Tim Burton announced as President of Jury in Cannes Film Festival 2010!

Akhirnya panitia Cannes Film Festival mengumumkan ketua juri untuk pagelarannya tahun ini, yaitu memilih sutradara nyentrik yang tahun ini merilis salah satu film paling ditunggu, Alice in Wonderland, siapa lagi kalau bukan si Tim Burton. Menjadi seorang president of jury di Cannes merupakan sebuah kesempatan yang sangat prestisius bagi setiap sineas di dunia, karena hal tersebut menandakan seberapa jauh seorang sineas telah diakui kredibelitas, profesionalisme, dan dedikasinya pada dunia perfilman. Sebut saja sineas-sineas yang sempat menjadi ketua juri meliputi Martin Scorsese, David Cronenberg (A History of Violence, Eastern Promises), Francis Ford Coppola (The Godfather), Clint Eastwood, Roman Polanski (The Pianist, Chinatown), Sidney Pollack (Out of Africa), Bernardo Bertolucci (The Dreamers) dan sineas-sineas eropa lainnya. Dalam dekade terakhir, dua sutradara favorit saya, yaitu Quentin Tarantino sempat menjadi ketua juri pada tahun 2004 dan Wong Kar Wai pada tahun 2006. Indonesia juga tidak mau kalah, Christine Hakim menjadi satu-satunya sineas negeri kita yang pernah menjadi anggota juri Cannes di tahun 2002 yang waktu itu diketuai oleh David Lynch (Mulholand Dr). Uniknya, kebanyakan ketua juri yang direkrut pasti pernah menjadi alumni ajang tersebut atau meraih penghargaan utama di ajang tersebut. Sebut saja Martin Scorsese yang meraih Palme d’Or lewat Taxi Driver, Francis Ford Coppola lewat Network, atau Quentin Tarantino yang juga meraih Palme d’Or lewat Pulp Fiction. Dan sekarang, Tim Burton direkrut sebagai ketua juri. Dia sempat juga menjadi kompetitor untuk meraih Palme d’Or tahun 1994 lewat salah satu film terbaiknya, Ed Wood, yang sayangnya dikalahkan oleh Pulp Fiction waktu itu.

Juri Cannes tiap tahunnya memang berbeda, dipilih dari segala penjuru dunia, benua yang berbeda pula, itulah mengapa Cannes dijadikan ukuran sebagai penghargaan sinema international nomor satu di dunia. Bagi saya Cannes merupakan ajang penghargaan terbaik di dunia, karena seni di sini dihargai secara murni. Sebuah film yang dicacimaki di Cannes adalah film yang berada pada tataran seni, film yang biasanya memiliki unsur polarisasi, mengkutub. Dibenci dan dikagumi. Contohnya yang paling terngiang dari ingatan adalah Antichrist yang nyatanya malah muncul di beberapa daftar best of 2009 beberapa kritikus. Irreversible juga contoh lain yang sempat menjadi kontroversi. Tidak ada embel-embel politik seperti Oscar. Tidak ada kampanye. Meskipun sebenarnya materi film-film Cannes tidak seperti materi film-film Oscar, namun ada beberapa yang sukses melaju di Oscar. The Piano, The Pianist, Taxi Driver, Pulp Fiction, dan mungkin tahun ini Inglourious Basterds adalah contohnya. Meskipun kemungkinan film Cannes yang juga menang Oscar itu sangat kecil. Selain itu juri Cannes tiap tahunnya tidak menentu jumlahnya, kadang berjumlah sepuluh orang, kadang sembilan, atau delapan. Terdiri dari satu ketua juri dan beberapa orang sebagai anggota yang nantinya memilih film apa yang pantas meraih penghargaan tertinggi a.k.a Palme d’Or. Nah, beberapa juri anggota ini biasanya menyisipkan aktor-aktris dari penjuru dunia yang sudah diakui di negaranya sendiri, sebut saja yang pernah menjadi anggota juri yaitu Christine Hakim seperti yang disebutkan tadi, Natalie Portman, Helena Bonham Carter, Aishwarya Rai, Monica Bellluci, Javier Bardem, Maggie Cheung, Toni Collette, Charlotte Gainsbourg, Kristin Scott Thomas, Holy Hunter, sampai pada Jeremy Irons.

Seberapa besar pengaruh seorang president of jury di Cannes? Sebenarnya memang tidak bisa dikatakan sangat berpengaruh, namun di sisi lain bisa juga sangat mendukung. Contoh yang paling gres adalah Isabel Huppert, aktris dari prancis yang menjadi ketua juri tahun lalu disebut-sebut memiliki andil dalam mendukung The White Ribbon karena melihat backgroundnya yang pernah bekerja sama dengan Michael Haneke. Contoh lainnya ketika Quentin Tarantino yang terang-terangan memuji Fahrenheit 9/11 ketika kompetisi berlangsung sehingga dianggap sebagai sebuah dukungan yang pada akhirnya film tersebut meraih Palme d’Or. Di tahun yang sama, Tarantino juga memuji Oldboy yang akhirnya meraih Grand Prix atau peringkat kedua. Namun tidak semua karakter seorang sutradara menjadi cerminan kunci film yang akan meraih yang terbaik, meskipun seorang ketua juri memiliki pengaruh yang besar. Kira-kira film seperti apakah yang akan dimenangkan oleh Cannes ketika diketuai oleh sutradara nyentrik Tim Burton ini? Tunggu saja pagelarannya empat bulan lagi dari 12-23 Mei 2010!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s