Pintu Terlarang: Yang Terlarang, Yang Bikin Penasaran

wallpintu1

(***½)

Akhirnya berhasil juga menonton film yang satu ini, meski terlambatnya minta dihajar, hampir empat bulan dari rilisnya Januari lalu. Dasar bioskop Bali yang parahnya minta ampun, lelet sekali kalau urusan film baru. But, yup, gak apapa yang penting bisa nonton film ini juga. Kecewa? Hm.. mungkin karena ekspektasi yang terlalu tinggi terhadap film ini, secara masih terngiang jelas dengan begitu apiknya film Kala yang juga dibesut oleh Joko Anwar. Aspek kekerasan dalam film ini benar-benar sekelas film Hollywood semacan Saw boleh dikatakan. Adegan penjahit yang selalu menjahit tangannya itu merupakan adegan yang paling bikin miris. Tanpa darah, tapi bikin hati meringis. Fachry Albar menampilkan akting cemerlangnya, paling menonjol ketika adegan “spektakuler” di makan malam. Begitupun Marsha Timothy, rasa ketakutan yang mendalam, tergambar dengan jelas di adegan makan malam itu. Sejauh ini, Fachry Albar cukuplah untuk membawa pulang Citra-nya tahun ini, kecuali ada aktor yang punya akting cemerlang lainnya. Overall, film ini sih tidak mengecewakan. Mungkin karena sebelumnya sudah tahu ending film ini, gara-gara seorang teman yang sudah membaca novelnya membocorkan ending film ini yang katanya semua itu hanya halusinasi. Nah, itu dia tidak seru kan ketika menonton film yang penuh dengan adegan seru, eh ternyata kalau dilihat dari logika cerita itu hanya halusinasi belaka. Tetapi, ketika melihat ending dari film ini, dan penempatan posisi sebenarnya dari tokoh-tokoh halusinasi itu, brilian! Twist dari film ini cukup mengejutkan, terutama penempatan tokoh-tokoh pendukungnya, salah satunya adalah Talyda yang ternyata… oh ternyata… adalah seseorang yang jauh dari dugaan kita. Mau tahu apa? Tonton filmnya dong. Selain itu juga kalau kamu kebingungan dengan ending film ini, lo kok dia bisa jadi pendeta? Seperti kebingungan yang dialami oleh salah satu teman (dan mungkin juga sebagian orang), tenang saja, kamu sedang diajak untuk masuk ke dalam halusinasi lain dari Gambir. Meski punya aspek yang lumayan baik, entah mengapa film ini rasanya masih kalah jauh dari Kala, menurut penilainku sih. Kalau Kala merupakan film Indonesia terbaik yang pernah aku tonton, yah Pintu Terlarang merupakan salah satu yang Indonesia yang bagus, tapi tetap saja tidak bisa disandingkan dengan Kala yang terkenal dengan sinematografinya yang sangat monumental.

Best Scene: Adegan dinner adalah adegan paling menarik perhatian sejauh ini. Kesan “spekatukuler” pembunuhan satu persatu itu bikin nyali menciut, ditambah akting meyakinkan Fachry yang benar-benar terlihat psycho, keren deh. Untungnya adegan seperti ini tidak membuat aku ingin menutup mata atau keluar bioskop, karena sebelumnya kalau melihat Sweeney Todd, muncratnya darah itu lebih bikin perut mual dan lebih menjijikkan kok. Beberapa adegan di Pan’s Labyrinth juga lebih sadis, dan bikin meringis, dinner2jadi sudah terbiasa melihat adegan mengerikan macam begini. Beberapa orang juga protes dengan kekerasan yang muncul di film ini yang vulgar dan juga dipertanyakan kenapa bisa lulus guntingan sensor. Di beberapa review yang aku liat menyarankan begini, “sebaiknya film ini tidak ditonton oleh anak-anak” timbul pertanyaan, hello! Memang siapa bilang film ini boleh ditonton oleh anak-anak? Hanya orang gila saja yang tega membawa anak-anak mereka menonton film ini. Sebuah bentuk kelemahan bioskop Indonesia yang tidak punya keberanian memproteksi pengunjungnya, padahal mereka punya otoritas, apa semuanya semata-mata karena uang, ah masalah klise. Kalau di Amerika anak-anak berani menonton film di luar jangkauan umurnya, wah langsung diusir tuh, kalau tetap membandel, wah bisa ditendang tuh (ciehh.. lebai!).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s