Oscar Buzz: Melirik “Black Swan”, Anne Hathaway, dan Para Feminis

Hi, I’m back! Setelah menempuh masa kevakuman selama sebulan (do I really need to say this?) rasanya sudah tidak lama lagi untuk berkeluh-kesah dengan “mainan” yang akan dimulai pergulatannya mulai awal bulan nanti. Yup, Oscar Season. Dengan dimulainya Venice Film Festival yang dibuka oleh “Black Swan” serta premiere film yang paling saya tunggu, “Somewhere” dari sutradara yang disebut sebagai versi wanitanya seorang Wong Kar-wai, siapa lagi kalau bukan Sofia Coppola. Serta gudangnya kandidat nominator Oscar yang akan premiere di Toronto International Film Festival bulan September nanti, rasanya pergulatan tahun ini terasa semakin seru. Catat satu hal ini: “Toy Story 3” adalah satunya-satunya film yang sudah punya tiket “default” untuk masuk ke sepuluh besar. “Inception”?  Dengan perolehan box-office-nya yang begitu memikat, menjadi film kedua yang meraih status “default” tersebut. Jadi resep untuk film-film yang kemungkinan masuk bisa ditelaah lewat rumus yang ditampilkan tahun kemarin. Intinya pihak Oscar menjadikan nominasi Best Picture menjadi sepuluh adalah untuk membuat Oscar sendiri bisa disukai segala kalangan. Sebagai identitas bahwa inilah sepuluh film terbaik dari berbagi sisi di perfilman Hollywood.

Tahun lalu di sisi animasi ada, “UP”, tahun ini “Toy Story 3”. Tahun lalu ada “District 9” dari genre sci-fi, tahun ini kita punya “Inception”. Lalu film apakah yang menjadi “The Blind Side” tahun ini? Atau film apakah yang akan mewakili identitas “arthouse” di sepuluh besar yang tahun lalu diwakilkan oleh “A Serious Man”? Atau film apakah yg mewakili film dengan sebutan zeitgeist seperti ‘Up in the Air” kemarin yang menghadirkan sisi ekonomi rakyat Amerika yang sesuai dengan kondisi mereka saat itu? (Mungkin saya salah, tapi saya mencium “The Social Network” termasuk kandidat kuat yang memiliki kans itu. Facebook? Siapa yang tidak kenal?). Beberapa film yang menggusung status “Oscar-Bait” sudah banyak bermunculan, termasuk “Nevel Let Me Go” yang menampilkan dua mantan nominator Best Actress, Carey Mulligan dan Keira Knightley. Begitu juga salah satu proyek yang menerima komentar skeptis ketika diumumkan, yaitu tentunya proyek Facebook dari seorang David Fincher. Namun setelah trailernya dirilis, sebagian besar malah berbalik penasaran dengan sentuhan Fincher pada film tentang jejaring sosial yang kita kenal isinya orang-orang berbagai rupa, dari kutu buku sampai yang di negeri ini disebut “alay” tersebut.

“Black Swan”

Trailer:

Saya sempat mengatakan bahwa “Black Swan” adalah salah satu film yang paling saya tunggu di tahun ini (pada postingan saya bulan januari lalu saya meletakkan film ini di peringkat 3 setelah “Tree of Life” dan “Inception” sebagai most anticipated). Setelah melihat trailernya, jelas semakin tertarik untuk melihat film terbaru dari Darren Aronofsky ini. Natalie Portman terlihat menjanjikan. Dalam sejarah Oscar, Aronofsky berhasil mengantarkan dua penampilnya meraih nominasi Oscar. Ellen Burstyn melalui “Requiem for a Dream” dan mengangkat nama “Mickey Rourke” lagi lewat “The Wrestler”. Menurut kabar dari pihak yang sudah melihat filmnya, “Black Swan” bukanlah tipikal Best Picture Oscar. Cukup beralasan, karena jika melihat track-record seorang Aronofsky, satu-satunya filmnya yang sedikit rmenyentuh aspek “Oscar-material’ adalah “The Wrestler”. Namun, Aronofsky selalu kuat di sisi aktornya. Jadi, nominasi untuk seorang Natalie Portman sangat terbuka. Lihat saja sebagaimana jauh para kritikus memuji aktingnya, dan jika “Black Swan” meraih pujian, silakan masukkan Natalie Portman sebagai kandidat kuat nominator tahun ini.

“Love and the Other Drugs”

Trailer:

Trailer film ini menurut seorang sumber yang sudah membaca skrip film ini, sebenarnya cenderung mengalihkan inti dari cerita film ini yang sebenarnya lebih fokus pada karakter yang dimainkan oleh Jake Gylenhall sebagai seorang sales Viagra, dan karakter Anne Hathaway yang menderita Parkinson boleh dibilang sebagai supporting saja dan katanya baru muncul setelah 20 menit film berlangsung. Berbagai komentar tentang penampilan memukau dari seorang Anne Hathaway sebagai penderita Parkinson (yang menurut sebuah sumber sengaja tidak ditampilkan di trailernya) merupakan salah satu perbincangan hangat mengenai kansnya meraih Oscar. Sebenarnya saya sendiri tidak yakin dengan perbincangan ini setelah melihat trailernya. Namun tergelitik ketika membaca artikel Jeff Wells yang menurutnya dari “trusted source” Hathaway punya peluang besar. Jikapun itu memang benar, ini pertanyaan saya: setelah tiga ratu komedi Hollywood meraih Oscar di dekade yang sama: Julia Roberts (2000), Reese Witherspoon (2005), dan yang paling gress Sandra Bullock (2009), mungkinkah ratu komedi yang paling belia ini meraih Oscar pertamanya di dekade yang baru ini? Setidaknya Anne Hathaway telah memiliki resep ampuh yang dimiliki tiga ratu komedi sebelumnya: America’s Sweetheart. Kita lihat saja.

“Made In Dagenham”

Trailer:

Ada satu hal harus diingat ketika berbicara Oscar, sebagian juri yang memilih adalah British, jadi jangan pernah meragukan kekuatan pemilih dari negeri ratu Elizabeth ini. Tahun lalu “An Education” adalah wakil mereka. Tahun 2007, “Atonement” adalah wakil mereka. Tahun ini bisa jadi “The King’s Speech” berpeluang besar. Namun sebelumnya bagaimana kalau kita lihat trailer dari “Made in Dagenham” yang akan memiliki status “feel-good-movie” seperti “An Education” tahun lalu. Bercerita mengenai perjuangan para buruh wanita untuk menerima gaji yang setara dengan para buruh laki-laki ini memiliki resep tipikal film Oscar: based on true story. Semakin bersemangat ketika melihat Sally Hawkins tampil sebagai bintang utama. Setelah dengan sangat menyedihkan tidak berhasil meraih nominasi lewat “Happy-Go-Lucky”, mungkin, ini saatnya untuk meraih kesempatan bagi seorang Sally Hawkins. Kita lihat saja perjuangan “Made in Dagenham” nanti.

Sampai di sini dulu bahasan untuk Oscar kali ini. Selama beberapa bulan ke depan akan masih banyak lagi yang bisa terjadi. Tentunya perasaan penasaran masih saja menggugah untuk mengetahui isi di balik film yang paling saya tunggu, “Tree of Life”, filmnya Coen Brothers yang menampilkan peraih Oscar tahun lalu Jeff Bridges lewat remake “True Grit”, dan tentunya isi di balik “127 Hours” dari seorang Danny Boyle yang tentunya menampilkan James Franco dalam penampilan tunggalnya. Kita nantikan saja sejauh mana segala spekulasi prematur ini berujung. See you on the next Oscar Buzz!

Advertisements

One thought on “Oscar Buzz: Melirik “Black Swan”, Anne Hathaway, dan Para Feminis

  1. Gue ud liat trailer blackswan n love and other drugs, gw inget lo dulu pernah nge twweet ttg prediksi anne hathaway masuk oscar tp begitu liat trailernya gw jd ga yakin, kok filmnya jd biasa aja ya below my expectation. Hahaha kayak chickflick gt, naaah kalo blackswan gw penasaran gilaa, keren bgt kayaknya ada misteri psikologisnya dan ya worth it bgt oscar utk natalie portman, semoga. At least nominasi ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s