My Ranking For Six Harry Potter’s Films (Thus Far)


(*ini akhir bulan Juli dan akan segera masuk ke awal Agustus dan mulailah season film-film serius. Film yang saya paling tunggu tahun ini sudah dirilis. Hype Harpot sudah mereda meski antrean tetap panjang. Untuk menutup bulan ini saya ingin merangkum daftar film harpot yang paling saya suka untuk enam film pertama*)

harrypotterseries

Well, saya bukan seseorang yang patut bermahkota Harry Potter’s ‘die-hard’ fan, bukan juga orang yang fanatik dengan si cowok berkacamata ini. Saya hanya penikmat filmnya saja karena film-film Harry Potter adalah film-film yang hadir sejalan dengan masa kanak-kanak sampai saya cukup dewasa sekarang. Kalau ditanya apakah saya pernah baca bukunya? Oke, saya pernah. Tapi kalau semuanya, saya boleh berkata tidak. Saya hanya ingat baca buku pertama dan kedua waktu itu dan detil ceritanya pun sudah tidak ingat. Nah untuk seri selanjutnya saya tidak sempat baca, berhubung saya agak susah untuk menjalani “kegiatan” membaca (*males mode on*), apalagi bukunya tebal sekali, yang kadang membuat mata saya terpelintir. Jadi, kalau tiba-tiba saya berbicara tentang buku, itu berarti saya sedang tertarik sama buku itu. Hahahaha.

Well, banyak yang bilang kalau kita tidak akan bisa menikmati film harpot kalau tidak membaca novelnya karena kompleksnya cerita dan tokoh yang ada. Dan banyak juga yang mengeluh setiap kali filmnya muncul, dengan nada meninggi mencaci maki filmnya, “Ih, kok gak kayak dibukunya ya?” “Ih kok gini?” “Ih kok gitu?”, paduan suara sehabis keluar di bioskop muncul beriringan membentuk nada yang kompak. Well, saya bersyukur tidak pernah mengumpat seperti itu (atau saya malah kurang beruntung?) karena tidak mengetahui detil ceritanya. Jadi, ketika saya duduk manis di depan layar saya hanya berharap sebuah tontonan yang menghibur dengan ekspektasi cerita yang menarik. Sebagai tujuan menikmati sebuah film, bukan membandingkan novel dan film. Karena bagaimanapun juga dua media itu tidak akan pernah sama.

So, berikut enam film pertama dari franchise sukses ini yang menjadi favorit saya dalam tatanan sebuah film. Bagus tidaknya film tersebut. Bukan apakah sebuah film berhasil menerjemahkan novelnya, dan blah blah blah, yang akan merunut pada perdebatan yang panjang. Kalau ada yang bilang, yang tidak pernah baca novelnya tidak patut menilai mana film harpot yang terbaik karena menilik poin kefokusan novelnya tadi, saya hanya mau bilang, apa orang harus membaca novelnya dulu kalau harus menonton filmnya? Apa orang harus baca novel No Country For Old Men (sumpah nih film keren bgt) dulu sebelum mengatakan filmnya brilian? Apa orang harus membaca Laskar Pelangi dulu sebelum mengatakan filmnya bagus? Atau apa saya harus membaca novelnya dulu sebelum mengatakan Twilight itu biasa saja? Tidak kan. Novel is novel, film is film. Nuff said.

Nah, ini dia urutan film harpot yang paling saya suka:

1. Harry Potter and the Prisoner of Azkaban (2003)

Ini adalah film harpot yang paling saya suka karena berhasil membuat saya merasa ngeri menontonnya. Ceritanya pun tersusun dengan rapi, meski cenderung lambat, saya dapat menikmati ceritanya dengan suasana yang sama meski sudah menontonnya untuk yang kelima kali. Alfonso Cuaron berhasil menjadikan franchise ini menemukan eksistensinya sebagai karya yang bisa dianggap penting. Menjadikan harpot bukan cerita anak biasa seperti dua film sebelumnya. Meski banyak pembaca bukunya yang komplain karena ceritanya yang kelewat beda dengan bukunya. Tapi tak bisa dipungkiri kritikus berkata lain dan memuji film ini sebagai karya terbaik harpot. Ironisnya, ini film harpot paling kecil pendapatannya, mungkin gara-gara itu ya Alfonso Cuaron tidak dipercaya menyutradarai film harpot lagi. Meski, jujur, di novel ada pertandingan Quidditch yang selalu saya nanti visualisasinya (saya suka olahraga ini!) terlebih itu adalah pertama kalinya Harry memenangkannya untuk Gryffindor, sayang di filmnya hanya ditampilkan sekilas. Tapi menilik poin tadi, film emang beda dengan novel.

2. Harry Potter and the Goblet of Fire (2005)

Saya ngeri dengan adegan pertandingan kedua Triwizard yang harus menyelam di air dan menyelamatkan orang itu.  Well, sejujurnya bagi saya film ini sangat menakutkan terutama di endingnya ketika Voldemort muncul dan ketika Cedric mati jujur saya terharu melihatnya. Meski, (ngarep) supaya piala dunia Quidditch ditampilkan dengan detil. Yah, namanya juga film. Hahahaha.

3. Harry Potter and the Order of Phoenix (2007)

Well, sewaktu saya menonton film ini keluar dari bioskop saya kurang begitu suka karena battle antara Voldemort dan Dumbledore agak mengingatkan dengan The Matrix (setelah ditimbang2 saya juga gak ngerti kok saya berpikir begitu). Tapi setelah menontonnya untuk yang kedua kali, well saya cukup menyukai film ini. Saya rasa film ini yang paling bisa menggabungkan antara cheerfulness dan darkness dengan klop. Terutama saya terkesan dengan Imelda Staunton yang memerankan Dolores Umbridge dengan gemilang (pantas masuk nominasi Oscar padahal). Action dari film ini memang paling luar biasa dari film-film sebelumnya.

4. Harry Potter and the Half Blood Prince (2009)

Well, jujur saya mengantuk nonton film ini. Okelah, kata teman saya (yang menempatkan film ini di urutan teratasnya sebagai film harpot terbaik) mengatakan kalau ini termasuk yang paling fokus dengan cerita novelnya. Entahlah, saya tidak membacanya, jadi penilaian saya murni sebagai sebuah tontonan. Saya agak kecewa (mungkin juga karena suasana bisokop yg tidak mendukung waktu itu) dengan film ini karena ekspektasi saya super lebih. Mungkin kalau saya menonton untuk yang kedua kalinya akan lebih baik (saya pasti menontonnya lagi!). So, sejauh ini, versi yang ini masih ada di posisi empat saya. Siapa tahu kalau ditonton lagi ternyata lebih membuat saya terkesima. We’ll see.

5. Harry Potter and the Sorcerer’s Stone (2001)

Sebagai awal memperkenalkan seri film ini, Chris Columbus cukup berhasil mem-visualisakan dunia sihir dan sekolah Hogwarts dalam bukunya. Sumpah, pertama kali menonton film ini saya ingin sekolah di sana dan ingin dihadiahi Nimbuz 2000 biar bisa terbang seperti Harry. Ada ada saja.

6. Harry Potter and the Chamber of Secret (2002)

Dari sekian film harpot film ini adalah film yang paling membosankan. Hampir tidak ada hal yang menarik di film ini entah mengapa. Tapi sebagai hiburan, cukuplah. Melihat gimana tanaman menangis kalau dicabut dari potnya, hm… ada di sini!

My *ngarep mode on*

Nah, kalau misalnya dua film terakhir udah kelar, saya ngarepnya ada produser yang mau mengangkat Quidditch menjadi tema utama film (saking sukanya ama nih olahraga!). Wah kayaknya seru tuh. Fokus cerita tentang Quidditch dan segala tetek bengeknya. Kalau misalnya *ngarep mode on” saya ini ternyata menjadi kenyataan, wah saya pasti ada di antrean terdepan kalau filmnya rilis! Hihihi…

Final Thought

Well, ini adalah daftar film harpot terfavorit atau terbaik bagi saya sejauh ini. Mungkin daftarnya akan berubah kalau saya berhasil menonton HP6 lagi dalam waktu dekat ini. Tapi masih malas kalau mengingat harus mengantre lagi, hehehehe. Jadi tunggu saja nanti kalau sudah sepi, siapa tahu daftarnya bisa berubah. Tahun depan ketika Deathly Hallows versi pertamanya dirilis, saya akan membeberkan daftar terbaru film harpot yang saya anggap terbaik. Siapa tahu Deahtly Hallows part 1 nanti bisa nangkring di posisi pertama. Who knows? Ayo David Yates buat yang se-dark dan sebagus mungkin. Kamu bisa! Semangat!

Advertisements

10 thoughts on “My Ranking For Six Harry Potter’s Films (Thus Far)

  1. waah! setuju banget!!! prisoner of azkaban itu memang yang paling bagus dan chamber of secret yg paling… ‘biasa’ lumayan menghibur sih tapi memang ngebosenin bgt.

    oiya mas, kayaknya sih 2 film terakhirnya gak akan membahasa ttg quidditch, di bukunya seingat saya gak ada soalnya hahahahaha

  2. Saya hampir mau belasan kali nih nonton Prisoner of Azkaban. Enggak tau kenapa. Tone warnanya juga beda dari seri Harry Potter yang lain. Azkaban juga adalah film yang bikin para penonton cilik pada takut. Dan jangan lupa, alunan musik jazz juga terdengar hanya di seri ketiga ini.

  3. Setuju..sekali!!^^
    HP POA the best HP movie ever buat aku sampai saat ini. tapi agak sedikit berbeda, buat hani
    HP CoS menempati peringkat ketiga setelah HP SS
    menyususl HP5, HP4, HP6.. 🙂
    dari semua itu yg paling sering ditonton emang Prisoner of Azkaban!^v^
    menarik bgt liat efek knight bus, sama dementor untuk pertama kalinya..
    menurut Ney, dementor versi cuaron yg paling bagus and menganalogkan versi buku dgn apik! 😀

    Btw, nice blog! 😉

  4. tulisan yang menarik…saya salah satu ‘die-hard’ fan of harry potter. tapi saya tidak membandingkan buku dan film, karena seperti yang JK Rowling bilang sendiri buku dan film adalah dua media yang berbeda. selain itu, bagi saya, sangat menarik mendengar komentar tentang film harry potter dari orang yang belum membaca novelnya. dan tulisan Anda sangat bagus.

    saya setuju Harry Potter 3 adalah film yang paling bagus. saya sangat suka visualisasi dan seluruh film-nya. untuk film ke-6, saya juga suka. bukan karena orang bilang lebih fokus seperti novelnya (saya masih menganggap tidak mendekati), tetapi karena visualisasi film-nya yang sangat PAS. apalagi detail setting-nya…hwaaa!!!bener2 pengen ke Hoghwarts…:D

  5. @asking why: Well, thak you for the compliment. Oh, berarti film keenanm tidak lebih fokus dari novelnya ya. soalnya saya tidak baca, cuma temen saya yg baca yg bilang begitu, entahlah kenapa dia bilang ini yg paling fokus. mungkin deskripsi filmnya yg kamu bilang pas tadi yg menjadikan dia mengatakan fokus. meski bisa diperdebatkan apa itu fokus dan visualisasi yg pas.
    thnk you, anyway

  6. yah POA emang bgus tp klo gw lebih sk GOF…klo mnurut tante rowling yg mndekati novelnya adlh yg ke5…yah gw jg yakin stlah HPsaga slesai bkal dibuat film yg brhubungan dgn HP…yah salah satunya quiditch akakaka moga aja…hihi nice blog

  7. gw justru kurang setuju..

    soalx menurut gw justru POA sm GOF yang plg hilang deh spirit of Harpotx..
    banyak banget adegan2 yg dipotong dan byk muncul2 adegan2 baru yg gak penting. selain itu, alfonso cuaron jg seenak2x merubah beberapa orisinalitas Harry Potter yg dah dibangun dr 2 film sebelumx..

    Cth :
    1. Di POA dan GOF, Anak2 Hogwarts jrg banget pake seragam
    2. Akting Dumbledore yg kurang bgt chemistryx
    3. Maze turnamen triwizard yg jauh bgt dr novel
    4. Turnamen Quidditch yg digambarkan nothing banget
    5. Deatil2 penting yg hilang, terutama di GOF banayak banget
    6. POA menempati film Harry Potter dengan kesalahan terbanyak

    kalo menurut gw,,

    paling bagus ke buruk.
    1.Sorcerer’s Stone
    2.Order of Phoenix
    3.Half Blood Prince
    4.Prisoner of Azkaban
    5.Chamber of Secrets
    6.Goblet of Fire

  8. hmm, kayanya bisa berkecewa hati deh bagi yang berharap klo ada Quidditch di 2 film trakhir, soalnya, di novelnya sama skali (yang saya ingat) tidak ada pertandingan Quidditch..
    dan saya sangat setuju klo prisoner of azkaban film harpot yang paling bagus dan menarik, dan klo menurut saya urutan yang ke dua seharusnya order of phoenix dan yang ke tiga goblet of fire, yang ke empat half-blood prince yang ke lima sorcerers stone dan yang ke enam chamber of secrets.

    dan untuk sekedar ikutan ngarep mode on: kayanya 2seri film ke 7 ini bakal KREN BANGET..

  9. saya penggemar novel Harry Potter, saya juga penikmat film, saya pernah menulis pada sebuah majalah film tentang bagaimana kita menikmati novel dan film dengan cara yang berbeda karena memang medianya berbeda.
    Saat saya menulis, 2 film Harry Potter sudah dirilis, dan tentunya sudah bisa dinilai …
    bagi saya urutan pertama adalah
    1. PoA (HP3) : sebuah film HP terbaik bagi saya, adaptasinya benar-benar pas, dan yang paling penting, bisa menyampaikan konsep perjalanan waktu yang tidak membingungkan.
    2. DH part 1 & 2 (HP7) : banyak yang menilai sebagai dua film berbeda, namun saya menilai sebagai satu film panjang. Detil dan penceritaan bagus, meskipun penggarapan part2 harusnya bisa lebih klimaks lagi, tapi secara keseluruhan, mantapp
    3. OotP (HP5) : penceritaan dalam film lugas, tidak banyak berputar-putar, dan klimaksnya dapat pada pertempuran terakhir, sebenarnya kalau boleh menaruh posisi kembar, saya akan tempatkan GoF juga di posisi ini, sayangnya nomor 3 harus ada 1 saja, saya berikan pada HP5, karena berkali-kali menonton, saya tidak sempat terlelap.
    4. GoF (HP4) ; nilai saya antara film ke-4 dan ke-5 adalah sama, hanya saja pada saat menonton di bioskop untuk yang kedua kali, saya sempat terlelap (mungkin karena nontonnya pas capek dan kemalaman), tapi ini yang membuat saya memberikan poin minus dibanding film HP5
    5. HBP (HP6) : sebenarnya kualitas film ini baik, namun datar. Entah kenapa, rasanya tidak ada klimaks dalam film ini. Datar dan flat, karena sesungguhnya adegan duel Harry-Malfoy bisa lebih mencekam, kemarahan Snape akibat mantra kutukan Harry pada Malfoy bisa lebih maksimal, plus serangan Pelahap Maut ke Hogwart bisa lebih dahsyat.
    6. CoS (HP2) : cerita ada peningkatan dibanding HP1, dimana Steve Kloves (penulis naskah) sudah mulai berani sedikit mengutak-atik bahan asli menjadi versi film. Ini yang membuat saya memberi nilai lebih pada film kedua HP ini.
    7. PoS/SoS (HP1) : mungkin banyak yang akan bertanya, mengapa justru HP 1 yang saya posisikan paling bawah. Maaf, ini lebih karena saya menilai bahwa alur dalam film ini masih tersendat jika dibanding film setelahnya. Saya akui, bahwa film ini adalah klasik, peletak landasan bagi film-film HP lainnya. Bagaimana Chris Colombus berhasil meletakkan pakem-pakem film HP pada film ini, dan saya juga sadar tak seharusnya film ini menempati urutan terbawah, jika bisa. Namun sekali lagi maaf, ketika saya menonton film ini, pertama kali, saya menerima dengan respon biasa-biasa saja (mungkin salah saya saat itu adalah membandingkan dengan LOTR, maaf) tidak sampai “WoooW” (beda ketika saya menyaksikan PoA ataupun OotP maupun DH, yang membuat saya ber”WoooW” besar)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s