20 Albums of the Decade

Sebuah lagu yang bagus, belum tentu berasal dari album yang bagus. Itulah mengapa terkadang kita melihat sebuah lagu bagus, terlihat menonjol sendiri di albumnya. Lalu apa yang membuat kriteria album itu bisa dikatakan bagus? Tentu saja, album adalah sebuah kumpulan lagu-lagu yang bersahutan satu sama lain. Tiap lagunya bercerita. Hingga tidak heran album tak ubahnya sebuah novel yang memiliki garis besar narasi, dimana lagu ibrat lembaran bab yang menyatukan cerita itu. Sebuah album yang baik adalah album yang bercerita tentang sesuatu melalui komposisi musiknya yang menawan pula.  Inilah 20 puluh album yang begitu saya sukai, sekaligus saya anggap terbaik di dekade ini.

20 ALBUMS OF THE DECADE

(Rule: 1 artist max. 2 albums only)

[#20-#11]

#20. “Rockferry” by Duffy (2008)

#19. “Elephant” by The White Stripes (2000)

#18. “Stankonia” by Outkast (2000)

#17. “Songs in A Minor” by Alicia Keys (2003)

#16. “In Rainbows” by Radiohead (2008)

#15. “Wolfgang Amadeus Phoenix” by Phoenix (2009)

#14. “Sea Change” by Beck

#13. “Yankee Hotel Foxtrot” by Wilco (2001)

#12. “Discovery” by Daft Punk (2001)

#11. “808’s & Heartbreak” by Kanye West (2008)

[THE TOP TEN]

#10.

“FutureSex/LoveSounds” by Justin Timberlake (2006)

Yup, album pop terbaik dekade ini. Sebagai orang yang tidak menggemari penyanyi ini, saya selalu skeptis dengan albumnya. Pun ketika “Justified” muncul dengan “Cry Me A River”-nya adalah alasan paling ampuh untuk mengolok-olok lagu menye-menye ini sebagai sebuah jawaban untuk Britney Spears. Jawaban halus untuk “Britney, you b****!”. Sampai akhirnya album ini muncul dan membungkam mulut saya. Berkat kolaborasi dengan Timbaland yang mengantarkannya menjadi duo paling mematikan saat ini. Lihat saja, apa yang akan Timberlake dan Timbaland bawa di dekade baru. Nampaknya sesuatu yang tidak kalah spektakuler.

#9.

“Kala” by M.I.A (2007)

Seperti album sebelumnya “Arular”, “Kala” juga menyuguhkan suguhan kritik social dan nuansa politik yang begitu kental. Track-track yang diperdengarkan membuatnya tak ubahnya sebuah “world music” yang menyatu dalam sebuah paket. Mulai dari kolaborasi dengan Timbaland sampai African Boy. Tentu saja “Paper Planes” merupakan track yang paling cukup dikenal. Cukup mewakili apa yang diceritakan album ini.

#8.

“Viva La Vida and All of His Friends” by Coldplay (2008)

Ketika ratusan orang menganggap “A Rush of Blood to the Head” adalah karya terbaik band ini, namun saya baru benar-benar menemukan kenikmatan musiknya di album ini. Mulai dari iringan gempita “Viva La Vida” sampai alunan sederhana “Strawberry Swing” adalah kombinasi paling memikat dari sekian album yang dirilisnya dekade ini.

#7.

“Meriwether Post Pavilion” by Animal Collective (2009)

Album yang usianya paling muda di daftar saya. “Meriwether Post Pavilion” adalah sebuah ekstravaganza, sukacita musikalitas yang ditubrukkan menjadi keriangan begitu gempita dan ramai. Begitu indah. Begitu mengagumkan. Dalam perjalanan 2009 lalu, album ini memang ditakdirkan untuk dipuja-puji kritikus dan pecinta musik indie. Cukup beralasan, karena band yang digawangi oleh Panda Bear ini menghadirkan pencapaian tertinggi dalam sukacita musikalitas. Untuk hal itu, mereka berhak meraih penghargaan tertinggi dengan sebutan: brillian. Mulai dari track pembuka “In the Flowers” sampai pada track penutup “Brother Sport” semua adalah rangkuman kepiawaian yang jenius.

#6.

“Is This It” by The Strokes (2001)

Sangat mudah rasanya menobatkan “Is This It” sebagai album rock terbaik dekade ini. The Strokes dalam “Is This It” mengingatkan kita pada konsep tradisional music rock and roll yang begitu enerjik, penuh dengan lirik-lirik yang lugas, jujur, yang tentunya terdengar tak ubahnya sebagai kritik sosial. Memang, setelah album ini, The Strokes tidak berhasil menghasilkan record yang lebih bagus dari debutnya ini. Tapi tak apalah, sebuah album diingat sebagai salah satu album rock yang pernah dibuat, rasanya sebuah pencapaian yang begitu luar biasa.

#5.

“The College Dropout” by Kanye West (2004)

Sebelum heboh kontroversi menyebalkannya sebagai interuptor paling terkenal seantero dunia setelah membuat seorang penyanyi menangis di atas panggung. Mewarnai banyak parodi televise dimana namanya selalu ditautkan dengan lelucon. Dulu, ketika muncul, Kanye West adalah rapper paling menjanjikan yang pernah muncul di bumi ini, pun rasanya status itu tetap bertahan sampai sekarang. Sebagai seorang penggemar Kanye West, musik adalah ukuran yang paling pasti ketika menilai rapper ini. Dari empat albumnya, semuanya merupakan album yang paling saya sukai di dekade ini dari seorang artis musik. Dalam “The College Dropout”, West bercerita dengan jujur tentang sekolah, keluarganya, hingga keyakinannya dengan Tuhan. Inilah album yang mengenalkannya pada dunia. Inilah Kanye West, yang saya anggap artis paling original yang pernah ada dekade ini. Hingga tak heran seorang kritikus menyebutnya artis solo paling penting sejak kemunculan Prince.

#4.

“Kid A” by Radiohead (2000)

Baiklah, untuk yang satu ini mungkin terasa basi karena hampir seluruh konsesus daftar sejenis memilih album ini sebagai yang terbaik. Radiohead yang salah satu albumnya dianggap sebagai album terbaik sepanjang masa, “Ok Computer” (1997), mengagetkan pecinta musik ketika merilis album ini. Hey, dimana alunan nyaring gitarnya? Banyak yang bertanya-tanya dengan nada cemas, penasaran, sebelum akhirnya terpukau dengan melodi-melodi yang diracik dengan elektro-sense yang kental. “Kid A” sekarang dianggap sebagai album paling berpengaruh dekade ini. Cukup beralasan. Mendengar “Kid A” tak ubahnya mencermati media dengar yang mengutamakan indera pendengaran untuk meresapi makna artistik bernama seni. Penemuan dan terobosan yang dihadirkan oleh Radiohead dalam “Kid A” adalah bukti betapa mengagumkan tangan manusia mengreasikan instrumentasi dan vokal menjadi sebuah produk bernama lagu. Misterius. Inspiratif. Sekaligus meditatif.

#3.

“Sound of Silver” by LCD Soundsystem (2007)

Apa yang begitu spesial dari album ini? Belum cukup puas rasanya gemuruh gempita pujian terhadap “All My Friends” yang menghadirkan dentingan piano minimalis tersebut terdengar begitu “dalam” dengan lirik yang begitu menggugah. Setiap track dalam album ini adalah facet dari jiwa manusia. Durasi albumnya yang kurang dari sejam dengan hanya sembilan lagu berdurasi 5-8 menit, sudah cukup memberikan suguhan paling memikat dalam hebatnya komposisi musik. Tidak ada lagu yang lemah di album ini. Setiap lagunya memiliki kehebatan masing-masing. Secara keseluruhan “Sound of Silver” adalah perjalanan cerita anak muda melalui iringan melodi ketika nuansanya seolah memperjarak arah rock dan dance-electronic itu sendiri.

#2.

“Illinois” by Sufjan Stevens (2005)

Mendengar “Illinois” tak ubahnya membuat kita seperti bercumbu dengan euforia sebuah marching band. Ada terompet nyaring yang senantiasa terdengar di beberapa lagunya. Ada sahut-sahutan paduan suara yang terdengar lirih dikemas dalam lagunya. Pun, pada intinya musik tradisional, folk, muncul bersamaan pula dengan alunan sederhana gitar serta suara lirih Sufjan Stevens yang bagi pendengar musik mainstream, akan mengenal aliran ini pada seorang  Jason Mraz. Dalam “Illinois” kita mendengar potret negara bagian ini yang merupakan konsep dari albumnya sendiri yaitu menceritakan segala hal yang terjadi di Illinois. Mulai dari lagu “John Wayne Gacy, Jr.” yang menceritakan kisah nyata tentang seorang pedofil yang telah membunuh sekitar 30 anak kecil (laki-laki) dan mengubur mereka di lantai rumahnya. Atau simak juga lagu “Chicago” yang sempat dijadikan sebagai soundtrack di film “Little Miss Sunshine”, hingga sebuah lagu dengan judul terpanjang yang pernah saya simak yaitu: “The Black Hawk War, or, How to Demolish an Entire Civilization and Still Feel Good About Yourself in the Morning, or, We Apologize for the Inconvenience but You’re Going to Have to Leave Now, or, ‘I Have Fought the Big Knives and Will Continue to Fight Them Until They Are Off Our Lands!” Jangan kaget, itu beneran judul track kedua dari album ini. “Illinois” menawarkan keunikan ini. Sebuah konsep tentang kehidupan yang terjadi di Illinois. Lalu apakah begitu egois album ini jika hanya orang tertentu yang bisa menikmatinya? Tidak. “Illinois” memang bercerita tentang negara bagian Illinois dari perspektif seorang Sufjan Stevens, namun satu hal yang tidak lupa ia sampaikan: apa yang terjadi di Illinois juga bisa dan mungkin terjadi dimanapun. Apa yang dia ceritakan sebenarnya begitu universal.

#1.

“Funeral” by Arcade Fire (2004)

Apa sebenarnya bentuk Arcade Fire ini? Mulai dari alunan piano, biola, orchestra,  sampai paduan suara terdengar dalam album ini. Dalam debutnya, Arcade Fire menghadirkan sebuah album yang begitu menggugah sehingga tidak keberatan rasanya jika ditanya, bentuk album yang berisi “perubahan hidup”, yup, album ini adalah jawaban nomor satunya. Mengambil judul “Funeral” berdasarkan atas kehilangan keluarga yang dialami ketiga anggotanya. Inilah album ketika kegembiraan dirayakan. Ketika duka diperdengarkan. Ketika kepolosan ditampilkan. Ketika duka berubah ria, ketika ria berganti duka, dan pada akhirnya ketika kita mengerti inilah saatnya untuk bangkit kembali. Arcade Fire mengemas judul tracknya dengan begitu unik, dimana empat diantaranya seolah berseri, mulai dari Neighborhood #1 (Tunnels), Neighborhood #2 (Laika), Neighborhood #3 (Power Out), sampai Neighborhood #4 (7 Kettles) adalah metafora seperti bersenda gurau dengan lingkungan sekitar kita, tetangga, lalu berteriak riang mendendangkan melodi-melodi yang terdengar riuh. Jika ada album yang berhasil memaksa saya menyimak refleksi hidup, inilah dia. Jika ada album yang berhasil membuat saya mengeluarkan setetes haru, inilah dia. Jika ada yang menodongkan pistol di kepala saya, lalu bertanya memaksa: “Apa album yang paling kamu sukai?!” tanpa ragu saya akan menjawab, inilah dia. Dengan sedikit mengumumkan retorika: inilah album yang akan tetap saya dengarkan di sepuluh, duapuluh, atau bahkan limapuluh tahun ke depan.

Best Albums of the Decade from Publications:

Rolling Stone

  1. Radiohead – Kid A
  2. The Stokes – Is This It
  3. Wilco – Yankee Hotel Foxtrot
  4. Jay Z – The Blueprint
  5. The White Stripes – Funeral
  6. Arcade Fire – Funeral
  7. Eminem – The Marshall Mathers
  8. Bod Dylan – Modern Times
  9. M.I.A – Kala
  10. Kanye West – The College Dropout

Pitchfork

  1. Radihead – Kid A
  2. Arcade Fire – Funeral
  3. Daft Punk – Discovery
  4. Wilco – Yankee Hotel Foxtrot
  5. Jay Z – The Blueprint
  6. Modest House – The Moon and ANtartica
  7. The Strokes – Is This It
  8. Sigur Ros – Agaetis Byrjun
  9. Panda Bear – Person Pitch
  10. The Avalanches – Since I Left You

Rhapsody

  1. Radiohead – Kid A
  2. Arcade Fire – Funeral
  3. The Strokes – Is This It
  4. Modest Mouse – The Moon and Antartica
  5. Spoon – Kill the Moonlight
  6. Cat Power – The Greatest
  7. Animal Coleccteive – Merriwether Post Pavilion
  8. Bon Iver –For Emma, Forever Ago
  9. Broken Social Scene – You Forgot It in People
  10. Yeah Yeah Yeahs – Show Your Bones

Entertainment Weekly

  1. The College Dropout by Kanye West
  2. The Blueprint by Jay-Z
  3. Kid A by Radiohead
  4. Stankonia by OutKast
  5. Love and Theft by Bob Dylan
  6. Home by Dixie Chicks
  7. Funeral by Arcade Fire
  8. I Am…Sasha Fierce by Beyonce
  9. FutureSex/LoveSounds by Justin Timberlake
  10. You Are Free by Cat Power

The Onion A.V Club

  1. The White Stripes – White Blood Cells
  2. Kanye West – The College Dropout
  3. Radiohead – Kid A
  4. Outkast – Stankonia
  5. Wilco – Yankee Hotel Foxtrot
  6. The Hold Steady – Separation Sunday
  7. Modest House –The Moon & Antartica
  8. Arcade Fire – Funeral
  9. Jay Z – The Blueprint
  10. The National – Alligator

Paste Magazine

  1. Illinois by Sufjan Stevens
  2. Yankee Hotel Foxtrot by Wilco
  3. Funeral by Arcade Fire
  4. Kid A by Radiohead
  5. I’m Wide Awake It’s Morning by Bright Eyes
  6. Elephant by The White Stripes
  7. Time (The Revelator) by Gillian Welch
  8. Stankonia by OutKast
  9. I and Love and You by The Avett Brothers
  10. Arular by M.I.A.

Under the Radar

  1. Funeral by Arcade Fire
  2. Kid A by Radiohead
  3. Turn On the Bright Lights by Interpol
  4. Let’s Get Out Of This Country by Camera Obscura
  5. Illinois by Stevens, Sufjan
  6. Veckatimest by Grizzly Bear
  7. Fleet Foxes by Fleet Foxes
  8. Yankee Hotel Foxtrot by Wilco
  9. Yoshimi Battles the Pink Robots by The Flaming Lips
  10. You Forgot It in People by Broken Social Scene

Time Online (UK)

  1. Kid A by Radiohead
  2. Back to Black by Amy Winehouse
  3. In Rainbows by Radiohead
  4. Speakerboxxx/The Love Below by OutKast
  5. Blackout by Britney Spears
  6. Is This It? by The Strokes
  7. Coles Corner by Richard Hawley
  8. Elephant by The White Stripes
  9. Raising Sand by Robert Plant & Alison Krauss
  10. The Seldom Seen Kid by Elbow

Advertisements

6 thoughts on “20 Albums of the Decade

  1. MIA sangat antik kalo aku bilang dengan ramuan musik influence indianya, senang juga dengan JT future sex love sounds benara2 nendang banget di kuping, coldplay cover albumnya jeg paling aengg beda banget kerennn…radiohead i like it

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s