Ponyo: Hayao Miyazaki is a God!

(***½)

Tersebutlah Hayao Miyazaki, sang animator terbaik di bumi ini, kembali dengan sebuah animasi yang kaya dengan aspek imajinasi, yang pada konsep akal manusia, sulit untuk bisa dibayangkan dan untuk itulah Hayao Miyazaki hadir di jagad perfilman dengan imajinasinya yang begitu melimpah. Ponyo, salah satu bentuk bagaimana kita menghargai kekayaan imajinasi manusia. Tidak perlu mengumpat dengan asal muasal Ponyo, tidak perlu jadi bingung dengan alasan Ponyo ingin menjadi manusia, dan tidak perlu mengeluarkan muka sengit ketika menyadari Hayao Miyazaki terlihat menggurui Anda dengan kuliah ekologi dan preventifnya terhadap lautan. Karena di situlah letak kehebatan Hayao Miyazaki, ada pesan moral dan nilai yang disampaikan pada tiap animasi yang dibuatnya. Begitupun Ponyo. Jelas terlihat bagaimana Miyazaki ingin mengajarkan bagaimana kita harus mencintai lautan, bagaimana akibat kita mengotori lautan, dan bagaimana akibatnya ketika kita tidak peduli dengan yang namanya lautan. Was that bothering me? Not, at all! Saya menyukai film ini karena Miyazaki hadir dengan jimat “imajinasi”nya yang nampaknya sulit ditandingi oleh animator manapun. Pernah Anda membayangkan bagaimana imajinasi ombak seperti apa yang Miyazaki tampilkan di film ini? Pernah terpikir bagaimana jika ikan-ikan purba hidup di lautan? Miyazaki punya imajinasi itu.

Balik ke masalah pesan moral yang teramat kental, bahkan ada salah satu blogger yang marah karena konten preaching-nya yang begitu mengganggu. Seolah berada di gereja dan Miyazaki sedang mengotbahi jemaatnya, begitulah memang bagaimana Miyazaki selalu hadir dalam karyanya. Bahkan kalau mau menyebut Miyazaki tiba-tiba “latah” lingkungan, tunggu dulu, jauh sebelum film ini dibuat, tepatnya 25 tahun lalu, Hayao Miyazaki sudah sibuk dengan isu lingkungannya lewat Nausicaa of the Valley of Wind yang luar biasa dengan isu polusinya jauh sebelum kebanyakan manusia begitu peduli sekarang ini. Kemudian Princess Mononoke dengan isu penebangan hutannya, dan Spirited Away yang hadir dengan isu taman wisata yang dibangun sembarangan. Inilah Hayao Miyazaki.

Ponyo bukanlah karya terbaik Miyazaki, ini proyeknya yang paling aman, yang ingin menyentuh lebih sisi anak-anak, meski pada kenyataannya filmnya masih sulit dimengerti anak-anak.

Baiklah, karena referensi film dari Studio Ghibli saya agak sedikit, saya membuat daftar kecil-kecilan film dari Studio Gibli (yang kebanyakan karya Hayao Miyazaki) dari yang terbaik sampai yang kurang saya sukai.

  1. Nausicca of the Valley of Wind
  2. Princess Mononoke
  3. Spirited Away
  4. My Neighbor Totoro
  5. Grave of the Fireflies
  6. Ponyo
  7. Kiki’s Delivery Service
  8. The Tales from Earthsea (film Gibli yang paling buruk)
Advertisements

2 thoughts on “Ponyo: Hayao Miyazaki is a God!

  1. kecil kemungkinan masuk oscar, masuk kategori best animated saja masih terseok-seok saingannya berat. tapi tetep menjagokan masuk nominasi sih. meski pemeanngnya udah ketahuan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s