10 Best Male Performances in Films of 2008

“From an innocent aging-backwards man to a terrifying villain”

They are the best of the year!

Hehehehe, ini nih sih cuma sekedar fun doang sih. Soalnya aku paling suka banget kalau udah buat list kayak gini. Well, berhubung baru berhasil menonton sebagian besar film-film terbaik di tahun 2008, akhirnya baru ada niat untuk me-recap siapa saja aktor-aktor, entah itu Leading atau Supporting yang bermain cemerlang tahun kemarin. Banyak aktor yang bermain bagus di tahun 2008, meski tak sesengit di kategori aktris, tapi setidaknya ada dua nama yang selalu dibicarakan, yaitu Sean Penn dan Mickey Rourke. Sedangkan di kategori supporting, Heath Ledger sudah memimpin jauh-jauh hari. Kalau 2007 lalu karakter pria memimpin, boleh dikatakan tahun 2008 karakter pria hanya beberapa yang menonjol. Tetapi tetap menarik untuk disimak. Nah, sekarang aku publish yang versi aktornya dulu. Nanti menyusul untuk versi aktrisnya. Okeh.

Well, here they are 10 best male performances in films of 2008:

10. Eddie Marsan (Happy-Go-Lucky)

eddieDi samping Sally Hawkins yang memang standout di film ini, karakter yang dimainkan Eddie Marsan pun amat menghibur. Sebagai pelatih menyetir Poppy yang temperamental, tak disangka ternyata diam-diam dia jatuh cinta dengan Poppy. Mungkin, aktingnya bukan akting favorit juri Oscar yang biasanya mencari karakter yang “meaty” daripada karakter dalam komedi. Tapi setidaknya apa yang diperankan oleh Eddie berhasil mencuri perhatian banyak orang.

9. James Franco (Milk)

milk241 Agak kurang setuju awalnya ketika pihak studio lebih mengkampanyekan Josh Brolin sebagai kandidat nominasi Supporting dibandingkan aktor yang satu ini. Franco lebih mempunyai emosi dibandingkan karakter yang diperankan Josh Brolin (IMHO). Setidaknya, Franco membuktikan dia memang aktor berbakat yang mampu selektif dalam memilih peran.

8. Brad Pitt (The Curious Case of Benjamin Button)

2008_the_curious_case_of_benjamin_button_015 Banyak yang berargumen kalau akting Pitt di sini tak sebagus aktingnya di The Assassination of Jesse James…, karena banyak yang menganggap dia hanya bermain di balik make-up yang membuat aktingnya lebih hidup. Mungkin memang di beberapa bagian, tapi untuk mengatakan di seluruh film dia tidak berakting, ah sedikit keterlaluan rasanya. Setidaknya dia termasuk salah satu yang punya akting terbaik di tahun 2008, meski sejujurnya, aku lebih rela kalau nominasinya di Oscar di-replace oleh Leonardo Dicaprio yang sayangnya tidak punya cukup buzz tahun kemarin.

7. Richard Jenkins (The Visitor)

richard-jenkinsBegitu memikatnya akting aktor ini hingga masih saja perannya dinominasikan di Oscar meski filmnya jauh sekali dirilis dari jarak Oscar berlangsung. Memerankan pria yang kesepian dan hidup dalam kebohongan, seolah melihat seseorang yang nyata di layar. Scene favoritku ketika dia marah di kantor polisi, di situ seolah karakternya ingin berontak dan emosi kekecewaan dari ketenangan yang ditampilkannya selama ini memuncak begitu saja. sebuah penampilan yang sangat bagus sekali.

6. Michael Shannon (Revolutionary Road)

shanDikatakan sebagai villain terbaik tahun kemarin di bawah karakter Joker tentunya. Sebuah terobosan yang baik sekali bagi aktor ini, terlebih aktingnya  yang memang bagus sekali di film ini sebagai “perusak” hubungan suami-istri hanya dari cara pandangnya terhadap kehidupan suami istri itu. Aku berpikir kali ini Oscar memang tepat memasangnya sebagai salah satu yang terbaik di kategori supporting actor, meski tak sehebat Heath Ledger, tapi bolehlah. Dibandingkan memasang Dev Patel di lima besar, yang nyata-nyatanya karakternya masuk peran utama tapi di-push jadi supporting.

5. Leonardo Dicaprio (Revolutionary Road)

leoBanyak yang menyangsikan mengapa aktingnya di sini tidak menjadi perhatian pihak Oscar. Ah, tak apalah, mungkin juga karena filmnya sendiri tak juga begitu diperhatikan. Sebenarnya kalau mengutip majalah Cinemags, menyebut dia adalah actor yang akan menggantikan posisi Brad Pitt dan Tom Cruise yang dipuja-puja dan menjadi American Heartthrob, di samping Christian Bale yang diramalkan Cinemags. Dan memang, kalau melihat sejarah Oscar (counting on Oscar history, I mean) Leo, boleh berada di atas Pitt dan Cruise. Setidaknya dia sudah dinominasikan tiga kali, di What’s Eating Gilbert Grape yang usianya masih belasan, The Aviator dan Blood Diamond, padahal waktu itu juga dia bermain bagus di The Departed. Tahun kemarin mungkin bukan tahunnya, tapi dia tinggal menunggu waktu untuk menerima Oscar pertamanya. Asal jangan saja seperti Peter O’Toole yang sampai sekarang masih bertangan kosong. Lihat saja nanti di Shutter Island (one of my anticipated film of the year) yang kembali disutradarai soulmate-nya, Martin Scorsese. Atau proyek beberapa filmnya seperti biopic presiden Roosevelt yang lagi-lagi bersanding dengan Scorsese.

4. Mickey Rourke (The Wrestler)

rourkeRourke adalah favoritku sebagai peraih Oscar Februari lalu, karena meski mengakui Sean Penn ada di atasnya, tetap saja buzz comeback si aktor ini dari kehidupannya yang suram lebih menarik untuk memberinya kesempatan berada di posisi bersinar perfilman Hollywood lagi. Mengingat Oscar biasanya kadang lebih menghargai popularitas dan “sejarah” dibanding kualitas (kadang-kadang sih). Contoh misalnya, siapa bilang akting Adrien Brody di The Pianist lebih bagus dibanding Daniel Day Lewis di Gangs of New York yang sebenernya dirasa lebih baik, siapa bilang akting Danzel Washington di Training Day lebih bagus daripada Russel Crowe di A Beautiful Mind tahun 2001 lalu. Waktu itu terlihat pihak Oscar lebih memilih aman, karena memilih Danzel sebagai pemenang mengingat “sejarah” insiden temperamental Russel Crowe pasca penganugerahan BAFTA yang membuatnya kekurangan pendukung. Hal ini sudah menjadi rahasia umum di Oscar. Meski akhirnya Oscar memutuskan Sean Penn sebagai pemenang, “quality over popularity”, setidaknya popularitas comeback-nya diakui oleh Golden Globe dan BAFTA yang memilihnya sebagai yang terbaik over Sean Penn. Meski tanpa menghilangkan sisi kualitas yang memang dimiliki Rourke di film ini.

And here they are the big 3 (Roll of the drum, please!)

3. Philip Seymour Hoffman (Synecdoche, New York)

seymourBoleh saja orang menominasikannya sebagai yang terbaik lewat Doubt di kategori supporting (meski sebenarnya sebagai peran utama), tapi bagiku peran terbaiknya adalah di film yang susah dimengerti ini. Sebagai Caden, sutradara panggung drama yang mencari jati diri kehidupannya. Materi filmnya bolehlah sulit diterima banyak orang, tak heran filmnya tak mendapat nominasi Oscar satupun, bahkan sang penulis naskah yang biasanya langganan nominasi, tak dilirik sekalipun. Tapi, selama film ini punya penggemar sendiri, akting sang aktor tetap salah satu yang terbaik.

2. Sean Penn as Harvey Milk (Milk)

ent_081212_milk-seanpennKalau ditanya siapa akting terbaik tahun kemarin, nama Sean Penn pasti ada di daftarnya. Bermain dengan sangat meyakinkan, dan seolah-olah dialah si Harvey Milk memang tak bisa dipungkiri membuat orang terkagum padanya. Meski jujur, Sean Penn bukan actor yang aku sukai (that’s why I prefer Rourke better than Penn for winning Best Actor), tapi tak bisa mengelak bahwa dialah yang terbaik.  Liat saja dia di I Am Sam yang memorable atau di Mystic River, atau 21 Grams, wuih… panjang list-nya sebagai aktor berkualitas!

1. Heath Ledger as Joker (The Dark Knight)

joker_nurse

Kalau ditanya siapa karakter paling memorable tahun kemarin (dan juga mungkin tahun2 selanjutnya) tak lain dan tak bukan adalah Joker “karya” Heath Ledger. Kenapa aku katakan “karya”, karena karakter Joker yang diperankan Heath adalah buah interpretasi berbeda dari peran joker sebelumnya, liat saja karakter Joker hasil Jack Nicholson yang kata temenku terlihat flamboyan yang pada waktu itu juga dianggap memorable, tapi akhirnya Ledger merubahnya menjadi lebih suram, menakutkan dan tentunya loveable (entah mengapa kadang kita lebih mencintai Joker dibandingkan Batman sendiri). Rasanya Joker ini akan dikenang sebagai Villain terbaik di kisah superhero yang pernah ada, dan tentunya menjadi villain paling memorable di sejarah perfilman. Meski rasanya masih agak jauh menyingkirkan Hannibal Lecter sebagai yang paling monumental, tapi Joker karya Heath Ledger akan dicintai jutaan penggemarnya (termasuk aku tentunya). Sayang sekali, Ledger sebenarnya pernah disebut sebagai aktor terbaik dibawah umur 30 tahun dari sebuah majalah, namun kematiannya seolah meruntuhkan impian para penggemarnya untuk melihat prestasinya lagi, atau melihat karakter Joker-nya lagi. Poor me, because I’m a big fan of this talented actor!

Rest in Peace, Heath Ledger….


Honorable Mention:

Dev Patel (Slumdog Millionaire), Robert Downey Jr (Tropic Thunder or Iron Man)

Advertisements

6 thoughts on “10 Best Male Performances in Films of 2008

  1. nomor 1 – 2 sih ga diraguin lagi!!! 🙂
    rata2 hampir semua saya setuju sama kamu, cuma memang masih ada beberapa film yg belum saya tonton.. hehehe..

  2. Setuju aku dengan list nya…tapi aku paling suka LEONARDO…napa ya ketika titanic dia nggak masuk nominasi…padahal aktingnya ciamik bangets…

  3. sean penn , wah sumpah keren bgt . he is soo gay on the film .. heath ledger juga bikin gw pengen ngebunuh .. terbawa emosi ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s