Best Foreign Language Film Submissions: Will Jamila Eat the President?

Jamila and thre President - Poster2Memenangkan Oscar di kategori ini sudah barang tentu menjadi petunjuk euforia sebuah negara karena filmnya berhasil diakui oleh pihak AMPAS yang notabene memiliki selera yang tidak mudah ditebak. Pihak AMPAS sudah merilis daftar film-film yang dikirim oleh berbagai negara di dunia berjumlah 65 film yang berarti dikirim oleh 65 negara. Menurun dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 67 film. Dari 65 negara tersebut Indonesia ikut serta tahun ini lewat Jamila and the President yang dipilih oleh Himpunan Pembuat Film (HPF) sebagai wakil negeri kita tercinta setelah tahun lalu absen dari keikutsertaannya. Tapi tunggu dulu, bukan berarti 65 film itu bisa bernafas lega dan langsung bersiap berkompetisi, karena bisa saja ditengah jalan terlempar karena terkena kartu “diskualifikasi”. Satu saja diketahui bahwa sebuah film melibatkan crew dari negara lain, langsung ditendang dari barisan kompetisi. Kasus tergres mungkin masih ingat dengan filmnya Ang Lee “Lust, Caution” yang didiskualifikasi di pertengahan jalan karena setelah diseleksi lagi, nama-nama crewnya kebanyakan menggunakan crew dari Hollywood.

Ada banyak kejutan yang muncul melihat pilihan negara-negara yang berkompetisi. Contoh saja Spanyol yang memilih The Dancer and the Thief daripada Broken Embraces-nya Pedro Almodovar yang sudah punya nama di Hollywood, padahal kalau film ini dipilih nama Pedro Almodovar saja sudah cukup menjadi jaminan nominasi. Tetapi isu terakhir berhembus karena memang belakangan Pedro mengalami sedikit konflik dengan perhimpunan perfilman Spanyol sana. The White Ribbon juga sempat menjadi perdebatan ketika mewakili Jerman, padahal awalnya dikatakan akan mewakili Austria yang merupakan asal Michael Haneke. Lain lagi dengan Israel, banyak yang sudah menjagokan negara ini akan mengirim “Lebanon” yang meraih film terbaik di Venice bulan kemarin, ternyata malah mengirim “Ajami”. Ini disebabkan karena pemilihan “Ajami” sudah dilakukan jauh hari sebelum “Lebanon” memenagkan tropi di Venice. Kejutan juga terjadi pada Italia yang sampai saat ini memegang rekor sebagai peraih tropi Oscar terbanyak ketika mengirim “Baaria” padahal sebelumnya “Vincere” sempat menjadi kandidat kuat. Tetapi beberapa blogger mengatakan “Baaria” tak kalah bagusnya juga. DAN DAN DAN…… (maaf memang maskudnya lebay), hal yang paling membuat saya kecewa berat adalah dipilihnya the boring “Forever Enthralled” daripada “The City of Life and Death” (atau Nanking! Nanking!) yang bagus banget oleh pihak China sebagai film resminya.  Memang jawabannya sudah bisa ditebak, kontroversi. “The City of Life and Death” meski mendapat pujian di Toronto bulan kemarin, di negerinya sendiri film ini menjadi kontroversi karena menggambarkan karakter Jepangnya yang terlalu baik. Salah satu film terbaik yang saya tonton tahun ini padahal. Bahkan banyak kritikus yang terkejut karena belum pernah mendengar “Forever Enthralled”.

a_prophet1

Jagoan saya adalah “A Prophet” dari Perancis yang memegang rekor film dengan nominasi terbanyak. Bahkan sudah ada yang melobi agar Tahar Rahim bisa masuk kategori Best Actor dengan aktingnya yang dipuja puji itu. The next Marion Cottilard? Hmm… bagaimana dengan kans Jamila and the President milik negeri yang katanya kaya alam dan sentosa serta tercinta kita ini? Butuh keajaiban. Bukan berarti skeptis. Hanya saja menurut beberapa review film ini tidak luar biasa. Crossed fingers saja ya. Setidaknya ikut berpartisipasi saja sudah membuktikan bahwa perfilman kita masih hidup. Semangat!

65 Countries in Competition for 2009 Foreign Language Film Oscar®

Beverly Hills, CA — Sixty-five countries have submitted films for consideration in the Foreign Language Film category for the 82nd Academy Awards®, Academy President Tom Sherak announced today. The 2009 submissions are:

  • Albania, “Alive!,” Artan Minarolli, director;
  • Argentina, “El Secreto de Sus Ojos,” Juan Jose Campanella, director;
  • Armenia, “Autumn of the Magician,” Rouben Kevorkov and Vaheh Kevorkov, directors;
  • Australia, “Samson & Delilah,” Warwick Thornton, director;
  • Austria, “For a Moment Freedom,” Arash T. Riahi, director;
  • Bangladesh, “Beyond the Circle,” Golam Rabbany Biplob, director;
  • Belgium, “The Misfortunates,” Felix van Groeningen, director;
  • Bolivia, “Zona Sur,” Juan Carlos Valdivia, director;
  • Bosnia and Herzegovina, “Nightguards,” Namik Kabil, director;
  • Brazil, “Time of Fear,” Sergio Rezende, director;

  • Bulgaria, “The World Is Big and Salvation Lurks around the Corner,” Stephan Komandarev, director;
  • Canada, “I Killed My Mother,” Xavier Dolan, director;
  • Chile, “Dawson, Isla 10,” Miguel Littin, director;
  • China, “Forever Enthralled,” Chen Kaige, director;
  • Colombia, “The Wind Journeys,” Ciro Guerra, director;
  • Croatia, “Donkey,” Antonio Nuic, director;
  • Cuba, “Fallen Gods,” Ernesto Daranas, director;
  • Czech Republic, “Protektor,” Marek Najbrt, director;
  • Denmark, “Terribly Happy,” Henrik Ruben Genz, director;
  • Estonia, “December Heat,” Asko Kase, director;
  • Finland, “Letters to Father Jacob,” Klaus Haro, director;
  • France, “Un Prophete,” Jacques Audiard, director;
  • Georgia, “The Other Bank,” George Ovashvili, director;
  • Germany, “The White Ribbon,” Michael Haneke, director;
  • Greece, “Slaves in Their Bonds,” Tony Lykouressis, director;
  • Hong Kong, “Prince of Tears,” Yonfan, director;
  • Hungary, “Chameleon,” Krisztina Goda, director;
  • Iceland, “Reykjavik-Rotterdam,” Oskar Jonasson, director;
  • India, “Harishchandrachi Factory,” Paresh Mokashi, director;
  • Indonesia, “Jamila and the President,” Ratna Sarumpaet;
  • Iran, “About Elly,” Asghar Farhadi, director;
  • Israel, “Ajami,” Scandar Copti and Yaron Shani, director;
  • Italy, “Baaria,” Giuseppe Tornatore, director;
  • Japan, “Nobody to Watch over Me,” Ryoichi Kimizuka, director;
  • Kazakhstan, “Kelin,” Ermek Tursunov, director;
  • Korea, “Mother,” Joon-ho Bong, director;
  • Lithuania, “Vortex,” Gytis Luksas, director;
  • Luxembourg, “Refractaire,” Nicolas Steil, director;
  • Macedonia, “Wingless,” Ivo Trajkov, director;
  • Mexico, “Backyard,” Carlos Carrera, director;
  • Morocco, “Casanegra,” Nour-Eddine Lakhmari, director;
  • The Netherlands, “Winter in Wartime,” Martin Koolhoven, director;
  • Norway, “Max Manus,” Espen Sandberg and Joachim Roenning, directors;
  • Peru, “The Milk of Sorrow,” Claudia Llosa, director;
  • Philippines, “Grandpa Is Dead,” Soxie H. Topacio, director;
  • Poland, “Reverse,” Borys Lankosz, director;
  • Portugal, “Doomed Love,” Mario Barroso, director;
  • Puerto Rico, “Kabo and Platon,” Edmundo H. Rodriguez, director;
  • Romania, “Police, Adjective,” Corneliu Porumboiu, director;
  • Russia, “Ward No. 6,” Karen Shakhnazarov, director;
  • Serbia, “St. George Shoots the Dragon,” Srdjan Dragojevic, director;
  • Slovakia, “Broken Promise,” Jiri Chlumsky, director;
  • Slovenia, “Landscape No. 2,” Vinko Moderndorfer, director;
  • South Africa, “White Wedding,” Jann Turner, director;
  • Spain, “The Dancer and the Thief,” Fernando Trueba, director;
  • Sri Lanka, “The Road from Elephant Pass,” Chandran Rutnam;
  • Sweden, “Involuntary,” Ruben Ostlund, director;
  • Switzerland, “Home,” Ursula Meier, director;
  • Taiwan, “No Puedo Vivir sin Ti,” Leon Dai, director;
  • Thailand, “Best of Times,” Yongyoot Thongkongtoon, director;
  • Turkey, “I Saw the Sun,” Mahsun Kirmizigul, director;
  • United Kingdom, “Afghan Star,” Havana Marking, director;
  • Uruguay, “Bad Day for Fishing,” Alvaro Brechner, director;
  • Venezuela, “Libertador Morales, El Justiciero,” Efterpi Charalambidis, director;
  • Vietnam, “Don’t Burn It,” Dang Nhat Minh.
Advertisements

2 thoughts on “Best Foreign Language Film Submissions: Will Jamila Eat the President?

  1. Dari segi tema aku sangat tertarik dengan Un Prophet dan Baaria. Sayang ya Vincere disingkirkan, padahal si aktris utama punya kans bertempur di kategori Aktris terbaik.
    Situ kayaknya dah liat film-film bagus. Penasaran ma reviunya.

  2. Saya juga tertarik menonton Un Prophet, sempet streaming cuma bisa liat 3 menit pertama doang, lama banget soalnya, selain filmnya juga lama. Hahaha. Jadi males. nunggu dvdnya saja.

    Kalau Vincere belum sempet disentuh tuh. Masih ogah nontonnya. nanti saja belakangan. Hehehe. Malah saya nunggu review dari Mas Gilasinema nih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s