Review: Harry Potter and the Half Blood Prince

(***)

“This year most anticipated movie swept the moviegoers!”

we

Well, akhirnya kesampaian juga untuk menonton film ini meski harus menunggu untuk hari yang kedua. Setelah ngantre hampir dua jam dan sampai timbul pertumpahan darah (*lebay mode on*), bisa juga terduduk dengan lega di kursi bioskop untuk menonton film paling heboh di seantero jagad raya ini. Puas? Tunggu dulu. Mungkin karena suasana yang bener-bener nggak mendukung dan kedongkolan saya karena kelewatan adegan opening yang saya tunggu-tunggu (gara2 keliling mall dulu buat beli makanan), maka lengkaplah untuk dua kali berturut-turut saya menonton film Harry Potter (sebelumnya yang kelima) tanpa mengetahui opening filmnya. Well, untuk yang kelima udah punya DVDnya jadi sudah tahu bagaimana detil filmnya. Sedangkan film yang ini pengen nonton lagi tapi, duh, ngebayangin ngantrenya yang minta ampun udah angkat tangan deh.

Just wanna share: too many noises that ruined my atmosphere

Saya nampaknya tidak akan menonton film harpot di siang hari lagi. Duh gila sumpah mungkin ini yang membuat saya sangat tidak konsen menonton film ini. Sumpah. Sewaktu adegan Dumbledore mati yang saya sudah terharu dengan ekspresi harpot, tapi ada backsound sangat tidak sinkron yang merusak suasana yang sudah dijalin film ke hati saya (bahasanya mas!). Ada suara anak kecil di barisan depan  yang sepanjang film ketawa mulu gak jelas. Parahnya pas bagian sedih dan serius dia ketawa gak jelas juga. Argghhh! Salah saya kenapa ngambil yang siang hari, kenapa juga gak malam hari seperti biasa. Ah gara-gara terlalu exicited buat nonton pengennya yang awal mulu. Hehehehe.

Disappointed?

Oh, yeah, mungkin karena ekspektasi saya yang sooper-dooper dengan film ini setelah mendapat review yang bagus dari kritikus jadi tertarik luar biasa karena film Harpot selalu penuh imajinasi dan selalu menghibur. Jadi karena saya terpengaruh sama HP5 yang actionnya gila-gilaan, rada kecewa karena film ini terlalu drama, terlebih setelah saya kelewatan adegan awal yang katanya spektakuler banget. Well, saya cukup kecewa. Mungkin kalau menontonnya lagi bisa punya penilaian yang berbeda.

Entertained?

Obviously, yes. Apalagi setelah film ini berhasil menghadirkan hubungan percintaan antara tokoh utama film ini. Lucu, segar, setidaknya membuat saya tertawa terpingkal-pingkal menyaksikan film ini. Meski saya cukup terharu dengan kematian Dumbledore, namun sepanjang cerita, ending film ini benar-benar anti-klimaks. Lo gitu doang toh. Ngegantung banget. Yah, gimana dong, orang di novelnya juga ngegantung juga.

qw

Acting?

Seperti biasa kalau bicara film harpot, akting pemain pendukung semuanya jempolan. Alan Rickman adalah contoh yang selalu konsisten dengan tampangnya yang dingin dan misterius. Kali ini giliran Jim Broadbent yang memerankan Horace Slughorn mempunyai porsi peran yang banyak, bolehlah dibilang berhasil menampilkan karakter yang dimainkannya dengan baik, namun tak seotentik dan secemerlang bagaimana Imelda Staunton di film sebelumnya. Namun bagi saya scene stealer-nya adalah Helena Bonham Carter!! Dia memang cocok banget dengan peran-peran agak “mereng” kayak gini. Keren! Karena tema drama adalah yang ingin ditampilkan oleh David Yates kali ini dan mau tak mau akting adalah modal yang utama film menjadi menarik. Ketiga tokoh utama tetap tampil seperti biasanya seperti akting mereka di film sebelumnya. Namun kredit buat Tom Felton, main dengan bagus banget di sini. Sisi antara keraguan dan ketidakberanian atas apa yang harus dilakukannya itu tergambar jelas dari sorot matanya yang sering nampak bingung dan kosong. Keren deh aktingnya.

Final thought?

Well, awalnya pengen banget ngasi nilai sempurna sama film ini karena banyak yang muji film ini. Namun setelah menonton filmnya niat saya urungkan berhubung belum pantas saya rasa. Saya tunggu tahun depan semoga versi pertama Deathly Hollows-nya bisa lebih kelam dan spekta dibanding yang sekarang. Ayo dong David Yates buat yang seperti punyanya Alfonso Cuaron! Ayo kamu bisa!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s