Top Ten Films of 2002

Tahun 2002 termasuk tahun yang tidak begitu menggembirakan bagi saya. Karena hanya beberapa saja yang berhasil mengisi status terbaik. Bahkan, beberapa film yang mendapat status baik di mata publik, tidak berhasil menjadi film yang saya sukai. Berikut film-film yang berhasil menyandang status sepuluh besar terbaik versi Awya Ngobrol.

[DIDN’T LIKE IT THAT MUCH]

“THE HOURS” “CHICAGO”

[THE ALSO-RANS]

“ABOUT A BOY”, “SPIDERMAN”, “THE BOURNE IDENTITY”,

[THE ALMOST-THERES]

“ABOUT SCHMIDT”

(Alexander Payne)

Terakhir mencuri hati lewat Election, Alexander Payne hadir lagi dalam komedi dengan teman pensiunan ini. Jack Nicholson memang paling cocok dengan peran-peran seperti ini. Bercerita tentang seorang lelaki pensiunan yang ditinggal oleh istrinya yang meninggal serta anaknya yang menikah, merupakan sebuah bentuk pencarian kebahagiaan di balik kesendirian yang dialami oleh si tokoh utama. Di beberapa bagian adegannya memang witty, dan jangan lupakan juga bagaimana Kathy Bates berani telanjang bulat di film ini dengan lemaknya yang bergelambir.

“GANGS OF NEW YORK”

(Martin Scorsese)

Karakter yang berhasil dimainkan Daniel Day-Lewis nampaknya akan menjadi salah satu karakter ikonik. Meskipun begitu, ini termasuk karya Scorsese yang mengecewakan meski masih dapat dikategorikan baik. Namun jauh dari karya-karya sebelumnya.

“HERO”

(Zhang Yimou)

Sebenarnya cerita film ini tergolong statis, hanya saja Zhang Yimou mengubah jalinan ceritanya dengan berlapis cerita yang dibedakan melalui saturasi warna yang mencirikan ceritanya. Seperti biasanya, menikmati filmnya Zhang yimou memang akan dimanjakan oleh warna-warna yang menawan.

“LORD OF THE RING: THE TWO TOWERS”

(Peter Jackson)

Meskipun dianggap bagian yang terlemah, namun battle di film ini tetap saja sulit untuk dilupakan.

[THE TOP TEN]

#10

“SECRETARY”

Directed by Steven Shainberg

Film ini memiliki konten yang sangat riskan untuk dikonsumsi publik, yaitu sadomasokis. Meskipun begitu film yang dibalut dengan nuansa komedi di beberapa bagiannya berhasil membuat penonton tertawa. Penampilan yang sangat baik sekali dihadirkan oleh Maggie Gylenhall.

#9


“SYMPATHY FOR MR. VENGEANCE”

Directed by Park Chan Wook

Bagian pertama The Vengeance Trilogy dari Park Chan Wook  ini berkisah tentang seorang lelaki tuli dan bisu, Ryu, yang melakukan berbagai cara agar dapat mencari uang untuk biaya transplantasi ginjal saudara perempuannya. Namun, ternyata apa yang dialaminya berujung meruncing hingga mengakibatkan orang lain terbunuh. Film ini sedikit menyentil tentang eksistensi perdagangan organ manusia.

#8

“FAR FROM HEAVEN”

Directed by Todd Hynes

Gaya bertutur film ini yang konvensial, ditambah dengan teknik pengambilan gambarnya, serta campuran warna pastel yang pekat, jelas sekali mengingatkan dengan film-film era 50-an. Penampilan cast film ini benar-benar mengagumkan. Terutama Julian moore yang tampil sangat menawan dengan karakternya sebagai seorang istri yang harus tetap tegar meski hatinya rapuh berantakan.

#7

“ADAPTATION.”

Directed by Spike Jonze

Dramedi yang menampilkan tiga acting menawan dari para pemainnya. Tentunya yang perlu diacungi jempol adalah Nicholas Cage yang tampil luarbiasa dengan dua karakter yang berbeda. Meski jalan cerita film ini mendekati masterpiece, namun entah mengapa ending filmnya sedikit mengurangi penilaian saya. Namun tetap layak untuk disimak.

#6

“MINORITY REPORT”

Directed by Steven Spielberg

Ini adalah film fiksi-ilmiah yang paling berhasil menampilkan sisi filsafat dan ilmu sains dengan brilian. Tak heran makna filosofis dalam film ini menjadi perdebatan yang begitu ramai ketika filmnya dirilis. Steven Spielberg memang sutradara yang paling berhasil di Amerika secara komersil dan kualitas. FYI, ini film nomer satunya Roger Ebert tahun ini.

#5

“Y TU MAMA TAMBIEN”

Directed by Alfonso Cuaron

Film yang berhasil menghadirkan sisi liar para remaja yang tengah menanjaki makna kedewasaan. Persahabatan yang dihadirkan dilingkupi oleh intrik-intrik serta keliaran yang erotis.  Gael Garcia Bernal sekali lagi membuktikan bahwa dia aktor yang berbakat.

#4

“THE PIANIST”

Directed by Roman Polanski

Boleh saja, saya akan berpikir ulang  untuk menonton film ini lagi kecuali ada orang yang memaksa. Hahaha. Film yang sangat depressing seperti ini memang tipikal film yang akan ditonton sekali saja cukup. Memang begitu contoh film-film festival, bukan? Tetapi bukan berarti tidak berniat menontonnya lagi lalu kita tidak mengaguminya. Penceritaan holocaust yang riil, sering kali membuat saya meringis menontonnya. Roman Polanski memang sutradara yang brilian. Dia dapat Oscar lewat film ini, meski harus dititipkan ketika meraihnya mengingat dia tak berdomisili di Amerika karena kabur dari Amerika. Terlepas dari kasus pedofil yang dia alami, tetap saja ketika menilai film, AMPAS bisa objektif, meski filmnya tetap tidak berhasil menang.

#3


“SPIRITED AWAY”

Directed by Hayao Miyazaki

Satu-satunya film animasi non-computer yang menang Oscar, pembuktian bahwa Hayao Miyazaki adalah animator yang sangat jenius. Bayangkan, hampir dalam tiap sisi adegannya punya pesan moral yang begitu cermat dikemas tanpa harus berkhotbah secara eksplisit.

#2

“ROAD TO PERDITION”

Directed by Sam Mendes

Meski penerimaan publik tidak begitu menggembirakan, tetapi bagimanapun juga bagi saya film ini patut dicintai. Sam Mendes hadir lagi dengan karyanya selepas American Beauty dengan tema yang jauh berbeda. Kalau sebelumnya dia bermain di wilayah satir, kali ini dia mencoba mengemas hubungan bapak-anak dalam tema mafia perampokan. Sinematografi film ini tak perlu diragukan lagi. Indah sekali. Tak heran bisa menang Oscar. Lihat saja bagaimana tampilan hujan di film ini, wow, indah sekali.

#1

“PUNCH-DRUNK LOVE”

Directed by Paul Thomas Anderson

Paul Thomas Anderson sudah mencuri hati saya sejak dia menggugah dan membuat saya ber-wow ria menyaksikan Magnolia yang begitu brillian dan tentunya absurd. Tak kalah absurd-nya juga, Puch-Drunk Love hadir dengan beberapa adegan sureal namun dengan kisah cinta yang real. Sampai saat ini, inilah penampilan terbaik Adam Sandler. Dan jangan bertanya-tanya darimana asal piano yang ada di film ini. Kembali saja pada style Paul Thomas Anderson, ya itu tadi, absurd.

FILM YANG PANTAS DILEMPAR BATAKO (the worst film):

“CROSSROADS”


Waktu itu lagi demamnya Britney Spears, nah nonton deh jadinya film ini, nah mimpi buruk deh jadinya saya sehabis itu. Akting standard. Biasa ya anak muda waktu itu gara-gara MTV gencar promo film ini, terkena deh saya rayuan gombal berisi racun mematikan dari film ini. Mimpi buruk.

THE 10 BEST PERFORMANCES OF 2002:

1. Julian Moore (Far From Heaven)
2. Jack Nicholson (About Schmidt)
3. Adrien Brody (The Pianist)
4. Daniel Day-Lewis (Gangs of New York)
5. Nicholas Cage (Adaptation)
6. Chris Cooper (Adaptation.)
7. Nicole Kidman (The Hours)
8. Adam Sandler (Puch-Drunk-Love)
9. Maggie Gylenhall (Secretary)
10. Meryl Streep (Adaptation.)

Advertisements

11 thoughts on “Top Ten Films of 2002

  1. Eh..dulu sempat nanya soal piano di Punch Drunk Love kan? Setelah aku lihat lagi film ini dan berdasar teori sok tahuku, piano itu mungkin dimaksudkan untuk menggambarkan KESEMPATAN yang sebenarnya selalu hadir di setiap saat dalam kehidupan kita. Mo diambil terserah, mo didiamkan ya monggo. Sama seperti hadirnya si cewek. Kenapa piano? Entahlah, tapi kayaknya benda itu bisa diganti apa saja deh. Lagian di filmnya, itu piano juga gak diapa-apain.

  2. Kang Awya, Salam Kenal
    THE HOURS khan bagus atuh…,
    bukan karena orientasinya THE HouRS menang Golden Globe.. Sepehen Daldry membuatku greget gimana dia mengarahkan tiga aktris senior ini beradu akting dengan gaya masing masing. Terutama Julian Moore yang pas banget memerankan ibu rumah tangga yg dihadapi dilema…

  3. @gilasinema: wah betul bgt tuh analoginya Om…. iya ya….. emang seperti itu sih juga kalo dikorelasikan sama ceritanya. PT Anderson emang paling hobi dengan simbol2. Lihat saja ending There Will Be Blood yang butuh interpretasi lebih.

  4. @Prabu: sebenarnya The Hours kalau dilihat memang memiliki kemasan yang sangat sempurna, apalagi bisa membuatnya terlihat sangat intens dengan akting semua castingnya. Hanya saja filmnya yang berjalan lambat bikin saya bosan menontonnya.

  5. Kang Awya..
    Ku tunggu yah List List Film 2005 nya.. soalnya hampir semua film di tahun tersebut udah kutonton..
    ( Tentunya tugas kuliah udah kelar..)

    kalo THE HOURS yg sumpah keren abiss aja ngak masuk sepuluh besar, pastinya film CRASH dibuang dari sepuluh besar dunkx.. I Hate It

  6. @prabu: wah bener banget untuk yang tahun 2005 si Crash akan mendapat special mention. tunggu saja. soalnya saya benci luar biasa dengan film tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s