Flashback Movie: American Beauty (released 15 September 1999)

“Sometimes there’s so much beauty in the world I feel like I can’t take it, like my heart’s going to cave in.”

suvari1ed

Tepat hari ini 15 September 1999, film American Beauty dirilis secara terbatas di Amerika dan memulai tahapan gemilang prestasi film ini di mata publik dan kritikus. American Beauty bercerita tentang kisah kehidupan keluarga pinggiran kota (suburban) yang termasuk kelompok menengah ke atas dan terlihat begitu bahagia dan tentram, namun memiliki rahasia yang ternyata tidak seperti yang terlihat di muka. American Beauty menuturkan kisahnya dengan begitu apik, mengalir dengan yakin, dan diakhiri dengan ending yang mengejutkan sekaligus brillian dan memberikan pelajaran yang amat berharga bagi penontonnya. Baiklah, saya tidak akan mereview film ini tetapi untuk Flashback Movie saya akan mengulas serba-serbi dan berbagai trivia tentang film ini serta sedikit unek-unek saya terhadap film ini. Karena awalnya skrip film ini akan saya pakai untuk bahan utama skripsi saya, namun saya urungkan karena materi skripnya tidak sesuai dengan apa yang akan saya teliti. Nampaknya akan ada banyak SPOILER di setiap postingan Flashback Movie saya. Jadi yang anti-spoiler, lebih baik diurungkan dulu untuk membacanya, atau silakan tonton dulu filmnya. Bagi yang sudah menonton… monggo, seperti tagline film ini….look closer!

lookclosered1Tagline …Look Closer sebenarnya dapat dilihat pada ruangan kerja Lester Burnham. Sam Mendes secara kebetulan melihatnya sewaktu editing yang sebenarnya merupakan tulisan yang tidak sengaja terdapat pada properti set untuk ruangan kerja Lester, dan kemudian Mendes memutuskan memakainya sebagai tagline.

Apa makna mawar merah dalam film ini?

American Beauty yang secara harfiah diterjemahkan menjadi kecantikan/keindahan Amerika, pada dasarnya mempunyai interpretasi yang ambigu. Ini diakui oleh Sam Mendes maupun penulisnya sendiri, Alan Ball. Sebenarnya peran bunga mawar itu sudah cukup menawarkan arti kecantikan yang dimaksud. Dalam film, mawar merupakan tanaman yang disukai oleh Carolyn (Annete Bening) yang mampu dipeliharanya dengan baik dan subur. Sementara mawar pula

mewakili makna kecantikan itu sendiri, dimana kita memuji sebuah mawar ketika melihat kelopaknya yang begitu indah dan menawan, namun mengumpat ketika durinya melukai jari kita. Dibalik kelopaknya yang indah, ada duri yang sebenarnya membuat segala keindahan itu tak sempurna. Mawar merepresentasikan sebuah keindahan sejati. Itulah yang dilihat oleh Lester Burnham (Kevin Spacey) sewaktu pertama kali melihat Angela Hayes (Mena Suvari).

dinnercrashKetika scene ruang makan kedua, karakter Lester pada awalnya hanya akan melempar piring berisi asparagus itu ke lantai saja, namun Kevin Spacey berimprovisasi dan melempar piring ke tembok yang membuat ekspresi terkejut dari Annete Bening dan Tora Birch memang keluar nyata.

The perceptive insights between heterosexuality and homosexuality inside the film? Maknanya apa?

Saya waktu menonton pertama kali film ini sulit menemukan apa sebenarnya yang ingin disampaikan film ini selain memotret sisi gelap kehidupan kaum suburbia. Terlebih saya menjadi sedikti rancu untuk menginterpretasikan kenapa Collonel Frank Fitts mencium Lester? Did he gay? Saya bingung. Karena tidak ada petunjuk sebelumnya yang mengatakan itu. Sampai akhirnya saya menonton yang kedua kalinya baru mengerti secara garis besar film ini. Mendes mengatakan kalau film ini merupakan interpretasi dari keterkungkungan yang dialami oleh tokoh utamanya (Lester Burnham) dalam keluarga yang tidak membuatnya bahagia. Begitupun tokoh Colonel Frank Fitts yang terkungkung dalam kondisinya yang harus selalu disiplin karena latar belakang militer yang dikenyamnya. Menjadi overprotected dan menganiaya anaknya sendiri, Ricky Fitt, dan ditambah istrinya yang terlihat selalu murung. Sebenarnya di naskah aslinya Collonel Frank Fitts itu diceritakan lebih dalam, sekaligus diceritakan bahwa dia memiliki kekasih sesama jenis yang mati pada perang Vietnam. Sikap Colonel Frank Fitts yang terlalu panik membuat ending film ini terasa dramatis, dan meyakinkan kita bahwa hal yang singkat bisa menjadi perkara yang besar. Pada dasarnya sang penulis Alan Ball yang aslinya seorang gay, mengaku karakter Colonel Frank Fitts adalah representasi ayahnya sendiri yang memiliki kondisi yang sama. Jadi sebenarnya dalam naskah aslinya Alan Ball ingin membawa isu sesama jenis itu lebih dalam. Tetapi Sam Mendes memotongnya dan memfokuskan pada sentral cerita. Itulah mengapa skrip film ini dianggap para kritikus sedikit bermasalah karena ending film ini terasa terburu-buru terlebih ketika tokoh utamanya mati pada sebuah alasan yang tidak bisa dimengerti begitu saja mengapa dia harus dibunuh dan cenderung berakhir dengan alasan yang lemah. Meski pada akhirnya kita tahu bahwa sikap preventif Colonel Frank Fitts yang over-panic itu terjadi karena orang lain mengetahui jati dirinya. Film ini juga sebenarnya memiliki makna yang dibawa dari tokoh pendukungnya, termasuk pasangan gay tetangganya yang hidup bahagia dan merasa bangga dengan kehidupannya, sementara di sisi lain kehidupan heteroseksual yang begitu diterima masyarakat, ironisnya memiliki kehidupan yang jauh dari mereka harapkan. Film ini mencoba menawarkan sisi komparasi antara heteroseksual dan homoseksual dan lengkap dengan dua sisi yang bertabrakan itu juga.

helicopter1Pengambilan gambar dari helikopter yang mucul di awal film sebenarnya ditujukan untuk scene Lester Burnham yang melayang di udara lalu turun ke tempat tidurnya dan ini ada di naskah aslinya. Namun Mendes menolak untuk menampilkannya karena akan terlihat aneh dan tidak cocok untuk film ini.

Inside the Great Ensemble for Brilliant Movie

Film ini adalah film dengan barisan cast terbaik yang ada di tahunnya dan dianugerahi best ensemble cast dari Screen Actors Guild. Semua yang bermain di film ini tampil dengan baik sekali terutama Kevin Spacey yang tampil meyakinkan dan sangat pas memerankan karakternya. Asal tahu saja awalnya pihak Dreamworks tidak setuju Mendes memilih Kevin Spacey karena kurang terkenal, pihak studio menawarkan Tom Hanks, Kevin Costner, Bruce Willis dan John Travolta, namun Mendes menolak. Begitupun dengan Annete Bening, awalnya pihak studio meminta Holly Hunter atau Helen Hunt, tapi diam-diam Mendes sudah menawarkannya pada Annete bening yang membuat pihak studio kecewa. Mendes tahu apa yang dia pilih, kedua pemeran utamanya mendapat nominasi Oscar, bahkan Kevin Spacey memenangkannya. Saya sih setuju juga kalau Annete Bening menang, tapi Hilary Swank juga main bagus waktu itu. Sementara pemeran pendukungnya yang lain juga semuanya berakting jempolan.

annetebeningAdegan ketika Carolyn berteriak karena gagal menjual rumah, hanya dilakukan dalam satu kali take saja.

smileyburger2Adegan ketika Lester berniat melamar pekerjaan di sebuah restoran cepat saji Smiley Burger itu sebenarnya direkam ketika malam hari, namun kemudian dirubah pencahayaannya agar kelihatan siang hari. Itulah mengapa ketika gambar mengarah pada wajah Lester dan si pegawai, tidak ada bayangan matahari yang muncul.

Film ini dianugerahi Best Campaign Film of the Year. Why so?

Ada yang unik. American Beauty pada saat itu terkenal dengan gaungnya selepas Festival Film Toronto dimana banyak kritikus membicarakannya. Bukan perkara rahasia lagi kalau mendekati ajang bergengsi Oscar para studio akan melobi para anggota AMPAS agar memberikan pilihannya pada film yang dikampanyekan. Nah, untuk hal ini pihak Dreamworks sampai menyewa tiga orang konsultan sebagai penasehat kampanye ini. Masing-masing punya ide berbeda. Konsultan pertama Nancy Willem, menyarankan agar memajang display film ini di toko buku dan mengadakan sesi tanya jawab dengan sang sutradara dalam ajang BAFTA. Konsultan kedua, Dare Olson, menganjurkan agar tidak hanya memasang iklan di koran terkemuka, tetapi juga melakukan publikasi gratis di Beverly Hills dimana tempat voter Oscar banyak tinggal sekaligus mengadakan screening film ini kepada ribuan anggota Actors Fund of America karena kebanyakan aktor dan aktris merupakan anggota AMPAS. Nah konsultan ketiga, Bruce Feldman, meminta sang penulis Alan Ball untuk bertandang ke Santa Barbara Film Festival dan menghadiri private party-nya untuk mengikuti jamuan makan malam yang bertepatan dengan tribute kepada Anthony Hopkins pada waktu itu, dan tentunya banyak voter alias AMPAS alias penentu pemenang Oscar yang bertandang juga dan tempat paling ampuh untuk kampanye. Hm…. tak heran film ini dianugerahi Campaign of the Year. Dan hasilnya mendapat 8 nominasi Oscar dan memenangkan kategori utama. Intinya kualitas film yang baik juga bukan jaminan bisa dilirik Oscar. Kalau tidak ada kampanye, tidak akan dilirik. Itulah mengapa biasanya film berbiaya kecil yang nampaknya lebih bagus kadang tidak mendapat nominasi sekalipun.

Other Trivia:

plasticBerdasarkan pidato Oscarnya, Alan Ball mengatakan scene kantong kresek yang terbang itu dia lihat ketika dia sedang duduk di plazanya World Trade Center.

rickylooksed1Adegan ketika Jane dan Ricky berjalan kaki dan mereka menyaksikan mobil pemakaman yang lewat, Ricky mengatakan kalau mata orang mati itu layaknya mata Tuhan, dan kita harus menatap mata orang mati layaknya menatap mata Tuhan. Itulah mengapa ketika Ricky melihat mayat Lester, dia menatap ke arah matanya.

  • Tangan dan perut yang kelihatan di poster film ini ternyata bukan fotonya Mena Suvari yang jadi obsesi tokoh utamanya. Tetapi milik model Chloe Hunter.
  • Di versi asli dari skrip film ini, diceritakan bahwa endingnya lain. Jane dan Ricky diceritakan ditangkap oleh polisi karena video yang sempat direkam oleh Ricky bahwa Jane berencana membunuh ayahnya dengan penawaran tiga ribu dolar, yang pada kenyataannya tidak jadi digunakan karena Mendes akhirnya memberi tahu penonton kalau itu hanya sebuah lelucondua tokoh itu. Di skrip aslinya juga diceritakan kalau istri Colonel Frank Fitts mengetahui suaminya berlumuran darah dan menutupi kejadian itu.
Advertisements

3 thoughts on “Flashback Movie: American Beauty (released 15 September 1999)

  1. makasih banyak udah ngulas film ini. yg bikin saya bingung itu emang ayahnya ricky. Kenapa dia nyium Lester? kenapa dia panik sekali & nangis? abis baca ini jadi ngerti. thx
    film yg kompleks..

  2. The intention is so clear that everything else falls into place, perfectly. Kevin Spacey’s suburban husband and father reminded me of his character in “The Ref” and that could only be a good thing. Annette Bening and her giggle works wonders here. Their marriage is a tabloid version of a “Who’s Afraid To Virginia Woolf” Which means very close to someone we know. The biggest surprises in the film. besides the amazing dexterity of Sam Mendes at his first outing behind the camera, are West Bentley. Chris Cooper, Thora Brch and Allison Janney. As I’m writing this 8 years after its first release, the Oscars and the whole hullabaloo, I’m very surprised that West Bentley hasn’t become a major star. He is amazing in “American Beauty” the complexities of his character are based on recognizable human stands, the hardest to face up to and I went where he went. Thora Birch is lovely as the object of his attention and the film, I believe, is here to say.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s