Awya’s 10 Songs of 2010

Menginjak akhir tahun, sudah menjadi kebiasaan mengumpulkan daftar untuk apa saja yang terbaik sepanjang tahun menjadi sebuah rutinitas yang nampak begitu menarik. Untuk memulainya, minggu ini akan saya habiskan dengan menghadirkan daftar sepuluh terbaik di dunia musik (album dan video musik menyusul), dengan kemungkinan untuk film akan menyusul di penghujung Desember atau Januari nanti mengingat begitu banyaknya film yang belum sempat ditonton di tahun ini. Menyusul Kemudian 2nd Annual AwyaNgobrol™ Awards sebuah ajang “fun” yang dibuat dengan menghadirkan nominasi versi terbaik dari saya (belum ada tanggal pasti kapan akan dirilis).

Sebelum sampai ke semua itu, mari kita mulai dengan menghadirkan sepuluh lagu yang berhasil menarik minat saya di tahun ini. Baiklah. Mari kita mulai perhitungan mundurnya.

Honorable Mentions:

Rasanya begitu sulit hanya menghadirkan sepuluh lagu saja untuk mengisi daftar ini, namun semakin melebar pula ketika ruang untuk daftar ini ditambahkan lagi. Semakin banyak saja lagu yang rasanya sayang untuk ditinggalkan. Maka tentu saja saya hendak memberi sedikit “teriakan” kepada lagu-lagu yang saya nikmati dengan keasyikan tersendiri, namun belum berhasil menjadi sepuluh besar tahun ini. Kita mulai dengan “Horchata” dari Vampire Weekend yang terdengar begitu asyik. Kemudian ada “Little Lion Man” dari Mumford & Sons yang begitu enerjik dan menggugah. Kemudian muncullah Kanye West dengan kumpulan lagunya yang sulit sekali untuk dipilih satu saja, ada “Runaway” yang begitu jenius, “All the Lights” yang ramai, dan “Monster” dengan penampilan Nicki Minaj yang menjadi bintang di lagu ini. Arcade Fire “Rococo” dan “Sprawl II” terdengar begitu menenangkan. Kemudian “Yamaha” dari The Dream terdengar berbeda dari karakternya selama ini. Ada beberapa yang nyaris masuk ke daftar saya seperti “Swim” dari Surfer Blood, “Zebra” dari Beach House, “On Melancholy Hill” dari Gorillaz dan “Rambling Man” dari Laura Marling. Sampai yang terakhir, lagu yang bagi sebagian terdengar begitu menyebalkan, namun mampir sebagai guilty pleasure saya tahun ini; “Like A G6” dari Far East Movement. Baiklah sebelum semakin melebar. Kita mulai saja untuk daftar 10 terbaiknya.

 

[the top ten]

#10

“Tightrope”

By Janelle Monae (ft. Big Boi)

Janelle Monae adalah penemuan yang paling memikat di tahun ini. Atau apalah artinya itu. Dalam diri seorang Monae, ada keanehan yang begitu menarik dan sungguh hebat untuk disimak. Dalam “Tightrope” Monae tengah mengenalkan bagaimana berbakatnya penyanyi ini. Dengan atmosfir “rat-tat-tat” yang kental, ditemani seorang Big Boi (Outkast), “Tightrope” begitu mengasyikkan.

#9

“I Feel Better”

By Hot Chip

Dalam wujud yang terasa menghangatkan ini, “I Feel Better” terlihat sebagai sentiman pribadi yang begitu personal. Lirik yang ringan menghadirkan keinginan yang tak pernah bosan untuk mendengarkan.  Lagu ini selalu menghadirkan keasyikan yang aneh. Lihat juga video musik lagu ini yang begitu kocak.

 

#8

“Heaven’s on Fire”

By The Radio Dept.

Dimulai dengan sample monolog yang memikat (atau retorik) dari Thurston Moore, “Heaven’s On Fire” terdengar sedikit ambisius, hingga kemudian iringan piano khas begitu meneduhkan dengan lirik yang sederhana tersebut, namun menyimpan enigma tersendiri. Trio asal Swedia ini menghadirkan lagu pop terbaik di tahun ini.

#7

“Go Do”

By Jonsi

Figur Jonsi sebagai penyanyi utama di Sigur Ros tentu menjadi perbandingan ketika ia bermain solo. “Go Do” terlihat tidak begitu lari dari karakter yang dihadirkan Sigur Ros. Namun bukan berarti “Go Do” terlihat biasa, tetap unik dan menarik. Lengkap dengan falsetto yang khas, “Go Do” terdengar begitu gembira dengan orkestrasi perkusi dan ramainya iringan yang menemani.

#6

“Rude Boy”

By Rihanna

“Rude Boy” adalah salah satu lagu dari Rihanna dengan sisi paling nakal yang pernah ia tampilkan. Dan sekali lagi menghadirkan pertanyaan yang sama yang pernah saya lontarkan dulu lewat “Umbrella”, apa jadinya jika “Rude Boy” dinyanyikan oleh penyanyi lain? Di sinilah karakter pekat yang dimiliki Rihanna muncul dengan balutan musik “ragamuffin-style”, dilengkapi dengan sedikit ornamen ska, dan tentunya aspek lantai dansa yang pas. “Rude Boy” begitu identik dan otentik.

#5

“O.N.E”

By Yeasayer

Dengan lirik yang mudah diingat serta balutan ekstravaganza elektronik yang pekat, “O.N.E” tentu mengingatkan dengan beberapa kelompok yang hobi meracik aransemen eletronik sebagai sajian utamanya.  Rumit dan berisik kadang menjadi slogan yang sering dilontarkan. Namun, “O.N.E” terdengar lebih ringan dan mudah diingat. Memang tidak seepik “Animal Collective”, namun begitu adiktif? Jawabannya; YA.

#4

“Fuck You”

By “Cee-Lo”

Boleh jadi, lagu paling “casual” yang dirilis tahun ini, lengkap dengan judul kotor yang terdengar begitu khas dan kocak keluar dari mulut frontman Gnarls Barkley ini. Dalam kondisi ini “Fuck You” terasa begitu vulgar dan satirikal. Sekaligus tanpa lupa menyelipkan sisi bodoh yang begitu menggelakkan. Dengan lirik yang begitu gampang diingat dan terdengar teramat “catchy”, cukup dengan satu kata saja: klasik!

#3

“Impossible Soul”

By Sufjan Stevens

Jika “The Age Adz” adalah magnum opus yang bisa dibuat seorang musisi, maka jangan lupakan, di dalamnya ia bisa pula menciptakan silsilah magnum opus yang semakin membuat isi album itu begitu menakjubkan. “Impossible Soul” adalah salah satu contoh “kegilaan” sebuah musisi pada tingkat yang paling mumpuni. Ibarat sebuah perjalanan yang panjang, ada fase ritmis dalam lagu berdurasi 25 menit ini. Dalam durasi lagu yang boleh dibilang menghabiskan ruang sepertiga dari seluruh albumnya, “Impossible Soul” mengajak pada sebuah aspek meditatif pertama kali, kemudian distorsi elektrik, lalu mengajak untuk bergirang dan berjingkrak, dan ditutup pada sebuah lantunan perenungan. Empat fase yang dihadirkan lagu ini begitu menggugah. “Imposible Soul” adalah definisi nyata dari kata epik.

#2

“Dance Yrself Clean”

By LCD Soundsystem

Mengenal James Murphy nampaknya akan berkenalan pada kata jenius dalam musik. Katakan saja, ia telah membuat sebuah jarak yang begitu lebar untuk berhasil dilewati dirinya sendiri. Ingat bagaimana dalam konsep alunan piano motonon yang dihadirkan “All My Friends”, James Murphy mengolah emosi yang begitu seksi? Maka, dalam “Dance Yrself Clean”, James Murphy bermain dengan dinamika, kapan tepatnya sebuah nada diteriakkan, kapan seharusnya lembut dan pelan, dan kapan hentakan ritmis yang layak membuncah lantai dansa diluncurkan. Tak ada lagu yang begitu asik seperti dinamika yang dihadirkan lagu ini. Tiga menit awal adalah sebuah transisi ringan yang menghadirkan hentakan elektronik yang mengagumkan. James Murphy berhasil lagi.

#1

“Excuses”

By The Morning Benders

Sederhana saja; lagu ini begitu lugu. Menghadirkan atmosfir coming of age yang begitu kental, “Excuses” menghadirkan keluguan yang begitu jujur, terkadang begitu indah untuk didengar. Mungkin, campur tangan Chris Taylor (Grizzly Bear) menjadi pengaruh besar mengapa lagu ini begitu nikmat untuk didengarkan (dan didendangkan), atau sebenarnya energi “muda” yang dimiliki The Morning Benders memang pas diracik ke dalam balutan yang manis ini. Dimulai dengan gemuruh yang mengingatkan dengan dentuman suara ombak, lalu diiringi iringan gitar elektrik, piano bermain, perlahan rasanya ingin mengulang “dum du-dum du-dum” di pertengahan lagu itu berkali-kali, lalu seketika orkestrasi mengiringi dengan gempita. Perhatikan lirik pembuka ini; “You tried to taste me, and I taped my tongue to the southern tip of your body”. Lalu beranjak ke sisi lain; “I put no one else above us, we’ll still be best friends when all turns to dust”. Jujur dan lugu. Boleh ditambahkan: manis.

Simak penampilan The Morning Benders menyanyikan  “Excuses” di bawah ini:

Itu tadi rangkuman untuk sepuluh lagu terbaik tahun ini versi saya. Untuk album dan musik video akan menyusul nanti. Terima kasih telah menyimak.

Advertisements

3 thoughts on “Awya’s 10 Songs of 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s