Top 10 Films of 2008

(*Setelah sebelumnya saya nge-post top ten female performances dan top ten male performances, sekarang akhirnya giliran edisi pamungkas yaitu top ten films*)


Apa film terbaik kamu di tahun 2008 kemarin? Saya punya sepuluh film yang bagi saya setidaknya bisa memberikan sesuatu yang ada nilainya ketika ditonton. Mengapa sebuah film bisa saya kategorikan terbaik? Kriterianya sih sederhana saja, tentunya harus memiliki nilai pengalaman berbeda dalam menonton film, ceritanya menarik, dan ditambah sisi teknis yang mempercantik filmnya. Dasarnya sebuah film harus inspiratif, sepuluh film ini mewakili semuanya. Tahun ini jumlah film yang bagus tak seberapa, tanpa harus mengatakan spektakuler seperti tahun 2007, yang alamak film-filmnya bagus-bagus sekali. Tahun yang akan diingat sebagai tahun perfilman yang penting.

bestfilmsq

Sekedar flashback, perjalanan film favorit dan terbaik bagi saya tiap tahunnya selalu saja punya setidaknya satu atau dua judul yang layak untuk dijadikan media inspiratif entah itu cerita yang ditampilkan atau pesan yang begitu menggugah hati. Nah untuk tahun 2007 yang lalu, wuih….. banyak sekali film bagus yang sulit untuk memasukkannya hanya dalam sepuluh besar. Tahun itu adalah tahun terbaik yang pernah ada dari film-film yang beredar. Kalau 2007 lalu film terfavorit dan terbaik bagi saya adalah The Assassination of Jesse James by the Coward Robert Ford (btw saya suka sekali melafalkan judul film ini). Sumpah saya terkagum-kagum dengan sinematografi film ini yang indah sekali di samping ceritanya yang bagi saya menarik. Roger Deakins dengan sinematografinya yang monumental benar-benar bikin mata jadi manja dengan gambar-gambar indah.

Coba lihat adegan perampokan di malam hari, dimana lagi bisa melihat gambaran malam yang elok seperti itu? Meski sekilas mengingatkan dengan Road To Perdition. Ada juga beberapa gambar yang menggunakan blur effect, indah sekali! Tapi saya heran sudah delapan kali masuk nominasi Oscar, dari The Shawsank Redemption, Fargo, blah blah blah sampai yang terakhir The Reader gak juga bawa pulang Oscar si Roger Deakins ini. Seharusnya dia menang tahun 2007 kemarin, tapi berhubung saingannya berat-berat, yang akhirnya dibawa pulang There Will Be Blood yang juga bagus banget. Mungkin suaranya split karena dia juga masuk nominasi di No Country For Old Men ya. Tak taulah, yang jelas Roger Deakins is the best! Selain itu film ini juga menarik karena penampilan pemainnya yang sempurna, terutama Casey Affleck. Coba saja dia tidak berada di tahun yang sama dengan Javier Bardem, hmm… pasti dia yang menang.

Di posisi dua favorit saya adalah There Will Be Blood yang saya jagokan menang Oscar waktu itu. No Country For Old Men ada di posisi ketiga. Ini merupakan karya brillian yang berhasil menampilkan villain memorable, Anton Chigurh, sumpah nakutin banget nih orang. Serta quote memorable, “Call it Friendo!” Tipikal psikopat yang baru sekarang muncul sejak Hannibal Lecter. Ketiga film tadi saya yakin akan mempunyai reputasi klasik di masa mendatang. Terutama There Will Be Blood yang punya tema paling kuat. Nampaknya ketiga film tadi akan diingat sebagai film terbaik dekade ini.

Nah lupakan tahun 2007, kita lihat untuk list tahun kemarin. Tahun ini list-nya seperti ini:

10. Australia

austraWhat?? Ok, don’t get me wrong, I hated the last 45 minutes of this movie, anyway. Andai saja film ini dipotong beberapa scenenya, pasti lebih bisa berhasil. Banyak yang komplain karena Baz Lurhman terlalu ambisius menampilkan pemandangan Australia sehingga meninggalkan esensi cerita. I don’t mind it, though. Tidak terlalu menggangu bagi saya, meski adegan perangnya lebih mengingatkan dengan Pearl Harbour yang saya benci. Tak masalah. Saya malah merasa senang karena Baz Lurhman terlalu rewel promosi negaranya. Saya puas dengan tampilan alam Australia yang menawan. Nuff said.

9. Synecdoche, New York

synecdochenewyork-mv-1Gimana kalo Charlie Kauffman jadi sutradara? Nah, hasilnya seperti film ini nih, susaaaaaaaaaah dimengerti! Kalau Eternal Sunshine of the Spotless Mind butuh dua kali menonton hingga akhirnya mampu masuk daftar My All-Time Favorites saya, Being John Malkovich tetap bertengger jadi film teraneh yang pernah saya tonton, nah kalo yang satu ini mungkin menjadi film yang paling susah dimengerti. Unless, you see it more than once. Tak heran film ini menjadi film yang paling banyak diperdebatkan. Terutama mengenai jenis kelamin tokoh utama, Caden. Dia interpretasinya cewek ato cowok sih? Ah bingung! Tapi sebagai penggemar Charlie Kauffman, dia sudah berhasil membuat orang-orang tertarik pada debut penyutradaraannya. Film ini memberikan pengalaman menonton yang berbeda.

8. The Wrestler

thewrestlerSalah satu film yang menyentuh. Melihat karakter utama yang sendiri, sebagai pegulat yang harus pensiun, dan tak mampu melakukan apapun selain bergulat, memberikan sebuah cerita yang boleh jadi inspiratif dan memorable bagi sebagian orang. Melihat sisi lain dibalik seorang pegulat, memberi gambaran yang keras tentang kehidupan mereka. Dan, yeah, scene terakhir film ini benar-benar bikin kita miris (or maybe stopping your breathe).

7. Changeling

changeling1Kenapa ya karya Clint Eastwood tidak mendapat sambutan hangat oleh publik Oscar tahun kemarin, tidak juga untuk film Gran Torino? Apa Oscar sudah berpaling cintanya dari sutradara ini? Padahal dia kan selalu kebagian sorotan kalau sudah giliran Oscar, meski kadang filmnya gak bagus-bagus amat tuh, liat aja Mystic River, duh… menurut saya gak ada yang spesial. Sedangkan Changeling, hanya menyisakan Angelina Jolie dan beberapa kategori di segi artistik. Sebenernya Changeling tidak jelek kok, bagus malah. Mungkin yang jadi masalah adalah gaya bertuturnya yang terlalu konvensional dirasa terlalu biasa. Tapi, sebagai tontonan, film ini cukup berhasil kok, ditambah sinematografinya yang ciamik, cukup memanjakan mata.

6. The Curious Case of Benjamin Button

ben1Cukup beralasan mengapa Roger Ebert membenci film ini, karena konsep lahir terbaliknya yang dikritisi sebagai salah konsep dalam bercerita. Dan sayapun begitu, katanya lahir tua tapi kok tingkah lakunya kayak anak-anak? Ini yang sempet bikin bingung beberapa orang. Mungkin ini akibat ceritanya yang berbeda dari versi cerpennya, yang menurut Roger Ebert lebih bisa diterima logika dalam “ketidakmasukakalannya”. Terlepas dari itu semua, film ini sebenarnya sangat layak untuk ditonton. Terlebih hal-hal teknisnya yang spektakuler. Cate Blanchet yang terlihat muda, Brad Pitt yang disulap ke wajahnya di masa muda , membuat kagum betapa hebatnya orang dibalik make up-nya. Dan tentunya cerita cintanya yang ageless menjadi daya tarik untuk membuat kita betah melihat film ini.

5. Happy-Go-Lucky

happygoIni film yang paling menyegarkan di tahun 2008. Melihat karakter Poppy yang selalu ceria memberi inspirasi bahwa hidup nggak perlu dibawa susah-susah. Just be happy. Meski ada satu adegan yang membuat saya berpikir, sewaktu Poppy kehilangan sepedanya, dengan tertawa dan tersenyum, dia bisa-bisanya ngomong “I don’t even say goodbye”, ya elah emang ada ya orang kayak gitu kalo kecurian? Hihihi. Tapi film ini benar-benar memberi penyegaran. Entahlah, mengapa publik Oscar tidak menominasikan Sally Hawkins di jajaran Best Actress, padahal dia sudah disebut-sebut sebagai salah satu penampil terbaik di tahun kemarin. Setidaknya dia lebih baik daripada Angelina Jolie (IMHO). Tapi tak apalah, setidaknya aktingnya sebagai Poppy tetap membekas dan dicintai oleh orang yang menyukai film ini. Oh, iya dia ngalahin Meryl Streep di Golden Globes sebagai Best Actress in comedy!

4. Revolutionary Road

rev2Kalo boleh jujur, inilah film yang paling saya tunggu kehadirannya menjelang akhir tahun lalu (saya sampai nge-print screenplay-nya lho), karena kedua pemainnya adalah aktor dan aktris terfavorit saya. Dan juga karena memang Titanic benar-benar menjadi titik mengapa saya mencintai hiburan bernama film (I saw Titanic when I was in elementary school. Well, it really wasn’t appropriate film for my age that time, hahahaha!). Jadi ketika mereka dipasangkan lagi dalam bentuk yang jauh berbeda dari peran mereka 11 tahun yang lalu, yang lebih matang dan mereka berdua diakui sebagai bintang berkualitas, terlebih film ini disutradarai Sam Mendes, jelas air liur ini tak henti-hentinya tertarik untuk menonton film ini. Meski, setelah menonton, semua orang koor menyebut film ini penuh dengan depresi dan membuat penontonnya mengkerutkan kening gara-gara terlalu suramnya tema yang diambil dan terlebih ending yang ironis. Bagi saya film ini menampilkan akting pemain terbaik di tahun 2008. Tak ada film yang akting para castnya sebrilian ini, okelah tanpa melupakan Milk dan Doubt. Dari mulai Kate Winslet, Leonardo Dicario, Michael Shannon yang mengejutkan, serta Kathy Bates yang juga berkesan. Two thumbs up!

3. Slumdog Millionaire

slumdog_millionaire16Awalnya saya benci sekali kalo mendengar film ini disebut sebagai kandidat kuat peraih Oscar (karena waktu itu belum nonton dan saya gak suka film india), eh setelah nonton, gila langsung nangkring di urutan atas daftar favorit saya sebagai film terbaik, mengalahkan Benjamin Button seketika. Ceritanya rapi, ditambah editing dan ceritanya yang loncat sana-sini, tapi tetap mudah dimengerti, membuat film ini sangat sayang dilewatkan. Mungkin banyak yang bilang film ini terlalu mendongeng, oh, folks, come on! Kenapa semua cerita harus sesuai realita? Padahal fairytale sekalipun sering terjadi di dunia ini tanpa kita sadari. Setidaknya film ini menghadirkan harapan yang selalu orang inginkan, itu poinnya.

2. The Dark Knight

darkSekedar informasi, saya menonton film ini sebanyak tiga kali di bioskop, dan tetap tertarik menontonnya di DVD lagi. Ini adalah satu-satunya film yang saya tonton lebih dari sekali di bioskop dan tetap tidak bosan. Meski banyak yang mencibir film ini soooo overrated, saya tetap tidak peduli! Tidak pernah ada dalam bayangan kalo film manusia kelelawar akan sebagus ini. Gelap dan suram. Memang alasan utama adalah munculnya Joker yang sangat menarik, tapi terlepas dari itu semua, The Dark Kight telah berhasil menjungkirbalikkan fakta kalau film dari komik bisa juga kok sebagus ini. Tak heran Metacritic mencatat film ini mendapat 18 nilai sempurna (100) dari kritik, dengan total nilai 82 sehingga masuk kategori universally acclaimed. Meski tetap Oscar tidak mengakuinya, tapi jutaan penggemarnya tetap bersikukuh kalau film ini lebih baik dari The Reader yang digadang-gadang sebagai pencuri nominasinya di Best Picture. Ada ada saja.

1. WALL-E

WalleEveq

Kenapa film ini menjadi yang terbaik di tahun 2008 bagi saya? Bukan karena saya sok ikut-ikutan karena film ini banyak di puji orang. Bukan juga karena majalah Time memasangnya sebagai film terbaik. Bukan juga karena film ini menjadi film paling banyak masuk daftar top ten list tahun 2008 lalu. Bukan juga karena film ini untuk pertama kalinya menjadi animasi pertama yang menjadi film terbaik di salah satu festival film di Amerika. Bukan juga karena film ini menjadi film dengan review terbaik kedua di Metacritic dengan meraih 20  nilai sempurna (100) dari kritikus, total nilai 93 dibawah 4 Month, 3 Weeks, and 2 Days yang berada di posisi pertama dengan nilai 97. Bukan karena itu. Tapi, karena film ini berisi semua hal yang saya inginkan dari sebuah tontonan. Tawa, inspirasi, pengetahuan, ide, pesan, itu semua tersaji dengan manis di animasi ini. Jangan juga langsung skeptis kalau film animasi tetaplah animasi yang jauh realitanya dari film live action. Saya benci sekali ketika seseorang memandang film animasi sebelah mata dan menganggapnya hanya konsumsi anak-anak. Itu pemikiran yang salah besar.

Beberapa pemerhati film, Sasha Stone, misalnya sempat berujar, “entah kita sadari atau tidak, karya-karya Pixar Studio merupakan film-film terbaik yang pernah ada, terlepas dari format animasi yang ditawarkannya. Kita bahkan bisa berkumpul bersama keluarga dan berdiskusi tentang film, lewat karya-karya mereka yang memang, tanpa dipungkiri, merupakan karya-karya masterpiece tidak hanya dikalangan animasi, tapi juga dalam konteks film secara menyeluruh”.

Melihat hubungan WALL-E dan EVE yang tidak biasa, pesan politis yang disampaikannya, dan ide orisinil yang ditawarkannya, tak heran, beberapa tahun ke depan film ini akan menjadi film klasik, layaknya Toy Story. Menarik memang jika kita lihat, bahwa WALL-E tak hanya merupakan salah satu film terbaik di tahun 2008, tapi juga menurut beberapa kritikus sebagai The Best Romantic Film of the Year,  The Best Family Film of the Year, dan tak akan ada nada yang menolak untuk berargumen (termasuk Roger Ebert sendiri) bahwa WALL-E adalah The Best Science-Fiction Film of the Year.

Hmm… jadi penasaran dengan UP tahun ini, akankah karya Pixar Studio menjadi yang terbaik lagi? Melihat review-nya di Rotten Tomatoes yang mencapai nilai 98%, rasa-rasanya, sudah pasti masuk top 10 list. Meski standar yang diberi WALL-E teramat tinggi, tapi UP rasanya patut dinanti. Ah, tak sabar menunggu nanti rilisnya di Indonesia!

Well, sampai jumpa untuk list film terbaik 2009 ya. Keep watching, everybody!

Advertisements

2 thoughts on “Top 10 Films of 2008

  1. pilihannya bagus2! dan untuk 2 teratas saya setuju bgt deh (tapi kalo saya, yg pertama mungkin dark knight kali ya hahaha)

    btw, saya jg suka dengan judulnya “The Assassination of Jesse James by the Coward Robert Ford” hahaha walaupun belom pernan nntn -__-

  2. benjamin bunton tuh bikin ngantuk bagi saya beneran dah ckck . hehe . alurnya kepanjangan nguap mulu nonton film itu ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s