Prediksi Oscar 2009: will we get the big upset this year?

Ajang perfilman prestisius di Amerika sekaligus dunia ini, sebentar lagi akan memasuki tahap akhir, yaitu tahap pengumuman para peraih Oscar, tepatnya tanggal 22 Februari (23 februari waktu Indonesia). awardoscar2Sejumlah nama yang diprediksi meraih penghargaan sudah jauh-jauh hari berdengung sebelum acara puncaknya terjadi. Terlebih ketika peraih BAFTA diungkapkan beberapa minggu lalu, yang biasanya menjadi juru kunci siapa akhirnya yang akan meraih Oscar. Masih ingat dengan kejadian setahun lalu, sewaktu BAFTA mengumumkan peraih Best Actress, Marion Cottilard dan Best Supporting Actress, Tilda Swinton? Ketika hal itu terjadi, para kritikus banyak yang terkejut dengan hasil dari BAFTA itu yang dirasa memberikan pilihan yang agak aneh, karena waktu itu semua orang sudah yakin Julie Christie dan Cate Blanchet-lah yang diprediksi memenangkannya. Banyak orang yang skeptis dengan BAFTA pada waktu itu. Namun, setelah pemenang Oscar diumumkan beberapa minggu setelah BAFTA, semua orang terkejut, hasil BAFTA 100% sama dengan hasil Oscar di kategori akting! Marion Cottilard, Daniel Day Lewis, Tilda Swinton, dan Javier Bardem. Hm…. Sekarang hasil BAFTA menjadi pertimbangan yang tidak main-main untuk memprediksi hasil Oscar. Terlebih hasil dari BAFTA beberapa minggu lalu bisa dikatakan merupakan prediksi kebanyakan para kritikus untuk peraih Oscar. Menyimak peraih Oscar dari tahun ke tahun, kalau boleh sedikit kritis, tidak selalu yang terbaik yang meraih penghargaan tersebut. Liat saja bagaimana Roberto Benigni (Life is Beautiful) mengalahkan Edward Norton (American History X), Shakepeare in Love membungkam Saving Private Ryan, Crash mempermalukan Brokeback Mountain. Dan sebenarnya ajang Oscar bukanlah semata masalah kualitas, tapi juga menyangkut popularitas, kemampuan diri menarik simpati, pintar-pintar mencari momentum yang tepat agar meraih perhatian dan sebagainya. Siapa sangka kalau aktris semacam Reese Witherspoon atau Gwyneth Paltrow mampu melawan rivalnya kalau bukan karena factor x yang sulit dijelaskan itu. Ya, analoginya sih simpel, anggota Academy juga manusia dalam artian yang sebenarnya. Jika ada satu aktor yang bermain cemerlang namun tidak disukai oleh si pemilih, tentu aspek subjektifitas itu akan mencari alternatif pilihan lain dari nominasi lainnya yang juga bermain bagus. Dimanapun juga, pemenang penghargaan seperti ini selalu diukur oleh kesukaan juri. Jadi jangan heran kalau kadang, para peraih Oscar bukanlah yang terbaik di tahunnya, tetapi yang paling banyak disukai oleh juri. Dan yang disukai oleh banyak juri itulah yang terbaik.

Predicting the Oscar and the possibility for big upset


Best Actress,
jatuhnya kemana? Kate Winslet. reader_1213709c1Yup, setelah lima kali gagal meraih Oscar dalam peran-perannya yang spektakuler, sekarang saatnya dia mendapatkan ‘hadiah’ prestisius ini. Apa yang dia miliki? Berperan sebagai Hanna Schmitz dalam The Reader secara total. Dia punya backingan Harvey Weinstein, dia bugil di filmnya dengan berani, dia tampil dengan aksen Jerman yang sempurna, dia tampil dengan spektakuler dalam generasi Hanna Schmitz yang berbeda, muda dan tua, dan terlebih spotlight best actress semuanya tertuju padanya, dan isunya para anggota Academy selalu membicarakan penampilannya di The Reader. Apa lagi yang bisa menolak wanita ini meraih oscarnya tahun ini? Luck. Yup, itu yang jadi masalah, seperti tahun lalu sewaktu Julie Christie kecolongan dari Marion Cottilard, bisa saja terjadi. Dan alternatif jawara bisa saja Meryl Streep atau bahkan Melissa Leo, setelah belakangan ini banyak yang bersimpati padanya. Tetapi, setelah melihat track-record Kate yang menyapu bersih empat anugerah perfilman besar, Critic’s Choice, Golden Globe, SAG, dan BAFTA, kemungkinan tak ada alasan untuk tidak memenangkan wanita ini. Dan, nyatanya belum ada lo peraih empat penghargaan itu yang kecolongan Oscar. Kalau kasusnya Julie Christie jelas berbeda, karena Marion sendiri merupakan peraih BAFTA Awards.

Best Actor, well, Sean Penn vs. Mickey Rourke tetap menjadi favorit juara dengan Mickey Rourke sebagai favoritku. Sean Penn menampilkan kualitas akting yang luar biasa, yang mungkin hanya mampu dimainkan oleh aktor yang punya jam terbang tinggi dan talenta luar biasa. Menyimak Milk, kamu akan dibuat yakin oleh Penn bahwa dialah si Harvey Milk. Karakter yang berbeda jauh dengan pribadinya Penn sendiri, tapi ditampilkan senyata mungkin oleh Penn. Namun, Rourke juga tidak boleh dipandang sebelah mata, aktingnya yang memukai di The Wrestler juga mendapat pujian dari berbagai kritikus, terlebih dengan bumbu comeback-nya ke layar Hollywood, plus kemunculannya di berbagai media, bisa jadi menghambat laju Sean Penn. Kita lihat saja kemana arah Oscar nanti, ingat, kualitas tidak cukup tanpa popularitas. Kemungkinan big upset, rasa-rasanya Frank Langella dan Richard Jenkins punya kesempatan. Meskipun pilihanku cenderung ke Richard Jenkins sebagai big upset. Sementara Brad Pitt, hm… he’s just lucky to be nominated.

Best Supporting Actress,
ini kategori yang paling bisa menjadi perdebatan. Meskipun Penelope Cruz boleh jadi mendapat banyak poin di sini, tapi masih ada empat nominasi lainnya yang punya kesempatan yang sama. Viola Davis misalnya, banyak yang mengatakan akting 10 menitnya di Doubt sangat memukau, meskipun bagiku, gak tuh, malah cenderung biasa saja. Banyak yang memprediksi dia bakal menang, tapi apa mungkin dengan porsi akting cuma 10 menit bisa mengalahkan yang lainnya yang punya porsi akting lebih banyak. Kecuali kalau dia sehebat Judy Dench, dengan akting 10 menit sebagai Queen Elizabeth di Shakespeare in Love, benar-benar memukau. Well, tenang saja Amy Adams, Taraji P. Henson, atau Marissa Tomei, kesempatan masih terbuka lebar kok.

Best Supporting Actor, tidak perlu berdebat panjang, Heath Ledger get it! Kecuali Oscar mau mempermalukan dirinya untuk tidak memenangkan akting spektakulernya sebagai Joker yang tentunya akan masih diingat 10 atau bahkan 50 tahun lagi.

Best Picture, Slumdog Millionaire, you’ll sweep the award this year! Setelah tak adapun satu award yang kecolongan darinya, tak ada alasan lain untuk memastikan film ini akan menjadi film terbaik. Seperti misalnya LOTR: Return of the King dan American Beauty yang menyapu award besar, sekaligus memenangkan Oscar. Namun, big upset bisa saja terjadi, seperti ketika Brokeback Mountain kalah dari Crash, dan menjadi ‘skandal’ bagi pihak Oscar yang dicap sebagi pihak homophobic. Dan rasa-rasanya tahun ini Oscar tidak mau mengulang hal memalukan seperti itu lagi. The Curious Case of Benjamin Button menjadi kandidat big upset pertama di kategori ini. Namun, apa mungkin Oscar mau memberikan sebuah film fantasi kesempatan untuk menang lagi? Kecuali dia sehebat trilogy The Lord of The Ring. Bahkan untuk memenangkan The Lord of The Ring sebagai peraih film terbaik, Oscar perlu diyakinkan dulu untuk sampai episode terakhir film itu untuk memberikannya ‘hadiah’ Oscar. Padahal film pertamanya jauh lebih bagus ketimbang A Beautiful Mind yang menang waktu itu. Hm…. Milk juga disebut-sebut bisa meraih penghargan di kategori ini, sebagai bentuk penebusan kekalahan Brokeback Mountain beberapa tahun lalu. Tapi, apa benar Milk layak menang, dalam penglihatanku secara personal, Brokeback Mountain beberapa tingkat lebih bagus daripada Milk. Sementara The Reader, bisa jadi alternatif paling ditakutkan, karena adanya Harvey Weinstein sebagai pihak yang terkenal suka melakukan segala cara agar filmnya diakui oleh pihak Oscar. Namun sejauh ini, setelah menonton filmya, rasa-rasanya belum pantas tuh menyandang Best Picture.

Who’ll be the candidates for big upset?

• Brangelina’s winning moment: bradangie-500x3471meskipun mereka berdua mencetak sejarah sebagai pasangan ketujuh yang masuk kategori utama di Oscar dalam waktu yang bersamaan, namun ironisnya mereka berdua dianggap sebagai pasangan yang hanya ‘lucky’ untuk masuk nominasi. Well, pastinya kalau salah satu dari mereka menang, liat saja, mereka akan masuk di banyak media beberapa jam setelahnya.
• Slumdog Millionaire ‘kecolongan’ Best Picture: meski kemungkinan bisa saja terjadi, setidaknya kalau akhirnya Slumdog kalah dari nominasi lainnya, liat saja apa yang menjadi berita utama di berbagai media esok harinya. Pasti banyak rasa kecewa.
• Acting Categories: Meryl over Kate, Melissa over Kate, Frank Langella over Penn & Rourke, Amy Adams over Cruz or Viola, bisa saja terjadi. Dan sekali lagi, kalau ini terjadi, akan menjadi pembahasan menarik di berbagai media.

Well, ini dia beberapa prediksi untuk pemenang Academy Award tahun ini:

Best Picture : Slumdog Millionaire
• Best Director: Danny Boyle
• Best Actor: Mickey Rourke
• Best Actress: Kate Winslet
• Best Supporting Actor: Heath Ledger
• Best Supporting Actress: Penelope Cruz
• Best Original Screenplay: Milk
• Best Adapted Screenplay: Slumdog Millionaire
• Best Animated Feature: Wall-E (please, no Kung Fu Panda!)

Kita lihat saja siapa yang menang nanti…..

Advertisements

3 thoughts on “Prediksi Oscar 2009: will we get the big upset this year?

  1. Juri Oscar adalah yang paling berkualitas dari semua juri festival film sejagat raya. Juri Oscar bukanlah penggemar film Poconggg Juga Pocong, 3 Pocong Idiot, Mama Minta Pulsa, Kuntilanak Kesurupan, Jenglot Pantai Selatan …….. dan film-film tidak bermutu lainnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s