Quick Review: Julie & Julia, Setengahnya good, setengahnya “meh”

(**½)

Menyimak Julie & Julia seolah menikmati santapan nasi goreng di pagi hari yang kemudian dilengkapi dengan selembar roti, yang bagi selera saya, nasi goreng saja sudah mampu mengenyangkan. Ditambah roti, perut terasa penuh dan mual.

Entah mengapa setiap kali Nora Ephron mencoba untuk berada di kursi sutradara, filmnya selalu terjebak pada tingkat kebosanan yang benar-benar mengganggu sekaligus antiklimaks. Contohnya, Sleepless in Seattle yang cukup bikin hati gondok dengan perjalanan si Tom Hanks dan Meg Ryan dengan klimaks yang melegakan namun tidak memuaskan. Julie & Julia seolah mengadu akting dua pemain utamanya yang sayangnya terasa jomplang sekali di film ini. Amy Adams yang biasanya bermain bagus, entah mengapa di film ini karakter Julie yang dimainkannya kurang meyakinkan. Ditambah lagi dengan ceritanya yang tidak menarik, lengkap sudah. Untungnya film ini terselamatkan dengan cerita bagian Julia Child yang dimainkan dengan luar biasa oleh Meryl Streep. Mulai dari gestur, aksen, gaya bertutur, sampai bagaimana dia menggerakkan bahunya, mirip sekali dengan Julia Child yang asli. Nampaknya film ini akan terasa lebih baik jika hanya menjadi satu cerita: Julia saja. Sorry to say, ceritanya si Julie kurang penting.

Advertisements

One thought on “Quick Review: Julie & Julia, Setengahnya good, setengahnya “meh”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s