A Very Long Engagement (2004)

(**½)

“MMM for Manech (M)aime Mathilde”

Film ini masuk dalam daftar film yang punya ending menyentuh. Eit, tunggu dulu, kok sudah buru-buru bicara ending, tenang tidak akan ada spoiler kok di pembahasan ini. Pasalnya, ending film inilah yang bikin menonton film berdurasi 133 menit ini terasa pas dan melegakan. 200px-A_Very_Long_Engagement_movie

Film ini bercerita tentang lima orang tentara Prancis yang melukai dirinya sendiri dengan tujuan dibawa ke tempat pengobatan dengan kata lain terbebas dari tugas berperang. Salah satu diantaranya adalah Manech (Gaspard Ulliel) yang melukai telapak kanannya dengan cara mengapit rokok di malam hari sehingga pihak Jerman berhasil menembak tangannya hingga dua jarinya diamputasi. Karena diketahui Manech sengaja melakukannya, maka dihukumlah dia bersama lima tentara lainnya dengan berada di daerah perbatasan perang (no man’s island) agar mereka ditembak mati oleh Jerman atau dibunuh oleh tentara Prancis lainnya. Mathilde (Audrey Tatou) sang tunangan yang mendapat kabar bahwa kelima orang itu telah mati yakin bahwa Manech masih hidup. Maka dimulailah pencarian Mathilde dengan bantuan orang terpercayanya untuk mencari Manech ditengah orang sekitarnya yang tidak bisa menerima keyakinan Matildhe.

Menyimak film ini tak terelakkan lagi jika kita akan disuguhkan pada kisah mengharu biru yang romantis dengan latar peperangan. Biasanya, kisah cinta yang terputus karena perang mempunyai kisah yang bisa dilabelkan penuh intrik, dan biasanya intuisi si wanita punya energi kuat yang terkadang membuat kenapa cerita itu harus diceritakan. Misalnya, Cold Mountain yang berlatar perang saudara di Amerika, juga membawa intuisi si tokoh wanita yang yakin si lelaki akan datang menemuinya kembali. Tetapi film ini lebih mengingatkan tentang perjalanan panjang seperti The English Patient, entah mengapa. Mungkin karena film ini punya pakem yang di beberapa sisi sedikit sama, sinematografi yang bagus dan adegan sex yang romantis, meski jalan ceritanya jelas berbeda. Dan, kalau boleh jujur film ini sedikit bernuansa detektif. Bukan karena ada ada detektif yang dilibatkan juga, tapi karena proses bagaimana Mathilde mencari kebenaran tentang tunangannya itu yang digambarkan layaknya kisah detektif ditambah lagi dengan berbagai kondisi yang terkuak menjurus pada fakta korupsi yang ada dibalik cerita itu.

Audrey Tatou tampil dengan sangat gemilang. Dalam karakter wanita yang physically delicate, karena dia terserang polio sejak kecil, tapi semangatnya berkobar penuh keyakinan untuk menemukan Manech. Yang mencuri perhatian adalah Marion Cottilard, yang awalnya aku kira sebagai pihak antagonis, tapi ternyata ada hal dibalik itu yang membuatnya melakukan semua perbuatan itu. Wajahnya yang dingin, memang benar-benar memukau. Tak heran dia menang Cesar awards karena perannya ini.

Memorable Scene: Have I said about the ending? Hahahaha. Ending film ini memuaskan penonton, sekaligus menyimpan kekecewaan juga. Bolehlah dibilang ending yang manis tapi terasa miris. Setelah dibuat terbuai dengan berbagai sinematrogafi yang ciamik, saatnya melihat akhir film ini. Secara pribadi, melegakan tapi sekaligus ironis. Yang jelas kita dibuat menebak-nebak apa yang selanjutnya terjadi pada Mathilde. Ah, andai saja film ini sebuah sinetron, pasti tidak sabar menunggu episode selanjutnya. Tapi film juga bukan biografi yang harus berbicara detil. Film juga punya misteri yang kita suka untuk diinterpretasikan sesuai pikiran kita. Karena itulah kenapa film dibuat dengan sesuatu yang manis tetapi terkadang ironis. Penasaran? Rasanya kamu harus tonton sendiri ya. Hehehehe.

Trivia: Film ini dinominasikan di dua kategori di Oscar, termasuk sinematografinya. Memang asli sinematografi keren abis. Adegan hamparan ilalang yang ditiup angin benar-benar memanjakan mata. Sayangnya film ini tidak dipilih oleh pihak Prancis mewakili negaranya untuk Oscar, jadi tidak masuk kategori Best Foreign Language. Katanya terkait dengan pendaan film ini yang dibiayai oleh pihak Amerika, sehingga pihak Prancis pada proses produksinya tidak bersedia untuk ikut memberikan dana.


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s