10 Worst Oscar Snubs of the Decade

Mungkin masih menjadi ingatan yang sulit dilupakan, bahkan sampai sekarang  masih digunjingkan bagaimana The Dark Knight mendapat predikat “Oscar Snub” Februari lalu. Sebelum melirik ke daftar lebih jauh, mari kita lihat apa sih arti Oscar Snub itu sendiri? Snub kalau diartikan menjadi “penghinaan” “cercaan” yang secara literal menjadi “Cercaan Oscar” namun secara kontekstual Oscar Snub diberikan kepada sebuah film, aktor, aktris, dan kategori lainnya yang sebelumnya memiliki buzz (gema Oscar) yang kencang dari kritikus dan precursor (festival dan ajang awards lainnya) namun secara mengejutkan dipetieskan atau tidak dilirik atau di-snub oleh Oscar dalam artian tidak masuk nominasi sekalipun. Nah, contohnya adalah The Dark Knight tadi yang gagal meraih nominasi Best Picture. Saya masih ingat bagaimana marahnya orang-orang di salah satu blog Oscar sampai-sampai komen yang pro-kontra berjumlah ratusan. Saya agak gemes karena The Reader jadi kena getahnya padahal dia tidak salah apa-apa. Okelah, The Dark Knight memang film terbaik kedua saya tahun 2008 dan The Reader bahkan tidak masuk daftar sepuluh film terbaik saya, bukan berarti saya membela The Reader, hanya saja kondisinya agak kelewatan. The Reader bukanlah film jelek, secara logis lebih punya materi Oscar ketimbang The Dark Knight, cukup beralasan mengapa pihak AMPAS tidak meliriknya. Mungkin menimbang pilihan ini akan terlihat mainstream karena adaptasi komik akan masuk Best Picture (baca: pemilih konservatif).

Contoh lainnya yang masih terngiang adalah “Dreamgirls”, film pertama dalam sejarah yang memimpin nominasi Oscar tanpa nominasi Best Picture! Banyak yang menganggap ini termasuk Oscar Snub terbesar dekade ini, tapi saya sih tidak setuju dengan hal ini ya karena saya membenci “Dreamgirls” hehehe. Selain nomor-nomor lagu yang ditampilkan, film ini lemah ketika musik meredup dan mulai bermain di sisi dialog dengan ceritanya yang biasa saja. Saya setuju dengan keputusan Oscar untuk men-snub film ini, lol.

Nah berikut sepuluh Oscar Snubs yang membuat saya geram, setidaknya karena tidak berhasil masuk nominasi Oscar, karena bagi saya mempunyai buzz yang cukup besar, potensi yang kuat, terbaik di tahunnya, namun lagi-lagi AMPAS-lah yang memiliki keputusan. Ketakutan saya untuk nominasi Oscar tahun ini adalah di-snub-nya Jeremy Renner dari nominasi. Semoga tidak terjadi.

Setidaknya dengan melihat daftar ini Anda akan disadarkan bahwa tidak selamanya pilihan Oscar itu benar dan tidak selamanya film-film yang masuk nominasi Oscar itu yang terbaik di tahunnya (setidaknya dari kacamata saya). Mungkin lima tahun lalu saya mengganggap film-film Oscar itu adalah jaminan yang terbaik, tetapi ketika mengikuti perjalanannya secara intens banyak sekali film bagus yang tidak masuk nominasi dan kalau dibahas panjang sekali (politik dan sebagainya).

Ini dia 10 Worst Oscar Snubs of Decade versi Awya Ngobrol:

10. Uma Thurman (for Best Actress in “Kill Bill 1 & 2”)

Argh, benci deh kalo ingat Oscar sekalipun tidak menominasikan Uma Thurman lewat perannya sebagai The Bride di Kill Bill ini.  Padahal precursor sudah banyak memuji dan mengakui aktingnya. Bahkan Golden Globes menominasikan dia dua kali lewat perannya ini.

9. Baz Luhrmann (for Best Director in “Moulin Rouge”)

Masih tidak mengerti dengan keputusan AMPAS tidak menominasikan sutradara yang satu ini untuk kategori bergengsi. Tanpa tangan Baz Lurhman Moulin Rouge tidak akan bisa selucu dan seelegan itu. Tanpa Baz Lurhman Moulin Rouge tidak akan punya koreografi dan nomor lagu yang artistik seperti itu. Apa belum cukup?

8. Zhang Ziyi (for Best Supporting Actress in “Crouching Tiger, Hidden Dragon”)

Tidak ada satupun barisan cast yang ada di film ini mendapat nominasi. Sedikit gatel kalau tahu debut brilliant seorang Zhang Ziyi tidak diakui oleh Oscar. Tapi apa mau dikata, bukankah sudah jadi rahasia umum Oscar pelit sama pemain dari Asia?

7. Ryan Gosling (for Best Actor in “Lars and the Real Girl”)

Mengejutkan waktu dia tidak masuk nominasi mengingat SAG menominasikan namanya dan buzz yang didapat lumayan kencang. Setidaknya kalau saya adalah “Tuhan”nya Oscar, saya akan lebih memilih namanya untuk menggantikan George Clooney atau Johnny Depp tahun itu, meski siapapun nominasinya pemenangnya akan tetap Daniel Day Lewis.

6. Jim Carey (for Best Actor in “Eternal Sunshine of the Spotless Mind”)

Memang sulit nampaknya sebagai komedian yang terjun ke drama untuk langsung diperhatikan AMPAS, kecuali mungkin Robin Williams. Padahal Jim Carey sudah tampil meyakinkan sejak main di Man in the Moon, The Truman Show, dan film ini tanpa menampilkan mulutnya yang kesana kemari.

5. 4 Months, 3 Weeks, and 2 days (for Best Foreign Language Film)

Saya sampai tidak percaya dengan kenyataan ini. Gak bisa ngomong. Memang sih juri dari kategori ini yang menyaring nominasi memang dari dulu sudah ketebak, sulit memberi tempat untuk film arthouse. Biasanya mereka lebih suka film tearjerker yang bikin nangis Bombay. Makanya yang menang  Departures, bukan The Class atau Watlz with Bashir. Kasus yang sama juga terjadi untuk The Barbarians Invasions dengan ceritanya yang bikin nangis para juri dan tema filmnya yang mungkin dekat dengan kehidupan para juri (maklum juri kategori ini terkenal agak konservatif dan kebanyakan udah tua) melenggang dengan bebas sebagai juara.

4. Almost Famous (for Best Picture)

Di tengah film mega-blockbuster seperti Gladiator yang memenangkan Oscar tahun itu, nama film ini meredup setelah filmnya flop. Untunglah kategori Best Original Screenplay berhasil dibawa pulang Cameron Crowe. Cukup unik karena ketika film yang dikritisi kritikus, Chocolat (yang anehnya juga saya suka), film yang lebih berkualitas seperti Almost Famous ini luput dari perhatian. Hey, that’s so Oscar, honey!

3. Wall-E (for Best Picture)

Hoho, yang sering melihat blog saya pasti tahu betapa cintanya saya dengan film ini. Marah luar biasa karena AMPAS tidak memilihnya sebagai lima terbaik. Padahal film ini bagi saya lebih bagus daripada nominasi lainnya. Hehehe.

2. Eternal Sunshine of the Spotless Mind (for Best Picture)

Di tahun dimana juga saya menyukai Million Dollar Baby, tetap saja hati ini berontak ketika film yang bagi saya (Finding Neverland, Ray) biasa saja meraih nominasi dibandingkan film brilliant garapan Michel Gondry ini. Untungnya AMPAS tidak buta dan masih bisa menghargai karya masterpiece seorang Charlie Kauffman di kategori Best Original Screenplay.

1. Bjork (for Best Actress in “Dancer in the Dark”)

Lagi-lagi yang menjadi kambing hitam adalah film Chocolat yang menghantarkan Juliet Binoche meraih nominasi, daripada seorang Bjork yang tampil begitu sempurna dan menggugah hati di film ini. Kebencian AMPAS pada Lars Von Trier memang sudah mengkarat kayaknya sampai aktrisnya pun kena sasaran. Dan kasus itu akan berulang lagi pada seorang Charlotte Gainsborough yang bermain gemilang di Antichrist. Seorang Bjork yang filmnya tidak seofensif Antichrist saja tidak dapat nominasi, apalagi film ini yang brutal sekali. Tunggu kiamat tahun 2012 kali ye. Untungnya Golden Globe menominasikan si Bjork yang sudah jelas kalah dari Julia Roberts. Meski aktingnya lebih bagus, tapi ini tahunnya Julia Roberts, dan saya tidak keberatan dengan itu. Suka sama Julia juga soalnya. Sebelumnya, Bjork juga menang di Cannes sebagai Best Actrees. Pada suatu kondisi kok nominasi Golden Globes lebih loveable ya kadang-kadang? Apa karena yang milih jurnalis mancanegara yang memiliki pemikiran lebih dinamis ketimbang AMPAS yang itu-itu mulu (baca: statis)?

Beberapa Snubs yang juga membuat saya geram:

Sally Hawkins (for Best Actress in “Happy Go Lucky”), Todd Haynes (for Best Director “Far From Heaven”), Far From Heaven (for Best Picture), Dennis Quaid (for Best Supporting Actor in Far From Heaven), The Dark Knight (for Best Picture), Ewan McGregor (for Best Actor in “Moulin Rouge), Persepolis (for Best Foreign Language Film), dan Alfonso Quaron (for Best Director in “Children of Men”).

Nah, itu 10 Worst Oscar Snubs versi Awya Ngobrol. Preferensi dari setiap orang pasti mempunyai kondisi yang berbeda tergantung dari sejauh mana kesukaan dan dukungan yang ada. Nah, sebagai perbandingan lihat juga daftar dari Peter Knegt dari IndiWIRE yang memuat 50 Most Despicable Oscar  Snubs of the Decade yang menempatkan Finding Nemo, WALL-E dan Ratatouille sebagai snub yang ada di posisi pertama. Daftar dari Peter Knegt seperti ini:

1. “Finding Nemo,” “The Incredibles,” “Ratatouille” and “WALL-E” (Best Picture)
2. Todd Haynes, “Far From Heaven” and “I’m Not There” (Best Director)
3. Uma Thurman, “Kill Bill, Vols. 1 & 2″ (Best Actress)
4. “Eternal Sunshine of the Spotless Mind” (Best Picture)
5. “In the Mood for Love” (Best Foreign Language Film)
6. Paul Giamatti, “American Splendor” and “Sideways” (Best Actor)
7. Björk, “Dancer in the Dark” (Best Actress)
8. Sally Hawkins and Eddie Marsan, “Happy-Go-Lucky” (Best Actress and Best Supporting Actor)
9. “4 Months, 3 Weeks and 2 Days” (Best Foreign Language Film)
10. David Cronenberg, Viggo Mortensen and Maria Bello, “A History of Violence” (Best Director, Best Actor and Best Supporting Actress)

Untuk 40 Snubs lainnya silakan lihat di sini.

Nah, kalau menurut Anda, apa yang menjadi Oscar Snubs terburuk di hati Anda?

Advertisements

9 thoughts on “10 Worst Oscar Snubs of the Decade

  1. wah kalau saya yang paling kaget yg sally hawkins hahaha soalnya kayaknya waktu itu dia salah satu yg paling fixed jadi nominasi, tapi eh malah gak dapet -__- selebihnya setuju!

  2. Toni Collette for best supporting actress (About a Boy, 2002)
    Emily Blunt for best supporting actress (The Devil Wears Prada, 2006)
    Adaptation for best picture (Spike Jonze, 2002)
    Michelle Williams for best actress (Wendy & Lucy, 2008)
    Kristin Scott Thomas for best actress (I’ve Loved You So Long, 2008)
    Dennis Haysbert for supporting actor(Far From Heaven)
    4 Months, 3 Weeks and 2 Days for best foreign language film
    Sally Hawkins for best actress (Happy-Go-Lucky, 2009)
    Paul Giamatti for best actor (American Splendor, 2003, and Sideways, 2004)
    Todd Haynes for best director (Far From Heaven )
    Finding Nemo and WALL-E for best picture

  3. sama, Sally Hawkins.

    Yang saya paling benci adalah masuknya Gladiator… come on! Film itu bukan materi Oscar. Russel Crowe tidak layak dapat Oscar dalam Gladiator (mungkin gantinya ia dirampas dari Beautiful Mind yang memang layak dianugerahi Oscar)

    Mestinya tahun itu tahunnya Crouching Tiger. Emang Oscar gak bersahabat sama asia. payah de…

  4. @fariz: iya kecewa dg sally hawkins. Pdahal dia keren bgt jd poppy. Tp stelah dia gk msuk nom di SAG dan juga BAFTA (bhkan di negerinya sendiri jg gk dpt nom) tanda2 gk bakal dpt nom oscar sudah muncul. Jd cukup merelakan si Jolie yg dpt nom. Meski tetep Hawkins yg lbih baik.

  5. @Ony: iya Crouching Tiger deserved the award! Bahkan dr skian nom cuma Traffic yg layak menang. Gladiator si menang karena boxoffice wkt it ditambh juga dpt respon positif. Meski tetep gk layak menang. Russel Crowe dpt oscar krn menimbg tahun sebelummya dia main bgus di The Insider. Dia memang pantes bgt menang di A Beautiful Mind. Hanya saja krn dia udah menang ditambah insiden di BAFTA lumayan menodai kansnya.

  6. @Bang Gila: hiyah, byk yg benci Gladiator juga rupanya. Yup. Emang gk msuk daftar top 10 sy nh. Tp msh nangkring di antrean honorable mention. Hayo Bang, unveil duluan listnya!

  7. Aku juga ngak suka banget ama Gladiator. Baru kemaren nontonnya di Trans TV. Dan titel best pictures yg disandang olehnya seakan akan membuatku berharap sekali filmnya sekeren apa.
    Dan ternyata….. wah.. aku ngak bisa bilang jelek. tapi karena dipilih Om Oscar, film ini jadi kucaci maki.
    Dan yang ngak bisa kuterima seumur hidup yakni dipermalukannya “Brokeback Mountain” dengan “Crash”.Itulah Oscar yang paling melukai hati semua umat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s