82nd Annual Academy Awards Nominations: Nila Setitik Rusak Susu Sebelanga?

Entahlah, apakah peribahasa tersebut cukup ampuh untuk menggambarkan hasil nominasi Oscar kemarin malam. Ketika sorak sorai masuknya beberapa film yang pantas untuk menjadi nominasi terbaik, terselip The Blind Side yang membuat saya kaget luar biasa. Really? Best Picture of the Year? I mean, seriously, Best Picture????

Untuk pertama kalinya saya menyimak pengumuman nominasi Oscar secara langsung melalui streaming tepat jam 9.30 malam dengan perasaan was-was. Entah mengapa bisa sampai seperti itu. Kalau melihat prediksi saya minggu lalu, untuk kategori utama saya tepat 40/45 (89%) dan keseluruhan 79/106 (75%) tanpa prediksi di kategori Short. Hanya di kategori make-up saja tidak ada yang benar satupun. Untuk kategori Best Picture, saya salah satu dimana Invictus ditendang The Blind Side. Kategori Director, Leading Actor dan Actress tepat semua. Supporting Actor dan Actress serta Adapted Screenpaly dan Original Screenplay masing-masing salah satu. Tidak terlalu berbeda dengan hasil DGA, WGA, SAG, ataupun PGA. Yaiyalah orang yang milih juga sama meskipun skalanya lebih kecil. Untuk kategori Foreign Language Film juga salah satu, dengan Samson and Delilah ditendang The Milk of Sorrow, dan ternyata The Secret in Their Eyes dari Argentina beneran masuk padahal saya hanya menebak saja. Apakah ini benar-benar pertanda film tearjerker (seperti Departures tahun lalu) menang lagi? Selain itu ada satu pertanyaan yang membekas di pikiran saya, film apa itu The Secret of Kells yang berhasil meraih Best Animated Feature? Bahkan ternyata sebagian besar orang tidak mengenal film ini. Karena saya sangat mencintai animasi, penasaran sekali dengan film ini. Ternyata merupakan film kecil yang berasal dari Irlandia dan nampaknya memiliki cerita yang cukup menarik.

Nominations Announcement Video:

The Surprises?

Pihak Academy memberikan apa yang saya inginkan meskipun kejutan pamungkasnya sangat tidak sesuai harapan. Pertama adalah masuknya Maggie Gylenhall di kategori Best Supporting Actress yang sebenarnya sudah ada yang memprediksi sebelumnya, namun banyak yang ragu karena tidak meraih nominasi satupun di precursor. Ini menjadi bukti tidak langsung bahwa dukungan untuk Jeff Bridges memang besar. Kemudian masuknya The Mesenger di kategori Best Original Screenplay dan In the Loop tidak disangka-sangka di Best Adapted Screenplay. No love for The Hangover dan (500) Days of Summer. Cukup terkejut juga dengan masuknya Precious di film editing. Dengan tidak masuknya Up in the Air di kategori film editing, ini berarti film ini tidak akan membawa pulang trophy utama mengingat peraih film terbaik pasti selalu meraih nominasi film editing dan belum ada film yang menang Best Picture tanpa mendapat nominasi film editing. Setidaknya dalam kurun waktu 20 tahun terakhir.

The Worst Surprise?

Kejutan paling menyebalkan adalah masuknya The Blind Side di kategori Best Picture. Dari sisi mana sih The Blind Side bisa dibilang Best Picture ketika ada puluhan film lebih bagus dari film ini? The Road, Bright Star, (500) Days of Summer, Star Trek, The Messenger, Where the Wild Things Are adalah contoh yang lebih baik dari The Blind Side. Bagaimana mungkin film yang di beberapa adegannya mirip dengan adegan sinetron yang sering kita lihat di televisi nasional ini dikategorikan sebagai Best Picture? Really? Bahkan ada yang menyebut, The Blind Side termasuk film terburuk yang masuk Best Picture dalam kurun waktu 50 tahun terakhir. Lalu mengapa film ini bisa masuk? Ambil nafas. Hembuskan perlahan. Box Office, Sandra Bullock, dan tema film ini adalah kunci mengapa filmnya bisa menjadi salah satu dari sepuluh nominasi, dengan label pemanis tentunya. Cerita orang kulit putih membantu orang kulit hitam (ah, sudah pasti nih juri Oscar suka), ditambah dengan label “kisah nyata” tentu saja akan melelehkan hati sebagian juri Oscar yang memilki taste mainstream. Beberapa menyebutkan bahwa juri-juri di segi teknis, sebagian besar menjadi andil dalam memasukkan film ini sebagai yang terbaik. Saya semakin yakin, Sandra Bullock akan melenggang dengan pialanya tahun ini. Logikanya, juri yang memilih The Blind Side sebagai yang terbaik, pasti memilih Sandra Bullock sebagai yang terbaik juga, hal itu berhubungan satu sama lain.

The Best Things?

Di luar The Blind Side tadi, nominasi Oscar ternyata sangat memuaskan bagi saya. Kebahagian saya terutama dengan masuknya salah satu film paling brilliant, yaitu A Serious Man, yang sebenarnya banyak yang membenci film ini karena konten Yahudi-nya yang ofensif, namun banyak juga yang mencintainya. Jadi tidak heran banyak yang menempatkan film ini di posisi nomor satu. Salah satu pilihan terbaik dari Academy. Kemudian dari sci-fi muncul District 9 sebagai yang terbaik juga (film yang 10 kali lebih baik dari the most overrated film of the year a.k.a Avatar). Seperti yang diduga, Avatar juga tidak masuk Best Original Screenplay. Mana mungkin bisa masuk, wong skenarionya kacangan seperti itu. Tentunya dukungan terbesar untuk The Hurt Locker yang meraih nominasi sama banyaknya dengan Avatar. Sedikit terkejut dengan The Hurt Locker yang mendapat nominasi Best Score, apa ini bukti film ini begitu dicintai? Padahal score film ini termasuk minor jika dibandingkan score-nya A Single Man atau bahkan The Informant! yang banyak orang yakin akan masuk nominasi namun ternyata tidak.

Overall

Jika apa yang diinginkan Tom Sherak dengan memperlebar nominasi menjadi sepuluh sesuai tujuannya, boleh dibilang sangat berhasil. Dengan sepuluh film, semua sisi bisa dicapai tahun ini. Ada drama, ada sci-fi, ada animasi, ada romance, ada box-office, sudah dipastikan rating malam puncaknya nanti akan lebih baik dari tahun lalu. Ada Avatar dan The Blind Side yang disukai publik, ada fan fanatik Tarantino di Inglourious Basterds yang pasti akan menonton, ada pemuja Up yang tak kalah gesit berdoa filmnya menjadi kejutan untuk menang, dan sekaligus ada film-film kecil seperti An Education yang menjadi Best Picture dengan pendapatan Box Office terendah dan The Hurt Locker dari jalur independen yang kemungkinan meraih piala tertinggi sebagai penanda variatifnya pilihan para juri. Komplit. Lalu apakah nila setitik rusak susu sebelanga itu masih berlaku sekarang? Itu tergantung dari sudut mana kita memandangnya.

Advertisements

3 thoughts on “82nd Annual Academy Awards Nominations: Nila Setitik Rusak Susu Sebelanga?

  1. ya saya juga kaget the blind side masuk kategori Best Picture pertama saya kira itu hanya prediksi dan saya kira web oscar belum diupdate secara rapi tapi oh tidak menjadi kenyataan
    saya mau nanya apakah ini tumben terjadi kalo dalam kategori Best Picture kali ini ada 10 film yang bersaing bukannya sebelum-sebelumnya diperbolehkan 5 saja ya???tapi senang Up masuk nominasi…………..

  2. Iya sejak awal oscar emang nominasinya diatas 5 sampe tahun 1943. Gone with the Wind menang wkt nomnya sepuluh jg.
    Awal thn lalu udah diumumin kan. Ktnya ini hasil karena The Dark Knight dan Wall-E gk masuk best picture thn lalu. Jd diexpand jd 10 lg.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s