Top Ten Films of 2003


Sorry for the delay. Dikarenakan saya masih berada dalam masa ujian akhir semester dan ujian proposal untuk skripsi minggu depan, jadi otak mau fokus dulu ke kampus. Waktu untuk menonton pun jadi berkurang. Di tengah-tengah kekacauan tersebut, saya mencuri waktu dengan memberikan daftar ini.

Sama dengan tahun 2002, tahun 2003 juga bukanlah tahun yang menggembirakan bagi saya. Bahkan untuk mengisinya dengan sepuluh besar saja sulit sekali. Berikut film yang berhasil menjadi pilihan di tahun 2003 versi Awya Ngobrol.

[DIDN’T LIKE IT THAT MUCH]:

Film is not for everyone. Ada beberapa film yang mendapat pujian namun bagi saya terkesan tidak istimewa, bahkan nyaris masuk dalam saku film yang saya benci. “MYSTIC RIVER” dari seorang Clint Eastwood memang karyanya paling dark sepanjang dekade ini, namun bukan sesuatu yang istimewa, terlebih endingnya yang menyebalkan (meskipun ending novelnya juga sama). Saya juga salah satu orang yang membenci seri “PIRATES OF CARRIBEAN”, karena meskipun sadar karakter Jack Sparrow memorable, namun karakternya sedikit annoying.  “THE BARBARIANS INVANSIONS” juga sebenarnya termasuk film yang bagus, hanya saja saya menilai film ini terlalu ramah untuk menjual konten tearjerker. Not my taste.

[THE ALSO-RUNS]

Ada beberapa film yang saya suka untuk menjadi pertimbangan masuk daftar saya.  “BIG FISH” dari Tim Burton termasuk filmnya yang paling saya suka di dekade ini, namun belum mampu masuk sepuluh besar. Adapaun “SEABISCUIT” yang mengharu biru, namun ada beberapa hal yang membuat filmnya terlihat biasa saja meskipun bagi saya masih terbilang bagus.“X2” juga merupakan kesukaan saya, dengan battle awal di film ini yang sulit dilupakan. “MONSTER” yang menampilkan akting brilliant seorang Charlize Theron, juga masuk dalam pertimbangan saya.

[THE ALMOST-THERES]

Ada empat film yang nyaris masuk daftar sepuluh besar, namun hanya ada sepuluh ruang, jadi terpaksa harus didepak dari daftar paling sakral. Film-film tersebut adalah:

“COLD MOUNTAIN”

Directed by Anthony Mingella

Sejarah perang saudara di Amerika dengan seperti biasa intrik percintaan di dalamnya memang jitu dikemas ke dalam sebuah cerita. Reene Zellweger tampil berbeda di sini dengan tampilannya yang kumal lengkap juga dengan cara berbicaranya dengan bibirnya yang miring, mengantarkannya meraih Oscar.

“LOVE ACTUALLY”

(Richard Curtis)

Saya menilai film ini hanya untuk cerita bagiannya Colin Firth dan Keira Knightley saja. Untuk cerita lainnya, sangat tidak penting.

“FINDING NEMO”

(Andrew Staunton)

Hubungan bapak-anak ikan ini menyentuh sekali. Sampai kita tidak sadar bahwa mereka adalah ikan, bukan manusia. Ellen Degeneres tampil sangat lucu di sini.

“WHALE RIDER”

(Niki Caro)

Cerita film ini sedikit mengingatkan saya dengan cerita Lama Fa yang ada di wilayah Nusa Tenggara Timur (atau barat ya, lupa!), dimana menceritakan kehidupan manusia yang memiliki hubungan mistis dengan paus. Film yang bersetting di New Zealand ini memberikan kita ilmu tentang tradisi yang ada di sana.

[THE TOP TEN]

#10

“SCHOOL OF ROCK”

Directed by Richard Linklater

Sedikit terusik ketika mengetahui film ini mendapat rating PG-13, padahal tema yang diambil fine saja jika disimak oleh anak kecil. Penampilan kocak dari seorang Jack Black berhasil menawarkan komedi musik yang menghibur.

#9

“21 GRAMS”

Directed by Alejandro Gonzales Innaritu

Khas seorang Innaritu, selalu mengajak penontonnya buyar dan terkoyak-koyak jika melihat tiap adegan yang diobrak-abrik alurnya. Termasuk dengan film ini.

#8


“LOST IN TRANSLATION”

Directed by Sofia Copolla

Cerita tentang kesendirian memang menjadi tema menarik untuk diceritakan. Di tangan Sofia Coppola, tema seperti ini ditampilkan dengan porsi yang pas, kehadiran Bill Murray menghidupkan karakter utamanya sebagi sosok aktor yang terkurung dalam gegap gempita kota Tokyo. Dan film ini meyakinkan kita, setidaknya, Scarlett Johansson bukan hanya aktris yang jual tubuh aduhai, tetapi dia aktris yang juga bisa akting.

#7

“28 DAYS LATER”

Directed by Danny Boyle

Film yang dibidik dengan digital-shot ini merupakan proyek seorang Danny Boyle pasca beberapa film terdahulunya yang jeblok dipasaran. Di luar dugaan, film ini berhasil mengeruk dana berkali lipat dari dana pembuatan filmnya sendiri ketika dirilis di Amerika. Apa yang menyebabkan? Tidak ada yang mengalahkan kekuatan cerita. Period. Salah satu film zombie yang paling menakutkan yang pernah saya tonton. Humanis. Film yang membuat film sejenis yang berjudul *cough* I Am Legend *cough* seperti film yang khusus untuk anak-anak TK.

#6

“ELEPHANT”

Directed by Gus Van Sant

(Note: saya mengganggap adegan tentang Hitler dan adegan di shower menjelang ending yang sangat tidak penting, dipaksakan, dan  useless tersebut tidak pernah eksis. Saya tahu yang buat Gus Vant Sant, tapi, apa harus di setiap film ada unsur gay-nya? Kesannya dipaksakan sekali.)

Baiklah, film yang merupakan interpretasi dari potret peristiwa pembunuhan masal di sekolah Columbine ini tampil dengan begitu naturalis meskipun di beberapa bagian cenderung fiktif. Menceritakan beberapa jam sebelum peristiwa pembunuhan itu terjadi. Kita diajak untuk melihat situasi beberapa murid yang menjadi korban sebelum tragedi memilukan tersebut. Khas situasi remaja di sekolah, ada persaingan, taksir-menaksir, potret remaja putri yang terobsesi dengan tubuh indah sehingga mengidap bulimia, serta yang paling fatal adalah bullying yang terjadi di sekolah. Melihat dua pembunuh yang masih berumur belasan tersebut membuat hati miris. Gus Van Sant membuat film ini sebagai bagian dari trilogi filmnya yang bertema tragedi pembunuhan, mulai dari Gerry, film ini, dan yang terakhir adalah Last Days yang menampilkan detik-detik terakhir kematian Kurt Cobain. Meski film ini dibuat dengan sangat sederhana. Pemainnya yang bukan aktor profesional, namun ternyata berhasil bermain dengan sangat baik sekali. Kesannya yang sederhana itulah berhasil menciptakan emosi yang riil. Untuk kerja keras seorang Gus Van Sant, film ini diganjar penghargaan tertinggi, yaitu Palme d’Or di Cannes.

#5


“LORD OF THE RING: RETURN OF THE KING”

Directed by Peter Jackson

Puncak trilogi mahadashyat dari Peter Jackson berakhir di sini. Pujian berdatangan. Bahkan menyapu bersih semua nominasi yang didapatkannya di Oscar.

#4


“IRREVERSIBLE”

Directed by Gaspar Noe

Film yang sempat menggemparkan jagat raya Cannes Film Festival ini, merupakan salah satu film yang ditasbihkan sebagai film paling disturbing sepanjang masa. Bayangkan, di awal-awal film kita sudah disuguhi adegan erotis sesama jenis yang ekstrim. Ketika ditayangkan di Cannes sampai membuat penontonnya keluar karena mual. Sekaligus adanya adegan pembunuhan yang sadis pula. Belum lagi adegan pemerkosaannya yang tak kalah sadis dan miris. Film yang berkompetisi meraih Palme d’Or ini memiliki plot non-linear, dimana memiliki tiga belas adegan yang diceritakan secara terbalik. Di awal film, pergerakan kamera hampir membuat kepala sakit karena kamera bergerak goyang. Namun, pencapaian artistik film ini merupakan satu sisi yang sulit untuk dilupakan. Adegan romantis menjelang akhir film menjadikan kita mengerti, mengapa balas dendam yang dilakukan si lelaki membuatnya sampai di luar kendali. Meskipun akhirnya kita dihadapkan pada naungan interpretasi personal dengan ending film ini.

#3


“MASTER AND COMMANDER: FAR SIDE OF THE WORLD”

Directed by Peter Weir

Oh, man, I loved this movie. Film yang hampir seluruh adegannya berpusat di atas lautan ini memiliki sisi hiburan yang membuat saya nyaman menyimaknya. Ada sisi persahabatan, perjuangan, intrik, dan sebagainya yang membuat ceritanya meskipun berakhir klise namun memiliki sesuatu yang menarik untuk disimak. Terutama sinematografinya yang menawan.

#2


“CITY OF GOD”

Directed by Fernando Meirelles

Sebelum dunia diperkenalkan dengan kisah kemiskinan di India melalui Slumdog Millionaire, terlebih dahulu muncul film yang berdasarkan kisah nyata ini, menceritakan peristiwa yang sempat terjadi di perkumuhan City of God di Rio De Jaeniro. Potret bagaimana kehidupan gangster diceritakan dengan begitu nyata hingga terkadang membuat hati miris melihatnya. Bayangkan bagaimana seorang anak kecil bisa membunuh orang dengan pistolnya tanpa merasa kasihan sedikitpun. Film ini dikirim oleh Brasil untuk mengikuti Best Foreign Language Film di Oscar, namun tidak masuk nominasi. Uniknya, setahun kemudian filmnya dirilis di Amerika, eh malah menyabet empat nominasi sekaligus bahkan termasuk Best Director. Ketahuan kan bagaimana konservatifnya branch juri kategori film asing di Oscar itu.

#1


“KILL BILL: VOL. 1”

Directed by Quentin Tarantino

Esensinya film ini memang tidaklah ada di atas film-film lainnya di daftar ini kalau kita berbicara masalah pesan besar bernama moralitas dan sebagainya. Substansinya, film ini tidak lebih dari proyek fun yang menginginkan kekerasan tampil sebagai sesuatu yang terlihat keren. Fun adalah sesuatu yang sangat mahal dari sebuah film, bahkan film yang dikatakan bergenre fun sekalipun terkadang sulit untuk dikatakan fun. Hasilnya? Film ini sukses menghadirkan apa yang berharga berlian itu. Ketika sebuah esensi moralitas yang terlampau kadaluarsa untuk aspek film seperti ini diciptakan dari tangan seorang Tarantino, saya sudah tidak peduli apa itu moralitas dan apa itu identitas dalam premis besar sebuah cerita film. Ketika sebuah estetika dihadirkan seperti ini, saya tahu, bahwa saya akan mencintainya. Hanya duduk dan dinikmati saja tiap adegan yang ditampilkan oleh batasan kearoganan seorang Mr. Tarantino.

The 10 Best Performances of 2003:

  1. Charlize Theron (Monster)
  2. Johnny Depp (Pirates of Carribean)
  3. Uma Thurman (Kill Bill: Vol. 1)
  4. Naomi Watts (21 Grams)
  5. Sean Penn (Mystic River)
  6. Keisha Castle Hughes (Whale Rider)
  7. Ellen DeGeneress (Finding Nemo)
  8. Bill Murray (Lost in Translation)
  9. Paul Bettany (Master and Commander)
  10. Scarlett Johansson (Lost in Translation)
Advertisements

14 thoughts on “Top Ten Films of 2003

  1. Belum liat “MASTER AND COMMANDER: FAR SIDE OF THE WORLD”. Gak suka aku liat Crowe gondrong. Setuju dengan adegan shower di Elephant yang gak penting.

  2. Sebagian besar listnya saya setuju
    Elephant, 21 Grams, Lost In Translation, LOTR dan tentunya Kill Bill Vol.1 wajib masuk,

    kok Finding Nemo cuma masuk list almost there?
    School Of Rock ataupun Master and Commandernya buat saya kurang semengigit kasih sayang Marlin ke Nemo 😉

  3. Wah ya, masa sutradara film seterkenal Cold Mountain Alm. Sydney Pollack sih, kan yang betul Alm. Anthony Minghella

  4. Menurut Kang Awya film yg mana sih pencapaian seorang ALENJANDRO INNARITU yang dikenal memakai plot tumpang tindih itu?
    21 GRAMS udah nonton,BABEL ampe berkali kali biar ngerti, AMORES PERROS susahnya cari dvd nya. BTw Biutiful kapan ya diriLIs..
    *Geli juga ngedapatin mahakarya Pixar Finding Nemo diserempet masuk sepuluh besar.
    *THATS WHY I LOVE THIS BLOG : KILL BILL VOL.1 IS NUMBER ONE, ever…..

  5. Pengakuan: bagi yang betanya-tanya mengapa Finding Nemo tidak masuk sepuluh besar, karena sewaktu saya nonton untuk yang pertama kalinya, film tersebut nomer dua saya untuk film pixar, tapi setelah menonton untuk yang kemempat kalinya, entah mengapa saya jadi benci dengan film itu. Maaf saja bagi penggemar Finding Nemo. sekarang ternyta ada di posisi nomer lima saya untuk film pixar, di bawah WALL-E, Ratatouille,The Icredibles, dan Up.

  6. @Hakim: Huahahahaha…. bener banget nih… anthony mingella! saya kepikirannya pokoknya sutradaranya udah meninggal, tapi keingetnya kok malah si Sidney Pollack. thank you, sudah diganti.

  7. @Prabu: pencapaian tertinggi seorang Innaritu bagi saya tetap Amorres Perros. paling memiliki emosi dan eksekusi yang paling sempurna. sstt…. saya membenci Babel, benci banget. karyanya paling lemah bagi saya, karena bagi saya hanya menjual porn-tragedy. Bener kan sehabis nonton kita jadi berpikir, apa sih yang Innaritu ingin sampaikan?

  8. @Movietard: yup saya tidak terlalu ngeh dengan Finding Nemo. Memang Master and Commander sangat tidak menggigit bagi banyak orang, tapi anehnya saya menyukainya. hahaha.

  9. Aku paling suka Babel terus 21 Grams. Babel menurutku ketika dirilis sangat aktual dengan kondisi saat itu.
    Kalo Amores Perros malah gak begitu suka. Selera orang memang beda-beda ya 🙂

  10. btw saya tidk suka school of rock heheheheheheh jadi agak aneh dy masuk daftar 10 besarmu
    btw elephant itu aku belum tau filmnya????jadi pengen nonton, dmana bisa kudapetin dvdnya???wwkwkk LOTR kok dimasukin ke peringkat4 ihihi???
    yeah no.1 kill bill setuju aku wkwkwkwk….
    21 grams film yang amat memusingkan dari segi editing, tapi untungnya bisa dicerna wkwkwkwkwkwk

  11. @Gilasinema: kalau misalnya cerita bagiannya Rinko Kikuchi berdiri sendiri, saya yakin film itu masuk sepuluh besar saya. Agak terganggu saya dengan cerita film lainnya. Emang sih aktual sekali ceritanya.

  12. @Andy: Saya dapet Elephant udah lama sekali lupa beli dimana.
    LOTR peringkat 5 kok, kenapa emangnya?

    menyoal School of rock, bagi saya itu termasuk film komedi yang underrated banget bagi publik. saya menyukai setiap film yang dishoot oleh Richard Linklater. selalu punya keunikan.

  13. Kill Bill ^O^… crooooot *muncratan darah*. Adegan2nya implausibly sadis, tapi kok selesai nonton saya ketawa2 ya. Top banget lah film inih *thumbs up*

    btw, saya juga benci Mystic River, hihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s