi bercerita begitu besar.

#4

“Giving Up the Gun”

Vampire Weekend

Directed by The Malloys

Salah satu video yang terasa “aneh” ini ternyata menampilkan “bintang tamu” yang begitu dikenal. Bercerita tentang kejuaraan tenis indoor yang tengah terjadi, seorang wanita “tangguh” harus menghadapi berbagai macam jenis lawan yang harus ia hadapi. Di sinilah bintang tamunya diperkenalkan. Mulai dari Joe Jonas, Daft Punk (!), sampai kemuncullan Jake Gylenhall pun berhasil dibabat oleh wanita ini. Begitu aneh namun menarik sekali.

 

#3

“Telephone”

Lady Gaga ft. Beyonce

Directed by Jonas  Akerlund

Tidak ada salahnya jika menyebut video musik dari penyanyi nyentrik Lady Gaga menjadi yang selalu ditunggu. Begitupun ketika “Telephone” dirilis yang kalau boleh dibilang salah satu video paling liar sekaligus kocak yang dirilis tahun ini. Homage pada film-filmnya Quentin Tarantino pun terasa begitu kental. Dari penggunaan mobil Pussy Wagon yang dipakai Uma Thurman di Kill Bill atau penggunaan nama Honey Bee pada Beyonce yang tentu menjadi referensi dari Hunny Bunny di Pulp Fiction. Begitu pula homage pada video Shania Twain yang hadir menjelang akhir video. Kekompakan Lady Gaga dan Beyonce (yang  di sini lebih tepat disebut sebagai alter-ego-nya, Sasha Fierce) tentu sedikit mengingatkan dengan “Thelma & Louise”. Adegan awal ketika gaga dimasukkan ke penjara, kemudian salah satu penjaganya berkata, “I told you she didn’t have a dick”, tentu saja ingin menjawab rumor bahwa dia bukan seorang transgender. Jikapun ada yang menganggap video ini “ugly” (seperti yang disinggung Armond White), setidaknya kita tahu bahwa puntung rokok dan kaleng soft drink memiliki fungsi lain pula.

#2

“Runaway” (Short Film version)

Kanye West

Directed by Kanye West

Kanye West mengaku bahwa ketika membuat film pendek berdurasi 35 menit ini, sutradara yang menjadi inspirasinya adalah Federico Fellini dan Stanley Kubrick. Selain itu tentu saja terinspirasi pula dengan “Thriller”-nya Michael Jackson. Dalam “Runaway” versi panjang ini, West banyak mengambil referensi dari kejadian hidupnya sendiri. Seperti mobil hancur di awal video yang mengacu pada kecelakaan yang pernah ia alami. Sekaligus, ini menjadi strategi jitu utnuk menjual albumnya, karena sample lagu-lagunya dimainkan di sepanjang film ini (tentu porsi lagu “Runaway” paling utuh). Meskipun ketika menonton video ini pikirin kita akan segera tahu bahwa Kanye West aktor yang buruk, namun setidaknya ia sutradara yang mengerti dengan ambisinya sendiri.

“#1

“This Too Shall Pass” (Rube Goldberg Machine version)

OK Go

Directed by James Frost

Bisa dibilang, OK Go adalah satu diantara sedikit band yang begitu peduli dengan video musiknya. Selalu saja menghadirkan keheranan yang begitu asik tiap kali melihat video dari band ini. Jadi tidak heran jika dua videonya masuk daftar saya ini. Kalau di “White Knuckle” OK Go bermaiin-main dengan kocak dengan anjing, maka di “This Too Shall Pass” versi mesin Rube Goldberg ini, OK Go lebih gila dan kreatif dengan membuat versi mesin Rube Goldberg raksasa yang melibatkan tak kurang dari 700 barang-barang rumahan yang digunakan untuk mewujudkan video yang sangat kreatif ini. Kadang seperti melihat adegan-adegan di filmnya Tim Burton yang memang setia menghadirkan konsep mesin Rube Goldberg ke dalam filmnya. Sangat kreatif. (silakan coba lihat video versi marching band dari lagu ini).

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s