Music Scores & Album Soundtracks of the Decade

Untuk edisi musik kali ini, sebenarnya saya sudah tidak berniat untuk membuatnya. Namun akhirnya saya wujudkan juga meskipun hanya sempat menampilkan komentar untuk kategori score saja.

10 Albums Soundtrack of the Decade

Terkadang isi dari sebuah lagu dalam film akan terdengar begitu memikat jika berhasil menampilkan momen-momen yang indah di dalamnya. Inilah sepuluh album soundtrack pilihan saya di dekade 2000-an.

  1. Almost Famous
  2. Dancer in the Dark
  3. The Royal Tenenbaums
  4. Kill Bill Vol 1 & 2
  5. O brother, where art thou?
  6. Once
  7. Eternal Sunshine of the Spotless Mind
  8. High Fidelity
  9. Little Miss Sunshine
  10. (500) Days of Summer

10 MUSIC SCORES OF THE DECADE

Saya termasuk orang yang paling perhatian dengan yang namanya musik pengiring sebuah film. Saya begitu tergugah jika sebuah musik pengiring film berhasil menampilkan kemasan yang lengkap dengan iring-iringan musiknya yang juga sesuai dengan tone ceritanya sendiri. Inilah sepuluh score paling memikat hati saya selama sepuluh tahun ini. Enjoy!

#10. Thomas Newman – “Road to Perdition” (2003). Selalu saja ada sesuatu hal yang membuat saya tersentuh jika mendengar score film ini. Nampak ada jiwa yang begitu lekat dengan cerita film ini. Tentang kasih sayang seorang bapak pada anaknya ini.

Dengarkan nomor “The Farm” yang begitu menggugah ini:

#9. Alexandre Desplat – “Birth” (2004). Dalam “Birth” Alexandre Desplat menghadirkan suasana duka, kesuraman, serta keterpurukan yang mendalam lewat score-nya yang begitu sederhana namun menghadirkan orkestrasi menyayat hati. Dibuka dengan nomor “Prologue” yang begitu berkesan, score “Birth” sudah meyakinkan sebagai sebuah karya yang mengagumkan.

Dengarkan nomor “Prologue” berikut ini:

#8. Hans Zimmer & James Newton Howard – “The Dark Knight” (2008). Tidak bisa dipungkiri bahwa score dari film ini benar-benar menakjubkan. Jiwa adventurous yang begitu melekat di setiap score-nya memberikan kenikmatan begitu mengasikkan menyimak kemasan film ini. Seperti biasa karena aturan sewenang-wenang dan sok susahnya para juri Oscar, score memikat ini harus didiskualifikasi. Menyebalkan.

Dengarkan nomor “Why So Serious” yang berdurasi 9 menit ini.

#7. Michael Giacchino – “Ratatouille” (2007). Mendengar score film ini seperti menjelajahi artistiknya ranah Eropa, terutama kota Paris itu sendiri. Begitu indah, mengalun dengan begitu manis di telinga.

Dengarkan “A New Deal” berikut ini:

#6. Carter Burwell & Karen O – “Where the Wild Things Are” (2009). Begitu gempita. Begitu kelam. Begitu menyedihkan. Serta begitu rianya mendengar keseluruhan score di film ini. Karen O yang lebih dikenal penikmat musik ini sebagai vokalis Yeah Yeah Yeahs bersama Cartell Burwell menciptakan nuansa masa kanak-kanak yang begitu imajinatif dan adventurous. Tidak masuk Oscar? Big boo untuk aturan yang sok ngejelimet itu, Om Oscar!

Dengarkan “Animal” berikut ini:

#5. Michael Galasso & Shigeru Umebayasi – “In the Mood for Love” (2000). Karya masterpiece dari Wong Kar-Wai ini tidak lengkap rasanya tanpa menyebutnya dengan salah satu barisan score terbaik dekade ini. Terbalut dengan nuansa klasik, mulai dari opera tradisional, alunan merdu Nat King Cole dalam “Quizas, Quizas, Quizas” sampai pada alunan “Bengawan Solo” dalam versi mandarin. Dan tentu saja salah satu nomor paling saya sukai, “Yumeji’s Theme” yang menjadi tema utama film ini.

Coba dengarkan “Yumeji’s Theme” berikut ini:

#4. Jonny Greenwood – “There Will Be Blood” (2007). Dasar Oscar yang kebanyakan aturan, masih terngiang-ngiang ketika score ini didiskualifikasi dari penjurian karena ada materi terdahulu yang digunakan di score ini. Salah satu score terbaik dekade ini ternyata diracik oleh tangan cekatan gitaris Radiohead, Jonny Greenwood, yang pada awalnya begitu mengundang banyak tanya bagaimana hasilnya nanti. Begitu memikat, dengan nomor-nomor keras dan angkuh seperti karakter Daniel Plainview yang bebal. Kemasan yang brilliant.

Dengarkan nomor “Future Markets” berikut ini:

#3. Yann Tiersen – “Amelie” (2001). Score yang begitu cantik ini diracik oleh tangan piawai Yan Tiersen yang membuat Amelie menjadi kemasan yang tak ubahnya dibungkus manis seperti permen.

Simak nomor cantik “L’valse d’Amlie” berikut ini:

#2. Nick Cave and Warren Ellis – “The Assasination of Jesse James by the Coward Robert Ford” (2007). Terasa begitu misterius jika mendengarkan nomor-nomor di film ini. Di balik itu tersimpan nuansa melankoli yang begitu kental sekaligus memendam rasa berduka yang mendalam. Sebuah barisan score memikat yang sesuai untuk film ini.

Dengarkan nomor “Song for Jesse” berikut ini:

#1. Clint Mansell & The Kronos Quartet – “Requiem for a Dream” (2000). Ya, score musik terbaik bagi saya, dengan extravaganza musikalitas yang begitu misterius. Membuat filmnya yang depressing seperti orkestra kesuraman yang begitu menghantui. Tidak heran score ini yang paling banyak digunakan dalam trailer-trailer film. Begitupun beberapa infotainment kita yang ikut-ikutan memakainya. Bahkan, iklan Panasonic Awards tahun ini juga menggunakan score film ini (doohhhhhhh!).

Dengarkan salah satu nomor yang saya sukai, “Lux Aeterna”:

Advertisements

12 thoughts on “Music Scores & Album Soundtracks of the Decade

  1. yang road to perdition sama the dark night kok error ya? gimana dengan michael giacchino di “UP” dan Hans Zimmer di “sherlcok holmes” saya suka keduanya?

  2. michael giacchino UP bikin aku merinding dengernya…revolutionary road juga…apalagi memoirs of geisha selalu terngiang..terakhir cuma nonton triler A SINGLE MAN, lumayan score nya hehehehehe…

  3. Duh… Kirain Scorenya Atonement dilima besar eh ternyata tidak ( sebel?!*¤)

    ane mah pilih Phillip Glass “The Hours”, Gustavo Santaolalla “Brokeback Mountain”, dan Jhon Williams “Memoir Of Geisha”..

    Album nya Devotscha sangat kusuka, benar benar berterima kasih telah memilih album Little Miss Sunshine…

  4. like all of them, but add some there is.. the island (my name is lincoln) hear it, it so heartwarming

  5. Mas Eka, untuk link road to perdition sudah saya ganti, untu TDK-nya baik-baik saja kok. Kalau Serlock saya juga suka. Up nyaris masuk, kalau jumlahnya 20 biji pasti masuk.

  6. Ya iyalah Kang Awya.. pasti listnya jadi manis bangetlah kalo Dario Marinelli di sepuluh besar.

  7. soundtrack listnya bagus…
    Dancer in the dark, Almost Famous, High Fidelity pasti emang selalu masuk,a perfect ten
    kalau saya pribadi, saya suka ost filmnya Luhrman dari Romeo Juliet (Love foolnya catchy banget) dan Moulin rouge…terus sama…uhm well, OST AADC 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s