15 Animated Characters of All Time

Sebenarnya list ini disiapkan untuk bulan Juni lalu sehubungan dengan dirilisnya salah satu film terbaik di tahun ini, “Toy Story 3”, hanya saja karena kesibukan yang melanda, postingan ini jadi terpending untuk beberapa minggu. Saya juga telah menyiapkan daftar animasi favorit saya sepanjang masa yang akan saya posting nanti.

Tentunya ketika menonton film animasi, ada beberapa karakter dalam animasi tersebut yang menjadi favorit kita. Ini adalah 15 karakter dalam film animasi yang menjadi favorit saya sepanjang masa. Silakan menyimak!

15 Animated Characters of All Time:

#15

“Poo”

(Kungfu Panda, 2008)

Okay, Poo, satu-satunya karya Dreamworks di daftar ini (dan ya, saya tidak memasukkan Shrek di daftar ini), dia sosok beruang gendut yang terobsesi menjadi pahlawan. Memang tidak ada terlalu banyak sisi esensial yang begitu kentara pada sosok Poo, namun pada suatu sisi dia berhasil menghadirkan sisi komedi yang begitu enak untuk dinikmati.

#14

“Elastigirl”

(The Incredibles, 2004)

Pixar, sering dikritisi karena jarangnya menghadirkan karakter perempuan yang kuat, namun lewat The Incredibles, Pixar menghadirkan “Elastigirl” ibu tangguh yang sedikit over-protected, menjadi sosok superhero yang memikat. Baginya, keluarga adalah hal terpenting, hingga ketika menyadari suaminya dalam keadaan bahaya, ia akhirnya kembali menjadi sosok perempuan elastis yang lentur.

#13

“Kirikou”

(Kirikou et la sociere, 1986)

Memang aneh, “Kirikou” terlahir dengan berjalan sendiri dari kandungan ibunya, dan ia langsung bisa berlari kencang. Semakin unik karena ia juga memiliki kekuatan sihir yang digunakannya untuk menolong desanya yang dilanda kemarahan penyihir jahat. Kirikou mungkin nyaris tidak menampilkan sebuah realitas, karena filmnya sendiri berdasar dari cerita rakyat Afrika. Tapi, satu hal yang penting, Kirikou memiliki semangat yang begitu kuat.

#12

“Chihiro”

(Spirited Away, 2002)

Dalam sosok Chihiro kita menemukan banyak hal. Gadis manja yang kemudian menjadi tangguh dan pemberani. Dalam beberapa sisi, Chihirio bukalah sosok gadis sempurna yang kebanyakan dimunculkan pada animasi, namun Miyazaki mengajak kita untuk melihat kekurangan itu untuk mengerti perubahan dirinya.

#11

“Thumper”

(Bambi, 1943)

Ketika Bambi menghadirkan sisi melankolis, maka hadir Thumper, kelinci lucu yang memberikan kecerian bagi Bambi. Ia pula yang mengajarkan Bambi untuk berbicara. Posisi Thumper sebagai unsur komedi dalam “Bambi” menjadi pelengkap animasi tersebut, yang bagi saya salah satu animasi terbaik dari Disney.

#10

“Nausicaa”

(Nausicaa of the Valley of the Wind, 1979)

“Nausicaa” adalah bentuk sosok heroin pertama yang diperkenalkan Hayao Miyazaki dalam karyanya. Nausicaa yang begitu tangguh, pemberani, dan tentunya penyuka lingkungan, merupakan satu refleksi dari sentuhan Miyazaki di dalamnya yang juga menghadirkan karakter dirinya sendiri; seorang feminis dan pecinta lingkungan. Melalui Nausicaa, Miyazaki mengenalkan kita tentang karakter wanita pertama yang kemudian selalu hadir kuat di karya-karya beliau berikutnya.

#9

“Remy”

(Ratatouille, 2007)

Banyak yang tidak menyukai “Remy” karena ia sebenarnya sosok kontradiktif yang harus mengambil simpati dari penonton—yang tentu saja manusia—(hey, Remy itu tikus, dan dia di dapur!), namun, di sinilah Pixar membuat saya menarik simpati dengan keambisiusan dan cita-cita tikus mungil ini untuk menjadi juru masak handal di negeri “antah berantah” bernama Paris. Dari Remy kita belajar tentang makna “anyone can cook”. Setiap orang bisa melakukan apapun asal ada niat dan usaha.

#8

“Mr. Fox”

(Fantastic Mr. Fox, 2009)

Tahun lalu, ketika Mr. Fox dikabarkan akan disulihsuarakan oleh George Clooney, banyak yang penasaran bagaimana jadinya. Berhasil. Karakter Mr. Fox yang terkadang sembrono, sosok ayah yang berniat memberi yang terbaik bagi keluarganya namun berakhir dengan ancaman bagi mereka, serta dilengkapi dengan gestur luwes, dan suara “ck..ckk..” yang jadi ciri khas Mr. Fox, menyatu dengan suara Clooney dalam karakter itu. Salah satu karakter dari Roald Dahl yang paling disukai.

#7

“Woody”

(Toy Story 1-3)

Jika “Buzz” adalah sisi komedi dari “Toy Story”, maka “Woody” adalah sisi kedalam dari cerita animasi itu sendiri. Tidak dipungkiri “Woody” merupakan mainan kesayangan dari Andy, ia adalah sosok pemimpin dari rombongan para mainan kocak tersebut. Meskipun begitu, Woody pun adalah gambaran kecil dari sisi manusia juga, yang mana memiliki rasa kecemburuan ketika melihat posisinya diambil orang lain. (Ingat ketika Buzz Lightyear mengalihkan perhatian Andy dari Woody). Sampai seri ketiga sekarang, satu hal yang selalu mengusik saya, anehnya terkadang saya merasa Woody itu tidak disuarakan oleh Tom Hanks, melainkan berbicara sendiri. Ia terasa begitu hidup.

#6

“Mike Wazowski”

(Monster, Inc., 2001)

Tahukah anda kalau Billy Crystal merupakan pilihan awal yang akan mengisi suara “Buzz Lightyear” (yang kemudian disesalinya karena menolak tawaran tersebut), maka Pixar kemudian menawarakan komedian tersohor ini untuk mengisi suara Mike Wazowski, monster hijau sahabat Sulley yang bertugas menakuti anak kecil, yang sebenarnya ia sendiri malah takut dengan anak kecil. Mike merupakan sosok “badut” yang kocak dan terkadang bertingkah konyol. Persahabatannya dengan Sulley mengingatkan kita dengan Woody dan Buzz.

#5

“Dumbo”

(Dumbo, 1943)

Salah satu karakter Disney paling disayangi sepanjang masa, Dumbo, gajah kecil bermata biru dan berkuping lebar yang dikirim dari negeri awan, adalah salah satu karakter unik yang menyimpan sisi moral seperti kebanyakan karya Disney. Dari Dumbo kita melihat sebuah perjuangan. Dan, hey, gajah ini benar-benar bisa terbang!

#4

“Buzz Lightyear”

(Toy Story 1-3)

Karakter terlucu dari Pixar. Apa yang menyebabkannya begitu lucu? Buzz Lightyear merupakan sosok “polos” yang selalu menganggap dirinya adalah seorang superhero luar angkasa yang menjengkelkan karena ia begitu narsis dan sayangnya terkadang ia tak sadar bahwa ia sebenarnya hanyalah mainan. Di satu sisi ia juga adalah sosok sahabat yang begitu setia, selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk sahabatnya, Woody. Masih terngiang dengan jelas ketika ia berubah menjadi orang Latin dalam seri teranyarnya, meledakkan tawa yang tak henti-hetinya membuat saya harus menjaga nada suara agar tidak terlalu berisik di dalam bioskop.

#3

“Dory”

(Finding Nemo, 2003)

Ketika Pixar dikritisi begitu lemah dalam penggambaran karakter wanita dan selalu disebut menjadikan karakter wanita sebagai pendamping saja, sedikit yang sadar kalau sebenarnya Pixar telah membuat satu karakter wanita paling kuat sepanjang sejarah Pixar, ia bernama “Dory”, karakter dalam “Finding Nemo” yang paling kuat dan menolong lemahnya karakterisasi “Nemo” dan “Marlin” di film tersebut. Dory merupakan salah satu karakter unik yang berhasil dihadirkan Pixar. Ia terkadang menyebalkan, ia terkadang terlihat lucu, ia pun ternyata begitu serius di satu sisi. Bahkan, Marlin sebenarnya malah belajar banyak dari Dory. Dory adalah gambaran dari sebuah petualangan. Ia penuh semangat. Singkatnya ia adalah refleksi dari petualangan hidup yang tidak ada habisnya. Satu lagi, jika ada yang bertanya siapa pengisi suara animasi terbaik dekade lalu, jawabannya gampang saja, ya, Ellen Degeneres!

#2

“WALL-E”

(WALL-E, 2008)

Ketika Pixar menghadirkan proyek yang sangat ambisius melalui tangan Andrew Stanton, dengan menghadirkan karakter sebuah robot tak rupawan, dekil seperti WALL-E, maka ingin rasanya setiap saat tergiur membahas betapa ajaibnya sosok WALL-E ini. Ia adalah bentuk dari kesendirian, ia pun adalah bentuk dari loyalitas—ketaatan. Menyimak WALL-E mengumpulkan sampah, berjalan di bumi yang kotor hanya dengan kecoak—tak ubahnya gambaran pemulung—selalu menyadarkan saya bahwa ini adalah karya unik nan ajaib yang saat ini dimiliki Pixar. Sangat mengagumkan ketika merasakan emosi lebih dalam dihadirkan sebuah robot daripada melihat tingkah laku manusia sendiri. Jika WALL-E saja bisa begitu humanis (atau lebih tepatnya “robot-is”), mengapa manusia tidak?

#1

“Totoro”

(My Neighbor Totoro, 1988)

Inilah karakter dalam film animasi yang ada di posisi puncak saya. Kemunculan Totoro di “Toy Story 3” begitu menyenangkan, boleh dibilang dia salah satu hal yang saya nanti-nantikan di film itu. Uniknya, jika melihat ending “Toy Story 3”, berarti Woody, Buzz, dan kawan-kawan akhirnya berteman dengan Totoro.

Apa yang membuat “Totoro” begitu spesial? Mari kita lihat penggambaran ini: “Totoro” adalah raksasa, ia monster dengan wajah menyerupai kucing, mulut lebar, dengan hembusan napas yang menyerupai angin kencang, namun ia nampak begitu lucu, begitu menggemaskan bak boneka yang sayang untuk tidak dibelai, di satu sisi ia juga adalah seorang “pahlawan” di mata dua kakak beradik Satsuki dan Mei dalam film ini. Maka, di tangan Hayao Miyazaki, Totoro bukanlah sekedar karakter yang ingin disegani saja, namun Totoro sebenarnya adalah gambaran dari “alam” itu sendiri. Ia begitu bersahabat, ia begitu lucu, ia begitu menggemaskan, namun ia juga besar,  ia tak sepenuhnya aman. Seperti sifat alam itu sendiri.

Itulah 15 karakter favorit saya sepanjang masa. Siapa karakter favorit Anda? Silakan berdiskusi di sesi komentar!

Advertisements

6 thoughts on “15 Animated Characters of All Time

  1. setuju banget tentang suara Woody yang gak terasa kalau itu Tom Hanks! kalau saya sih lebih suka Woody daripada Buzz hehe selain yg dari Pixar, sebagian blom nonton nih

    Btw, kenapa di gambar Dory ada ikan yg dari Shark Tale ya hahaha

  2. senang balik lagi ke blog awya..
    Qu salah satu pecinta karakter dory,mr fox dan Buzz…

    Scratt nya ice age kog ngak ada?
    Padahal kalo aqu buat list sejenis pasti masuk lima besar.
    Hihihi….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s