The Curious Case of 67th Golden Globe Awards: The Winner, The Money, and The Celebrity

Pegelaran Golden Globes sebagai ajang perfilman nomer dua di Hollywood, selesai sudah, dengan menampilkan para pemenang yang sebenarnya tidaklah begitu mengejutkan kalau melihat perjalanan Golden Globes sendiri yang memuja kata sakral bernama popularitas dan selebritas. Tahun lalu mungkin Golden Globes muncul dengan profil yang lumayan baik dengan memenangkan beberapa dari sisi independen seperti Sally Hawkins di Happy-Go-Lucky atau Collin Farrel di In Bruges. Tahun ini, kembali lagi dengan statusnya sebagai penghargaan lebih komersil. Baiklah, hal tersebut memang sudah menjadi ciri khas ajang ini, mereka adalah para wartawan mancanegara yang bekerja di Hollywood dan jumlahnya tidak lebih dari 100 orang, bahkan keanggotaan mereka sendiri pun tidak begitu diketahui meski mereka memunculkan nama. Bandingkan dengan Academy Awards yang anggotanya 6000 orang dan merupakan kumpulan professional di bidangnya. Namun, Golden Globes sebenarnya adalah ajang yang memasukkan unsur perspektif dari publik atau audiens yang memang menikmati film. Hal inilah yang tidak bisa dijamah oleh ajang yang diisi oleh kritikus. Ajang yang beranggotakan para kritikus tidak akan peduli dengan yang namanya kesukaan audiens. Mereka akan memilih sesuai dengan apa yang mereka yakini sebagai yang terbaik. Itulah mengapa kadang, Golden Globe menjadi bocoran Oscar, meskipun belakangan memang sering meleset. Mengingat Oscar juga mempertimbangkan unsur publik tadi.

Golden Globe bisa dibeli?

Rickey Gervais yang menjadi host pada malam itu tampil sebagai penyelamat acara dengan lawakannya yang membuat saya tak henti-hentinya tertawa, apalagi bagaimana dia berhasil meledek beberapa aktor, Mel Gibson misalnya. Ada satu hal yang menarik untuk disimak ketika Gervais berceloteh tentang Golden Globe, apakah benar Golden Globe bisa dibeli? Banyak orang yang tahu bahwa itu memang benar, atau setidaknya pecaya bahwa itu benar. Hal inilah yang menyebabkan mengapa (desas-desusnya) The Hangover bisa menang. Mengapa? Karena The Hangover memang dari awal sudah dikampanyekan sebagai film yang “dibuat’ untuk Golden Globe. Sang produser bahkan menyebarkan screening khusus untuk film ini kepada semua juri Golden Globe. Bahkan kabarnya sampai membuatkan acara special dalam screening film tersebut. Dan semakin lengkap ketika tiba-tiba saja The Hangover muncul dengan poster For Your Consideration-nya yang tidak seperti film-film lainnya yang biasanya membuat poster FYC untuk bisa digunakan di semua awards, sedangkan The Hangover hanya khusus membuat poster FYC untuk Golden Globe saja, lengkap dengan tagline “The Best Comedy of Golden Globe”. So, apa yang bisa dipelajari?

Golden Globe is a star sddict?

Anggotanya bukan kritikus. Anggotanya juga bukan pekerja film seperti Oscar. Anggota HFPA adalah para wartawan mancangera yang sangat peduli dengan namanya kebintangan dan peduli dengan box office. Untuk yang terakhir, itulah yang menyebabkan pilihan mereka selalu memiliki kemiripan dengan Oscar karena juri Oscar bukanlah seorang kritikus murni yang tidak peduli Box-Office, mereka peduli hal tersebut. Star addict? Sudah dari dulu sebutan ini melekat pada ajang ini. Hanya saja kelasnya jelas tidak sama dengan MTV Movie Awards.

Will Sandra Bullock beat Meryl Streep at Oscar?

Dengan kedua aktris ini berhasil memenangkan kategori Best Actress di Golden Globe dan tie di Critic’s Choice Award, sudah jelas mereka akan bersaing ketat. Jawaban yang paling tepat akan kita lihat di SAG Awards nanti siapa yang menang. Kalau Meryl Streep, berarti branch actor mendukungnya, kalau Sandra Bullock, berarti persaingan semakin seru. Carey Mulligan sudah meredup untuk menjadi frontrunner. Sekilas kondisi seorang Sandra Bullock sama dengan kondisi Julia Robert, karena memang menyandang nama besar. Namun bedanya, Julia Roberts meskipun dianggap sebagai salah satu pemenang best actress terburuk, setidaknya dia sudah pernah dinominasikan dua kali di Oscar lewat Pretty Woman dan Still Magnolia. Selain itu, ketika precursor, Julia Roberts di Erin Brokovich juga banyak meraih penghargaan dari kritikus, profil filmnya tinggi, dan dibantu oleh nama Steven Soderbergh pula. Sedangkan Sandra Bullock tidak berada dalam posisi itu. Itulah mengapa bagi saya, Meryl Streep tetap akan menjadi pemenang di Oscar.

Will James Cameron beat his ex at Oscar?

Boleh saja James Cameron menang best director di Golden Globe, tapi saya masih yakin, di Oscar nanti Katryn Bigelow yang akan menggondol piala. Sudah rahasia umum branch director dan writer merupakan branch paling intelektual di AMPAS, tanpa harus mengecilkan branch yang lain. Bayangkan orang seperti Michael Mann yang terkenal pintar dan jenius, kemana kira-kira pilihannya diberikan? Atau sutradara-sutradara berkelas lainnya, mereka pasti lebih memilih pencapaian directing yang benar-benar brilliant. Meski sebenarnya aspek misogyny masih terdengar kencang.

Lukewarm reactions for Avatar

Dave Karger dari Entertainment Weekly melaporkan, suasana di lokasi acara ketika James Cameron meraih Best Director dan Avatar meraih Best Picture Drama terkesan adem ayem saja. Ini menandakan bahwa sebenarnya Avatar sendiri memang tidak mendapat terlalu hiruk pikuk meriah atas kemenangannya. Namun, apakah kemenangan Avatar bisa mempengaruhi pilihan para juri Oscar? Bisa saja. Semua tamu di Golden Globe sebagian besar adalah juri Oscar. Namun pertanyaannya apakah mereka semakin respek atau malah kebalikannya? Hanya bisa dijawab bulan maret nanti. Tapi saya sedikit tergelitik melihat ekpresi beberapa selebriti ketika Avatar menang, terutama si Leonardo DiCaprio yang nampaknya menyimpan ekspresi kebencian, padahal James Cameronlah yang membesarkan namanya. Maybe just my feeling, lol.

Best Moment on Golden Globes 2010

Kalau mengurai hal-hal yang paling menyebalkan mungkin terlalu banyak untuk dibahas. Ya, salah satunya adalah kemengan Avatar. Ya, Avatar film yang baik, bagus, efeknya luarbiasa, tapi Best Picture? No! Sandra Bullock juga cukup beralasan mengapa menang dan saya sadar dengan hal itu, namun tetap saja ketika dihadapi pertanyaan, dia lebih bagus dari Carey Mulligan, Gabby Sidibe, atau bahkan Emily Blunt? Clearly, No!

Lebih baik kita membahas momen yang paling menarik di Golden Globes tersebut. Ini dia:

Tribute to Martin Scorsese

Tidak ada yang lebih menarik ketika sutradara favorit saya ini diberikan ruang untuk meraih lifetime achivementnya malam itu. Dua anak kesayangan si Scorsese ini hadir mempersembahkan penghargaan Cecille B. DeMille kepada sang “ayah” yang membesarkan nama mereka berdua dan menjadikan mereka dipandang sebagai aktor berbakat. Pidato dari Robert De Niro terkesan lucu, namun pidato dari Leonardo DiCaprio menggambarkan seberapa besar dan pentingnya nama seorang Martin Scorsese bagi perfilman Hollywood, bahkan dunia.

Demikian perspektif untuk Golden Globes tahun ini. Kita berjumpa lagi tahun depan!

Berikut nama-nama pemennag Golden Globes 2010:

Best Picture (Drama): “Avatar”
Best Picture (Musical or Comedy): “The Hangover”
Best Director: James Cameron, “Avatar”
Best Actor (Drama): Jeff Bridges, “Crazy Heart”
Best Actress (Drama): Sandra Bullock, “The Blind Side”
Best Actor (Musical or Comedy): Robert Downey, Jr., “Sherlock Holmes”
Best Actress (Musical or Comedy): Meryl Streep, “Julie & Julia”
Best Supporting Actor: Christoph Waltz, “Inglourious Basterds”
Best Supporting Actress: Mo’Nique, “Precious”
Best Screenplay: Jason Reitman and Sheldon Turner, “Up in the Air”
Best Foreign Language Film: “The White Ribbon”
Best Original Score: Michael Giacchino, “Up”
Best Original Song: Ryan Bingham and T Bone Burnett, “The Weary Kind” from “Crazy Heart”
Best Animated Film: “Up”

Advertisements

9 thoughts on “The Curious Case of 67th Golden Globe Awards: The Winner, The Money, and The Celebrity

  1. Ricky Gervais memang lucu, tapi makin kebelakang makin ngaco kayak orang mabok hingga pengen nabok tuh orang. Lelucon seputar Paul Mcartney gak lucu dan memupus harapan Butler dan Aniston yang ingin mempromosikan The Bounty Hunter.
    Dan menurutku kemenangan The Hangover tidaklah mengejutkan, sama halnya ketika film ini masuk nominasi Original Screenplay atau Best Picture di Oscar nanti

  2. padahal Ricky Gervais gag begitu lucu di film-filmnya..tapi lawakannya di Golden Globes dengan aksen british sukses abisss dagh..hahahhahahah

    setidaknya awya telah membuka mata saya akan golden globes dgn postinganmu ini….karena jujur masih agak aneh dengan pemenang2nya…setidaknya bisa kita tunggu di oscar, bafta atau SAG awards hahahhahahahaaahahahha……

  3. Bete banget deh hasilnya..
    Udah garing deh mengulas siapa aja calon kandidat sepuluh besar kalo toh nya Avatar dipilih.
    Memang sih tidak ada yang sempurna, tapi memenangkan Avatar yang jelas jelas tidak memiliki naskah semenawan lawan lawannya adalah ironis.hixhixhix

    mudah mudahan AMPAS ngerti..

    Tapi Golden Globe kali ini benar benar meriah, full colour, full jokes & full moment

  4. hmm..ada juga blog award sasha stone-nya indo nih..
    menurut saya walopun film lain lebih diunggulkan, tapi Hangover pantas mendapat award. i think it’s best comedy movie of the year (alongside Zombieland)..
    Mungkin award ini sbg apresiasi buat dunia komedi yg dalam dekade ini dibanjiri film2 komedi berkualitas tapi kurang dipandang award, such Knocked Up,Borat,Superbad,40 years old virgin,tenenbaums,tropic thunder,dll.
    And kalo Hangover hanya membuat FYC untuk GoldenGlobe,itu karena Hangover bukan film yg dikhususkan utk award,tapi sadar kalo GG selalu memberi spot nominasi utk komedi R-Rated akhir2 ini..
    i really feel fun & joy to watch Hangover. so it’s a great pleasure to see this movie rewarded…

  5. @Valdi: Eits, jangan salah. Diantara nominasi komedi tersebut, The Hangover adalah favorit sy. Sy menulis seperti itu krna sy mengikuti perjalanan film tersebut. Mengapa komedi yg anda sebutkan td tidak pernah menang GG? It krna dlm sejarahnya lebih cenderung memilh komedi percintaan ketimbg komedi kaum lelaki yg mengkerucut. Hanya saja untgnya The Hangover bkn digarap oleh Judd Apataw, ditambh dg skripnya yg baik, dan kampanye yg jitu. Here it comes, the award.

  6. @awya : ada benernya jg. whatever, award season selalu membuat film sedikit kehilangan kualitas dan hiburannya, dimana orang hanya melihat dari kampanye dan politiknya…yg paling disayangkan itu mundurnya release Shutter Island hanya karena Paramount tidak siap mengeluarkan uang puluhan jeti dollar untuk kampanye film ini -dimana uang itu terpakai untuk kampanye Up in the Air yg sebelumnya tidak dijagokan untuk menjadi contender..
    BTW entah itu komedi todd phillips atau apatow atau frat packager,dll salut utk komedi2 hollywood yg semakin lama semakin cerdas..

  7. @valdi: bener bgt tuh. Sy sampai mendidih wkt shutter island diundur hy gr2 tdk ada dana kampanye. I mean, as scorsese’s fan, tega sekali melakukan it pd seorang legenda hidup seperti dia. Ya, kt si tdk tau kebijakan paramount seperti apa, krn buktinya up in the air mendapat sambutan yg luarbiasa jg. Namanya politik, salah satunya harus disingkirkan untk mendukung yg lain. Itu jelek dan menariknya award season seperti ini. Yah, kt ikuti saja.

  8. baru nonton dan lucu banget pas ngeliat wajah2 pesaing avatar.. kayaknya pada sebel sama james cameron haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s