If I Had A Ballot, If I Were Sean Penn, If I Were Martin Scorsese, If I Were Charlie Kauffman, My Oscar Ballot Would Be…..

Who has the ballot?

Tanggal 28 Desember kemarin, ballot untuk nominasi Oscar secara resmi dikirim. Ini berarti total member voter Oscar yang berjumlah 5,777 orang tersebut akan mulai mengisi pilihannya untuk dijagokan menjadi nominasi dengan batas akhir pengiriman ballot sampai tanggal 23 Januari 2010 jam 5 p.m waktu Los Angeles, Amerika. Untuk bagian memilih nominasi, AMPAS memiliki pihak yang sudah kompeten dan diakui di bidangnya. Jadi tidak asal semua member boleh memilih nominasi seenak bulu. Dalam artian seorang Sean Penn yang member di branch actor, tidak berhak memilih nominasi di kategori Best Director. Begitupun Martin Scorsese di branch director tidak berhak memilih nominasi di kategori Best Actor atau Best Actress. Atau Charlie Kauffman di branch Writers hanya boleh memilih nominasi di kategori screenplay saja, bukan sound editing atau special efek yang memang sudah memiliki branch-nya sendiri. Jadi anggota AMPAS memiliki branch masing-masing yang merupakan penggabungan dari berbagai macam professional. Branch actors memiliki jumlah member paling banyak yaitu 1.205, producers 460 member, writers 383 member, directors 375 member, sampai yang terkecil adalah branch make-up yang memiliki 115 member.

Perlu diketahui bahwa anggota AMPAS tidak terbuka secara umum. Mereka tidak melangsir nama anggotanya selain bagian pengurus utama, misalnya Tom Hanks yang sempat menjadi wakil presiden AMPAS. Namun, anggota AMPAS diambil dari para professional yang sudah diakui di bidangnya. Selain itu, para professional yang sudah pernah dinominasikan oleh Oscar biasanya akan menjadi prioritas sebagai anggota AMPAS. Jadi tidak sembarangan dalam penunjukannya. Meskipun begitu, ada juga beberapa anggota yang tidak pernah menyentuh Oscar namun telah menjadi member AMPAS, contohnya adalah Tyler Perry. Meski filmnya jauh dari kesan Oscar-worthy, namun eksistensinya dalam perfilman Hollywood sudah cukup untuk mengakuinya. Contoh selebriti yang pernah dinominasikan Oscar adalah Anne Hathaway dan Michelle Williams yang  baru-baru ini menjadi anggota AMPAS.

How to fill the ballot?

Nah sekarang karena dalam aspek pemilihan nominasi semuanya memilih sesuai branch masing-masing. Branch actors memilih kategori acting, makeup memilih nominasi makeup terbaik, sutradara memilih sutradara terbaik, namun, ada kategori lain yang berbeda, yaitu Best Picture yang dipilih oleh semua anggota, serta kategori Best Foreign Language dan Dokumenter yang memiliki pemilih khusus.

Setelah nominasinya diumumkan pada 2 Februari 2010 nanti. Maka pada delapan hari berikutnya, 10 Februari 2010, ballot nominasi akan dikirim ke semua member dan akan memilih pemenang yang dijagokan. Nah untuk memilih pemenangnya inilah yang banyak dikritisi karena semua anggota member boleh  memilih  kategori yang tidak berdasar keahlian lagi, namun boleh memilih boleh juga tidak. Misalnya, seorang anggota branch make-up dia sekarang boleh memilih kategori aktris terbaik, aktor terbaik, sutradara, efek, sound editing dan lain sebagainya. Di lain hal mereka juga boleh tidak memilih atau hanya sesuai dengan yang mereka ketahui saja. Bukan berarti meremehkan kemampuan mereka. Namun  inilah mengapa terkadang hasil akhir dari pemenang Oscar kadang-kadang mengejutkan. Di lain hal, inilah menariknya Oscar.

Pertanyaannya, apa mereka sudah menonton ratusan DVD yang dikirimkan ke rumah mereka masing-masing? Bayangkan untuk aktris seperti Angelina Jolie atau pekerja film biasa sekalipun, pasti sibuknya bukan main. Bahkan untuk menonton satu film pun perlu meluangkan banyak waktu. Itulah mengapa momen holiday seperti ini cocok menjadi sasaran. Meskipun sudah rahasia umum kalau terkadang anggota AMPAS mengisi ballotnya bahkan tanpa menonton filmnya sekalipun. Jadi gak heran kenapa kita bisa memprediksi film apa yang menang tanpa menonton filmnya juga, kan?

Nah, sekarang begini, berandai misalnya saya adalah Martin Scorsese atau Sean Penn yang memang anggota AMPAS, maka saya sendiri punya jagoan masing-masing agar film saya atau yang saya jagokan masuk nominasi. Ini nominasinya dulu lho, belum pemenang. Sistem nominasi dirutkan berdasarkan preferensi yang paling dijagokan. Misalnya di kategori sutradara, Martin Scorsese harus memilih lima nama sutradara, kalau dia jagoannya James Cameron, dia harus menempatkannya di urutan pertama agar memiliki kesempatan paling besar. Jadi dalam artian, saya pasti akan menempatkan jagoan saya di nomer satu, karena dalam seleksi ballot, yang paling banyak ditempatkan di posisi pertama akan lebih punya kesempatan, menyusul posisi kedua, ketiga, dan seterusnya. Jadi kalau ingin yang dijagokan masuk nominasi taruh diposisi pertama, bukan kedua, atau malah terakhir. Sebaliknya kalau ingin sebuah film tidak masuk nominasi, tempatkan saja di posisi paling bontot atau jangan dimasukkan sama sekali.

Nah berikut ini adalah sebuah pengandaian kalau saya menjadi seorang Scorsese atau Sean Penn, atau Charlie Kauffman. Ingat ya ini adalah ballot saya jika menjadi mereka, bukan prediksi saya tentang nominasi Oscar. Kalau memprediksi Oscar musti memakai logika, bukan hati.

If I were Martin Scorsese, my ballot would be….

Best Director:

  1. Katryn Bigelow (The Hurt Locker)
  2. Quentin Tarantino (Inglourios Basterds)
  3. Lone Seifreg (An Education)
  4. James Cameron (Avatar)
  5. Jason Reitman (Up in the Air)

Where’s Clint Eastwood? Udah terlalu sering masuk, bosen. Where’s Lee Daniels? Ew, kalau sampai dapet nominasi aja kamu udah beruntung, kalau menang, saya akan nembak orang. Orang-orangan sawah lebih tepatnya.


If I were AMPAS’ member, my ballot would be

Best Picture:

  1. The Hurt Locker
  2. An Education
  3. Inglourious Basterds
  4. Avatar
  5. A Serious Man
  6. Up In The Air
  7. Invictus
  8. District 9
  9. Up
  10. The Messenger

No “Precious” as well, hahahaha.

If I were Sean Penn, my ballot would be….

Best Actor:

  1. Jeremy Renner (The Hurt Locker)
  2. Colin Firth (A Single Man)
  3. Shartlo Copley (District 9)
  4. Michael Sheen (The Damned United)
  5. Jeff Bridges (Crazy Heart)

Where’s George Clooney? Sorry ya, saya gak dukung tuh. Meskipun saya punya keyakinan dia akan menang di Golden Globe (helo, golden globe loves big star!) tetapi dukungan saya bukan ada di aktor ini. One Oscar is enough, Mr. Clooney!

Best Actress:

  1. Carey Mulligan (An Education)
  2. Meryl Streep (Julie & Julia)
  3. Gabby Sidibe (Precious)
  4. Abbie Cornish (Bright Star)
  5. Saorsie Ronan (The Lovely Bones)

Where’s Sandra Bullock? Ew, ada puluhan aktris yang aktingnya lebih bagus daripada Sandra Bullock. Jadi personally, saya sangat keberatan dia masuk. Meskipun diprediksi saya (dengan logika), dia akan tetap berjalan dengan bebas.

Best Supporting Actor:

  1. Christopher Waltz (Inglourious Basterds)
  2. Alfred Molina (An Education)
  3. Cristian Mckay (Me and Orson Welles)
  4. Woody Herellson (The Messenger)
  5. Zach Galifianakis (The Hangover)

Best Supporting Actress:

  1. Julian Moore (A Single Man)
  2. Marion Cottilard (Nine)
  3. Anna Kendrick (Up in the Air)
  4. Penelope Cruz (Nine)
  5. Monique (Precious)

If I were Charlie Kauffman, my ballot would be….

Adapted Screenplay:

  1. An Education
  2. District 9
  3. The Fantastic Mr. Fox
  4. Up in the Air
  5. A Single Man

Original Screenplay:

  1. The Hurt Locker
  2. Inglourious Basterds
  3. A Serious Man
  4. Bright Star
  5. Up

Nah itu dia isi ballot saya kalo saya adalah salah satu dari anggota AMPAS. Sebagian besar pasti tidak akan masuk nominasi Oscar. So, have fun saja lah!

Advertisements

9 thoughts on “If I Had A Ballot, If I Were Sean Penn, If I Were Martin Scorsese, If I Were Charlie Kauffman, My Oscar Ballot Would Be…..

  1. Kalo aku jadi anggota AMPAS akan saya masukkan : Alvin & Chipmunk Squeakquel, I Love You Beth Cooper, biar heboh kayak piala Citra dulu, hehehehe

  2. Kalo saya jadi anggota AMPAS akan saya masukkan : Alvin & Chipmunk Squeakquel, I Love You Beth Cooper, biar heboh kayak piala Citra dulu, hehehehe

  3. Hahaha. ada da saja. maksudnya piala citra yang tahun brapa? seingat saya yang paling memalukan waktu Heart masuk film terbaik. yaelah. gak banget deh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s