Final Oscar Predictions

Sebenarnya kancah Oscar tahun ini sangatlah seru karena semakin mendekati malam puncak semakin banyak saja opini berhamburan antara menjatuhkan dan sembunyi-sembunyi mendukung sebuah film untuk menjadi yang terbaik. Sekarang muncul pertanyaan, memang penting ya Oscar itu? Bagi sebagian orang Oscar adalah sebuah parodi yang numpang lewat dan hanya berlabel, oh, itu penghargaan ya, oh, itu yang menang ya, oh itu yang paling sukses sekarang ya. Namun, di sisi lain Oscar merupakan sebuah kontes yang sangat penuh intrik dan koalisi serta nepotisme di dalamnya. Dengan kata lain politik. Sebagai orang yang sudah mengenyam asam garam tentang Oscar, kalau dihitung kasar percaya atau tidak saya mengikuti Oscar sejak tahun 1999 ketika American Beauty menang dimana saya menjagokan The Sixth Sense waktu itu. Itu sepuluh tahun lalu, saya masih kecil, dan saya masih hijau waktu itu, mengikutipun hanya sambil lalu karena kakak saya kebetulan berlangganan majalah film waktu itu. Mulai intens mengikuti Oscar mulai tahun 2004 ketika Million Dollar Baby memenangkan trophy utama yang mengandaskan The Aviator waktu itu, serta kemenangan Hilary Swank yang banyak dikritisi orang. Pun ketika tahun berikutnya terjadi hal paling memalukan dengan kemenangan Crash waktu itu, tetap membekas menjadi skandal Academy paling memalukan dan paling dijadikan refleksi betapa ortodoknya para juri Oscar.

Tahun ini, film seperti Inglourious Basterds yang sebenarnya ketika dirilis kurang disambut sebagai film Oscar, ternyata sukses melengang dengan gagah. Bahkan, Harvey Weinstein sendiri tidak kepikiran kalau Basterds akan sesukses ini, karena awalnya Nine banyak menuai harapan sebelum akhirnya flop dan dicacimaki. The Hurt Locker, adalah film yang paling tegar dengan gempuran hingga akhirnya bantuan dari para kritikus mengarahkannya sebagai yang terdepan. Lalu beralih ke “Precious”, bagi yang mengikuti perkembangan Oscar, pasti tahu bahwa Precious sempat menjadi kandidat kuat sebagai Best Picture ketika dirilis, namun nyatanya gempuran oleh beberapa pihak yang merasa filmnya ofensif, mematikan langkah dan momentumnya. Kemudian premiere di Telluride film festival, “Up in the Air” langsung diprediksi menjadi frontrunner dan mungkin memenangkan Best Picture, mengingat sambutan puja puji meriah yang didapatnya, namun akhirnya melempem begitu saja. Lalu akhirnya muncul game changer yang mengguncang dunia yaitu Avatar yang akhirnya memutar balik persaingan ajang penghargaan hingga akhirnya membuahkan Golden Globe. Namun sekali lagi, Oscar tidak dipilih oleh juri Golden Globe yang hanya terdiri dari 100-an wartawan asing. Oscar terdiri dari 6000-an sineas perfilman dari berbagai unsur dari publisitas sampai teknisi yang perekrutannya sangat ketat.

Hal yang paling jitu untuk memprediksi Oscar adalah dengan melihat apa yang dipilih oleh juri Oscar itu sendiri. Loh bagaimana caranya, kan mereka belum mengumumkan pemenang? Begini, Oscar itu terdiri dari kumpulan guild-guild yang merumpun pada satu branch tertentu; writing, directing, produser, sinematografi sampai pada teknisi suara. Di Hollywood ada perkumpulan yang disebut guild yang memiliki cabang masing masing. Diantaranya yang besar adalah PGA, WGA, SAG, DGA. PGA atau Producer Guild Awards adalah perkumpulan para produser di Hollywood yang terdiri dari 13.000 anggota dan 462 diantarannya adalah juri Oscar. Banyak orang yang menyangka bahwa Avatar akan menang PGA, namun nyatanya The Hurt Locker malah yang menang. Banyak yang kaget karena biasanya tipikal film seperti Avatar adalah film impian seorang produser. Selidik punya selidik, ternyata PGA untuk pertamakalinya menggunakan sistem preferential ballot yang juga diadopsi dari sistem baru Oscar ini, menunjukkan setidaknya juri dari branch produser di Oscar memihak The Hurt Locker. Kemudian ada SAG atau Screen Actors Guild yang merupakan perkumpulan aktor dan aktris Hollywood yang berjumlan 93.000 orang dan 1205 diantaranya adalah juri Oscar branch Actor. Jadi tidak perlu heran mengapa nominasi SAG dan Oscar itu bisa sama persis tidak ada bedanya satupun, lha wong yang milih juga sama. Nah, SAG memenangkan Inglourious Basterds di ensemble yang akhirnya menyebabkan Harvey Weinstein yakin Basterds akan memenangkan Oscar, mungkin berkaca pada Crash dan Shakespeare in Love yang juga memenangkan SAG dan kedua film tersebut menang ketika banyak orang menyangka Brokeback Mountain dan Saving Private Ryan akan menang. Mengapa SAG penting? Karena ini menunjukkan brach juri paling banyak di Oscar berpihak kemana, oke dari hasil ini Inglourious BAsterds adalah favorit para aktor. Lalu DGA atau Directors Guild Awards jumlah anggota 9.000 (375 anggotanya merupakan juri Oscar) yang mencatatkan sejarah dengan memenangkan Katryn Bigelow sebagai wanita pertama yang berhasil menang di award ini. Sudah membuktikan bahwa best director Oscar akan ada di tangannya. Percaya pada saya, kalau sampai Katryn Bigelow kalah di kategori Best Director, akan banyak sekali media yang memuatnya. Bahkan ketika Brokeback Mountain kalah di Oscar, kategori Best Director tetap ada di tangan Ang Lee, karena waktu itu Ang Lee juga berada di posisi langka yang sama dengan Bigelow. Kalau Bigelow merupakan sosok “wanita pertama” di berbagai lini, maka Ang Lee merupakan sineas “non kulit putih” pertama yang berhasil menang di DGA dan tentunya Oscar.

Lalu kemana arah Oscar akan berlanjut saat ini? Apakah akan mengikuti arah guild-guild tadi? Kita tidak tahu, dan inilah indahnya memprediksi Oscar. Tahun lalu setidaknya dari 9 kategori utama yang saya prediksi, saya kecolongan satu di kategori Best Actor. Bisa di lihat di sini.

Bagaimana untuk tahun ini? Dalam menjamah wilayah prediksi; buang jauh-jauh selera hati dan masukkan logika dan strategi di dalamnya. Inilah prediksi saya untuk Oscar 2009:

Best Picture

  • “The Hurt Locker”

Apakah skandal email itu mempengaruhi The Hurt Locker? Setidaknya sang produser sudah dihukum untuk tidak diperbolehkan hadir di malam puncak nanti. Namun, apakah para voter yang menyukai film ini terpengaruh begitu saja? Saya rasa tidak apalagi munculnya berita baru seminggu sebelum penutupan ballot yang biasanya ballot sudah terkumpul di awal-awal minggu. Namun, saya mencium bau Avatar yang begitu sedap yang akan muncul untuk sewaktu-waktu meraih yang terbaik, di samping Inglourious Basterds berlari dengan kencang sebagai status kuda hitam yang disandingnya. Untuk Basterds, saya kurang yakin jika juri Oscar bisa mengedepankan style di atas substance. Kebanyakan film-film yang menang Oscar (atau semuanya) selalu mengedepankan substansi di atas style, oleh karena itulah mengapa The Hurt Locker dan Avatar berpeluang besar. Namun yang mengganggu Avatar adalah konsep fantasi dan sciene fiction itu tadi yang terlalu menjorok ke genre film yang biasanya kurang diminati. Ingat, Lord of the Ring harus berjuang sampai film ketiga baru bisa diakui sebagai film terbaik dan satu-satunya fantasi untuk saat ini. Namun statistika tetaplah angka, ada hal di luar itu yang sulit dilihat. Mungkin saja Avatar bisa memecahkan  itu semua. Namun, saya masih berpegang teguh, The Hurt Locker akan menang.


Best Director

  • “Katryn Bigelow”

Katryn Bigelow adalah fenomena, dan Oscar suka untuk menghargai fenomena. Wanita pertama yang akan meraih Best Director? Sekarang waktunya.

Best Actor

  • “Jeff Bridges”

Momentum adalah kata yang melekat pada Oscar, jadi biasanya dedikasi seorang figure dilihat dari seberapa hebat kerja kerasnya di masa lampau, dan seberapa sering wara-wiri sebagai nominasi. Jeff Bridges punya sisi itu dan ini adalah waktu yang tepat untuk memberinya patung emas tersebut setelah lima kali masuk nominasi. Meski terkadang bukanlah penampilan terbaiknya. Ingat Kate Winslet tahun lalu? Ingat Russel Crowe tahun 2000 lalu? Ingat Al Pacino yang menang di Scent of Wowan tahun 90an lalu? momentum dan dedikasi adalah paket sebuah kemenangan. Secara pribadi, Jeremy Renner adalah yang terbaik dari semua nominasi (tanpa menghitung Colin Firth yang belum sempat ditonton).

Best Actress

  • “Sandra Bullock”

Ketika The Blind Side masuk nominasi Oscar, ketika itulah race untuk kategori ini berakhir. Sandra Bullock telah memiliki momentum itu.

Best Supporting Actress

  • “Monique”

Best Supporting Actor

  • “Christoph Waltz”

Best Adapted Screenplay

  • “Up in the Air”

Best Original Screenplay

  • “The Hurt Locker”

Best Animated Feature

  • “Up”

Best Foreign Language Film

  • “El Secreto de Sus Ojos” (The Secret in Their Eyes)

Best Documentary

  • “The Cove”

Best Cinematography

  • “The Hurt Locker”

Best Editing

  • “The Hurt Locker”

Best Score

  • “Up”

Best Song

  • “The Weary Kind”

Best Costume

  • “The Young Victoria”

Best Art Direction

  • “Avatar”

Best Sound Mixing

  • “Avatar”

Best Sound Editing

  • “Avatar”

Best Makeup

  • “Star Trek”

Best Visual Effect

  • “Avatar”

Best Animated Short

  • “A Matter of Loaf and Death”

Best Documentary Short

  • “The Last Truck: Closing of a GM Plant

Best Short Film (Live Action)

  • “The Door”

Tally:

  • The Hurt Locker: 5
  • Avatar: 4
  • Up: 2
  • Crazy Heart: 2
  • Others: 1

Itu tadi prediksi yang tidak memasukkan hati namun logika, nah saya adapun juga keinginan liar saya yang terjadi di malam puncak nanti:

The Hurt Locker sweeps!!!

Carey Mulligan wins best actress!!

Jeremy Renner or Colin Firth for best actor!!

Jangan lupa untuk ikut “prihatin” dengan malam puncaknya 7 maret nanti. Openingnya akan diisi oleh nyanyi-nyayi lagi, kali ini bukan Hugh Jackman, tetapi Neil Patrick Harris. Format untuk penganugerahannya dengan konsep friend to friend. Stanley Tucci mepresentasikan Meryl Streep, Peter Sarsgaard ke Carey Mulligan, James MacAvoy ke Helen Mirren, Collin Farrel ke Jeremy Renner dan Oprah Winfrey ke Gabby Sidibe! Cukup membuat penasaran?

Advertisements

2 thoughts on “Final Oscar Predictions

  1. whoaaa saya baru nntn hurt locker bbrp hari yg lalu, dan yeah.. bisa lah jadi film terbaik, cuman itu kan film Indie yah? apakah bisa??
    trus kalo ngeliat as a whole pakcage, basterds seharusnya menang dong, ada jejeran cast yang superb, director merangkap scriptwriter yang jenius, cerita yang oke (tema Nazi kan biasanya eksis tuh di Oscar), dll..

    jadi?? ah saya jadi tidak sabar. but please, jangan Avatar.

  2. Saya juga sangat menjagokan Kathryn… Dan dia emang menang!!!!!! Yayyyyyy…. She deserves it!! Baru aja tau dari laporan AP. Emang Oscar agak pelit ngasih female nominee di sektor “Best Director”. (Sedikit tercium aura2 misogynist…hehe…) Kayaknya prediksinya hampir akurat, nih… Hebat!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s